Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#5 "Minta maaf"


__ADS_3

Happy reading guys!


"Rani!" Seru Rezki ketika melihat sosok wanita yang berani mencium dan memeluknya didepan client nya itu.


"Yes baby its me." Rani langsung duduk dipangkuan Rezki.


"Apa yang kamu lakukan?" Rezki segera berdiri karena tidak suka dengan sifat agresif Rani yang membuatnya sangat malu didepan client nya." Maaf atas ketidak nyamanannya." Rezki membungkukkan sedikit badannya.


"Its okay no problem." Kedua client nya justru tersenyum menatap Rani tanpa berkedip.


Mereka berpikir Rani bisa di boking kapan saja.


"Kami permisi dulu." Pamit Rezki dengan menarik tangan Rani.


Sedangkan Radi hanya mengikuti dari belakang sambil menggelengkan kepalanya.


Rezki membawa Rani masuk kedalam mobilnya lalu menyuruh Radi untuk menjalankan mobil secepatnya.


"Radi cepat jalan!" Perintahnya sambil mencekal tangan Rani yang duduk disampingnya di jok bagian belakang." Kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Rezki kepada mantan kekasihnya itu.


"Tadi aku habis ketemu sama teman-temanku direstoran ini juga, terus aku liat kamu tanpa sengaja jadi aku deketin aja untuk memastikannya. Kamu sendiri kenapa susah dihubungi sekarang?" Rani menatap sendu kearah Rezki.


"Untuk apa kamu menghubungi aku lagi? Apa kamu lupa siapa yang berkhianat terlebih dulu?" Rezki mengingatkan Rani tentang pengkhianatan yang dilakukannya enam tahun lalu.


Flashback on


Rani adalah cinta pertamanya Rezki dulu mereka berdua kuliah di kampus yang sama. Awalnya hubungan mereka terjalin begitu indah layaknya remaja yang di mabuk asmara, namun ketika hubungan mereka berjalan selama tiga tahun lamanya Rani mulai merasa bosan dengan Rezki yang terlalu sibuk mengembangkan bisnis barunya. Rezki hampir tidak ada waktu lagi untuk menemaninya walaupun dia selalu mendapat transferan direkeningnya setiap bulannya dengan nominal yang sangat fantastis tentunya. Rani akhirnya mencari pelarian kepada laki-laki lain yang bisa memanjakannya bukan hanya dengan uang tapi dengan belain kasih sayang yang dirindukannya dari seorang Rezki. Hingga akhirnya dia hamil dan minta pertanggungjawaban dari Rezki yang tidak pernah sekalipun berhubungan intim dengannya. Keluarga Rezki sangat terkejut mendengar pengakuan Rani, mereka tidak menerima begitu saja apa yang dikatakan Rani tentang anak yang dikandungnya itu, karena Rezki menyangkalnya. Rezki memerintahkan seorang detektif untuk menyelidiki semuanya agar bisa membuktikan kebenarannya kepada keluarganya. Semua bukti menunjukkan bahwa Rani berselingkuh dengan orang lain. Rezki sangat frustasi mengetahui semua itu hingga dia memutuskan pertunangan mereka saat itu juga didepan keluarga mereka berdua. Karena itulah yang menyebabkan Rezki akhirnya memilih menjadi seorang playboy yang suka bergonta ganti pasangan untuk mencari wanita yang benar-benar tulus mencintainya. Dia ingin seorang wanita yang bisa menerima segala kekurangan dan kelebihannya tanpa menuntutnya untuk selalu ada disaat-saat sibuknya.


Flashback off


"Aku mohon maaf atas semua yang telah terjadi di masalalu kita, aku harap kamu bisa menerimaku kembali. Sebab aku yakin kamu belum mendapatkan wanita pengganti yang lebih baik dari aku." Ucap Rani dengan penuh percaya diri sembari bersandar di dada bidang Rezki.


"Kamu sudah salah menilaiku selama ini Rani, bagiku sekali dikhianati gak akan pernah ada kata untuk kembali menerima pengkhianat sepertimu. Aku gak menyesal pernah jatuh cinta sama kamu namun yang sangat aku sesali adalah kenapa dulu aku begitu bodoh hingga bisa dipermainkan oleh kata-kata manismu. Kenapa kamu begitu tega mengkhianatiku Rani? Kurang apa lagi pengorbananku untuk? Semua yang kamu inginkan selalu aku berikan, aku sibuk bekerja juga untuk masa depan kita kelak supaya kamu dan anak-anak bisa punya kehidupan yang mapan serta terjamin segala sesuatunya. Tapi kamu membalasnya dengan pengkhianatan, itu sangat menyakitkan Rani, pergilah jangan pernah muncul lagi dihadapanku!" Rezki memalingkan wajahnya kearah lain karena tidak mau lagi melihat airmata buaya dari mantannya itu." Radi turunkan aku didepan rumah sakit Setiawan dan antarkan wanita pengkhianat ini kerumahnya. Pastikan dia gak pernah muncul lagi dihadapanku." Perintah Rezki dengan menekankan kata-katanya.


Tidak berselang lama Rezki turun didepan lobi rumah sakit dia berniat untuk menemui Arshi agar bisa mengetahui keadaannya setelah kejadian tadi sekaligus minta maaf. Rezki melangkahkan kakinya ke meja resepsionis rumah sakit untuk menanyakan dimana Arshi berada.


"Permisi apakah saya bisa bertemu dengan Dokter Arshi?" Tanyanya sembari menunggu didepan meja resepsionis.


"Dokter Arshi belum bisa ditemui karena dia masih sakit." Jawab petugas yang ada disana.


"Kalau boleh tau dia dirawat di mana?" Rezki kembali bertanya.


"Maaf anda siapa ya? Ada keperluan apa menemui Dokter Arshi? Agar bisa saya sampaikan maksud dan tujuan anda kepada yang bersangkutan." Petugas itu tersenyum ramah.


"Saya calon suaminya, saya baru datang dari luar kota jadi saya belum tau dimana dia dirawat." Jawab Rezki memberikan alasannya yang masuk akal.


"Baiklah tunggu sebentar ya." Petugas itu langsung menghubungi ke nomer telepon ruangan khusus keluarga Setiawan.


Kebetulan disana ada Khardha yang menemani anak gadisnya itu setelah di kabari oleh Arsha tadi pagi. Dia menerima sambungan telepon diruangan yang dianggap sebagai rumah kedua keluarganya itu.


📞"Assalamualaikum, ada apa?" Tanya Khardha ketika mengangkat teleponnya.


📞"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, maaf Bu ini ada orang yang mau ketemu sama Dokter Arshi." Jawab resepsionis.


📞"Siapa dia? Ada perlu apa?" Khardha mengerutkan keningnya karena penasaran dengan orang yang ingin menemui anaknya.

__ADS_1


📞"Dia mengaku sebagai calon suami Dokter Arshi yang datang dari luar kota dan ingin menjenguknya Bu."


Sangat menarik siapa dia sebenarnya? Kenapa dia berani mengaku sebagai calon suami Arshi? Apa mungkin Arshi selama ini punya hubungan jarak jauh dengan seorang laki-laki?" Batin Khardha dalam hatinya seraya tersenyum penuh arti.


📞"Biarkan dia menjenguk kesini."


📞"Baik Bu."


Setelah menutup teleponnya petugas resepsionis itu memberitahukan dimana Arshi berada kepada Rezki. Dengan semangat


Rezki kembali melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit dia memencet tombol lift untuk menuju kamar Arshi yang berada dilantai paling atas yaitu rumah kedua keluarga Setiawan. Sesampainya di depan pintu Rezki tertegun melihat bentuk ukiran daun pintu yang tidak seperti pintu kamar rumah sakit lainnya.



Rezki tampak ragu memencet bel yang terletak disampingnya, dia langsung teringat perkataan Rasya sepupunya bahwa Arshi adalah anak pemilik rumah sakit itu. Jadi wajar saja jika mereka mempunyai ruangan khusus untuk semua anggota keluarganya.


Ting...tong...suara bel berbunyi.


Khardha segera membukakan pintunya, dia tersenyum ramah mendapati seorang laki-laki tampan yang mengaku sebagai calon suami anaknya itu ternyata Rezki anak dari Rina sahabatnya juga Riki mantan terindahnya.


"Assalamualaikum Tante, maaf saya mengganggu, saya kesini cuma mau menjenguk keadaan Arshi." Ucap Rezki sembari mencium punggung tangan Khardha.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mari silahkan masuk. Arshi gak papa, dia cuma butuh istirahat untuk pemulihan kakinya yang cedera akibat kecelakaan kemarin." Khardha menjelaskan kondisi anaknya." Silahkan duduk, kamu mau minum apa?" Ujarnya mempersilahkan Rezki yang tampak sungkan kepadanya.


"Makasih Tante, apa aja boleh." Rezki mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu yang sangat mewah menurutnya.


Sofa dengan warna merah itu memang warna favorit Khardha yang sengaja dipesan khusus oleh suaminya untuknya.



Rezki mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya dia begitu kagum dengan interior ruangan yang sangat mirip rumah mewah bergaya klasik itu. Khardha datang dengan gelas minuman yang berisi jus jeruk dan beberapa cemilan.


"Iya makasih Tante, silahkan mau tanya apa?" Rezki tidak berani menatap Khardha secara langsung karena sangat grogi.


"Kenapa kamu mengaku sebagai calon suami Arshi? Apa kalian memang ada hubungan spesial tanpa sepengetahuan kami?"


Khardha langsung menanyakan apa yang membuatnya penasaran sedari tadi.


Ehemmm... Rezki berdeham untuk menghilangkan rasa canggungnya sebelum menjawab pertanyaan dari orangtua wanita yang sudah mencuri hatinya itu.


"Begini Tante, saya minta maaf sebelumnya karena sudah lancang mengaku sebagai calon suami Arshi. Sebenarnya saya sama Arshi baru dua kali bertemu, jujur sejak pertama kali bertemu dengan Arshi waktu kecelakaan itu saya gak bisa tidur nyenyak mikirin dia. Dan hari ini Arshi datang kekantor saya untuk menemui saya secara langsung bermaksud mengajukan komplain atas keterlambatan pengiriman barang yang dipesannya. Saya sungguh minta maaf sekali lagi Tante karena tadi dikantor ada kejadian yang gak menyenangkan sehingga membuat Arshi kembali merasakan sakit dikakinya. Saya tadi sempat meeting di luar kantor tapi pikiran saya selalu tertuju pada Arshi, makanya saya langsung kesini sepulang dari sana. Itulah sebabnya kenapa saya bersikeras untuk menemuinya." Jujur Rezki memberanikan dirinya menatap mata Khardha yang sangat teduh.


"Kamu yakin dengan perasaanmu sama Arshi?" Khardha mengangkat satu alisnya.


"Inshaallah saya yakin Tante." Tegas Rezki meyakinkan Khardha.


"Arshi tidak mau pacaran sebelum menikah, dia hanya ingin pacaran halal sesudah menikah. Kamu ngerti kan maksud tante?" Khardha menjelaskan tentang prinsip anak gadisnya itu.


"Iya Tante saya sangat mengerti apa yang tante katakan. Saya akan langsung melamar Arshi untuk menjadi pendamping hidup saya selamanya." Rezki berkata seperti itu untuk memantapkan hatinya sendiri karena tidak mau kehilangan wanita yang sudah membuatnya sangat bahagia bila berada dekat dengannya dan merasa hampa bila jauh dengannya itu.


Arshi baginya adalah wanita yang sangat berbeda dari wanita kebanyakan yang selalu terpesona dengan ketampanannya, kemapanannya dan sikap flamboyannya. Arshi juga wanita pertama yang berani menolaknya, menamparnya dan mempermalukannya. Dia semakin penasaran ketika mendengar Khardha mengatakan Arshi yang tidak mau pacaran sebelum menikah. Sedangkan dia sendiri tidak mau bertunangan lagi karena trauma dengan hubungannya dengan Rani.


"Gak usah terlalu terburu-buru untuk memutuskan ke jenjang pernikahan, kamu sendiri tadi bilang sama tante kalian baru bertemu dua kali. Lebih baik kalian ta'aruf aja dulu agar bisa mengenal satu sama lain." Khardha menyarankan yang terbaik untuk Rezki.


"Apakah itu artinya Tante merestui saya sama Arshi?" Tanya Rezki dengan mata berbinar sangat bahagia.

__ADS_1


Khardha menganggukkan kepalanya seraya tersenyum penuh arti.


"Makasih banget Tante." Rezki bersimpuh di kaki Khardha sembari memegangi tangannya." Saya janji gak akan nyakitin hati Arshi Tante." Ucap Rezki dengan menciumi tangan Khardha.


"Tante gak butuh janji kamu, buktikanlah bahwa kamu laki-laki yang bertanggungjawab untuk Arshi." Khardha mengusap kepala Rezki.


Ibunya Arshi sangat lembut dan penuh kasih sayang, aku yakin Arshi juga akan jadi ibu yang baik untuk anak-anak ku kelak," gumam Rezki dalam hatinya dengan mengulas senyumnya.


"Baik Tante, bolehkah sekarang saya menjenguk Arshi?" Rezki menatap Khardha dengan tatapan poppy eyes nya.


"Kamu tunggu disini aja ya, biar tante panggilkan." Khardha beranjak menuju kamar anaknya.


Khardha membuka pintu kamar Arshi yang dominan berwarna pink. Warna pink sesuai dengan karakter Arshi yang lembut dan feminim. Rasa sayangnya yang sangat menonjol kepada kedua orang tuanya dan kepada orang-orang yang ada disekitarnya membuatnya semakin disukai siapapun yang mengenalnya.



"Arshi kamu dimana nak?" Panggil Khardha ketika melihat ranjang yang ditempati anaknya kosong hanya ada laptop dan smartphonenya.


"Iya Mah ini aku habis dari kamar mandi." Arshi berjalan menghampiri ibunya." Ada perlu apa Mamah panggil aku?" Arshi mengerutkan keningnya.


"Ada tamu yang mau ketemu sama kamu sayang." Khardha menuntun anaknya menuju ruang tamu.


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Arshi dengan menatap tajam kearah Rezki yang duduk didepannya sembari melipat tangannya di atas dada.


"Aku minta maaf atas semua yang terjadi hari ini, bolehkah aku menebus kesalahanku dengan apapun itu?" Rezki menatap Arshi dengan sendu.


"Aku sudah maafin kamu, silahkan pergi dari sini." Arshi beranjak hendak meninggalkan Rezki yang terkejut mendengar jawabannya.


"Sayang gak boleh gitu sama tamu, hargai dia." Khardha mengingatkan anaknya.


"Aku benci sama dia Mah." Lirihnya dengan mata berkaca-kaca menahan tangisnya karena teringat perlakuan Rezki kepadanya tadi pagi.


Khardha memeluk anak gadisnya itu sembari mengusap punggungnya.


"Kita gak boleh membenci orang lain walaupun dia melakukan kesalahan sayang, karena rasa benci itu hanya akan menyulut dendam." Nasehat Khardha sembari mengajak anaknya duduk kembali.


Rezki yang mendengarnya hanya bisa menghela nafasnya dengan berat sambil memejamkan matanya karena merasa sesak di dadanya mendengar kebencian Arshi kepadanya.


Ting....tong...bel pintu masuk berbunyi. Khardha kembali beranjak untuk membukakan pintu.


"Assalamualaikum Sayang," Ucap Dokter Hasan sembari mengecup kening istrinya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Khardha dengan mencium tangan suaminya.


"Ada tamu rupanya." Dokter Hasan langsung duduk disamping anaknya." Ada perlu apa kamu kesini?"


"Saya hanya ingin minta maaf sekalian minta izin untuk mengkhitbah Arshi sama Om dan Tante." Jawab Rezki menegaskan maksud kedatangannya setelah berbicara dengan Khardha tadi.


" Apa!" Seru Arshi seraya membulatkan matanya dengan sempurna.


"Kenapa kamu gak datang sama orangtuamu?" Dokter Hasan mengerutkan keningnya menatap heran dengan keberanian Rezki melamar anaknya.


"Nanti saya akan datang sama Papa dan Mama secara resmi bila Arshi sudah menerima pinangan saya." Rezki menatap Arshi yang tampak sangat terkejut mendengar semua perkataannya.


"Gimana sayang apa kamu mau nerima dia sebagai calon suami kamu?" Dokter Hasan menepuk pelan bahu anak gadisnya.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya teman-teman melalui vote, like, komen dan rate bintang lima nya. Agar aku selalu semangat untuk berkarya, sampai ketemu lagi di episode selanjutnya.


__ADS_2