Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#85 "Ingat Kamu"


__ADS_3

Happy reading guys!


Jam sudah menunjukkan pukul dua siang, Khardha melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan adik sepupunya.


Tok...tok...tok..."Assalamualaikum." Ucapnya sembari menunggu jawaban dari dalam.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Terdengar suara cempreng wanita yang sangat dikenalnya.


Ceklek... Dokter Murni membuka pintunya lalu mengulas senyumnya, ketika menatap wajah kakak sepupunya yang masih terlihat cantik diusianya yang tidak lagi muda.


"Kak Khardha aku belum makan siang, temenin aku makan yuk!" Ajaknya sambil menarik tangan mamahnya Arshi dan Arsha itu.


"Ok." Singkat Khardha sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju kantin. Setelah sampai di sana Dokter Murni dan Khardha duduk di kursi yang menghadap ke arah taman rumah sakit lalu memesan makanan dan minumannya.


"Kak Khardha mau makan apa?" Tanya Dokter Murni sambil melihat buku menunya.


"Aku tadi sudah makan sama suamiku, jadi pesankan jus melon aja ya." Jawab Khardha sembari menatap ke arah seseorang yang duduk tidak jauh dari tempatnya berada.


"Ok." Dokter Murni menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya untuk memesan makanan dan minumannya.


Setelah makanan dan minuman yang dipesannya datang Dokter Murni dan Khardha menikmatinya sambil bercakap-cakap.


"Kakak masih ingat gak waktu pertama kali kita nonton konser Peterpan di lapangan Rindam?" Dokter Murni memulai pembicaraan.


"Tentu aja masih, apalagi waktu itu kita gak bisa masuk gara-gara kehabisan tiket." Khardha mengulum senyumnya karena teringat akan masa lalunya.


"Terus kita keliling memutari pagar pembatas lapangan buat mencari celah supaya bisa masuk, dan akhirnya di tolong oleh tentara yang berjaga karena kasian melihat kita." Dokter Murni menimpali.


"Setelah masuk hujan deras langsung menyambut kita saat asyik menikmati lagu-lagu hit dari band tersebut, sebagian orang berlarian mencari tempat berteduh. Namun banyak juga yang masih bertahan ditengah lapangan sambil lompat-lompat mengikuti alunan lagu yang dibawakan oleh vokalisnya.


"Setelah itu kita terpisah lumayan lama, aku bingung nyariin Kakak kemana-mana. Eh gak taunya malah asyik pacaran sama Riki.


"Aku gak sengaja waktu itu ketemu dia." Jujur Khardha sambil menyedot minumannya.


"Masa sich?" Dokter Murni mengangkat satu alisnya.


"Iya beneran aku gak janjian sama dia, justru aku dengar dari teman-temannya bahwa Riki sebenarnya nungguin cewek lain tapi ternyata tuh cewek malah gandengan sama cowok lain yang lebih tajir darinya.


"Tapi aku liat Riki sweet banget sama Kakak waktu itu, dia ngasih jaketnya buat Kakak biar gak kedinginan, padahal dia sendiri menggigil kedinginan. Dia juga melindungi Kakak waktu berdesakan keluar dari lapangan. Bahkan dia mentraktir kita semua makan-makan.


"Aku belum bisa memastikan apakah dia serius atau gak sama aku waktu itu, sebab perlakuan manisnya justru membuatku terluka ketika tau bahwa dia selingkuh dibelakang ku." Ujar Khardha dengan mata berkaca-kaca.


Tiba-tiba orang yang sejak tadi duduk tidak jauh dari mereka datang menghampirinya lalu berkata.

__ADS_1


"Maafin aku Yank." Ucapnya sambil duduk dihadapan Khardha lalu menggenggam tangannya.


"Riki!" Seru Khardha dan Dokter Murni bersamaan.


Khardha langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan mantan sekaligus besannya itu.


"Kamu mendengar semua percakapan kami?" Khardha menatap tajam kearah mantannya itu.


"Iya." Singkat Riki Pratama dengan menganggukkan kepalanya." Jujur aku sangat menyesalinya. Setelah itu aku gak pernah lagi selingkuhin kamu Yank." Ujarnya sembari menatap sendu kearah mantan terindahnya itu.


"Semuanya telah berlalu Ki, tolong kamu jangan panggil aku dengan sebutan Yank lagi!" Tegas Khardha dengan menekankan kata-katanya.


"Rasa cintaku padamu sampai detik ini selalu ada untukmu, meskipun kita gak bisa bersatu kembali seperti dulu." Jujur Riki sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu keluar.


"Sebenarnya ada urusan apa Riki ke sini ya Kak?" Dokter Murni mengerutkan keningnya menatap kepergian mantan terindah Khardha itu.


"Mungkin dia ada janji dengan Dokter buat medical check up." Jawab Khardha dengan santainya sambil menyedot jus melon nya.


Setelah menghabiskan makanannya Dokter Murni dan Khardha kembali melangkahkan kakinya menyusuri koridor rumah sakit lalu berpisah di depan lift.


"Sampai jumpa lagi ya Kak." Dokter Murni langsung cipika cipiki dengan kakak sepupunya itu.


"Iya." Singkat Khardha seraya mengulas senyumnya.


Ketika masuk kedalam lift tidak sengaja istri Dokter Hasan itu bertabrakan dengan seseorang yang sedari tadi memantaunya dari kejauhan. Dia langsung terjatuh ke lantai yang ada dalam lift tersebut hingga membuatnya harus menahan rasa sakitnya.


Bukannya menolongnya orang itu justru tersenyum dibalik masker dan kacamata hitamnya. Tanpa berkata sepatah katapun orang itu keluar dari lift dengan senyuman kemenangannya, karena berhasil mengerjai mamahnya Arshi dan Arsha itu.


Khardha segera merogoh saku celananya lalu menelpon suaminya.


Tut...Tut..Tut... Panggilan suara tersambung.


📲" Assalamualaikum." Sapanya dari balik teleponnya." Sayang tungguin aku didepan pintu lift ya." Pintanya sambil menahan rasa sakitnya.


📱"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ok Sayang." Jawab Dokter Hasan sembari beranjak dari duduknya.


"Kamu sekarang ada di mana?" Tanyanya karena feeling-nya mengatakan bahwa istrinya tidak baik-baik saja.


"Didalam lift menuju ke atas." Jawab Khardha dengan suara bergetar menahan sakitnya.


"Baiklah aku akan segera kesana!" Ujarnya dengan perasaan cemasnya.


Khardha langsung memutuskan panggilan suaranya lalu menyandarkan tubuhnya di dinding lift. Lima menit kemudian pintu lift terbuka, Dokter Hasan sangat terkejut melihat kondisi istrinya yang tampak terduduk di lantai menahan sakitnya.


"Kenapa kamu sampai seperti ini Sayang?" Dokter Hasan langsung menggendong istrinya menuju kediamannya.

__ADS_1


"Aku gak sengaja menabrak orang ketika masuk ke dalam lift." Jujur Khardha sembari menatap wajah suaminya.


"Kamu tau kan apa akibatnya bila seorang penderita diabetes melitus sampai terluka?" Dokter Hasan menatap tajam kearah istrinya.


"Iya Sayang, aku kan gak sengaja." Lirih Khardha sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


Setelah masuk kedalam rumahnya, Dokter Hasan langsung membaringkan tubuh kekasih halalnya itu diatas tempat tidurnya, lalu mengambil peralatan medisnya. Arshi dan Rezki sangat terkejut menyaksikannya, mereka berdua beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar kedua orangtuanya itu.


"Apa yang terjadi sama Mamah, Pah?" Tanya Arshi sambil berdiri di samping ranjang kedua orangtuanya.


"Mamah gak papa kok Shi." Jawab Khardha seraya mengulas senyumnya supaya anaknya tidak mengkhawatirkan keadaannya.


"Kenapa lutut Mamah sampai memar kayak gitu?" Rezki mengerutkan keningnya menatap ke arah mertuanya.


"Mamah habis jatuh didalam lift." Jawab Dokter Hasan sambil memeriksa kondisi istrinya.


"Kok bisa? Mamah kan bukan orang yang ceroboh?" Arshi merasa ada yang janggal dengan jawaban papahnya.


"Mamah gak sengaja nabrak orang ketika masuk kedalam lift."


"Jangan-jangan orang itu yang sengaja nabrak Mamah!"


"Benar apa yang dikatakan Arshi Sayang, aku akan menyelidikinya lewat kamera cctv." Dokter Hasan beranjak dari duduknya sehabis membereskan peralatan medisnya.


"Sudahlah gak usah di perpanjang lagi Sayang, aku udah gak papa kok." Khardha berusaha mencegah suaminya.


"Ini gak bisa di diamin gitu aja Sayang, sebab sudah menyangkut keselamatanmu!" Tegas Dokter Hasan dengan menekankan kata-katanya.


Khardha hanya bisa menghela nafasnya dengan berat karena tidak bisa lagi mencegah suaminya.


"Arshi tolong kompres lutut Mamah dengan es batu, Papah mau ke apotek untuk mengambil salep Heparin Sodium( salep khusus untuk luka memar).


"Baik Pah." Arshi menganggukkan kepalanya lalu melakukan apa yang ditugaskan kepadanya.


-


Sementara itu di tempat lain tepatnya di kantor Riki Pratama. Dia duduk di kursi kebesarannya lalu menatap laptopnya yang menampilkan fotonya bersama mantan terindahnya ketika masih muda.



Yank kamu akan selalu ada di hatiku selalu untuk selamanya." Batinnya sambil menyentuh layar laptopnya.


Bersambung...


Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.

__ADS_1


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.


See you next time!


__ADS_2