
Warning adegan 21+ bagi yang dibawah umur dan tidak suka dengan adegan dewasa silahkan di skip aja ya!
Happy reading guys!
Jam menunjukkan pukul tiga pagi. Arshi terbangun dari tidurnya karena bermimpi tengah asyik menikmati sentuhan dari suaminya, dan benar saja ketika dia membuka matanya tangan kekasih halalnya itu sudah sangat nyaman berada di atas area sensitifnya.
"Yank." Panggil Arshi dengan suara serak khas bangun tidur.
Hemmm...Sahut Rezki tanpa membuka matanya namun tangannya justru bermain-main di sana dengan lincahnya. Karena gemesnya dengan suaminya berpura-pura tidur itu, Arshi akhirnya berinisiatif untuk menempelkan bibirnya kebibir kekasih halalnya itu dengan penuh semangat yang menggebu-gebu.
Rezki langsung membuka matanya ketika istrinya mencecap dan menghisap benda kenyal miliknya itu tanpa jeda. Tentu saja dia tidak menyia-nyiakan semua itu, karena CEO tampan itu sebenarnya tidak bisa tidur nyenyak akibat sesuatu di bawah sana selalu terbangun apabila berdekatan dengan istrinya.
Makasih Sayang kamu memang selalu mengerti apa yang selalu aku inginkan dan butuhkan." Batinnya sembari menatap lekat wajah cantik istrinya yang sudah berada di atasnya.
Rezki melipat kedua tangannya di bawah kepalanya lalu membiarkan istrinya memimpin permainannya terlebih dahulu, dia akan melanjutkan permainan mereka secara estafet setelah kekasih halalnya itu sudah kewalahan melayaninya. Perjalanan naik, turun, memutar, meliuk, menanjak dan mendaki hingga mencapai puncak kenikmatan tertingginya telah mereka lewati bersama. Hingga akhirnya pasangan suami istri itu bisa melepaskan hasrat dan kerinduannya setelah satu bulan lamanya berpuasa secara lahir maupun batin.
-
Dirumah yang sama namun kamar yang berbeda Arsha tengah asyik mencumbu istrinya dengan sentuhan-sentuhannya. Dia berusaha menjelajahi seluruh area sensitif kekasih halalnya itu sampai menemukan titik lokasi strategis yang memang seharusnya di tancapkan pondasi tiang pancang miliknya. Perlahan tapi pasti akhirnya keduanya berhasil meraih indahnya setetes kenikmatan surga dunia yang sudah menjadi candu bagi setiap insan manusia itu.
-
Dikamar yang lain dirumah mewah milik Rezki dan Arshi.
Radi melakukan olahraga pagi ala dirinya bersama Dira yang kini sudah sah menjadi istrinya, dengan berbagai macam gerakan dan gaya anti mainstream nya tentunya. Hingga akhirnya keduanya terkapar bersimbah peluh dan keringat yang membasahi sekujur tubuh mereka.
-
Wavi dan Lida begitu semangat mencetak gol untuk yang kesekian kalinya sejak terbangun dari tidurnya, karena tidak mau kalah dengan Rezki, Arshi, Arsha dan Wava yang sebentar lagi akan menjadi orang tua. Mereka tidak pernah absen setiap malam untuk memproses terjadinya pembuahan sel telur progesteron dan estrogen yang akan menjadi generasi penerus mereka nantinya, keduanya selalu bersemangat agar bisa menyusul kedua pasangan itu. Hingga benar-benar sangat kelelahan barulah mereka menghentikan permainannya.
Sungguh luar biasa pasangan pengantin baru yang satu ini!
-
Didalam kamar yang lain namun berbeda ruangan tampak Rasya dan Tasya tengah asyik dengan handphonenya masing-masing untuk melihat media sosial mereka, setelah terbangun dari tidurnya karena bermimpi tengah melakukan adegan romantis dengan kekasih halalnya yang entah siapakah gerangan dia orangnya.
Mereka berdua hanya bisa bercinta dengan benda pintarnya itu sampai menemukan tambatan hatinya nantinya.
Semoga secepatnya ya jones!
Begitulah nasib para jomblo yang tidak bisa menyalurkan hasrat alamiahnya, terpaksa dihabiskan dengan menikmati waktunya bersama handphone kesayangannya.
Kasian dech Lo! Hehehe
Makanya cepat-cepat aja dihalalkan!
-
Di rumah kediaman keluarga Choi.
Amara juga sedang menerima hukuman yang diberikan oleh suaminya karena berani menertawakan kekasih halalnya itu sebab tidak bisa naik motor. Hendra menggempur pertahanan istrinya dengan senjatanya bertubi-tubi, hingga membuat istrinya terkulai lemas dalam pelukannya. Keduanya akhirnya kembali terlelap karena sangat kelelahan sehabis main perang-perangan ala mereka.
-
Keesokan harinya setelah menunaikan sholat subuh berjamaah.
Bi Sri dan semua asisten rumah tangga yang ada di rumah mewah milik CEO tampan itu sudah menyiapkan makanan, untuk sarapan pagi semua orang yang ada di rumah itu. Sebelum berangkat sholat idul Fitri di mesjid yang berada dekat dengan rumah tersebut, mereka semua sudah berada di meja makan dengan berbagai macam jenis olahan masakan yang biasa ada di hari lebaran.
__ADS_1
Arsha, Wava, Radi, Dira, Wavi, Lida, Rasya dan Tasya sudah berkumpul di meja makan menunggu sang tuan rumah yang belum menampakkan batang hidungnya.
"Mana Rezki sama Arshi? Gue udah laper banget nich habis kerja rodi tadi pagi." Gerutu Wavi sambil menekuk wajahnya.
"Mungkin mereka bangunnya kesiangan." Ujar Radi dengan santainya.
"Palingan masih siap-siap." Arsha menimpali.
"Coba panggil sana gih!" Seru Rasya yang bosan harus menunggu lama.
"Lo aja yang manggil!" Wava menepuk pundak sepupunya itu.
"Biar gue aja yang panggilkan mereka." Tasya menawarkan dirinya sambil beranjak dari duduknya.
Tidak lama kemudian tampaklah Rezki dan Arshi menuruni tangga yang berbentuk setengah lingkaran itu dengan sangat hati-hati. CEO tampan itu melangkahkan kakinya sambil menuntun wanita yang telah mengandung buah cintanya itu menuruni anak tangga satu persatu karena perut buncit Arshi yang sudah sangat besar, hingga akhirnya sampailah mereka ke meja makan. Rezki menarik kursi lalu mendudukkan istrinya di kursi yang ada di sampingnya.
"Kamu mau makan apa Sayang?" Tanyanya sembari menatap semua makanan yang tersaji di meja makan.
"Aku mau bakso aja Yank." Jawab Arshi sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
Rezki langsung mengambilkan bakso porsi jumbo sesuai keinginan istrinya, lalu menyuapinya tanpa memperdulikan tatapan tajam dari teman-temannya yang sedari tadi menunggunya.
"Heyy! Kami kok gak ditawarin makan?!" Wavi melipat kedua tangannya di atas dada sembari menatap tajam kearah Rezki.
"Iya, padahal kami sudah dari tadi nungguin kalian berdua!" Kesal Radi sembari mendelik tajam kearah CEO tampan itu.
Hehehe... Rezki terkekeh melihat ekspresi kekesalan dari teman-temannya, lalu berkata dengan wajah tanpa dosanya.
"Selamat menikmati semuanya!" Ujarnya sambil berdiri lalu membukukkan sedikit badannya seperti pelayan restoran dihotel dan resort miliknya.
"Yaudah makan yuk! Gak usah sungkan-sungkan anggap aja rumah sendiri. Kalau kami terlambat datang, kalian makan aja duluan. Kami gak keberatan kok." Ujar Arshi dengan nada sangat lembut.
"Benar tuh apa yang dikatakan istri gue!" Timpal Rezki lalu duduk kembali di kursinya.
"Ok." Radi, Dira, Wavi, Lida, Arsha, Wava, Rasya dan Tasya menganggukkan kepalanya lalu mengambil makanannya masing-masing.
"Kamu mau makan apa lagi Yank?" Tawar Arshi sembari menatap ke arah suaminya yang masih terlihat sangat lapar, padahal sudah makan semangkok bakso porsi jumbo bersamanya.
"Aku mau makan ketupat sayur lauknya ikan gabus, sate, rendang daging sapi dan telur bebek. Biar kuat jalan dan sholat idul Fitri berjamaah." Jawab Rezki mencari alasan supaya tidak ditertawakan teman-temannya karena terlalu banyak makan.
"Ya udah kalau begitu biar aku ambilkan." Arshi beranjak dari duduknya lalu mengambilkan ketupat yang selalu ada di setiap momen lebaran itu.
"Suapin Sayang." Pinta Rezki sambil membuka mulutnya lebar-lebar.
Arshi menganggukkan kepalanya lalu menuruti permintaan suaminya.
"Dasar bayi besar!" Celutuk Rasya karena iri sekaligus geli melihat tingkah laku sepupunya itu." Udah mau jadi orang tua juga!" Ujarnya seraya tersenyum smirk kearah Rezki.
"Biarin! Emangnya Lo, gak ada yang manjain!" Balas Rezki sambil menjulurkan lidahnya.
"Sudah...sudah! Cepat habisin makan nya! Supaya gak telat sholat ied!" Seru Arsha mengingatkan sambil beranjak dari duduknya lalu menaruh piring kotornya di wastafel.
Mereka semua yang tersisa di meja makan akhirnya berhenti mengeluarkan suaranya, lalu menikmati makanannya dengan tenang dan lahap supaya bisa pergi ke masjid secepatnya.
-
__ADS_1
Seusai makan mereka berjalan kaki menuju mesjid yang terletak sekitar 200 meter dari rumah kediaman Rezki dan Arshi tersebut.
Arshi, Wava, Lida, Dira dan Tasya berjalan di depan para laki-laki yang selalu siaga menjaga mereka dalam situasi dan kondisi apapun itu, mereka semua menyerukan takbir sepanjang perjalanan menuju mesjid itu.
🌿Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. allaahu akbar wa lillaahilhamd.allaahu akbar kabiiraw wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahibukrataw wa ashiilaa. laa ilaaha illallaahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud-diina walau karihal kaafiruun. laa ilaaha...
-
Hingga akhirnya mereka sampai di lingkungan mesjid lalu menggelar sajadah mereka masing-masing. Tidak lama kemudian sholat ied dan khotbah berlangsung dengan khidmat, setelah selesai mereka semua bersalam-salaman dan saling bermaaf-maafan dengan para kerabat dekat, keluarga, teman-teman, tetangga dan semua orang yang mereka temui saat perjalanan pulang kembali ke rumah.
Sesampainya di rumahnya Rezki mengusulkan kepada teman-temannya itu supaya bersilaturrahmi ke rumah-rumah orangtua mereka semua secara bergantian.
"Gimana kalau hari ini kita semua silahturahmi ke rumah papaku dulu, baru ke rumah mertuaku, lalu ke rumah Om Wahyu dan Tante Shelvi, terus ke rumah Om Rasyid dan Tante Reisa, setelah itu baru ke rumah kedua orangtuanya Dira." Ujarnya sambil duduk bersandar di sofa lalu menaruh kaki istrinya dipangkuannya.
Tanpa rasa rasa malu sedikitpun CEO tampan itu memijit kaki wanita yang telah mengandung buah cintanya itu dengan lembut karena melihat istrinya tampak sangat kelelahan sehabis berjalan pulang pergi dari rumah ke mesjid. Hingga Arshi sendiri yang merasa risih karena perlakuan suaminya yang benar-benar overprotektif kepadanya, apalagi dihadapan teman-temannya.
Syukurlah Rezki ternyata benar-benar memperlakukan mu dengan baik Shi. Semoga kalian berdua selalu bahagia dan samawa." Batin Rasya sembari menatap sendu kearah Arshi dan Rezki yang selalu memamerkan kemesraan mereka.
"Ok gue setuju." Jawab Radi sambil meminum air mineral kemasan yang tersedia di atas meja ruang tamu itu.
"Aku mau pulang ke rumah orang tuaku dulu." Ujar Tasya mengungkapkan keinginannya.
"Ohh." Rezki menganggukkan kepalanya lalu melirik kearah Rasya dan memberikan kode keras kepada sepupunya itu.
"Biar gue yang nganterin Lo pulang." Tawar Rasya sambil beranjak dari duduknya lalu mengambil kunci mobilnya.
"Kalian berdua hati-hati ya." Ujar Arshi mengingatkan sembari menatap ke arah teman-temannya itu.
"Iya." Sahut Rasya dan Tasya sambil menganggukkan kepalanya.
"Gue pulang duluan ya." Pamit Tasya lalu cipika cipiki dengan Arshi, Wava, Lida dan Dira.
"Gue jalan dulu ya." Pamit Rasya setelah berpelukan gaya manly sambil menepuk bahu Rezki, Wavi, Arsha dan Radi.
"Iya." Para laki-laki itu menganggukkan kepalanya.
"Assalamualaikum." Ucap Tasya dan Rasya bersamaan.
"
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab mereka semua serempak.
Setelah kepergian Rasya dan Tasya tiba-tiba datang dua orang wanita yang berpenampilan glamor dan menor sambil menenteng tas branded original import nya. Lalu menyapa Rezki yang tengah sibuk membantu istrinya mempersiapkan diri untuk pergi ke rumah papanya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Siapakah gerangan yang datang?
Mau tau kelanjutan ceritanya?
Ikuti terus episode berikutnya ya!
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
See you next time!
__ADS_1
Salam sayang selalu dariku Khardha Love!