
Happy reading guys!
Seminggu kemudian Arshi sudah pulih dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, namun Rezki masih melarangnya untuk bertugas kembali di rumah sakit.
"Yank aku boring banget dirumah terus, boleh gak aku ikut kamu kekantor?" Arshi menatap wajah tampan suaminya sambil memakaikan dasi dikerah kemejanya.
"Tentu aja boleh Sayang." Rezki merangkul pinggang istrinya lalu mencium keningnya.
"Yaudah yuk kita sarapan!" Ajak Arshi agar suaminya melepaskan rangkulannya setelah selesai melaksanakan tugasnya.
"Kiss me please baby!" Rezki mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
"Tadi kan udah Yank." Tolak Arshi dengan halus ketika suaminya semakin memangkas jarak dengannya.
"Itu baru morning kiss Sayang, kalau sekarang hadiah buat aku karena ngizinin kamu ikut ke kantor." Ujar Rezki beralasan untuk mencium istrinya lagi dan lagi.
"Baiklah, cup!" Arshi mengecup sekilas bibir suaminya.
Dia berusaha melepaskan dirinya dari suaminya dengan melonggarkan tangan kekasih halalnya itu yang melingkar kuat di pinggangnya, namun Rezki justru semakin mengeratkan rangkulan di pinggang istrinya.
"Itu kecupan bukan ciuman Sayang." Rezki menarik tengkuk istrinya dengan satu tangannya karena tangannya yang lain digunakan untuk merangkul pinggangnya, lalu menempelkan bibirnya kebibir ranum istrinya yang selalu menjadi candu untuknya itu.
Arshi pun refleks mengalungkan tangannya di leher suaminya ketika Rezki mulai memagutnya dengan mesra, hingga hampir kehabisan nafas barulah keduanya melepaskan tautan bibirnya.
"Makasih Sayang." Rezki menyentuh bibir istrinya yang sedikit bengkak karena ulahnya.
"Iya, sama-sama Yank." Singkat Arshi sembari menundukkan wajahnya.
"Kenapa harus menunduk Sayang? Kamu masih malu ya sama aku? Padahal kita sudah sering loh melakukannya." Goda Rezki sambil mengangkat dagu istrinya lalu menggesekkan hidungnya yang mancung kehidung kekasih halalnya itu.
Blushing... Wajah Arshi memerah bagaikan tomat matang mendengar kata-kata yang diucapkan suaminya.
"Dasar mesum!" Arshi memukul dada bidang suaminya dengan pelan untuk menutupi rasa malunya.
Hehehe....Rezki terkekeh sambil mencubit pipi istrinya dengan gemesnya.
"Ya udah yuk kita turun kebawah sekarang!" Rezki langsung menggandeng tangan istrinya menuruni tangga menuju meja makan.
Sesampainya di meja makan keduanya menikmati sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh Bi Sri diatas meja, dengan menu telur mata sapi, daging asap, roti bakar, jus jeruk kesukaan Arshi dan kopi susu favorit Rezki serta buah-buahan yang tidak pernah absen di atas meja.
Setelah selesai sarapan pasangan suami istri itu melangkahkan kakinya menuju garasi mobil, seperti biasanya Rezki membukakan pintu mobil untuk kekasih halalnya itu baru mendudukan dirinya di belakang kemudi. Dengan kecepatan sedang Rezki melajukan kendaraan roda empatnya itu menuju kantornya yang berjarak kurang lebih setengah jam perjalanan. Sesampainya di parkiran mobil khusus presdir, Rezki kembali memperlakukan istrinya layaknya seorang putri yang turun dari kereta kudanya dengan sedikit membungkukkan badannya lalu mengulurkan tangannya.
"Mari Tuan Putri, Pangeranmu ini siap melayanimu." Ujarnya seraya tersenyum penuh arti. dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Terima kasih Pangeranku yang tampan." Arshi ikut membungkukkan badannya ala Putri kerajaan sebelum menerima uluran tangan suaminya.
"Lucu ya Sayang kalau kita beneran hidup di zaman kerajaan." Rezki mengayunkan tangan mereka berdua yang tengah bertaut mesra.
"Iya." Sahut Arshi dengan mengulum senyumnya.
Pasangan suami istri itu berjalan masuk ke dalam kantor sambil bergandengan tangan melewati lobi menuju lift khusus presdir, hingga membuat para karyawan yang melihatnya benar-benar iri dibuatnya. Terutama para karyawan wanita yang mengagumi Rezki sejak lama, namun tidak pernah melihat wajah Arshi secara langsung sebelumnya. Mereka semua membicarakan keduanya secara diam-diam dibelakangnya.
"Kayaknya CEO kita gak cocok dech gandengan sama tuh cewek." Bisik karyawan wanita yang bernama Ruwina kepada temannya.
"Iya, tapi siapa tuh cewek sebenarnya? Gue juga baru liat." Timpal temannya yang namanya Marina.
"Gak mungkin Pak Rezki sembarangan menggandeng wanita kalau bukan istrinya." Sahut karyawan wanita yang berjilbab biru yang namanya Syifa.
"Emangnya Lo pernah liat wajah istrinya sebelumnya?" Ruwina memicingkan matanya.
"Dulu waktu baru menikah pak Rezki pernah sekali membawa istrinya kesini tapi gue udah lupa wajahnya." Jawab karyawan wanita yang bernama Lia.
Tiba-tiba ketika hendak masuk ke dalam lift saat Rezki memencet tombolnya, seorang wanita yang baru saja datang dari arah belakang dengan sengaja menabrak bahu Arshi yang pernah cidera hingga membuatnya terdorong ke depan dan hampir mencium tembok, namun dengan sigap Rezki menarik tubuh istrinya hingga membentur dadanya.
"Dasar wanita j*****, pintar banget menggaet CEO tampan gebetan gue!" Sinisnya dengan lirikan tajam menghunus bagaikan sajam ke arah Arshi.
"Heyy kamu!" Tunjuk Rezki dengan geramnya ketika mendengar ucapan dari wanita tersebut. "Ikut ke ruangan saya!" Perintahnya dengan tatapan tajamnya yang menghujam.
Wanita cantik yang berpakaian minim dan seksi denga dandanan menornya itu awalnya hendak mempermalukan Arshi didepan semua orang, namun karena ketahuan oleh Rezki membuatnya menjadi malu sendiri dan jadi bahan tertawaan rekan-rekan kerjanya.
Hahaha...."Rasain Lo emang enak dimarahin Bos." Ejek teman-temannya.
"Berani banget sich Lo gangguin wanitanya Bos!" Seru salah satu karyawan yang memang tidak suka dengannya karena sifat angkuhnya.
Setelah sampai di ruangannya Rezki menyuruh istrinya duduk di kursi kebesarannya, dan dia sendiri berdiri di sampingnya. Sedangkan karyawan wanita yang berani menabrak Arshi itu berdiri dihadapan mereka berdua dengan meja sebagai pembatasnya, wanita itu menundukkan kepalanya karena sangat takut melihat tatapan mata elang yang diberikan Rezki kepadanya.
__ADS_1
"Kamu tau siapa dia?" Tanya Rezki sembari mengebrak meja karena tidak terima istrinya diremehkan orang lain.
Wanita itu menggelengkan kepalanya dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Dia istriku!" Teriaknya dengan sangat lantang hingga menggema di seluruh ruangan yang kedap suara itu." Berani sekali kamu mengatakan dia wanita jalang dan menabraknya dengan sengaja didepanku, apa kamu sudah bosan hidup?"
Rezki mendekatkan wajahnya ke telinga wanita cantik nan seksi tersebut.
"Ma...ma... maafkan saya Pak! Saya tidak tahu bahwa dia istrinya Pak Rezki." Jawabnya dengan suara bergetar ketakutan menahan emosinya.
"Justru karena itu seharusnya kamu tetap menghormatinya sebagai wanita yang dekat denganku. Apakah kamu tidak mengerti cara memperlakukan orang lain dengan baik? Walaupun dia bukan orang yang kamu kenal sebelumnya, tidak semestinya kamu memperlakukannya dengan buruk. Apalagi berniat mencelakainya dengan menabrak bahunya hingga hampir menubruk dinding pembatas lift." Ujar Rezki dengan menekankan kata-katanya.
"Udahlah Yank aku gak papa, cuma sedikit nyeri aja." Lirih Arshi sambil menahan sakitnya untuk meredam emosi suaminya.
Bukan hanya bahu, namun kaki Arshi juga cedera akibat kecelakaan yang dulu pernah menimpanya, sebab kecerobohan Rezki sendiri yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan orang-orang di sekitarnya, hingga tanpa sengaja Rezki menabrak motor yang dikendarai Arshi dengan sangat keras ketika harus berhenti mendadak di lampu merah.
Sungguh pertemuan pertama yang sangat tragis hingga membuat Arshi harus merasakan retaknya tulang di bahu dan kakinya.
Rezki sangat mengerti kondisi istrinya yang semakin memprihatinkan setelah bangun dari koma nya, sebab Arsha dan papah mertuanya sudah memberitahukan hasil lab, CT scan dan MRI nya bahwa Arshi tidak bisa melakukan aktivitas fisik yang berat lagi. Jangan sampai anggota tubuhnya merasakan sakit karena terlalu kelelahan atau terbentur sesuatu yang akan membuatnya tiba-tiba pingsan.
"Ok aku akan mengampunimu karena istriku yang memintanya. Mulai sekarang jangan pernah menampakkan wajahmu lagi diperusahaan ini. Cepat pergi dari sini!" Tegasnya tanpa mau dibantah.
Wanita itu segera berlari keluar dengan deraian air mata yang tidak bisa dibendungnya lagi.
Tunggu pembalasanku Rezki Aditya Pratama! Aku gak akan pernah membiarkanmu hidup tenang dan bahagia bersama wanita sok suci itu! Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku suatu saat nanti." Batinnya sambil menghapus air matanya dengan kasar ketika berada dalam lift.
-
Setelah kepergian wanita itu, Arshi beranjak dari duduknya namun tiba-tiba dia terpeleset karena kakinya juga terasa nyeri akibat high heels yang dipakainya, hingga akhirnya kepalanya membentur ujung meja kerja suaminya. Pandangan matanya menjadi kabur seperti banyak burung yang beterbangan diatas kepalanya lalu tubuhnya seakan melayang di udara, Rezki yang baru saja menerima telepon dari Radi dengan sigap menahan tubuh istrinya yang hampir jatuh kelantai. Dia langsung menggendongnya keluar dari ruangannya, sambil berlari menuju lift khusus presdir nya. Tidak sengaja dia bertemu dengan Radi yang baru keluar dari lift sambil membawa map yang harus ditandatangani oleh Rezki.
"Lo mau kemana Bro? Arshi kenapa?" Tanya Radi sembari mengerutkan keningnya.
"Gue mau bawa istri gue ke rumah sakit, Lo handle semua pekerjaan hari ini." Jawab Rezki kemudian masuk ke dalam lift menuju ke bawah.
Sesampainya di bawah Rezki kembali berlari menuju parkiran mobilnya, lalu mengendarainya dengan kecepatan tinggi diatas rata-rata supaya cepat sampai ke rumah sakit keluarga Setiawan.
Sayang bukalah matamu, jangan bikin aku takut lagi seperti kemarin sewaktu kamu koma." Batinnya sambil menggenggam tangan istrinya yang didudukannya disamping kirinya.
Setelah sampai di rumah sakit Rezki langsung membawa istrinya ke UGD tanpa memberitahukan kepada Arsha ataupun mertuanya terlebih dulu saking paniknya.
Didalam ruang UGD tampak Dokter baru yang bername tag Adli Aulia Rahman Sp. JP. Orang yang dulu pernah bertemu dengan Arshi di GraPARI dan bertabrakan dengannya secara tidak sengaja sewaktu Rezki bangun dari koma nya serta mengalami amnesia.
Dokter Adli menatap wajah cantik Arshi tanpa berkedip setelah memeriksanya, karena wajahnya sangat mirip dengan kekasihnya yang telah meninggal dunia akibat penyakit jantung yang menggerogotinya, hingga perawat yang membantunya menatap heran kearahnya.
"Dia juga Dokter disini?" Dokter Adli mengangkat satu alisnya." Tapi kenapa saya tidak pernah melihatnya bertugas di rumah sakit ini?" Bukannya menjawab Dokter Adli justru balik bertanya.
"Dia adalah Dokter spesialis anak, dia juga anak pemilik rumah sakit ini, saudara kembarnya Dokter Kharsha Setiawan. Dua bulan yang lalu dia koma karena pendarahan hebat yang dialaminya hingga membuatnya kehilangan bayinya untuk yang kedua kalinya, dan seminggu yang lalu dia baru sadar dari koma nya. Yang membawanya kesini tadi adalah suaminya namanya Rezki Aditya Pratama." Jawab perawat itu menjelaskan.
"Ohh." Dokter Adli hanya membulatkan mulutnya menatap sendu kearah Arshi.
Ternyata laki-laki itu suaminya, aku kira cuma kekasihnya. Kenapa wajahnya sangat mirip dengan Andita? Kekasihku yang telah lama tiada, mungkinkah Tuhan mengirimkannya kepadaku sebagai penggantinya? Dokter Arshi aku gak akan melepaskannya begitu saja, walaupun kamu sudah ada yang punya." Batinnya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Arshi berniat hendak menciumnya ketika orang-orang disekelilingnya tidak memperhatikan apa yang akan dilakukannya.
Namun tiba-tiba Rezki dan Arsha masuk ke dalam ruang UGD untuk memastikan keadaan Arshi setelah keduanya bertemu secara tidak sengaja di depan pintu ruang UGD. Mereka berdua sangat terkejut melihat apa yang akan dilakukan Dokter Adli, Rezki berlari menghampirinya lalu memberikan bogem mentah bertubi-tubi di wajah tampan Dokter tersebut, hingga darah keluar dari sudut bibirnya.
"Dia istriku! Berani sekali kamu kurang ajar padanya!" Teriak Rezki hingga membuat heboh semua orang yang ada di sana.
"Hentikan Yank!" Lirih Arshi yang baru sadar dari pingsannya.
Rezki langsung mengalihkan pandangannya ke arah istrinya lalu merengkuhnya ke dalam pelukannya kemudian menciumi puncak kepalanya.
"Syukurlah akhirnya kamu bangun juga Sayang." Rezki semakin mengeratkan pelukannya tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang menyaksikannya.
"Dokter Adli anda ikuti saya!" Seru Arsha dengan tatapan yang sulit diartikan." Rezki biarkan tim medis membawa Arshi ke ruang perawatan." Perintahnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Dokter Adli.
Rezki menganggukkan kepalanya lalu melepaskan pelukannya pada istrinya, tim medis segera melakukan tugasnya untuk membawa Arshi ke ruang perawatan VVIP yang biasa ditempatinya. Arsha segera keluar dari sana di ikuti oleh Dokter Adli yang berjalan di belakangnya sambil menahan sakit di wajahnya dan bibirnya yang berdarah.
Sesampainya di ruangannya Arsha menyuruh Dokter Adli duduk di kursi yang ada di depan meja kerjanyanya.
"Kenapa anda ingin mencium Arshi?" Tanya Arsha dengan tatapan menyelidik." Bukankah itu perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang Dokter terhadap pasiennya?" Arsha melipat kedua tangannya di atas dada.
"Saya melakukannya karena wajahnya mengingatkan saya kepada seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya, namun sayang dia sudah pergi menghadap yang maha kuasa." Jujurnya sembari menundukkan wajahnya." Maafkan saya karena tidak seharusnya melakukan itu." Ucap Dokter Adli penuh penyesalan yang tergambar jelas dari wajahnya.
"Baiklah saya terima permintaan maaf anda, tapi saya tidak bisa menjamin ipar saya mau memaafkan anda." Ujar Arsha seraya tersenyum smirk.
Arsha yakin Rezki tidak mungkin membiarkan orang yang berani menyentuh miliknya begitu saja tanpa memberikan pelajaran yang berharga. Sedangkan Dokter Adli semakin tertantang untuk merebut Arshi dari tangan Rezki karena tidak terima dipermalukan di depan orang banyak.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
🌿Dia...Dia...Dia...🌿 By Afgan Syahreza
__ADS_1
Akhirnya, akhirnya aku temukan
Wajah yang mengalihkan duniaku
Membuat diriku sungguh-sungguh
Tak berhenti mengejar pesonanya
Kan ku berikan yang terbaik
Tuk membuktikan cinta kepadanya
Dia Dia Dia, cinta yang ku tunggu tunggu
Dia Dia Dia, lengkapi hidupku
Dia Dia Dia, cinta yang kan mampu mampu
Menemaniku mewarnai hidupku
Dia Dia Dia...
Baiknya, Putihnya bidadariku
Cantinya hiasi hari-hariku
Membuat diriku sungguh-sungguh
Tak berhenti mengejar pesonanya
Kan ku berikan yang terbaik
Tuk membuktikan cinta kepadanya
Dia Dia Dia, cinta yang ku tunggu tunggu
Dia Dia Dia, lengkapi hidupku
Dia Dia Dia, cinta yang kan mampu mampu
Menemaniku mewarnai hidupku
Dia Dia Dia...
Baiknya, Putihnya bidadariku
Cantinya hiasi hari-hariku
Membuat diriku sungguh-sungguh
Tak berhenti mengejar pesonanya
Kan ku berikan yang terbaik
Tuk membuktikan cinta kepadanya
Dia Dia Dia, cinta yang ku tunggu tunggu
Dia Dia Dia, lengkapi hidupku
Dia Dia Dia, cinta yang kan mampu mampu
Menemaniku mewarnai hidupku
Dia Dia Dia, cinta yang ku tunggu tunggu
Dia Dia Dia, lengkapi hidupku
Dia Dia Dia, cinta yang kan mampu mampu
Menemaniku mewarnai hidupku
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung....
Hai teman-teman semuanya maaf ya aku telat up lagi, karena kesibukan di dunia nyata yang gak bisa aku abaikan begitu saja.
Jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya dan rate bintang limanya ya.
__ADS_1
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
Tetap jaga kesehatan ya!