Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#32 "Melamar"


__ADS_3

Happy reading guys!


Seusai mandi nan penuh kemesraan dalam alunan melodi cinta yang menggema direlung hati pasangan halal itu, keduanya lalu menunaikan sholat zuhur berjamaah. Seperti biasa setelah salam, berzikir dan berdoa Arshi mencium tangan suaminya lalu Rezki mencium kening istrinya.


"Yank aku pengin istirahat." Ujar Arshi sembari membereskan mukena dan sajadahnya.


Arshi terpaksa melaksanakan sholat nya dengan posisi duduk karena kakinya bengkak akibat disengat ubur-ubur dan masih terasa kaku.


"Kita makan siang dulu ya Sayang, makanannya udah aku pesan." Rezki menggendong istrinya ke meja makan yang ada diteras dekat kolam renang.


Tidak lama kemudian datanglah pelayan restoran hotel membawakan makanan yang dipesan Rezki lewat sambungan telepon tadi.


Ting tong...bunyi bel yang ditekan dari luar. Rezki segera beranjak lalu membukakan pintunya.


"Permisi ini pesanannya." Pelayan itu membawakan nampan berisi makanan.


Dia menatap Rezki tanpa berkedip karena sangat terpesona melihat ketampanannya, sembari membusungkan dadanya yang cukup berisi dia mendekatkan tubuhnya kearah Rezki tanpa ada rasa malu sedikitpun.



"Letakkan diatas meja." Perintah Rezki kepada sang pelayan sembari memundurkan dirinya lalu memasukkan kedua tangannya kesaku celananya.


Pelayan wanita itu sangat seksi dengan pakaian ketat hingga menampakkan seluruh lekuk tubuhnya, dia lalu meletakkan nampan berisi makanan dimeja dihadapan Arshi.



Pelayan wanita seksi itu menatap Arshi penuh kebencian karena iri melihat kedekatannya dengan pemilik hotel dan resort itu, dia menganggap Arshi sama saja dengan dirinya yang mau melakukan apapun demi mencapai tujuannya.



"Makasih ya Mbak." Ucap Arshi seraya tersenyum ramah.


"Iya!" Ketus pelayan itu dengan tatapan sinisnya.


Rezki yang baru duduk disamping istrinya menatap tajam pelayan itu karena kesal mendengar jawaban tidak sopan dari sang pelayan kepada Arshi.


"Nama kamu siapa?" Tanya Rezki dengan menampilkan wajah datarnya.


"Saya Niluh Tuan muda." Jawabnya seraya mengulas senyum menggoda.


"Mulai hari ini kamu saya pecat!" Tegas Rezki kemudian duduk kembali dikursi samping istrinya.


"Apa salah saya Tuan muda? Kenapa saya dipecat?" Pelayan bernama Niluh itu mengerutkan keningnya dengan sempurna.


"Karena kamu sudah berani menggodaku dan bicara tidak sopan kepada istriku dengan tatapan sinis mu itu." Jawab Rezki sembari melipat kedua tangannya di atas dada.


"Maafkan saya Tuan muda, saya tidak tahu bahwa dia itu istri anda. Saya kira dia hanya wanita penggoda yang mampu menaklukkan hati anda." Jujur Niluh sembari bersimpuh dikaki Rezki.


"Saya tetap tidak terima, cepat pergi dari sini!" Usir Rezki sembari mendorong bahu Niluh dengan kasar.


"Astagfirullah al azdim Yank!" Kaget Arshi karena melihat apa yang dilakukan Rezki barusan." Maafkan suami saya ya Mbak, lebih baik kamu segera pergi dari sini sebelum dia lebih marah lagi." Ujar Arshi sembari membantu Niluh berdiri dari duduknya.


Arshi meringis menahan sakit ditelapak kakinya yang bengkak sedari tadi karena harus tiba-tiba berjongkok lalu berdiri untuk menolong Niluh.


"Saya yang seharusnya minta maaf pada anda, mohon maafkan saya Nyonya. Permisi!" Niluh segera berlalu pergi dari hadapan Arshi dan Rezki.


Rezki yang memperhatikan wajah istrinya seperti menahan sakit langsung mengangkatnya lalu mendudukkannya kembali ke kursi meja makan disampingnya.


"Gak usah terlalu baik sama bibit pelakor Sayang." Rezki membelai wajah istrinya lalu mengecup bibirnya sekilas." Yuk kita makan." Ajaknya sembari menyuapi istrinya.


Arshi sangat terkejut mendengar ucapan suaminya tentang bibit pelakor, karena dia benar-benar tidak mengerti akan semua itu. Setelah menghabiskan makanannya Rezki kembali menggendong istrinya kekamar mandi karena Arshi ingin menggosok giginya sebelum tidur siang. Pasangan suami istri itu sudah berbaring ditempat tidurnya, mereka bersiap untuk menyelami mimpinya dengan saling mendekap satu sama lain. Namun ketika mulai memejamkan matanya dan hampir terlelap tiba-tiba ada yang memencet bel terus-menerus. Arshi membuka matanya lalu menggoyang badan suaminya untuk membukakan pintu.


"Yank bangun Yank bukain pintunya." Arshi berusaha membangunkan suaminya.


"Biarin aja Sayang aku capek, ngantuk, mau tidur." Rezki semakin mengeratkan pelukannya.


Tiba-tiba handphone Arshi berbunyi dengan nada sambung lagu yank by band Wali.


Yank coba kau jujur padaku


Yank foto siapa didompetmu?


Yank kok kamu diam begitu?


Sayang, jawab atau aku pergi, sayang...


Aku tak mau bicara sebelum kau cerita semua


Apa maumu? Siapa dirinya?


Tak betah bila ada yang lain


Jangan hubungi ku lagi


Ini bisa jadi yang terakhir

__ADS_1


Aku ngerti kamu, kau tak ngerti aku


Sekarang atau tak selamanya


Yank jangan kira ku tak tahu


Yank tak mudah kau bodohiku


Yank tolong dengarkanlah aku


Tapi sayang, masih pantaskah kau kupanggil sayang....


Aku tak mau bicara sebelum kau cerita semua


Apa maumu? Siapa dirinya?


Tak betah bila ada yang lain


Jangan hubungi ku lagi


Ini bisa jadi yang terakhir


Aku ngerti kamu, kau tak ngerti aku


Sekarang atau tak selamanya...


Sayang, ku mau bicara dan ku akan cerita semua


Apa mau ku, siapa dirinya karena memang tak ada yang lain


Terus hubungi ku lagi


Jangan bilang ini yang terakhir


Aku ngerti kamu, kamu ngerti aku


Aku sayang kamu selamanya


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Rezki yang sudah benar-benar hendak terlelap terpaksa membuka matanya untuk melihat siapa yang menghubungi istrinya terus-menerus itu. Dia melonggarkan pelukannya lalu mengambil handphone istrinya yang diletakkan di atas nakas.


"Sayang ini panggilan dari Arsha." Rezki menyerahkan handphone ke tangan istrinya.


Arshi menerimanya lalu menyalakan loadspeakernya, supaya bisa sama-sama mendengarkan bersama suaminya yang sangat posesif itu apa yang diinginkan Arsha menghubunginya ketika jam tidur siang.


๐Ÿ“ฑ" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Gue mau minta tolong sama lo dan Rezki buat bikin surprise untuk Wava." Jawab Arsha sembari menyandarkan tubuhnya di dekat pintu kamar Rezki dan Arshi.


"Tumben lo mau kasih surprise segala buat Wava, emangnya lo mau ngapain?" Arshi mengerutkan keningnya lalu menatap suaminya yang juga menatapnya penuh tanda tanya.


"Gue mau melamar Wava." Jujur Arsha mengungkapkan alasannya.


"Apaaaaa!" Seru Arshi dan Rezki serempak.


"Emangnya kenapa? Ada yang salah kalau gue suka sama Wava?" Arsha merasa bingung dengan keterkejutan saudara itu.


Hehehe..." Enggak papa Sha, lo gak salah kok, gue cuma merasa surprise banget aja. Ok gue sama Rezki pasti akan bantuin lo nyiapin semuanya, emangnya rencana lo kapan mau melamarnya?" Arshi semakin tidak sabar melihat Arsha melamar Wava, karena dia tahu Wava juga menyukai Arsha sedari dulu.


"Nanti gue kabari lagi kalau kakinya udah sembuh." Jawab Arsha seraya tersenyum penuh Arti membayangkan wajah cantik Wava ada didepannya.


"Baiklah kalau gitu, gue tunggu kabar selanjutnya dari lo. Biar kami bisa nyiapin semuanya secara detail.


"Ok tanks ya Shi lo udah mau bantuin gue." Ucap Arsha dengan tulus dibalik teleponnya.


"Santai aja brother semoga semuanya nanti berjalan lancar ya." Ujar Arshi mendoakan saudara kembarnya itu.


"Aamiin, maafin gue ya Shi, Ki karena udah ganggu waktu istirahat kalian, assalamualaikum." Ucap Arsha lalu memutuskan sambungan telepon nya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arshi lalu meletakkan kembali handphonenya di atas nakas.


Rezki kembali memeluk istrinya untuk mengajaknya menikmati peraduan yang menjanjikan sebuah mimpi tentang keindahan. Mereka akhirnya terlelap dengan saling memeluk erat satu sama lain seakan tidak bisa dipisahkan lagi.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Malam terakhir liburan Arshi dan Rezki mengadakan pesta perpisahan makan malam bersama dengan semua karyawan dan pengunjung hotel dan resort itu, sekaligus surprise lamaran Arsha untuk Wava. Pesta berlangsung sangat meriah diatas panggung banyak yang bernyanyi menyumbangkan suaranya. Tiba-tiba lampu sengaja dipadamkan Arsha naik keatas panggung, lampu sorot kembali dinyalakan dan diarahkan kepadanya, dia lalu menyanyikan lagu berjudul.


๐ŸŒฟMelamarmu๐ŸŒฟ


Diujung cerita ini


Diujung kegelisahanmu


Kupandang tajam bola matamu


Cantik, dengarkanlah aku

__ADS_1


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini ku tak ragu


Ku sungguh memintamu


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anak ku


Membuka mata dan tertidur di sampingku


Aku tak main-main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu


Ku ingin **melamarmu


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ**


Arsha mengakhiri nyanyiannya lalu salah satu pelayan membawakan kue bertuliskan love disekelilingnya dan will you marry me. Diatasnya juga ada sebuah cincin berlian yang sangat cantik karena memang sudah diatur Arshi dan Rezki sebelumnya sesuai permintaan Arsha.



Arshi dan Rezki juga menyuruh karyawannya untuk memberikan balon satu persatu kepada semua orang yang ada disana kecuali Wava, Lida, dan Wavi yang duduk kursi paling depan. Balon berwarna merah, putih, dan pink itu bertuliskan will you marry me?



"Will you marry me Dokter Wava Wicaksono Sp. An?" Tanya Arsha dari atas panggung.


Wava sangat terharu dengan pertanyaan Arsha yang mengajaknya menikah, hingga membuatnya terpaku ditempatnya dengan mata berkaca-kaca.


"Terima, terima, terima!" Seru semua orang yang ada disana sembari memegangi balon mereka masing-masing.


Wava hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa mampu bersuara karena dia sangat bahagia ternyata perasaan cintanya selama ini kepada Arsha tidak bertepuk sebelah tangan. Arshi dan Lida segera membawa Wava naik keatas panggung untuk menghampiri Arsha.


"Will you marry me?" Sekali lagi Arsha bertanya untuk memastikan Wava mau menerima lamaran nya.


"Yes!" Wava menganggukkan kepalanya lalu mengulurkan tangannya supaya Arsha bisa menyematkan cincin di jari manisnya.


Arsha mengulas senyumnya kemudian memasangkan cincin di jari manis Wava lalu mengecup tangannya.


"Sosweet!" Seru Lida sembari memeluk erat Arshi yang ada disampingnya.


"Emangnya lo juga mau dilamar Wavi kayak gitu?" Arshi melonggarkan pelukan Lida kepadanya.


Dia menaikkan satu alisnya menatap kearah Lida yang terlihat ikut bahagia melihat sahabatnya dilamar orang yang dicintainya.


"Ya ialah siapa yang gak mau dilamar seromantis itu." Lida menatap Arshi dengan sendu.


"Gue aja dulu gak dilamar Rezki dengan romantis." Arshi memajukan bibirnya mengingat Rezki yang tiba-tiba melamarnya kepada orangtuanya secara langsung tanpa melakukan hal yang romantis seperti keinginannya.


Arshi memimpikan seorang laki-laki tampan yang sholeh melamarnya dengan cara romantis baik ketika mengajaknya dinner atau ditaman yang dipenuhi bunga seperti impiannya selama ini. Namun semuanya tidak sesuai ekspetasinya, Rezki melamar dan menikahinya secara mendadak, alasannya karena tidak bisa lagi jauh darinya. Sungguh ironis baginya tapi untunglah Rezki selalu memperlakukan dirinya secara romantis setelah pernikahannya, setiap hari Rezki selalu menunjukkan ke romatisannya baik ketika dirumah maupun diluar.


"Emangnya kamu mau aku lamar lagi Sayang?" Bisik Rezki yang tiba-tiba sudah ada di atas panggung lalu merangkul pinggang istrinya dengan posesif." Supaya aku bisa menunjukkan bahwa semua hal romantis yang aku lakukan selama ini hanya untukmu." Rezki tersenyum penuh arti.


Arshi menundukkan kepalanya karena malu apa yang dikatakannya justru didengar oleh suaminya. Sedangkan Lida berjalan mundur teratur karena baper melihat pasangan suami istri itu, hingga tanpa sengaja dia terpeleset karena high heels nya tersandung kabel sound sistem, untunglah Wavi dengan sigap menangkap tubuhnya lalu membantunya untuk berdiri tegap. Lida sangat gugup dibuatnya karena mata mereka langsung bertemu cukup lama, detak jantungnya seakan lari maraton begitupula dengan Wavi yang merasakan getaran aneh dalam dirinya setiap kali berdekatan dengan Lida akhir-akhir ini.


"Makasih Vi." Ucap Lida sembari menundukkan kepalanya untuk menutupi rasa canggung yang tercipta diatara mereka.


"Sama-sama! Lo gak papa kan?" Wavi mulai menunjukkan perhatiannya.


"Iya gue gak papa." Jawab Lida semakin tersipu.


Dia memalingkan wajahnya yang merona kearah lain karena sudah memerah bagaikan tomat matang.


"Kenapa lo menatap ke arah lain? Emangnya disana ada hal yang lebih menarik ya?" Wavi menangkup wajah Lida sambil memainkan alisnya.


"Enggak Vi, gue cuma merasa gerah aja disini." Lida menurunkan tangan Wavi yang memegangi wajahnya.


"Yaudah yuk kita cari angin jalan kepantai." Wavi langsung menggandeng tangan Lida.


Lida sangat terkejut dibuatnya dia terus menatap tangannya yang ada dalam genggaman Wavi. Sesampainya di pantai Wavi tetap saja tidak melepaskan tautan tangannya, dengan santainya dia mengajak Lida menyusuri sepanjang tepian pantai dibawah naungan sang rembulan nan bersinar terang dikelilingi beribu bintang yang saling berkedip mesra.


Bersambung....


Hai teman-teman sorry ya telat up lagi, maklum ibu rumah tangga yang selalu sibuk dengan dunia nyatanya.


Semoga kalian gak pernah bosan menunggu up terbaru dari aku.


Jangan lupa vote, like, komen, koin, dan rate bintang lima nya ya.

__ADS_1


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.


__ADS_2