
Happy reading guys!
Sore yang cerah berganti dengan lembayung senja yang nampak indah dipandang mata, segerombolan burung yang terbang di atas awan mulai kembali menuju sarangnya. Begitupula dengan keenam anak manusia yang berprofesi sebagai Dokter spesialis di rumah sakit keluarga Setiawan, mereka baru saja sampai di area parkiran. Arsha dan Wava segera turun dari mobil Rasya setelah berterima kasih dan berpamitan kepada teman-temannya, lalu masuk ke dalam lift menuju ke lantai paling atas untuk menemui papah dan mamahnya. Sesampainya di depan pintu Arsha langsung membuka kuncinya sendiri, karena dia memang selalu memegangi kunci cadangannya. Setelah pintu terbuka pasangan pengantin baru tiga bulan menikah itu langsung masuk ke dalam kamar kedua orangtuanya ketika melihat pintunya terbuka lebar.
"Assalamualaikum Pah, Mah." Ucap mereka berdua sambil berjalan mendekat ke arah ranjang tempat mamahnya terbaring lemah.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Dokter Hasan mewakili istrinya yang masih terbaring lemah disampingnya." Syukurlah kalian berdua sudah pulang. Arshi dan Rezeki mana?" Tanyanya sambil beranjak dari rebahannya.
"Kami tadi pulang duluan sama Rasya, Wavi, Lida dan Tasya. Sedangkan Arshi, Rezki, Radi dan Dira menyusul kemudian Pah. Apalagi tadi dijalan ada kecelakaan beruntun hingga membuat jalanan macet total, perjalanan yang seharusnya cuma 3 jam setengah menjadi tujuh jam lamanya baru kami bisa sampai ke sini Pah." Jawab Arsha menjelaskan kepada papahnya.
"Ya sudah kalau begitu ajak Wava istirahat ke kamarmu sendiri Sha, papah mau mandi dulu. Sebentar lagi waktunya sholat Maghrib." Ujar Dokter Hasan sembari beranjak dari tempat tidurnya.
"Baik Pah." Arsha menganggukkan kepalanya lalu menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar orangtuanya.
-
Sementara itu di dalam perjalanan menuju pulang ke kota Banjarmasin Radi, Dira, Rezki dan Arshi masih terjebak macet hingga membuat mereka berempat benar-benar merasa lelah dan bosan didalam mobil.
"Yank kita beli dodol, cingkaruk dan wajik buat oleh-oleh ya." Pinta Arshi ketika mobil mereka berada disamping orang-orang yang berjualan oleh-oleh khas Hulu Sungai Selatan Kandangan disepanjang jalan.
"Ok Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya lalu mengajak istrinya turun dari mobil dengan menggandeng tangannya.
Radi dan Dira ikut menyusul pasangan suami istri itu setelah memarkirkan mobilnya. Mereka berempat asyik memilih oleh-oleh khas Kandangan tersebut dengan penuh semangat.
Setelah membayar semua belanjaannya mereka memutuskan untuk makan makanan khas Kandangan yaitu ketupat Karau.
Makanan yang sangat khas dengan kuah santan kelapa kental berbumbu yang selalu ada dihari lebaran ini berbeda dengan ketupat kebanyakan, karena ketupat disini terkenal dengan teksturnya yang lebih kasar, santannya yang lebih encer, namun sangat nikmat bila dimakan dengan lauk ikan gabus yang dibakar, ditambah lagi dengan sambel yang di campur buah Binjai.
Mantap cuy author jadi ngiler ngebayanginnya, hehehe!
-
Mereka berempat makan dengan lahapnya hingga tandas tidak bersisa. Seusai makan mereka memutuskan untuk sholat Maghrib berjamaah di mesjid terdekat yang ada di seberang jalan, namun tiba-tiba dari arah belakang ada seorang wanita yang dengan sengaja menabrak Arshi hingga membuatnya kehilangan keseimbangannya.
Awww...arghhh...Pekik Arshi karena hidungnya langsung mencium lantai dengan kerasnya. Rezki yang hendak masuk ke toilet khusus laki-laki terkejut mendengar suara istrinya, dia langsung mengurungkan niatnya lalu bergegas menghampiri kekasih halalnya itu kemudian membantunya untuk bangun dari sana.
"Masya Allah Sayang!" Kaget Rezki ketika melihat hidung istrinya yang mengeluarkan darah segar." Ayo kita kembali ke mobil!." Ajaknya sembari membantu istrinya bangun dari sana.
"Aku gak papa Yank, kamu sholat aja dulu." Tolak Arshi sambil memegangi hidungnya dengan saputangan yang diberikan Rezki kepadanya.
"Ya udah kamu tunggu disini dulu ya sama Dira." Ujar Rezki ketika melihat Dira baru keluar dari toilet wanita.
Sebenarnya aku khawatir banget sama kamu Sayang, tapi aku juga harus menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim." Batin Rezki karena tidak tega meninggalkan istrinya.
Arshi menganggukkan kepalanya lalu bersandar di dinding pelataran masjid.
"Dira tolong temenin istriku sebentar ya." Pinta Rezki sembari memberi kode dengan matanya kepada bawahannya itu agar duduk di samping istrinya.
"Baik Pak." Sahut Dira langsung menuruti permintaan atasannya itu." Bu Arshi kenapa hidungnya ditutupi seperti itu?" Tanyanya sembari menatap ke arah Arshi.
"Sudah kubilang jangan terlalu formal sama aku Dira, panggil namaku aja!" Ujar Arshi dengan menekankan kata-katanya." Hidungku berdarah." Arshi memperlihatkan hidungnya kepada Dira.
"Kok bisa? Tadi kan gak papa?" Dira mengerutkan keningnya.
"Tadi ada orang yang menabrakku dari belakang, hingga akhirnya aku jatuh terjerembab ke lantai." Jujur Arshi seraya mengulas senyumnya untuk menutupi rasa sakitnya.
"Tapi kalau sampai berdarah begitu pasti sakit?" Dira meringis menatap Arshi membayangkan sakitnya.
"Aku gak papa kok Ra." Arshi berusaha meyakinkan bahwa dia baik-baik saja." Kalau kamu mau sholat Maghrib silahkan duluan aja, aku mau istirahat sebentar." Ujarnya seraya tersenyum.
"Aku lagi dapet tamu bulanan." Sahut Dira seraya membalas senyuman Arshi.
"Ohh." Arshi membulatkan mulut membentuk huruf O.
Dia mulai merasakan kepalanya berdenyut-denyut sakit, pandangannya mulai mengabur. Arshi berusaha mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memperjelas indera penglihatannya, namun kepalanya justru semakin berputar-putar hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri dengan posisi duduk meringkuk membelakangi Dira. Sedangkan Dira tengah asyik memperhatikan lingkungan sekitarnya melihat orang-orang yang berlalu-lalang di depannya, dia tidak menyadari Arshi sudah pingsan di sampingnya.
Rezki dan Radi baru saja selesai menunaikan sholat Maghrib berjamaah, keduanya langsung menghampiri para wanita yang tengah menunggu mereka berdua di luar.
"Astaghfirullah Al azdim!" Kaget Rezki dan Radi bersamaan ketika melihat kondisi Arshi.
Dira menolehkan kepalanya ke arah samping, dia menutup mulutnya supaya tidak histeris melihat keadaan Arshi yang sangat memprihatinkan.
"Sayang bangun Sayang." Rezki menepuk-nepuk pipi istrinya dengan lembut untuk menyadarkannya.
Kumohon jangan buat aku takut kehilanganmu lagi Sayang karena kamulah alasan kebahagiaanku." Batinnya sambil merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Tidak ada reaksi dan respon dari Arshi, yang ada hidungnya masih mengeluarkan darah segar tanpa henti.
"Kita harus secepatnya membawanya ke klinik atau rumah sakit terdekat!" Tegas Radi ketika menyaksikan Rezki tidak bergerak ditempatnya.
Rezki menganggukkan kepalanya lalu bergegas menggendong istrinya menuju mobil yang terparkir di seberang jalan.
Semoga wanita itu gak bisa diselamatkan, biar mam*** sekalian! Kenapa sich Rezki sangat menyayanginya daripada aku? Apa kelebihannya sebenarnya?" Batin wanita yang menabrak Arshi.
Dia bersiap didepan kemudinya mengikuti mobil Rezki dari belakang dengan menyamar seperti seorang laki-laki yang memakai kumis, masker kacamata hitam dan jaket kulit berwarna hitam.
-
Mereka berempat segera masuk ke dalam mobil. Radi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk mencari klinik atau rumah sakit terdekat, namun hampir setengah jam mereka melihat ke arah kiri dan kanan belum juga menemukannya.
"Dira cari di internet alamat rumah sakit terdekat!" Perintah Rezki sambil memangku istrinya seperti bayi.
Bertahanlah Sayang." Rezki terus menciumi puncak kepala istrinya sembari membersihkan pendarahan dihidungnya dengan tisu yang ada di dalam mobilnya, karena saputangannya sudah tidak bisa digunakannya lagi.
"Baik Pak." Sahut Dira sembari mengotak atik handphonenya.
Dira memperlihatkan GPS menuju alamat rumah sakit terdekat yang berada di kota Rantau kabupaten Tapin kepada Radi. Dengan kecepatan tinggi Radi memutar kemudinya menuju alamat tersebut dan berhenti tepat di depan pintu masuk UGD.
"Tolong cepat tangani istri saya!" Pinta Rezki sembari membaringkan tubuh istrinya diatas brankar yang ada tepat di depan ruang UGD.
"Baik Pak!" Dokter wanita yang kebetulan baru datang langsung menyahutinya." Silahkan tunggu diluar saja ya." Ujarnya dengan ramah.
Rezki menganggukkan kepalanya lalu duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruang UGD bersama Radi dan Dira.
Baru beberapa menit Dokter dan tim medis menangani Arshi namun Rezki sudah tidak sabar menunggu kabar tentang wanita yang sangat dicintainya itu. Dia berjalan mondar-mandir seperti setrikaan rusak dihadapan Radi dan Dira sehingga membuat keduanya merasa pusing melihatnya.
"Lebih baik Lo duduk tenang, doain Arshi biar gak kenapa-napa." Nasehat Radi sambil menepuk pundak Rezki." Daripada Lo mondar mandir di depan gue kayak setrikaan yang gak pernah kelar." Gerutunya dengan kesalnya.
Dokter dan tim medis yang bertugas di dalam ruangan unit gawat darurat itu sudah melakukan tindakan untuk menghentikan pendarahan di hidung Arshi. Dokter yang bername tag Wartie Sp.THT itu segera keluar untuk memberitahukan kondisi Arshi kepada Rezki sebagai suaminya.
Rezki segera beranjak dari tempat duduknya ketika melihat Dokter keluar dari ruang UGD.
"Gimana keadaan istri saya Dokter?" Tanya Rezki dengan tidak sabarnya.
"Berdoalah semoga tidak ada komplikasi pada tulang rawan hidungnya yang mengalami cidera itu. Kami akan segera memindahkannya ke ruang rawat inap untuk memantau perkembangannya, apakah perlu dilakukan tindakan lebih lanjut atau tidak." Jawab Dokter Wartie dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jas khas Dokternya.
"Tolong pindahkan istri saya ke kamar VVIP, lakukan apa saja yang terbaik untuk kesembuhannya." Pintanya sembari menatap ke arah perawat yang membawa istrinya keluar dari ruang UGD.
"Baiklah, silahkan urus administrasinya." Dokter Wartie menganggukkan kepalanya lalu mengisyaratkan kepada para perawat untuk melakukan apa yang diinginkan oleh Rezki.
-
Sementara itu di dalam kamar Dokter Hasan dan Khardha mereka berdua baru saja selesai menunaikan sholat isya berjamaah lalu bersalaman.
"Sayang." Panggil Khardha setelah mencium punggung tangan suaminya.
Tidak lupa Dokter Hasan mencium kening istrinya karena itu sudah menjadi kebiasaannya sedari awal pernikahannya.
"Iya Sayang ada apa?" Dokter Hasan menangkup wajah istrinya.
"Dari tadi aku kepikiran Arshi terus Sayang, perasaanku gak enak." Jujur Khardha menyampaikan isi hatinya.
"Ya udah aku telpon dia dulu ya." Dokter Hasan beranjak dari sajadahnya lalu mengambil handphonenya yang diletakkan di atas nakas samping ranjang.
"Aku tadi sudah mencoba menghubungi nomer kontak Arshi puluhan kali Sayang, tapi gak diangkat." Khardha berdiri di samping suaminya yang melakukan panggilan suara ke nomer kontak anak perempuannya itu.
"Ini aku juga gak diangkat Sayang." Dokter Hasan menatap istrinya lalu menggenggam tangannya untuk menenangkannya.
Apa yang terjadi sama kamu Nak? Jangan bikin Papah sama Mamah khawatir." Batinnya sambil memijit pelipisnya.
Dokter Hasan mengalihkan panggilan video call nya ke nomer kontak menantunya, Rezki yang baru selesai menunaikan sholat isya langsung menerimanya.
📲"Assalamualaikum Pah." Sapa Rezki dari balik layar smartphonenya.
📱"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Rezki, Arshi mana?"
"Dia lagi istirahat Pah." Jawab Rezki karena istrinya memang belum sadarkan diri.
"Mana dia Papah sama Mamah mau liat keadaannya." Tegas Dokter Hasan dengan menekankan kata-katanya.
Dengan terpaksa Rezki mengarahkan kamera handphonenya kearah istrinya.
"Kenapa dengan hidung Arshi Ki? Apa yang terjadi padanya? Kalian ada di rumah sakit mana?" Cecar Khardha sembari menatap layar handphone suaminya karena ruangan yang dilihatnya benar-benar berbeda dengan rumah sakit milik keluarganya.
"Hidung Arshi cidera Mah, Pah. Tadi sewaktu kami singgah di mesjid ada orang yang menabraknya hingga terjerembab ke lantai, kami sekarang ada di rumah sakit daerah Rantau kabupaten Tapin." Jawab Rezki menjelaskan.
"Kalau begitu Papah dan Mamah akan berangkat ke sana sekarang, sekalian kerumah Nenek yang ada di kampung dekat sana." Ujar Dokter Hasan menegaskan.
__ADS_1
"Baik Pah, Mah. Nanti aku chat nama ruangan dan nomer kamarnya." Sahut Rezki sembari menatap wajah istrinya yang masih setia memejamkan matanya.
"Ya sudah Papah sama Mamah mau siap-siap dulu ya. Assalamualaikum." Ucap Dokter Hasan lalu memutuskan panggilan video call nya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki lalu meletakkan handphonenya di atas nakas samping bed pasien istrinya.
Radi dan Dira yang duduk bersama di sofa panjang tampak canggung untuk berbicara hingga akhirnya keduanya memilih menyibukkan dirinya dengan mengotak atik handphonenya masing-masing. Tanpa sadar mereka berdua tertidur pulas sambil duduk bersandar di sofa dengan posisi kepala saling bersentuhan. Sedangkan Rezki tentu saja dia naik ke atas ranjang pasien istrinya lalu berbaring di sampingnya sambil mendekap erat tubuh kekasih halalnya itu.
-
Ditempat lain tepatnya kediaman keluarga Hendrik Choi. Hendra merebahkan tubuhnya di samping istrinya yang sudah terlelap dengan posisi miring menghadap ke arahnya, dia menatap wajah cantik kekasih halalnya itu dengan penuh cinta.
My lovely wife kamu adalah alasan kebahagiaanku sekarang, sebab itulah aku akan selalu membahagiamu sepanjang hidupku." Batinnya lalu mencium kening istrinya sambil memejamkan matanya.
Hingga akhirnya dia ikut terlelap dalam buaian mimpi indahnya bersama wanita yang sangat dicintainya itu.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
🌿 After met you( Setelah Bertemu Denganmu)🌿 By Ari Irham dan Yoriko Angeline
Mimpikan aku lagi
Jangan kamu kemana-mana
Temani hati sejenak saja
Ku takut bila ku rindu
Jagai aku lagi
Ku tak mau kamu tak ada
Sedih hampiri hati yang sunyi
Ku ingin kamu di sini
Memelukku hingga nanti
Sakit sedihmu juga milikku
Senangku pun pasti milikmu
Selamanya kau kan bersamaku
Karena kamu (karena kamu) Alasanku hidup bahagia
Jagai aku lagi (ku kan selalu menjagamu)
Jangan biarkan hatiku sunyi, Tetaplah kamu di sini
Sakit sedihmu juga milikku
Senangku pun pasti milikmu
Selamanya kau kan bersamaku
Karena kamu (karena kamu) Alasanku hidup bahagia
Selalu denganmu, ku tahu hanya kamu
Yang ku mau selamanya, Selamanya denganmu, Selamanya denganmu
Sakit sedihmu juga milikku (juga milikku)
Senangku pun pasti milikmu (aku pasti milikmu)
Selamanya kau kan bersamaku (bersamaku)
Karena kamu alasanku hidup bahagia (alasanku bahagia)
Karena kamu alasanku hidup bahagia
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung....
Hai teman-teman semuanya maaf ya telat up lagi.
Semoga kalian tidak pernah bosan untuk memberikan dukungan kepadaku melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan ya!