
Happy reading guys!
Tok...tok...tok...Pintu kamar pengantin diketuk oleh Wavi dan Lida dari luar. Arsha bergegas mengambil salah satu handuk putih yang dibentuk seperti sepasang angsa itu, dia terpaksa menghentikan aktivitasnya yang sudah hampir ke intinya bersama istrinya.
Ceklek...Arsha membukakan pintu kamarnya dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.
"Wavi, Lida! Kalian berdua ada perlu apa?" Kaget Arsha sambil menatap ipar dan sahabat istrinya itu dengan kening berkerut secara bergantian.
"Sorry kalau kami ganggu Lo berdua." Ucap Wavi mewakili Lida sambil menutupi mata wanita yang telah membuatnya merasakan kembali jatuh cinta itu, supaya tidak memperhatikan perut sixpack Arsha yang terekspos di depan matanya." Gue cuma mau bilang Arshi sama Rezki tiba-tiba menghilang dari tempat acara sebelum acara selesai tadi, kami semua sudah berusaha menghubungi handphone mereka tapi selalu di luar jangkauan." Jelas Wavi sambil terus menutupi mata Lida.
"Apa!" Arsha sangat terkejut mendengarnya." Kira-kira mereka pergi kemana ya?" Ujarnya seperti bertanya pada dirinya sendiri.
"Kalau kita semua tau, gak mungkin gue mau ganguin pengantin baru yang lagi indehoy!" Kesal Wavi sambil berlalu pergi dari depan pintu kamar pengantin baru itu dengan membenamkan kepala Lida dibalik jas nya.
Arsha segera menutup pintu kamarnya lalu menghampiri istrinya yang bersembunyi di balik selimut dengan tubuh polosnya.
"Honey!" Panggil Arsha dengan nada sangat lembut.
Wava menyembulkan kepalanya lalu tersenyum menatap wajah tampan suaminya yang ternyata sudah berada di sampingnya.
"Ya Bee, ada apa? Siapa yang datang tadi?" Wava menatap lekat wajah tampan suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya itu.
"Tadi Wavi dan Lida yang datang, Wavi bilang Arshi sama Rezki menghilang sebelum acara selesai. Aku khawatir mereka kenapa-napa, bolehkah aku menemui Papah untuk membantu mencari mereka? Kalau kamu keberatan aku akan mengurungkan niatku." Arsha menjelaskan sambil membelai rambut istrinya lalu mengecup keningnya.
"Semoga Arshi sama Rezki baik-baik aja ya Bee. Aku gak masalah kok kalau kamu mau menemui Papah untuk membantu mencari mereka." Wava menyentuh pipi suaminya dengan lembut seraya mengulas senyumnya.
"Makasih ya Honey." Arsha merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukannya lalu menciumi puncak kepalanya." Ya udah kita mandi dulu yuk!" Arsha menyibak selimut yang menutupi tubuh istrinya lalu menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi.
Wava menganggukkan kepalanya sambil berusaha menutupi dada dan area sensitif nya, dia juga menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya untuk menutupi rasa malunya. Arsha yang pura-pura tidak memperhatikan apa yang dilakukan istrinya hanya berusaha menahan dirinya, sebab sesuatu yang ada di bawah sana mulai bergerak-gerak hendak mencari tempat persembunyiannya.
Kamu sangat menggemaskan Honey, aku benar-benar gak sabar lagi pengin memakanmu."Batinnya sambil menatap lurus ke depan supaya tidak terjatuh.
"Kita berendam dulu sebentar ya Honey, sekalian aku pijitin kamu supaya lebih rileks, plus kita lanjutin apa yang sempat tertunda tadi." Bisik Arsha sambil menurunkan tubuh istrinya kedalam bathub yang sudah terisi air dengan taburan bunga mawar itu.
Wava hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Arsha yang memang sudah Sah jadi suaminya itu sambil menundukkan wajahnya, karena malu melihat tatapan suaminya yang begitu menggoda imannya. Arsha duduk didepan istrinya lalu mulai memijiti kakinya hingga menjalar kemana-mana dan akhirnya terjadilah apa yang selalu dilakukan pengantin baru di first moment mereka.
☘️☘️☘️☘️☘️
Ditempat lain tampak Arshi yang tidak sadarkan diri terikat di kursi ditengah-tengah ruangan kamar nan mewah dengan perabotan serba Lux.
Didepannya ada Rezki yang terbaring diatas ranjang bagai cacing kepanasan dengan mata tertutup kain berwarna hitam. Tiba-tiba datang seorang wanita yang berpenampilan sangat seksi dan montok memakai lingerie berwarna hitam yang menerawang dengan topeng sebatas hidung untuk menutupi wajah cantiknya. Wanita itu mengguyur segelas air es keatas kepala Arshi hingga membuatnya sangat terkejut lalu terbangun kemudian mendongakkan wajahnya.
"Hai apa kabar Dokter Arshi?" Ujarnya bertanya untuk berbasa-basi." Gue akan buat Rezki Pratama suami Lo, jadi milik gue selamanya setelah hari ini." Tunjuknya menoyor kepala Arshi." Jadi saksikanlah secara langsung bagaimana dahsyatnya permainan kami diatas ranjang!" Serunya sambil menjambak rambut Arshi." Sebab aku sudah menaruh obat perangsang dengan dosis tinggi kedalam minumannya ketika dipesta tadi." Bisiknya seraya tersenyum smirk." Setelah aku selesai bercinta dengannya baru aku akan menghabisimu wanita j*****, supaya gak ada lagi yang bisa merebutnya dariku, karena Rezki Aditya Pratama hanyalah milikku!" Tegasnya dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya lalu melepaskan jambakannya di kepala Arshi.
🌿 Flashback on🌿
Rezki dan Arshi yang masih hanyut dalam kemesraan yang mereka ciptakan sendiri setelah menyumbangkan suaranya diatas panggung tadi, tiba-tiba dikejutkan oleh seorang wanita yang menyamar sebagai pelayan di acara pernikahan Arsha dan Wava. Dia menawarkan minuman kepada keduanya dengan sangat ramah, tanpa menaruh curiga sedikitpun Rezki menerima gelas berisi jus melon untuk istrinya dan orange jus untuk dirinya. Setengah jam kemudian Arshi mengeluh sakit dibagian perut dan pinggangnya.
"Yank perut dan pinggangku sakit banget." Arshi memegangi perut dan pinggangnya.
"Kita pulang aja ya Sayang, supaya kamu bisa istirahat dengan nyaman." Ujar Rezki sembari memijit pinggang istrinya dengan lembut.
Rezki tiba-tiba merasakan tubuhnya terasa sangat panas Luar biasa, hasrat ingin menyentuh istrinya tidak bisa dibendungnya lagi. Dia segera menarik istrinya keluar dari pesta lalu membawanya menuju jalan pulang ke rumah mengendarai mobil Lamborghini Aventador warna hitam miliknya. Dengan kecepatan diatas rata-rata Rezki berusaha menahan gejolak yang ada dalam dirinya, matanya memerah menatap kearah jalanan yang terasa sangat jauh dirasanya. Dia menggenggam erat tangan istrinya lalu menciuminya tanpa henti sepanjang jalan. Ditengah perjalanan yang cukup lengang tiba-tiba mobil mereka dihalangi dua buah mobil jip berwarna hijau dan hitam, Rezki langsung menginjak rem mobilnya secara mendadak. Puluhan laki-laki berbadan besar dan kekar keluar dari mobil jip itu, sambil menggedor-gedor pintu mobil menyuruh Rezki dan Arshi turun dari mobilnya.
"Cepat turun! Kalau tidak kami akan menghancurkan kaca mobil ini!" Ancam mereka sambil terus menggedor-gedor pintu mobil Rezki.
Arshi sangat ketakutan dia melepaskan seat belt nya lalu memeluk erat tubuh suaminya.
"Tenanglah Sayang, aku akan keluar menghadapi mereka semua. Kamu tetap disini ya, jangan kemana-mana." Rezki mengecup kening istrinya lalu melepaskan pelukannya.
Arshi menganggukkan kepalanya sambil terisak.
"Hati-hati Yank!" Serunya lalu mengecup bibir suaminya sekilas.
__ADS_1
Rezki menarik tengkuk istrinya lalu mencium bibirnya dengan penuh gairah yang terpaksa harus ditahannya, karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan permainannya. Dia segera keluar untuk melakukan perlawanan terhadap para penjahat yang mencegatnya itu. Namun sayangnya karena kalah jumlah dan tidak bisa fokus akibat pengaruh obat perangsang yang terdapat dalam orange jus yang diminumnya tadi, pertahanan Rezki menjadi lemah, otak dan gerakan ilmu beladirinya tidak bisa disinkronkan lagi.
Sedangkan Arshi mulai kehilangan kesadarannya karena menahan sakit di perut dan pinggangnya, dia kembali mengalami pendarahan karena ada yang mencampurkan pil penggugur kandungan yang tercampur dengan jus melon yang diminumnya tadi. Rezki menolehkan kepalanya ke arah istrinya yang berada didalam mobilnya, dia sangat terkejut melihat bercak darah yang keluar dari area sensitif wanita yang telah mengandung buah cintanya itu. Rezki bergegas menghampiri kekasih halalnya itu namun sebelum berhasil masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba ada yang menikam perutnya lalu meninju wajahnya hingga kepalanya membentur trotoar, dia akhirnya tergeletak di pinggir jalan dan tidak sadarkan diri. Para penjahat yang menyerangnya itu segera membawa pasangan suami istri itu beserta mobilnya ke sebuah villa milik bos mereka yang terletak jauh di luar kota.
🌿 Flashback off🌿
"Enggak! Jangan pernah lakuin itu sama suamiku!" Pekik Arshi sambil berderai air mata." Yank bangun Yank!" Teriaknya dengan kondisi yang sangat memperihatinkan.
Gaun pesta yang dipakai Arshi sudah berubah warna karena darah yang terus keluar dari area sensitif nya, sehingga membuatnya semakin tidak berdaya sebab kehilangan banyak darah.
Wanita bertopeng itu segera naik ke atas ranjang tanpa memperdulikan tangisan Arshi yang sangat memilukan. Dia melucuti semua pakaian yang melekat ditubuh Rezki hingga meninggalkan celana dalamnya saja lagi. matanya membulat sempurna menatap tubuh atletis Rezki yang sangat sempurna dengan roti sobek dibagian perutnya, apalagi dia sudah tahu bagaimana kepribadian seorang Rezki Aditya Pratama yang penuh kasih sayang, lembut dan perhatian kepada orang yang dicintainya. Wanita bertopeng itu mengusap lembut perut Rezki yang terluka akibat keteledoran anak buahnya, untunglah dia sudah mengobatinya dengan kotak P3K yang dimilikinya. Dengan perlahan tapi pasti dia beringsut naik membelai wajah tampan Rezki lalu mendaratkan bibirnya kebibir Rezki lalu mengeksplor lidahnya ke seluruh bagian tubuh Rezki. Rezki yang masih dipengaruhi obat perangsang mengira yang menggerayangi tubuhnya adalah istrinya, dengan mata tertutupnya dia mendesah merasakan kenikmatan dari sentuhan tangan dan lidah wanita itu.
Ya Allah ku mohon sadarkanlah suamiku, tolong dan selamatkanlah dia, jangan sampai berzinah dengan wanita itu." Doa Arshi dalam hatinya.
"Yank ku mohon sadarlah, dia bukan aku!" lirih Arshi sebelum benar-benar kehilangan kesadarannya.
Rezki yang sayup-sayup mendengar suara istrinya langsung tersadar, dia merasa sangat asing dengan aroma wangi yang terendus oleh indera penciumannya.
Ini bukan aroma wangi tubuh istriku!" Gumamnya dalam hati.
Rezki langsung menarik penutup matanya, lalu mendorong tubuh wanita bertopeng itu dengan kuat, hingga terjungkal ke lantai dan pingsan karena kepalanya terbentur ujung kaki ranjang.
Astaghfirullah Al azdim, apa yang terjadi pada diriku?" Rezki memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit ketika berusaha bangkit.
Rezki langsung beranjak dari tempat tidur yang sangat mewah itu, dia segera memakai pakaiannya yang berserakan di lantai lalu menghampiri istrinya.
"Sayang bangun Sayang." Sebutnya sambil melepaskan ikatan tali yang mengikat ditubuh istrinya.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku dan istriku bisa ada di tempat ini? Kepalaku sakit banget, istriku juga mengalami pendarahan. Apa dia keguguran lagi? Aku harus secepatnya keluar dari sini, supaya bisa membawanya ke rumah sakit." Batinnya sambil mengendap-endap menuju pintu belakang yang tidak dijaga oleh orang-orang yang bertubuh kekar itu.
Dengan sangat hati-hati Rezki menggendong istrinya keluar area villa itu. Dia terpaksa menghentikan langkahnya lalu berlindung di balik pohon besar sambil memangku tubuh istrinya, Rezki bersembunyi ketika mendengar keributan dari dalam karena wanita yang ingin menjamahnya tadi ternyata sudah sadar, dia berteriak dengan lantang memerintahkan kepada para anak buahnya untuk mencari keberadaan Rezki dan Arshi yang berhasil melarikan diri dari kamarnya.
Aku gak mungkin melawan mereka semua sendirian dalam keadaan istriku seperti ini, apalagi kepalaku dan perutku juga terasa sakit banget. Lebih baik aku kirim sinyal SOS aja kepada Radi supaya dia bisa mengetahui keberadaan kami.
Rezki segera
"Sayang bertahanlah." Lirihnya sambil menciumi wajah istrinya yang sangat pucat.
☘️☘️☘️☘️☘️
Sementara itu masih di hotel mewah milik Riki Pratama tepat di dalam kamar presiden suite khusus untuknya, yang nantinya akan diwariskan turun-temurun kepada Rezki dan anak cucunya. Tampak Radi, Riki, Dokter Hasan, Wavi, Dokter Wahyu, Rasya dan Dokter Rasyid berkumpul bersama merencanakan untuk mendatangi lokasi tempat sinyal SOS yang dikirimkan oleh Rezki.
"Menurut sinyal yang dikirimkan Rezki, mereka berada di luar kota tepatnya di pegunungan Meratus desa Haruyan Kandangan kabupaten Hulu Sungai Selatan." Ujar Radi menjelaskan.
"Kok bisa mereka sampai kesana? Itukan jauh dari kota." Celutuk Wavi yang pernah berwisata mendatangi air terjun bersama teman-temannya sewaktu kuliah.
"Sepertinya mereka dijebak oleh seseorang, sebab tadi aku liat ada pelayan wanita yang tampak mencurigakan memberikan jus kepada Rezki dan Arshi, gak lama setelah meminum jus itu mereka berdua langsung meninggalkan tempat acara dengan tergesa-gesa." Jujur Rasya menjelaskan apa yang dilihatnya karena dia memang selalu memperhatikan gerak-gerik pasangan suami istri itu.
"Pasti terjadi sesuatu sama mereka berdua." Timpal Dokter Wahyu.
"Kalau gak terjadi apa-apa mereka pasti bisa dihubungi!" Seru Dokter Hasan sambil menatap wajah sok cool sahabat sekaligus besannya itu.
"Ya udah kita berangkat sekarang, jangan lupa handphone kalian semua harus standby terus, pasang headset ditelinga masing-maisng." Ujar Riki menyudahi meeting dadakan mereka.
"Aku mau berpamitan dulu kepada istriku!" Dokter Hasan beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar tempat para wanita berkumpul.
"Aku juga." Dokter Wahyu mengikuti.
"Aku permisi dulu." Dokter Rasyid melangkahkan kakinya keluar dari sana.
"Hey pengantin baru Lo gak ikut berpamitan sama istri Lo?" Wavi menyikut Arsha yang tampak serius menatap layar ponselnya, untuk melacak keberadaan Arshi lewat jam tangan yang selalu dipakainya.
"Gue udah minta izin sama Wava." Jawab Arsha tanpa mengalihkan pandangannya.
-
__ADS_1
Tok...tok...tok... Dokter Hasan mengetuk pintu kamar tempat para wanita berkumpul. Khardha beranjak dari duduknya lalu membukakan pintunya.
Ceklek... kunci pintu terbuka.
"Assalamualaikum." Ucap Dokter Hasan sambil menatap wajah istrinya yang masih cantik walaupun sudah tidak lagi muda itu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Khardha mewakili semuanya.
"Sayang kami semua para laki-laki akan berangkat ke desa Haruyan Kandangan kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk mencari anak dan menantu kita." Ujar Dokter Hasan sambil menggenggam tangan istrinya." Kalian semua para istri yang Sholehah, tolong do'akan ya supaya kami semua selamat dari berangkat, sampai ke tujuan, hingga pulang kembali ke rumah. Supaya kita bisa berkumpul bersama lagi membina kehidupan rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah." Dokter Hasan berkata sembari menatap kearah para wanita bergantian.
"Aku pergi dulu ya Beb." Pamit Dokter Wahyu kepada istrinya Dokter Selvi sambil menyodorkan punggung tangannya supaya dicium istrinya yang suka shopping dan fashionable itu.
"Aku pergi dulu ya Sayang." Dokter Hasan mencium kening istrinya dengan penuh cinta.
"Hati-hati ya Sayang." Khardha langsung mencium punggung tangan suaminya.
Dokter Hasan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum tipis sambil mengusap kepala istrinya.
"Aku pergi dulu ya Dek." Pamit Dokter Rasyid lalu mengecup kening Dokter Reisa istrinya.
Setelah berpamitan para Dokter senior itu langsung kembali mendatangi kamar Riki, untuk menyiapkan apa yang harus mereka bawa.
Wava dan Lida tampak sedih karena Arsha juga Wavi tidak terlihat batang hidungnya untuk berpamitan kepada mereka berdua. Ketika semuanya sudah siap berangkat menuju parkiran mobil, Arsha berlari kembali mengetuk pintu kamar para wanita berkumpul, diikuti Wavi yang berdiri di belakangnya.
Tok...tok...tok..." Assalamualaikum." Ucapnya dengan nafas memburu karena habis berlari.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Wava membukakan pintunya ketika mendengar suara suaminya.
"Honey aku pergi dulu ya." Arsha langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya sambil menciumi puncak kepalanya.
"Iya Bee, hati-hati ya." Wava mencium punggung tangan suaminya setelah Arsha melepaskan pelukannya.
"Gue pergi dulu ya Da." Pamit Wavi sambil menggenggam tangan Lida.
Lida hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum penuh arti.
"Kami pergi dulu ya, do'akan yang terbaik untuk kami semuanya!" Seru Wavi sambil melambaikan tangannya.
"Assalamualaikum." Ucap Arsha mewakili Wavi.
"Waalaikumsalam warahmatullahiwbarakatuh." Jawab semua wanita yang ada di kamar itu.
🌿Pergi untuk kembali 🌿By Ello
Walaupun langit pada malam itu
Bermandikan cahaya bintang
Bulan pun bersinar, betapa indahnya
Namun menambah kepedihan
Ku akan pergi meninggalkan dirimu
Menyusuri liku hidupku
Janganlah kau bimbang dan jangan kau ragu
Berikanlah senyuman padaku....
Selamat tinggal kasih sampai kita jumpa lagi
Aku pergi tak kan lama
__ADS_1
Hanya sekejab saja ku akan kembali lagi
Asalkan engkau tetap menanti...