Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#25 "Jebakan"


__ADS_3

Happy reading guys!


Arsha baru saja keluar dari ruang operasi dia terlihat lelah dan mengantuk. Arsha segera masuk kekamar mandi yang ada dalam ruangannya untuk membersihkan dirinya, seusai mandi dia mengganti pakaiannya namun dia tidak menyadari sedari tadi ada seorang wanita yang memperhatikannya duduk di sofa dengan melipat kedua tangannya diatas dada. Arsha sangat terkejut tiba-tiba ada tangan seseorang yang memeluknya dari belakang, dia menghempaskan tangan orang itu lalu membalikkan badannya.


"Dokter Yenny!" Seru Arsha dengan tatapan tajamnya." Mau apa anda diruangan saya? Beraninya anda masuk tanpa izin dari saya!" Arsha meninggikan intonasi suaranya karena sangat tidak suka dengan orang yang mengganggu ranah privasinya.


Bukannya takut Yenny justru semakin memangkas jarak diantara mereka, dia membelai wajah Arsha dengan tangannya dan berusaha menciumnya.


"Ini sudah malam Sha gak usah teriak, aku akan menemanimu malam ini. Kamu capek kan habis melakukan operasi tadi? Sini biar aku pijitin." Yenny berjalan memutari Arsha lalu melingkarkan tangannya di lehernya.


"Lepaskan!" Arsha menepis tangan Yenny lalu mendorongnya hingga terduduk di lantai." Keluar dari sini!" Arsha menunjuk pintunya dengan sorot mata tajamnya.


"Kalau aku gak mau gimana?" Yenny bangkit lalu melepaskan pakaiannya didepan Arsha.



"Astagfirullah al azdim!" Seru Arsha sembari membalikkan badannya." Apa anda sudah tidak punya rasa malu lagi Dokter Yenny? Cepat pakai bajumu!" Arsha benar-benar tidak habis pikir dengan tindakan wanita yang sangat terobsesi kepadanya itu.


Tiba-tiba Yenny yang sudah merencanakan untuk menjebak Arsha langsung mematikan stopkontak di ruangan itu, Yenny berjalan semakin mendekat kearah Arsha. Dia mendorong tubuh Arsha hingga tersudut ke kursi kerjanya, Yenny menindih Arsha dan ingin menciumnya dengan paksa namun Arsha berhasil menghindarinya. Arsha segera berlari menuju pintu keluar, ketika dia berusaha membuka handle nya ternyata kuncinya sudah disembunyikan oleh Yenny. Arsha berbalik lagi Yenny semakin agresif dia menggerayangi tubuh Arsha dengan buasnya, Arsha kembali mendorongnya dia memelintir tangan Yenny kemudian mengikatnya dengan ikat pinggangnya. Yenny menggunakan kakinya untuk mengunci pergerakan Arsha sehingga membuat Arsha akhirnya menindihnya belakangnya.


"Anda benar-benar sudah tidak waras Dokter Yenny! Anda simpan dimana kunci pintu ruangan ini!" Geram Arsha dengan menekan belakangnya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Jam 23:30 dirumah Rezki dan Arshi sedang bersiap-siap untuk tidur, tiba-tiba Arshi merengek kepada suaminya.


"Yank aku laper, aku mau nasi goreng spesial masakan Mamah sekarang." Pinta Arshi dengan nada manja.


"Inikan udah larut malam Sayang, kemungkinan Mamah juga udah tidur, besok pagi aja ya." Rezki membelai wajah istrinya dengan lembut.

__ADS_1


"Aku maunya sekarang Yank, kamu mau baby nya ileran nanti!" Arshi beringsut naik keatas perut suaminya.


"Jangan ngomong gitu Sayang, kamu juga jangan kayak gini kasian baby nya ikut tertindih." Rezki langsung membalikkan posisinya.


"Aku mau ketemu Arsha sekarang!" Pekik Arshi yang memiliki feeling sangat kuat dengan saudara kembarnya itu.


"Loh katanya tadi mau nasgor buatan Mamah? Sekarang kok malah mau ketemu Arsha?" Rezki mengerutkan keningnya menatap istrinya yang ada dibawahnya.


"Pokoknya kita jalan sekarang Yank, feeling ku gak enak tentang Arsha, kayaknya dia butuh bantuan kita." Ujar Arshi dengan melingkarkan tangannya dileher suaminya.


"Iya Sayang, yaudah yuk siap-siap!" Rezki membantu istrinya bangun lalu mengecup bibirnya.


"Selalu aja ngambil kesempatan!" Arshi memajukan bibirnya lalu beranjak dari tempat tidurnya.


Hehehe..." Kalau ada kesempatan jangan disia-siakan Sayang!" Rezki mencubit pipi istrinya dengan gemesnya.


"Udah lepasin aku mau ganti baju!" Arshi menepis tangan suaminya yang suka sekali menggodanya.


"Kamu tuh nyebelin Yank!" Seru Arshi dengan mencubit perut sixpack Rezki.


Awww..." Tapi aku juga ngangenin kan Sayang!" Teriak Rezki sembari keluar untuk menyiapkan mobilnya.


Sesudah siap Arshi segera menyusul suaminya kebawah menuju garasi, ternyata Rezki sudah stanby menunggunya di depan pintu mobilnya. Arshi langsung masuk ke dalam mobil lalu Rezki menutup pintunya, dia berlari kecil memutari mobilnya kemudian duduk dikursi kemudinya. Setelah menstater stopkontaknya Rezki langsung melajukan kendaraan roda empatnya itu dengan kecepatan sedang, menyusuri jalanan yang lengang karena sudah tengah malam. Lima belas menit kemudian sampailah Rezki di area parkiran rumah sakit. Arshi bergegas turun tanpa menunggu Rezki membukakan pintu mobilnya. Perasaannya benar-benar tidak nyaman ketika mengingat saudara kembar laki-laki nya itu.


"Tunggu Sayang jangan cepat-cepat, ingat kandungan kamu!" Seru Rezki sambil berlari mengejar langkah istrinya yang berjalan sangat cepat.


"Aku kepikiran Arsha terus Yank, kita langsung ke ruangannya ya." Arshi menarik tangan suaminya agar mempercepat langkahnya.


"Kenapa gak langsung keatas aja?" Rezki menghentikan langkah istrinya tepat di depan lift.

__ADS_1


"Feeling ku mengatakan Arsha ada diruanganya dan butuh bantuan kita." Arshi menarik kembali tangan Rezki agar mengikutinya.


"Iya Sayang tapi jangan terlalu cepat jalannya, ingat baby dalam kandunganmu." Rezki mengingatkan lagi.


Arshi tidak menghiraukannya karena dia benar-benar ingin segera memastikan keadaan Arsha, dia juga mencoba menghubungi nomer handphone saudaranya laki-laki nya itu, tapi tidak aktif sedari tadi. Sesampainya di depan pintu ruangan Arsha, Rezki dan Arshi sama-sama bingung karena lampu di dalamnya padam. Arshi mencoba mengetuk pintunya untuk memastikan ada atau tidak Arsha didalam.


Tok...tok...tok..."Assalamualaikum Sha, lo ada didalam gak?" Arshi mengetuk pintu dari luar.


"Waalaikumsalam Shi, tolongin gue!" Seru Arsha dari dalam yang ternyata sudah tengkurap dibawah sofa karena Yenny mendudukinya.


"Yank tolong dobrak aja pintunya!" Pinta Arshi dengan nafas memburu karena sangat takut terjadi hal yang buruk kepada saudaranya itu.


Rezki akhirnya mendobrak pintu masuknya tanpa memperdulikan orang-orang yang lewat dan menatapnya penuh tanda tanya, entah mengapa Arshi juga tidak kepikiran untuk memanggil petugas keamanan supaya membuka pintu dengan kunci cadangan. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya pintu terbuka, Arshi segera mencari stopkontak dengan sinter handphonenya untuk menyalakan lampu yang ada didalam ruangan itu. Setelah lampu menyala Rezki dan Arshi sangat terkejut melihat pemandangan di hadapannya.


"Dokter Yenny apa yang kamu lakukan sama Arsha?" Arshi mendorong Yenny yang menindih belakang Arsha." Yank tolongin Arsha!" Pinta Arshi sembari berusaha membantu saudaranya itu bangun.


Yenny menatap Arshi dengan tajam lalu mendorongnya dengan kuat, Arshi terhempas ke sudut ruangan perutnya terantuk ujung meja.


"Yank tolongin aku, perutku sakit." Lirihnya sembari memegangi perutnya.


Arshi mengalami pendarahan, Rezki yang membantu Arsha berdiri langsung menghampiri istrinya.


"Sha tangkap wanita itu! jangan biarkan dia lari begitu saja!" Teriak Rezki ketika melihat darah keluar dari area sensitif istrinya.


Dengan sigap Arsha yang juga mengalami cidera karena tindakan brutal Yenny langsung mengikatnya di kursinya. Arsha segera memanggil bantuan untuk menangani Arshi yang mengalami pendarahan. Dia juga menghubungi pihak keamanan untuk mengatasi Yenny yang mencoba menjebaknya. Lima menit kemudian tim medis datang mereka segera membawa Arshi ke UGD untuk ditangani secara intensif. Karena Arsha juga mengalami cidera dia tidak bisa ikut menangani Arshi, dia akhirnya duduk disamping Rezki yang tampak sangat khawatir dengan istrinya.


"Makasih ya Ki, lo udah bantuin gue. Mengenai apa yang terjadi sama Arshi gue benar-benar minta maaf, gue gak nyangka kalau Yenny berani bertindak nekat kayak gitu." Ucap Arsha dengan segala penyesalannya.


Rezki hanya diam tidak menanggapi semua apa yang dikatakan Arsha, pikirannya hanya terfokus kepada Arshi dan kandungannya. Arsha yang sangat mengerti kenapa Rezki tidak menggubrisnya segera beranjak untuk mengabarkan kepada orangtuanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2