Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#104 "Menghindari Masalah"


__ADS_3

Happy reading guys!


Ehemmm...Arsha sengaja berdeham ketika melihat kedua orangtuanya justru semakin tidak bisa mengendalikan dirinya, karena mereka hampir saja bercinta di sana.


"Assalamualaikum Mah, Pah." Ucapnya mewakili istrinya yang melongo melihat apa yang dilakukan mertuanya itu.


Luar biasa Mamah sama Papah sudah tua masih aja hot seperti itu." Batin Wava sambil membulatkan matanya dengan sempurna begitu juga dengan mulutnya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Khardha mewakili suaminya lalu mendorong tubuh kekasih halalnya itu supaya menghentikan aksinya.


Dokter Hasan masih saja merangkul pinggang istrinya dengan posesif lalu mengajaknya duduk di kursi meja makan.


"Kalian berdua sudah makan?" Tanyanya sembari menatap ke arah anak dan menantunya itu secara bersamaan seolah tidak terjadi apa-apa.


"Sudah Pah." Jawab Arsha lalu menarik kursi untuknya dan istrinya.


"Kenapa gak bareng sama Arshi dan Rezki sekalian? Tadi malam kalian berdua nginap di rumahnya kan?" Tanya Khardha untuk menghilangkan rasa canggungnya karena kepergok oleh anak dan menantunya itu.


"Iya, kebetulan tadi ada Tante Rina sama Stephani datang ke sana, jadi Rezki dan Arshi belum bisa kesini lagi." Jawab Wava mewakili suaminya yang tengah asyik menikmati minuman favoritnya.


Bisa-bisanya Papah sama Mamah hendak bercinta di sini, mentang-mentang hanya berduaan. Untung cuma aku sama Wava yang liat tadi, kalau orang lain gimana?" Batinnya sembari menatap lekat ke arah kedua orangtuanya.


"Apaaaa?!" Khardha dan Dokter Hasan sangat terkejut mendengarnya.


Hingga membuat Arsha tersedak minumannya.


"Mau apa lagi wanita itu? Awas aja kalau sampai mengganggu kehidupan kita lagi!" Dokter Hasan terlihat mengatupkan mulutnya hingga terdengar bunyi gemertak giginya.


"Tenanglah Sayang, insha Allah semuanya akan baik-baik aja." Ujar Khardha dengan nada sangat lembut sambil menggenggam tangan suaminya untuk menenangkannya.


Dokter Hasan menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan untuk meredam emosinya. Suara lembut wanita yang sangat dicintainya itu, memang selalu bisa menjadi obat yang paling mujarab untuk menenangkannya dalam kondisi apapun saat dia merasa tidak bisa lagi menahan dirinya.


"Maafin aku Sayang, aku belum bisa mengontrol emosiku apabila mendengar nama wanita itu. Sebab aku selalu teringat bagaimana jahatnya dia memperlakukanmu dan anak kita." Dokter Hasan mengusap punggung tangan istrinya yang menggenggam tangannya.


"Sudahlah Sayang lupain aja, biar Allah subhanna wata'ala yang membalas semuanya." Sahut Khardha dengan bijaknya.


"Pah, Mah tadi Rezki ngajakin liburan ke tempat Opa Pratama di kampung, katanya mau menghindari mamanya supaya gak mengusik kehidupan rumah tangganya sama Arshi." Ujar Arsha sembari menatap wajah kedua orangtuanya itu secara bergantian." Menurut Papah sama Mamah gimana?" Tanyanya sambil mengaduk minumannya.


"Baguslah kalau begitu, papah setuju-setuju aja. Daripada Arshi kenapa-napa lagi nantinya." Dokter Hasan menyampaikan pendapatnya.


"Orang seperti Rina memang sebaiknya di hindari dulu, sampai kita tahu dia benar-benar sudah bertaubat atau cuma akal-akalan nya aja untuk membuat kita bersimpati kepadanya. Daripada nanti akhirnya kita kecolongan lagi lebih baik antisipasi sebelum terjadi." Khardha ikut menyampaikan apa yang dipikirkannya.


"Benar banget apa yang dikatakan Mamah, aku juga sependapat." Wava menimpali seraya tersenyum penuh arti.


"Kalian berdua udah silaturahmi ke rumah Mommy Selvi dan Daddy Wahyu?" Dokter Hasan mengangkat satu alisnya menatap ke arah anak dan menantunya itu.


"Belum Pah, rencananya kami tadi mau bareng sama Arshi, Rezki, Wavi, Lida, Radi dan Dira secara bergantian silaturahmi di mulai dari rumah Om Riki, kesini terus rumah Mommy and Daddy. Baru di teruskan ke rumah kedua orangtuanya Dira, diakhiri ke rumah Om Gunawan yang paling jauh dari yang lain, sekalian ke tempat Opa Pratama. Tapi karena kedatangan Tante Rina sama Stephani semuanya gagal dech, mungkin nanti sore atau besok baru bisa kami realisasikan." Jawab Arsha mewakili istrinya.


"Oh jadi seperti itu rencana kalian." Dokter Hasan menganggukkan kepalanya lalu menikmati makanannya.

__ADS_1


"Semoga nanti gak ada halangan lagi ya, supaya rencana kalian semua berjalan dengan lancar." Doa Khardha dengan tulusnya.


Dengan begitu berarti rencananya sendiri dengan suaminya untuk pulang ke kampung halamannya terpaksa harus ditundanya dulu, padahal sebenarnya rasa rindunya kepada ibu dan keluarganya disana sudah hampir tidak bisa terbendung lagi.


🌿Begitulah seharusnya sebagai orangtua yang baik memang harus selalu mendahulukan kepentingan anak-anaknya, meskipun hatinya sendiri tersiksa dan merana.


🌿Namun anak yang sholeh dan sholehah juga harus berusaha selalu membahagiakan hati kedua orangtuanya dalam keadaan apapun juga.


-


Sementara itu di kediaman Rezki dan Arshi. Pasangan suami istri itu masih di dalam kamar mandi sambil berdebat, karena Rezki selalu menggoda wanita yang telah mengandung buah cintanya itu dengan kata-katanya maupun perbuatannya. Arshi tengah asyik berdiri di depan cermin yang memperlihatkan seluruh tubuhnya, lalu berkata karena merasa berat badannya naik drastis semenjak kehamilannya.


"Yank aku gendut banget sekarang ya, ditambah lagi mataku yang bengkak karena habis nangis tadi." Arshi menatap pantulan dirinya di depan cermin sambil mengusap perutnya.


"Enggak kok, justru menurutku kamu tambah seksi dengan perut buncitmu ini." Rezki memeluk istrinya dari belakang sambil mengelus-elus perut istrinya dan menciumi tengkuknya.


"Seksi apanya orang gendut gini." Gerutu Arshi dengan memajukan bibirnya.


"Sayang wanita hamil itu wajar aja kalau gendutan, justru kalau kamu langsing terus malah bikin aku khawatir jadinya." Rezki membalikkan badan istrinya supaya menghadap ke arahnya." Kamu mau menggodaku dengan bibirmu itu Sayang?!" Ujarnya sambil menaikturunkan alisnya.


Dia lalu meraup dengan rakusnya benda kenyal milik kekasih halalnya itu, lalu menghisap dan mencecapnya dengan penuh semangat. Karena Rezki sangat gemas melihat istrinya yang semakin memonyongkan bibirnya mendengar apa yang dikatakannya. Arshi memukuli dada bidang suaminya karena Rezki terus menekan tengkuknya untuk memperdalam ciumannya, hingga membuatnya susah untuk bernafas dengan bebas melalui mulutnya. Sebab hidungnya terasa berair sehabis menangis terlalu lama tadi. CEO tampan itu akhirnya melepaskan tautan bibirnya karena melihat wajah istrinya yang sangat merah karena ulahnya. Arshi langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk menormalkan detak jantungnya, dia merosot ke bawah lantai lalu bersandar di dinding kamar mandi karena merasa sangat lemas dibuatnya.


"Maafin aku Sayang." Ucap Rezki sambil berjongkok di hadapan wanita yang sangat dicintainya itu.


"Kamu tega banget sama aku Yank." Lirih Arshi sembari menatap sendu kearah suaminya.


"Yank aku mau silahturahmi ke rumah Mamah sama Papah." Pinta Arshi sambil memegangi tangan suaminya.


"Iya Sayang tapi nanti ya, setelah kamu benar-benar sudah fit lagi baru kita kesana." Ujar Rezki sembari membelai wajah cantik istrinya lalu mencium keningnya dengan penuh cinta.


"Aku mau mengompres mataku Yank, tolong ambilkan es batu ya." Pinta Arshi dengan nada sangat lembut.


"Ok." Rezki menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari sana.


CEO tampan itu menuruni anak tangga satu persatu sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dia mencari sosok mamanya dan Stephani yang sedari tadi tidak berniat untuk pergi dari rumahnya.


Kemana mereka?" Tanyanya dalam hati setelah sampai di dapur lalu membuka kulkasnya.


Rezki mengambil es batu beserta tempatnya sekaligus makanan untuknya dan istrinya. Setelah selesai menyiapkan semuanya, dia meletakkannya di atas nampan lalu beranjak dari sana untuk naik kembali ke atas menuju kamar pribadinya.


"Rezki Mama sama Stephani mau nginap di sini, boleh gak?" Tanya Rina sambil menghampiri anaknya itu.


"Terserah kalian aja!" Jawab Rezki sambil berlalu pergi meninggalkan wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu.


Dasar anak kurang ajar! Beraninya dia bersikap seperti itu kepadaku. Ini pasti pengaruh buruk dari wanita keturunan Khardha itu!" Batin Rina sambil menghentakkan kakinya ke lantai dengan tangan terkepal kuat.


Dia lalu melangkahkan kakinya menuju kamar tamu menemui Stephani sekutunya, untuk menyusun rencana apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


-

__ADS_1


Sesampainya didalam kamarnya Rezki menaruh nampannya diatas nakas lalu berkata kepada istrinya.


"Kita makan siang dulu ya Sayang, baru sholat zhuhur berjamaah." Rezki menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut wanita yang sangat dicintainya itu.


"Es batu nya mana?" Tanya Arshi sebelum membuka mulutnya.


"Ini udah aku taruh dalam kantongnya Sayang, biar kamu bisa langsung menggunakannya." Jawab Rezki lalu menyerahkan ke tangan istrinya.


"Makasih Yank." Arshi menerimanya dengan senang hati lalu mengecup bibir suaminya sekilas.


"Iya sama-sama Sayang." Rezki mengusap kepala istrinya dengan lembut lalu mengecup keningnya.


-


Ditempat lain tepatnya di kediaman keluarga Danuarta. Tuan besar itu sangat terkejut mengetahui Stephani dan Rina datang ke rumah Rezki secara langsung, sebab itu akan membuat rencananya untuk menghancurkan usaha Rezki dan papanya akan terkendala. Karena ayah dan anak itu pasti waspada terhadap kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya. Tuan Danuarta segera menghubungi anaknya yang masih berada di dalam kamar tamu rumah Rezki bersama Rina.


Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung.


"Halo Pa, ada apa?"


"Cepat pulang! Papa gak mau kamu masuk ke dalam kandang singa itu!" Jawabnya dengan tegasnya sembari menekankan kata-katanya.


"Tapi aku nyaman ada di sini Pa, aku bisa memandang wajah tampan Rezki dengan leluasa, mencium aroma tubuhnya yang sangat menggoda." Ujar Stephani sambil membayangkan Rezki ada di hadapannya lalu mencumbunya karena sangat terobsesi dengan CEO tampan itu." Doain aja supaya aku bisa menjadi ratu dihatinya dan candu untuknya Pa." Pintanya sambil menatap foto Rezki yang ada di layar handphonenya.



"Stephani berhentilah terobsesi dengan laki-laki itu! Masih banyak laki-laki lain yang lebih baik darinya dan bisa menerimamu apa adanya!" Ujar tuan Danuarta dengan menekankan kata-katanya.


"Aku gak mau dengan yang lain Pa, aku cuma inginkan Rezki Aditya Pratama titik." Tegas Stephani lalu menonaktifkan handphonenya.


Rina melipat kedua tangannya di atas dada sembari menatap ke arah Stephani yang duduk sambil bersandar di headboard ranjang.


"Hey cewek dungu! Lo pengin banget jadi menantuku kan?" Tanya Rina dengan nada sinisnya.


"Tentu saja Tante, aku rela melakukan apapun yang penting Rezki mau sama aku." Jawabnya dengan menekankan kata-katanya.


"Ok, kalau begitu sini aku mau bilang apa yang harus kamu lakukan." Rina menarik tangan Stephani lalu membisikkan sesuatu di telinganya.


...*****...


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu jawabannya di episode selanjutnya ya!


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.


Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


See you next time!

__ADS_1


__ADS_2