
Happy reading guys!
Sebulan kemudian Arshi yang masih belum bisa full time melakukan tugasnya sebagai seorang Dokter karena masa pemulihannya, sore itu terlihat duduk sendirian ditaman belakang rumahnya. Rezki yang baru datang dari kantor langsung mencarinya dan bertanya kepada bi Sri asisten rumah tangganya.
"Bi istriku ada dimana?" Rezki menghampiri asisten rumah tangganya yang sedang menyapu diteras rumahnya.
"Non Arshi ada ditaman belakang Tuan muda." Jawab bi Sri dengan membungkukkan sedikit badannya.
Rezki menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya untuk menghampiri istrinya yang tidak tahu akan kedatangannya.
"Kamu ngapain disini Sayang?" Rezki mengejutkan istrinya dengan memeluknya dari belakang.
"Aku cuma mau refreshing aja melihat indahnya pemandangan dari sini." Jawab Arshi dengan mengulum senyumnya.
"Kalau aku ajak jalan-jalan mau gak?" Rezki mendudukkan dirinya disamping istrinya sembari menatap wajah cantik naturalnya.
Rezki semakin memangkas jarak antara mereka dengan mendekatkan wajahnya kemuka istrinya.
"Emangnya mau kemana?" Arshi mengerutkan keningnya menatap lekat manik mata suaminya.
"Katanya tadi mau refreshing? Gimana kalau kita jalan-jalan ke taman kota naik motor?" Rezki menangkup wajah istrinya lalu mengecup keningnya.
"Kamu baru datang Yank, emangnya gak capek?" Arshi mengangkat satu alisnya.
"Capek aku udah hilang saat liat wajah kamu sekarang Sayang." Jawab Rezki dengan menggesekkan hidungnya kehidung istrinya.
"Gombal! Dasar bucin!" Seru Arshi sembari mencubit perut sixpack suaminya.
Awww..." Sakit Sayang kamu harus tanggung jawab aku udah puasa batin dua bulan loh." Rezki meringis seakan yang lainnya juga terasa sakit.
Ketika Arshi hamil Rezki sangat takut menyentuhnya karena kandungannya yang masih rentan dan lemah. Setelah Arshi keguguran Rezki takut menyakiti bekas luka operasi istrinya yang masih dalam masa pemulihan, itulah yang menyebabkan dia terpaksa menahan hasratnya hingga dua bulan lamanya.
"Aku kan cuma nyubit perut kamu apa hubungannya dengan lain?" Arshi mengerutkan keningnya dengan sempurna menatap heran kearah suaminya.
"Tentu aja ada hubungannya Sayang, kamu membangunkan king kobra yang udah lama tidur tau!" Rezki sengaja menghembuskan nafasnya tepat ditelinga istrinya.
"Maaf!" Arshi menundukkan kepalanya karena merasa bersalah kepada suaminya sebab belum bisa melayaninya secara batin.
"Gak papa Sayang tapi kalau kamu udah siap bilang sama aku ya." Rezki mengangkat dagu istrinya lalu menempel bibirnya ke bibir ranum wanita yang sangat dicintai itu.
Adegan romantis bagaikan drama korea pun terjadi, Rezki semakin menekan tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya hingga mereka pun saling bertukar saliva masing-masing, sampai hampir kehabisan oksigen barulah Rezki melepaskan tautan bibirnya.
"Bibirmu ini selalu menjadi candu untukku Sayang, tetap manis walaupun sering kunikmati bagaikan es krim yang gak pernah bikin kenyang." Rezki menyentuh bibir istrinya yang agak bengkak akibat ulahnya dengan ibujarinya.
"Aku jadi kepingin makan eskrim di kedai dekat rumah Mamah sama Papah yang lama Yank, kita kesana yuk!" Ajak Arshi dengan menampilkan mata puppy eyes nya.
"Ok Sayang siap-siap yuk!" Rezki menggandeng tangan istrinya masuk kedalam rumah.
Mereka berdua mengganti pakaiannya lalu bersiap menaiki motor sport Rezki yang sudah lama tidak dipakainya sejak menikah. Rezki memanaskan sebentar mesin motornya itu kemudian menyuruh istrinya naik keatas jok belakang motornya. Pasangan suami istri itu berboncengan naik motor menuju kedai eskrim dekat rumah lama orangtuanya. Rumah itu masih ditempati bi Tutik karena keluarganya sudah
tidak ada lagi selain Khardha yang menganggapnya seperti orangtuanya sendiri. Dokter Hasan, Khardha dan Arsha hanya kesana seminggu sekali untuk melepas rindu kepada bi Tutik dan suasana rumah itu sendiri. Sebab rumah itu banyak menyimpan kenangan yang tidak mungkin bisa dilupakan begitu saja, rumah itu juga sebagai saksi bisu bagaimana perjalanan Dokter Hasan dan Khardha merajut bahtera rumah tangga yang penuh cinta sejak awal pernikahannya hingga akhirnya lahirlah Arsha dan Arshi. Sampai kapanpun rumah itu akan selalu menyimpan kenangan indah, suka duka, susah senang perjuangan Dokter Hasan dan Khardha menjalani kehidupan mereka yang penuh romansa.
__ADS_1
"Yank kita nginap di rumah lama Mamah sama Papah aja ya!" Pinta Arshi setelah duduk di kedai eskrim.
"Emangnya disana ada orang yang ninggalin?" Rezki mengerutkan keningnya sembari menatap buku menu diatas meja.
"Tentu aja ada Yank, rumah disana ditinggali Mbok Tutik asisten rumah tangga yang sudah dianggap Mamah seperti orangtuanya sendiri." Jawab Arshi menjelaskan.
"Ohh gitu, kita makan eskrim nya ditaman aja yuk!" Rezki menerima pesanan eskrim nya lalu membayarnya.
Setelah itu mereka berdua berjalan menuju taman kota yang ada tidak jauh dari kedai eskrim jadul dengan varian rasa kekinian itu.
"Kamu kok pakai baju formal banget Yank?" Arshi baru sadar suaminya memakai setelan jas lengkap seperti mau kekantor dengan warna senada dengannya.
"Nanti malam aku mau ngajak kamu dinner sama client aku." Rezki menarik tangan istrinya lalu mengajaknya duduk di kursi taman.
"Tumben kamu ngajak aku, biasanya juga sama Radi terus." Arshi merasa heran tidak biasanya Rezki mengajaknya bertemu dengan client nya.
"Dia mau jodohin aku sama anaknya Sayang, makanya aku ngajak kamu supaya dia tau bahwa aku udah punya istri yang cantik luar dalam bagiku ini." Rezki menghapus eskrim yang belepotan di bibir istrinya dengan ibujarinya lalu menjilat jarinya.
"Ishhh kamu jorok Yank." Arshi langsung mengambil tisu basah didalam tasnya lalu membersihkan jari tangan suaminya.
"Kalau aku bersihin langsung dengan bibirku takutnya nanti ada satpol pp, kita bisa ketangkep Sayang, dikiranya nanti kita pasangan mesum, mengumbar kemesraan di tempat umum." Rezki mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda istrinya.
"Emang kamu orangnya mesum!" Sergah Arshi sembari memakan lagi eskrim nya.
"Aku kan mesumnya cuma sama kamu Sayang." Rezki berbisik di telinga istrinya sambil menghembuskan nafasnya sehingga membuat Arshi merinding dibuatnya karena ada getaran aneh yang menjalari tubuhnya.
"Syukurlah kalau begitu." Arshi mendorong pelan bahu suaminya agar kembali meluruskan posisi duduknya yang sangat intim dengannya.
"Ya pacaran halal kayak gini kan lebih baik Yank, jadi orangtua kita gak usah was-was lagi kalau terjadi sesuatu hal yang gak di inginkan." Arshi menyandarkan kepalanya dibahu suaminya setelah menghabiskan eskrim nya.
Dia mengedarkan pandangannya ke sekitarnya yang dipenuhi pasangan muda mudi yang bermesraan tidak tahu tempatnya.
Astagfirullah al azdim mereka pasangan halal gak sich? Kok lebih mesra dari aku yang udah nikah ya?" Tanya Arshi dalam hatinya.
"Refreshing kita kali ini bikin aku dejavu Sayang, aku teringat waktu kuliah dulu." Rezki menggenggam tangan istrinya dengan eratnya berusaha tidak membuatnya salah paham dengan ucapannya.
"Ingat sama Rani cinta pertama kamu itu kan?" Tebak Arshi dengan benar sembari memajukan bibirnya.
Ada rasa cemburu bergelayut dalam hatinya,
Arshi berusaha melepaskan tangannya dari genggaman suaminya. Rezki hanya diam tidak menyangkal juga tidak mengiyakan apa yang dikatakan istrinya namun dia tetap tidak mau melepaskan genggaman tangannya yang bertaut mesra dengan kekasih halalnya itu.
"Aku kecewa sama kamu Yank, kenapa saat bersamaku masih aja ingat sama mantanmu itu." Arshi beranjak dari duduknya sambil menghentakkan kakinya karena sangat kesal.
Rezki refleks menarik tangan istrinya dengan kuat hingga Arshi terduduk di pangkuannya.
"Kamu mau kemana Sayang? Aku mohon jangan mempermasalahkan itu lagi ya, aku hanya teringat bukan bermaksud untuk mengenangnya lagi. Percayalah dihatiku saat ini, inshaallah sampai nanti hanya ada namamu, kamu yang kucintai dari pertama bertemu hingga sekarang ini menjadi pendamping hidupku." Rezki berusaha meyakinkan istrinya dengan menangkup wajahnya.
Arshi menatap lekat manik mata suaminya untuk mencari kebohongan disana namun tidak ditemukannya.
"Aku percaya sama kamu Yank, aku minta maaf karena sudah meragukanmu." Arshi menundukkan kepalanya karena merasa bersalah bersikap seperti itu.
__ADS_1
"Gak papa Sayang, aku tau kamu begitu karena sayang banget sama aku. Justru aku sangat bahagia bila kamu menunjukkan rasa cemburumu itu, berarti bukan hanya aku yang takut kehilanganmu tapi kamu juga." Rezki mengangkat dagu istrinya lalu mengecup sekilas bibirnya.
"Yaudah yuk kita cari mesjid aja, udah hampir waktu maghrib Yank, biar kita bisa ikut sholat berjamaah." Arshi mengajak suaminya yang masih asyik menatapnya.
Rezki mengulas senyumnya lalu menganggukkan kepalanya. Pasangan suami istri itu akhirnya meninggalkan taman kota yang penuh dengan kenangan Rezki bersama mantan dan teman-temannya itu ketika menghabiskan waktu senggangnya. Sesampainya di mesjid Rezki segera pergi ke tempat wudhu khusus laki-laki, begitupula dengan Arshi yang berwudhu di tempat wudhu khusus wanita yang memang terpisah agar tidak melihat aurat masing-masing yang bukan mahramnya. Setelah itu mereka ikut sholat maghrib berjamaah dengan khusuk sampai selesai berzikir dan berdoa lalu bersalaman dengan jamaah yang lainnya.
Seusai sholat dan bersalaman diparkiran dengan istrinya, Rezki segera membawa kekasih halalnya itu menuju restoran tempat pertemuan dengan client nya yang juga membawa anak gadisnya itu. Rezki mengetahui semua hal itu ketika Radi memberitahunya setelah menyelidiki apa yang di inginkan Tuan Danu sebenarnya ketika mereka mengajukan kerja sama dengan perusahaannya melalui proses yang sangat mudah. Yaitu syaratnya Rezki harus mau dijodohkan dengan anak gadisnya yang sudah lama mendambakan seorang ceo muda, tampan dan berkharisma sepertinya. Rezki sengaja membawa istrinya supaya Tuan Danu dan anaknya tahu bahwa dia sangat mencintai kekasih halalnya itu serta tidak ada yang bisa menggantikan posisi Arshi dihatinya.
Sesampainya diparkiran restoran mewah bergaya klasik itu, Rezki mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya untuk memastikan keberadaan Radi dan kaki tangannya serta mobilnya yang diperintahkan oleh Rezki untuk stanby disana, apabila ada sesuatu hal yang tidak di inginkan terjadi nantinya. Dia harus selalu waspada atas segala kemungkinan yang akan terjadi karena Tuan Danu pasti akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya. Rezki segera menggandeng tangan istrinya untuk masuk kedalam restoran mewah bergaya klasik itu dengan indera penglihatan yang selalu tetap waspada. Rezki sudah tahu keberadaan anak buah Tuan Danu yang memang memantau pergerakannya, makanya dia juga menyiagakan bodyguardnya untuk selalu menjaga keberadaan istrinya baik didalam rumah maupun ketika diluar rumah bersamanya.
"Restorannya mewah banget Yank, aku belum pernah ketempat seperti ini sebelumnya." Bisik Arshi ditelinga suaminya.
"Anggap aja kamu sekalian refreshing disini Sayang, nikmati aja segala kemewahannya." Rezki semakin menggenggam erat tangan istrinya ketika berhadapan dengan Tuan Danu dan anaknya.
"Selamat malam Tuan Rezki Aditya Pratama, kenalkan ini anakku nama Stephani Danuarta." Tuan Danu memperkenalkan anaknya yang sangat seksi dimata semua orang.
"Sayang anaknya Tuan Danu montok dan seksi banget loh, kamu beneran gak mau?" Bisik Arshi ditelinga suaminya.
"Bagiku kamu lebih hot dan seksi Sayang karena kamu sudah halal untukku, jangan menggodaku disini takutnya nanti aku khilaf." Jawab Rezki dengan memalingkan wajahnya untuk menghindari bertatapan lebih lama dengan anak Tuan Danu yang bukan mahramnya.
"Kenalkan ini istri saya." Rezki mengulurkan tangan istrinya untuk berjabat tangan dengan Tuan Danu dan Stephani anaknya.
"Ternyata selera anda cuma wanita seperti ini!" Tuan Danu memperhatikan Arshi dari atas kebawah dengan pandangan meremehkan.
"Iya saya sangat mencintai istri saya, apa ada yang salah?" Rezki tidak terima istrinya diremehkan.
"Lebih baik anda ceraikan dia dan menikahlah dengan Stephani anak saya yang jauh lebih segala-galanya. Kita juga bisa mengembangkan bisnis kita agar semakin sukses dan berjaya kedepannya." Tuan Danu langsung menyampaikan keinginannya.
Sthepani tersenyum mengejek kearah Arshi yang dianggapnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya.
"Maaf Tuan Danu yang terhormat saya hanya ingin berbisnis dengan anda bukan untuk menikah lagi dan membandingkan istri saya dengan wanita lain." Rezki berusaha meredam emosinya mendengar perkataan orangtua didepannya itu.
"Kalau begitu bersiaplah untuk menerima kehancuran perusahaan yang telah anda rintis dari nol itu." Ancam Tuan Danu seraya tersenyum smirk.
"Terimakasih atas semuanya saya permisi dulu." Rezki langsung menarik tangan istrinya untuk membawanya keluar dari sana.
Sesampainya di parkiran tanpa berkata apapun lagi Rezki langsung menstater motornya lalu menyuruh istrinya naik dan memboncengnya. Rezki melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata, dia merencanakan kejutan untuk istrinya sekaligus menginap disana.
"Yank pelan-pelan aja aku takut!" Seru Arshi dengan mengeratkan rangkulannya dipinggang suaminya.
Rezki hanya diam tidak memperdulikannya, dia justru semakin menambah kecepatannya hingga membuat Arshi hanya bisa memejamkan matanya karena sangat ketakutan dibuatnya.
Bersambung....
Hai teman-teman sorry ya telat up lagi maklum dunia nyataku lebih membutuhkan perhatianku.
Jangan lupa selalu dukung aku ya melalui vote, like, komen koin, dan rate bintang limanya.
Salam sayang selalu, tetap jaga kesehatan!
__ADS_1
Ingat selalu pesan ibu!