Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#80 "Three pregnancies"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah selesai melakukan tugasnya di UGD Dokter Murni segera melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Dia melihat dua pasang anak manusia yang masih setia menunggunya di depan ruangannya tersebut.


"Yuk masuk!" Ajaknya sembari membukakan pintu ruangannya.


"Ok." Jawab Arsha, Wava, Rezki dan Arshi serempak.


"Mari silahkan duduk dulu." Dokter Murni menunjuk kursi yang ada didepannya.


"Dari tadi kami sudah duduk lama nungguin Dokter!" Rezki melipat kedua tangannya di atas dada.


"Yank kok kamu ngomongnya gitu!" Arshi mendelik tajam ke arah suaminya.


"Maaf Sayang, aku khilaf." Rezki merangkul pinggang istrinya seraya mengulas senyum menawannya.


Arsha dan Wava hanya menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan Rezki. Sedangkan Dokter Murni mengulum senyumnya mendengar dan melihat apa yang dilakukan pasangan suami istri itu.


"Ok, siapa yang mau duluan USG?" Dokter Murni menatap Wava dan Arshi secara bergantian.


"Lo aja yang duluan Va." Pinta Arshi sambil menyenggol bahu sahabat sekaligus iparnya itu.


"Lo aja yang duluan Shi." Wava membalas perlakuan Arshi.


"Kok pada senggol-senggolan!" Dokter Murni mengangkat satu alisnya menatap kedua Dokter spesialis anak itu.


"Kamu aja yang duluan Honey." Pinta Arsha sambil merangkul pinggang istrinya.


"Kamu aja yang duluan Sayang." Ujar Rezki karena tidak mau kalah dengan iparnya itu.


"Jadi siapa yang mau duluan?" Dokter Murni kembali bertanya.


"Lo aja Va, kalian kan tadi lebih dulu datang ke sini." Ujar Arshi karena tidak mau berdebat lagi.


"Ya udah deh kalau begitu, makasih ya Shi." Wava langsung memeluk tubuh sahabat sekaligus iparnya itu dengan eratnya.


"Iya sama-sama." Arshi mengusap punggung Wava." Tapi gue bolehkan ikut ke dalam?" Pintanya sembari melonggarkan pelukannya lalu mengkupkan kedua tangannya.


"Ya udah yuk!" Wava menggandeng tangan Arshi.


Sedangkan Arsha dan Rezki menjadi saling pandang karena merasa diabaikan oleh istri-istri mereka.


"Lo gak boleh ikut!" Arsha menahan Rezki yang hendak ikut masuk ke dalam.


"Tapi Arshi kan ada di dalam!" Rezki tidak mau ditinggal sendirian.


"Nanti kalau Wava selesai di periksa baru Lo masuk! Sementara Lo harus tunggu disini aja!" Tegas Arsha dengan menekankan kata-katanya.


"Ok." Singkat Rezki akhirnya.


Dia tetap berdiri di samping tirai pembatas antara ruang pemeriksaan dan meja konsultasi Dokter Murni untuk menguping pembicaraan mereka yang ada di dalam.


-


"Silahkan berbaring Dokter Wava." Ujar Dokter Murni sambil mempersiapkan peralatan USG nya.


Wava langsung berbaring, sedangkan Arsha dan Arshi berdiri di sampingnya. Dokter Murni mulai mengoleskan jell ultrasonik diperut Wava lalu mulai meletakkan alat Ultrasonografi nya.


"Lihatlah ini ada 2 bentuk embrio, ukurannya masih sangat kecil kira-kira seukuran kacang tanah sekitar 1,6 cm usia kandungannya kira-kira sekitar 8 minggu.


Arsha langsung menggenggam erat tangan istrinya lalu mencium kening wanita yang telah mengandung buah cintanya itu, untuk menyalurkan betapa bahagianya dia saat ini.


"Selamat ya! Kalian berdua bakal jadi orangtua, aku bakal punya ponakan kembar. Aduh senangnya!" Serunya sembari menepuk-nepuk pundak Arsha dengan kuat.


"Arshi Lo kan juga mau USG!" Arsha mendelik tajam ke arah saudara kembarnya itu.


Sebab Arsha merasa sakit sekaligus risih dengan perlakuan Arshi kepadanya.


Hehehe..."Sorry brother!" Arshi mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.


"Yaudah kami keluar dulu!" Pamit Arsha setelah melihat istrinya selesai merapikan pakaiannya.


"Ok." Arshi menganggukkan kepalanya.


"Tapi aku mau liat Arshi USG Bee." Pinta Wava sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


Arsha menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Dia paling tidak suka dibantah namun karena istrinya dalam kondisi hamil, Arsha akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Yaudah aku tunggu di luar ya." Ujarnya sembari melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.


"Selamat ya Bro!" Rezki menyambut kedatangan Arsha dengan pelukan manly sambil menepuk-nepuk pundaknya.


"Udah gak usah terlalu lebay! Tuh Arshi sudah siap di USG." Ketus Arsha sambil mendorong tubuh iparnya itu karena risih.


"Lo sendiri mau kemana?" Rezki mengerutkan keningnya menatap wajah Arsha yang menampakkan aura dinginnya.


"Keluar!" Jawab Arsha singkat, padat dan jelas.


"Ohh." Rezki membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O.


Setelah itu dia masuk ke ruangan tempat istrinya melakukan USG.


"Sayang!" Panggilnya sembari berjalan menghampiri istrinya yang tengah berbaring di atas ranjang.


Arshi hanya melirik sekilas ke arah suaminya lalu memperhatikan layar besar didepannya yang menunjukkan ada kehidupan lagi di dalam rahimnya.


"Lihatlah Dokter Arshi juga mengandung anak kembar!" Tunjuk Dokter Murni kearah layar sambil memutar alat ultrasonografi nya diatas perut Arshi yang masih rata.


Karena sangat bahagia Arshi meneteskan air matanya ketika mengetahui bahwa dia benar-benar hamil kembali setelah dua kali keguguran, Rezki menggenggam erat tangan istrinya lalu menghapus air matanya dengan ibujarinya.


"Jangan menangis Sayang, kamu seharusnya bersyukur karena sudah diberikan kepercayaan lagi untuk mengandung buah cinta kita." Ujar Rezki sembari mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Kira-kira berapa usia kehamilan saya Dokter?" Arshi menatap wajah Dokter spesialis kandungan itu dengan menggerutkan keningnya.


Sebab dia masih ragu dengan hitungannya sendiri karena Arshi sering mengalami datang bulan pada tanggal yang tidak teratur.


"Sepertinya baru memasuki 7 minggu." Jawab Dokter Murni sambil terus menatap layar monitornya.


"Tapi tidak ada masalah kan Dokter? Sebab saya sering merasa sakit kepala, perut dan pinggang." Keluh Arshi sambil beranjak dari rebahannya.


"Selama tidak terus-terusan, insha Allah itu tidak akan membahayakan. Namun alangkah baiknya kalau mau berhubungan suami istri jangan terlalu sering dulu ya di trimester pertama ini, sebab itu juga bisa jadi pemicu munculnya sakit perut dan pinggang." Jawab Dokter Murni menjelaskan.


Puasa batin lagi dech!" Gumam Rezki dalam hatinya.


Rezki menekuk wajahnya ketika mendengar penjelasan dari Dokter Murni, sebab dia memang hampir setiap hari tidak pernah absen untuk bercinta dengan istrinya.


Setelah selesai melakukan USG dan menerima resep vitamin khusus untuk ibu hamil, Arshi, Rezki dan Wava segera keluar dari ruangan Dokter Murni. Ketika sudah diluar mereka berpapasan dengan Hendra dan Amara yang hendak masuk kedalam ruangan Dokter spesialis kandungan itu.

__ADS_1


-


"Hendra istri Lo hamil juga? Kapan Lo nikah? Kok gak ada ngundang gue?" Cecar Rezki karena tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan teman seperjuangannya ketika menjalani pendidikan di kampus yang sama dulu.


"Iya, gue nikah udah 2 bulan setengah. Rencananya bulan depan kami akan melangsungkan resepsi pernikahan di ballroom hotel milik ortu gue. Jangan lupa datang ya! Tapi ngomong-ngomong Lo sendiri kapan nikahnya? Kenapa gak ada ngundang gue juga?" Hendra menatap ke arah Rezki dan Arshi yang bergandengan tangan dengan mesra.


"Gue udah setahun lebih menikah. Istri gue gak mau dirayain secara besar-besaran, makanya kami ngumpulin keluarga dekat aja." Jawab Rezki sembari merangkul pinggang istrinya dengan posesif.


"Yaudah kalau begitu kami masuk dulu!" Pamit Hendra seraya mengulas senyumnya.


"Ok." Singkat Rezki sembari menyatukan ibujari dan telunjuknya.


Setelah masuk ke dalam ruangan Dokter Murni, Amara langsung di persilahkan Dokter spesialis kandungan itu untuk berbaring di ranjangnya.


"Kondisi kandungan anda baik-baik saja, usianya kira-kira sekitar 5 minggu kurang lebih. Ibu Amara hanya mengalami morning sicknees, jadi lebih baik hindari  makanan pedas, beraroma tajam, manis, atau terlalu berlemak juga minuman yang mengandung alkohol dan soda." Ujar Dokter Murni menjelaskan.


"Terima kasih Dokter atas semua penjelasannya." Ucap Amara dan Hendra serempak setelah selesai melakukan USG dan pemeriksaan.


Pasangan suami istri itu kemudian kembali ke ruang rawat inap VVIP nya.


-


Arsha, Wava, dan Arshi akhirnya kembali melakukan tugasnya masing-masing sebagai seorang Dokter sedangkan Rezki terus mengikuti kemanapun istrinya pergi. Wava dan Arsha melangkahkan kakinya menuju ruangannya sambil berbicara dengan serius tapi santai.


"Bee wanita itu tadi kan Amara mantan asisten kamu dulu. Kenapa kamu gak menyapanya?" Wava melirik ke arah suaminya yang berjalan di sisinya.


"Iya, aku gak mau cari masalah." Jawab Arsha serius tapi terlihat sangat santai.


"Masalah apa Bee?" Wava menghentikan langkahnya tepat di depan ruangannya.


"Masalah hati." Arsha kembali menjawab dengan ambigu.


"Hati siapa?"


"Banyak orang.


"Maksud kamu apa sich Bee? Aku benar-benar gak ngerti!" Wava mengerutkan keningnya sembari menatap lekat wajah tampan suaminya.


"Sudahlah gak usah dibahas lagi Honey, jangan bebani pikiranmu dengan sesuatu yang bisa membuatmu stres." Arsha mengusap kepala istrinya lalu mengecup keningnya." Aku ke ruangan ku dulu ya. Ingat jangan terlalu capek! Kamu sekarang tengah hamil." Ujarnya mengingatkan." Assalamualaikum." Pamitnya kemudian berlalu pergi meninggalkan kekasih halalnya itu.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Balas Wava sambil terus menatap punggung suaminya hingga hilang dari pandangan matanya.


*Apa sebenarnya yang terjadi antara kamu dan Amara Bee?" Wava bertanya dalam hatinya.


"Maafin aku Honey, aku gak bermaksud untuk merahasiakan apapun sama kamu. Aku cuma kasian sama Amara sebab dia dulu terlalu berharap kepadaku, dan akhirnya dia mengundurkan diri karena sangat kecewa kepadaku. Aku gak mau lagi mengungkit semua itu supaya dia bisa bahagia bersama suaminya sekarang, begitupula sebaliknya." Batin Arsha sambil mendorong pintu untuk memasuki ruangannya*.


-


Arshi baru saja sampai di ruangannya bersama dengan Rezki yang selalu mengikutinya. Dia duduk di kursi lalu memeriksa hasil rekam medis anak-anak yang selama ini ditanganinya dengan seksama, sedangkan Rezki memangku tangannya di atas meja sambil menatap wajah cantik istrinya yang tampak sangat serius melakukan tugasnya. Arshi beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar dari ruangannya menuju kamar rawat inap anak-anak yang harus diperiksanya secara langsung, dengan memakai jas khas dokternya dan stetoskop yang dikalungkan di lehernya. Rezki masih saja mengekornya sambil menerima telepon dari Radi yang mengabarkan bahwa dia dan Dira akan melangsungkan pernikahan secepatnya.


📲"Assalamualaikum. Ada apa bro?" Tanyanya sambil berjalan di belakang istrinya.


📱" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Gue mau menikahi Dira secepatnya minggu ini juga secara sederhana di rumah." Jawab Radi dari balik teleponnya.


"Ok, kalau begitu nanti gue bakal kasih cuti dan hadiah honeymoon gratis buat Lo berdua." Ujar Rezki sembari menatap ke arah istrinya yang tengah sibuk melakukan tugasnya.


"Tanks ya bro! Gue tutup ya, mau ngabarin Papa Riki. Assalamualaikum." Radi mengakhiri panggilan suaranya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki lalu kembali mengikuti langkah istrinya.


-


Arshi menolehkan kepalanya lalu menghampiri anak laki-laki yang tengah duduk di kursi rodanya itu.


"Kamu mau kemana?" Tanyanya sambil berjongkok disampingnya.


"Aku mau pulang ke panti asuhan Dokter, tapi para perawat disini gak ngizinin aku. Katanya Dokter Arshi yang melarangku untuk keluar dari sini." Jawabnya dengan polosnya.


Arshi menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Dia bingung harus menjelaskan bagaimana? Sebab anak itu menderita kanker otak stadium lanjut, anak itu juga sudah beberapa kali dioperasi dan kemoterapi, namun tidak ada hasil yang signifikan terhadap perkembangan kesehatannya.


"Maaf ya semuanya demi kebaikanmu." Ucap Arshi dengan menatap sendu kearah anak tersebut.


"Kebaikan ku yang mana Dokter? Terus-terusan diam di sini sampai akhirnya aku mati! Itu kan maksud Dokter!" Teriaknya sambil menatap tajam kearah Arshi.


Rezki yang sejak tadi menyaksikan interaksi antara istrinya dan anak itu tidak terima wanita yang sangat dicintainya itu diteriaki oleh anak kecil yang seharusnya menghormatinya, sebab Arshi sudah menjamin semuanya secara gratis.


"Hey anak kecil! Jangan kurang ajar ya!" Rezki meninggikan intonasi suaranya.


"Yank." Tegur Arshi sambil menggelengkan kepalanya.


"Dia udah berani meneriakimu Sayang!" Seru Rezki sembari menatap lekat wajah cantik istrinya.


Arshi langsung menarik tangan suaminya untuk keluar dari sana, supaya tidak menimbulkan keributan di dalam ruangan itu sebab mereka sudah menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana. Arshi mengajak suaminya duduk di kursi taman rumah sakit untuk menjelaskan tentang kondisi anak tersebut.


"Yank anak itu tadi menderita kanker otak stadium lanjut, dia sudah beberapa kali dioperasi. Sekarang dia harus di kemoterapi disini sampai benar-benar sehat kembali, namun kemungkinan dia akan sembuh total itu sangat kecil. Mungkin dia sudah bosan menjalani perawatan dan berbagai macam pengobatan disini, jadi kita harus berusaha sabar dan memakluminya." Jelas Arshi dengan nada sangat lembut untuk meredam emosi suaminya.


"Sayang aku cuma gak bisa terima kamu di perlakukan buruk sama orang lain, walaupun dia hanya seorang anak kecil. Gak sepantasnya dia berkata seperti itu sama kamu yang sudah mengupayakan berbagai macam cara untuk kesembuhannya, tapi apa balasannya? Dia justru berani membentakmu!" Ujar Rezki sembari menatap mata hazel milik istrinya.


"Yank bila kita berbuat baik itu harus ikhlas. Kalau dibalas dengan kebaikan lagi itu adalah hal yang wajar, tapi bila dibalas dengan keburukan itu berarti kita harus lebih sabar lagi menghadapi ujian dan cobaan yang ada." Sahut Arshi sambil menggenggam tangan suaminya seraya mengulas senyumnya.


"Baiklah Sayang terserah kamu saja, yang penting jangan sampai ada orang lain yang berani menyakitimu. Sebab aku gak akan pernah tinggal diam bila itu terjadi sama kamu!" Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya.


"Iya Yank." Arshi menganggukkan kepalanya.


-


Sesuatu yang Baik, BELUM TENTU Benar.


Sesuatu yang Benar, BELUM TENTU Baik.


Sesuatu yang Bagus, BELUM TENTU Berharga.


Sesuatu yang Berharga/Berguna, BELUM TENTU Bagus.


PIKIRAN dan MULUT Merupakan Suatu Kombinasi.


Semakin Banyak kita Berbicara Tentang DIRI SENDIRI,


Semakin Banyak pula Kemungkinan Kita untuk BERBOHONG.


Jika kita Tidak Bisa menjadi Orang Pandai, JADILAH ORANG YANG BAIK.


LIDAH kita yang Menentukan SIAPA KITA.


Jika Kejahatan di balas Kejahatan, maka itu adalah DENDAM.


Jika Kebaikan dibalas Kebaikan itu adalah PERKARA BIASA.

__ADS_1


Jika Kebaikan dibalas Kejahatan, itu adalah ZALIM.


Tapi jika Kejahatan dibalas Kebaikan, itu adalah MULIA dan TERPUJI.


Sesungguhnya sebagian Perkataan Itu Ada yang Lebih Keras dari Batu,


Lebih TAJAM dari Tusukan JARUM,


Sesungguhnya HATI adalah LADANG,


maka Tanamlah Ia dengan Perkataan yang Baik, karena


jika Tidak Tumbuh Semuanya (Perkataan yang Tidak Baik)


niscaya TUMBUH sebagiannya.


Nasihat yang Baik Tidak Pernah Datang Terlambat.


IRI HATI yang Ditunjukan kepada Seseorang akan MELUKAI DIRI SENDIRI,


Kita Cuma Bisa HIDUP SEKALI SAJA DI DUNIA,


tetapi jika kita Hidup dengan Benar, Sekali Saja Sudah CUKUP.


Jika kita Tidak Memulai Hari Ini dengan Senyuman,


Belum Terlambat untuk Mencobanya Pada Hari Esok.


Seorang TEMAN SEJATI Akan Membuat kita Hangat dengan KEHADIRANNYA,


MEMPERCAYAI akan Rahasianya dan MENGINGAT kita dalam DOA-doanya.


Doa Memberikan KEKUATAN pada Orang yang LEMAH,


MEMBUAT Orang Tidak Percaya Menjadi Percaya dan


MEMBERIKAN Keberanian pada Orang yang KETAKUTAN.


Jika kita berbuat Baik, Kebaikan pula yang Akan Kita Terima Kelak.


PERSAHABATAN SEJATI Layaknya KESEHATAN,


Nilainya Baru kita SADARI Setelah kita KEHILANGANNYA.


Seorang Sahabat adalah yang Dapat MENDENGARKAN Lagu di dalam HATI kita,


Dan Akan MENYANYIKAN Kembali tatkala kita Lupa akan Bait-baitnya,


Bertemanlah dengan Orang yang Suka akan KEBENARAN,


Dialah HIASAN Dikala Kita Senang dan Perisai diwaktu kita Susah.


Namun kita Tidak Akan Pernah Memiliki seorang Teman,


jika kita Mengharapkan Seseorang tanpa Kesalahan.


Karena Semua Manusia itu Baik,


Kalau kita Bisa MELIHAT KEBAIKANNYA dan MENYENANGKAN kalau


kita bisa Melihat KEUNIKANNYA,


Tapi Semua Manusia itu Akan BURUK dan MEMBOSANKAN kalau


kita TIDAK BISA MELIHAT KEDUANYA.


Kenangan Indah Masa Lalu HANYA untuk DiKENANG, Bukan untuk diINGAT-ingat.


Rasa TAKUT Bukanlah Untuk diNIKMATI, tetapi Untuk diHADAPI.


Orang Bijaksana Selalu MELENGKAPI KEHIDUPANNYA Dengan Banyak PERSAHABATAN.


Hiduplah Sesuka Hati kita, Sesungguhnya kita Pasti Mati.


Cintai siapa saja yang kita senangi,


Sesungguhnya kita pasti akan berpisah dengannya.


Lakukan apa saja yang kita kehendaki,


Sesungguhnya kita akan memperoleh balasannya.


KEMARAHAN Hanyalah Satu Kata yang Dekat dengan BAHAYA,


Pikiran yang Besar Membicarakan Ide-ide,


Pikiran yang Rata-rata Membicarakan Kejadian-kejadian,


Dan Pikiran yang Kerdil Membicarakan Orang-orang.


Tak Seorang pun Sempurna tetapi Manusia adalah Mahluk yang Paling Sempurna,


Mereka yang Mau BELAJAR dari KESALAHAN adalah BIJAK,


Menyedihkan Melihat Orang Berkeras bahwa mereka benar meskipun Terbukti Salah.


Bila kita Mengisi Hati kita dengan PENYESALAN untuk MASA LALU,


DAN kekhawatiran untuk Masa Depan, kita Tak Memiliki hari ini untuk kita Syukuri,


Sekali Tidak Berhasil Bukan Berarti Gagal Selamanya,


KEBAHAGIAAN TAKKAN PERNAH BISA DIBELI DENGAN UANG,


BELAJARLAH DARI KESALAHAN ORANG LAIN,


Kita Tidak Dapat Hidup Cukup Lama untuk,


Mendapatkan Semua Itu dari Dirimu Sendiri.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung...


Hai teman-teman semuanya baik para readers maupun para author kece yang selalu setia dengan karya recehku ini, maaf ya telat up lagi sebab dunia nyata ku tidak bisa ku abaikan begitu saja.


Anak-anak dan suamiku kemarin sakit sedangkan sekarang aku yang sakit.

__ADS_1


Tapi jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


__ADS_2