Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#96 "Ketegangan"


__ADS_3

Happy reading guys!


Keesokan harinya setelah selesai menunaikan sholat subuh berjamaah Radi dan Dira langsung menyiapkan pakaian serta barang-barang yang mereka perlukan untuk liburan sekaligus honeymoon di Bali, keduanya sangat antusias sekali membayangkan betapa indahnya dan bahagianya bisa berlibur bersama kekasih halalnya itu. Mereka benar-benar


tidak sabar lagi ingin menikmati liburan sekaligus honeymoon yang sudah lama tertunda karena Rezki yang mengidam dan Arshi yang tiba-tiba mengalami sakit akibat mengalami penurunan daya tahan tubuh.


"Yeobo kita berangkat jam berapa dari rumah?" Tanya Dira sembari menatap wajah tampan suaminya.


"Jam tujuh Anae." Jawab Radi sambil membantu istrinya memasukkan barang-barang mereka ke dalam koper." Kita nanti di jemput sopir pribadinya Rezki lalu balik kerumahnya untuk menjemput dia dan istrinya, terus ke rumah sakit jemput Arsha sama Wava sebelum ke bandara." Ujarnya sembari menatap wajah cantik istrinya.


"Kalau begitu aku siapin sarapan dulu ya." Pamit Dira sembari beranjak dari duduknya.


"Iya Anae." Radi menganggukkan kepalanya." Nanti kalau sudah selesai aku langsung turun kebawah." Ujarnya sambil terus menata pakaiannya sendiri dan kekasih halalnya itu kedalam kopernya.


Radi memang terbiasa mandiri dan perfeksionis dalam mengerjakan segala sesuatunya. Jadi dia sangat teliti dalam memilih dan memperhatikan sedetail mungkin apa saja yang harus dibawa juga diperlukannya. Setelah selesai membereskan semuanya suami Nadira Kayla itu turun kebawah untuk sarapan bersama.


"Kita sarapan apa hari ini Anae?" Tanyanya sambil memeluk tubuh ramping istrinya dari belakang.


"Aku bikin nasi goreng mentega plus telur dan sosis." Jawab Dira sambil mencampurkan bahan-bahan yang disebutkannya.


Setelah nasi gorengnya matang pasangan suami istri itu akhirnya menyantap makanannya tanpa berbicara lagi hanya ada bunyi dentingan sendok dan garpu yang mengiringi sarapan pagi mereka.


-


Sementara itu di tempat lain tepatnya di kediaman Rezki dan Arshi. Pasangan suami istri itu baru saja selesai menikmati sarapan pagi bersama lalu duduk di sofa yang ada di ruang tengah sambil menunggu kedatangan Radi dan Dira.


"Yank aku mau periksa kandungan dulu ya sebelum kita berangkat ke bandara." Pinta Arshi sembari menatap wajah tampan suaminya.


"Loh memangnya kenapa Sayang? Kamu ada keluhan? Dimana yang sakit?" Cecarnya tanpa jeda karena sangat mengkhawatirkan kondisi wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.


"Gak ada yang sakit kok Yank, aku cuma mau periksa aja sama minta obat anti mabuk sama Tante Murni supaya aku gak mabuk diperjalanan." Jawab Arshi sambil membelai wajah tampan suaminya.


"Ohh." Rezki membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O." Aku kira kamu sakit lagi Sayang." Ujarnya seraya mengulas senyum menawannya.


Tidak lama kemudian datanglah Radi dan Dira dengan sopir pribadi yang sudah di perintahkan oleh Rezki untuk menjemput keduanya.


"Assalamualaikum." Ucap Radi dan Dira sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah karena pintunya sudah terbuka lebar sedari tadi.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki dan Arshi bersamaan.


"Kalian berdua sudah siap?" Tanya Radi sembari menatap ke arah Rezki dan Arshi dari atas kebawah.


Sebab mereka berdua hanya memakai pakaian santainya, tidak seperti dia dan istrinya yang keren abis dengan memakai baju couple, celana jeans, jaket denim dan kacamata hitamnya.


"Iya." Jawab Rezki dan Arshi serempak.


Masa Arshi cuma pakai daster! Rezki juga cuma pakai kaos dan celana pendek." Batin Radi sambil memperhatikan calon mamah dan papah muda itu dari atas kebawah.


-


Radi gak tau aja berapa harga baju sultan yang dipakai Rezki dan Arshi.


Kalau tau pasti melongo!


Hehehe... Sultan mah bebas!


-


"Kalian berdua gitu aja gak bawa apa-apa?" Radi kembali bertanya.


"Ngapain repot bawa macam-macam? Disana kan udah lengkap semua." Jawab Rezki dengan santainya.


"Ohh." Radi membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O.


Pantesan mereka berdua santai aja!" Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


"Yaudah yuk kita jalan!" Ajak Dira sambil menatap ke arah Rezki dan Arshi.


"Ok." Arshi dan Rezki menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya.


"Hati-hati Sayang." Ujar Rezki sambil menuntun dan merangkul bahu istrinya menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumahnya.


"Iya! Tapi gak usah di papah juga Yank, aku kan gak sakit." Sahut Arshi dengan memajukan bibirnya karena suaminya benar-benar overprotektif kepadanya.


"Jangan menggodaku dengan bibirmu itu Sayang." Rezki langsung mengecup bibir istrinya sekilas karena sangat gemas melihatnya.


"Ishh...Siapa juga yang godain kamu?" Arshi mendelik tajam kearah suaminya yang berjalan di sampingnya.


"Kalau enggak kenapa bibirnya di majuin gitu?" Tanyanya lagi sambil menyenggol bahu istrinya.


Semua anak buahnya yang menyaksikan kemesraan mereka berdua hanya berpura-pura tidak melihatnya karena sudah terbiasa dengan adegan mesra yang dilakukan oleh majikannya itu.


Arshi menepis tangan suaminya yang terus memeganginya lalu mempercepat langkahnya karena kesal dengan apa yang dilakukan suaminya.


"Pelan-pelan aja jalannya Sayang, nanti kamu jatuh!" Seru Rezki sambil mengikuti langkah istrinya dari belakang.


Baru saja suaminya berkata seperti itu Arshi tiba-tiba terpeleset karena kakinya menginjak dasternya sendiri.


Aarghhh... Teriaknya karena tidak bisa lagi menjaga keseimbangan tubuhnya yang memang sudah berat membawa perutnya yang buncit kemana-mana. Arshi langsung memejamkan matanya karena sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi kepadanya dan baby twins yang ada dalam kandungannya.


"Arshiiiiiii!" Teriak Dira dan Radi bersamaan.


Semua orang sangat terkejut dibuatnya terutama Rezki tentunya, mereka semua berlari untuk menolongnya.


"Sayangggg!" Teriaknya lalu melompat ke depannya kemudian meluncur seperti di perosotan.


Rezki langsung mendekap erat tubuh wanita yang telah mengandung buah cintanya itu supaya tidak jatuh di paving blok yang ada di halaman rumahnya itu. Semua orang menghela nafasnya lega karena hampir saja majikannya itu kehilangan buah cintanya lagi.


"Apa kamu sengaja bikin semua orang tegang kayak tadi? Kamu bahkan sangat menikmati menindih tubuh seksi suami tampanmu ini." Goda Rezki dengan nada sangat lembut untuk menghilangkan ketegangan di wajah cantik istrinya yang tampak sangat pucat.


Arshi langsung membuka matanya ketika mendengar suara suaminya yang ada di bawahnya.


Arshi benar-benar tidak bisa membayangkan betapa sedihnya suaminya dan semua orang yang menyayanginya jika dia serta baby twins yang dikandungnya kenapa-napa lagi.


"Iya Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya." Yang penting kamu sama baby twins baik-baik aja." Ujarnya sembari menghapus air mata istrinya yang mulai menetes di pipinya dengan ibu jarinya lalu menghujani wajahnya dengan ciumannya.


Dira berjongkok lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Arshi yang berusaha bangun dari atas tubuh suaminya, setelah Rezki melepaskan pelukannya dan menghentikan ciumannya.


"Kamu gak papa kan Shi?" Tanya Dira ketika melihat Arshi meringis sambil memegangi perutnya.


"Iya." Singkat Arshi seraya tersenyum.


"Lo masih kuat kan Bro buat Babymoon ke Bali?" Tanya Radi sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Rezki bangun dari posisi telentang nya.


"Ya ialah!" Jawab Rezki dengan tegasnya.


CEO tampan itu lalu membersihkan debu yang menempel di baju dan celananya dengan tangannya.


"Yaudah yuk masuk ke dalam mobil!" Ajak Radi sambil merangkul bahu Rezki.


Dira dan Arshi menganggukkan kepalanya lalu mengikuti langkah suami-suami mereka. Setelah masuk kedalam mobil dan duduk di samping pasangannya masing-masing Rezki lalu menyuruh sopir pribadinya itu menjalankan kendaraan roda empatnya itu.


"Cepat jalan! Antarkan kami ke rumah sakit keluarga Setiawan terlebih dulu!" Perintahnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu istrinya.


"Kamu kenapa Yank? Apa ada yang sakit?" Tanya Arshi sembari menatap wajah tampan suaminya yang meringis menahan dirinya supaya tidak menimbulkan suara.


"Aku gak papa Sayang." Jawab Rezki seraya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.


"Gak usah bohong Yank! Aku yakin ada yang sakit di bagian tubuh kamu sehabis nolongin aku tadi." Desak Arshi sambil membuka baju yang dipakai suaminya untuk melihat punggungnya.


Arshi membulatkan matanya dengan sempurna ketika melihat lebam di belakang kekasih halalnya itu begitu juga dengan sikutnya yang tergores dan berdarah.

__ADS_1


"Tolong ambilkan kotak P3K di dalam dasbor." Pinta Arshi kepada Radi yang duduk di kursi penumpang yang ada di depannya.


Sebab Arshi memang sengaja menyediakan kotak P3K beserta obat-obatannya disetiap mobil milik suaminya itu untuk berjaga-jaga bila ada yang membutuhkannya. Radi langsung mengambilkannya lalu menyerahkan ke tangan Arshi. Dokter spesialis anak itu dengan cekatan mengobati luka di punggung dan sikut suaminya. Setelah selesai Rezki langsung berbaring di pangkuan istrinya karena wanita yang sangat dicintainya itu memberikan obat anti nyeri kepadanya hingga membuatnya sangat mengantuk setelah meminumnya.


Sesampainya di depan area parkiran rumah sakit, Arshi terpaksa membangunkan suaminya supaya Rezki bisa menemaninya memeriksakan kandungannya yang sudah memasuki trimester ketiga itu.


"Yank bangun Yank." Panggil Arshi sambil menepuk pipi suaminya dengan lembut." Kita sudah sampai di rumah sakit, aku mau cepat turun udah kebelet pipis dari tadi." Ujarnya sembari mengangkat kepala kekasih halalnya itu dari pangkuannya lalu menaruh bantal dibawah kepalanya.


Arshi langsung turun dari mobil bersama Dira karena Rezki tidak terbangun dari tidurnya. Kedua wanita cantik itu melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Dokter Murni karena memang sudah membuat janji dengan dokter spesialis kandungan itu.


Lima belas menit kemudian Rezki membuka matanya sambil menggeliatkan tubuhnya yang terasa masih sakit, dia lalu mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya mencari sosok wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.


"Sayang!" Panggilnya sambil beranjak dari rebahannya.


"Istri Lo pergi ke Dokter spesialis kandungan sama istri gue." Sahut Radi yang duduk di depannya sambil memejamkan matanya karena mengantuk akibat bangun kepagian karena sangat bersemangat untuk pergi ke Bali.


Rezki langsung turun dari mobilnya lalu berjalan menyusuri koridor rumah sakit untuk menyusul istrinya menuju ruangan Dokter Murni. Sesampainya di sana dia langsung mengetuk pintunya terlebih dahulu sebelum masuk.


Tok...tok...tok..."Assalamualaikum." Ucapnya sambil menunggu pintu terbuka.


Ceklek...bunyi pintu dibuka dari dalam. Muncullah seorang wanita cantik nan seksi lalu menyemprotkan cairan


dengan wangi parfum yang sangat menyengat indera penciuman siapapun yang berada di dekatnya, hingga Rezki merasa pusing seperti habis menenggak minuman beralkohol dibuatnya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawabnya seraya tersenyum penuh arti menatap wajah CEO tampan tersebut.


"Istriku ada di dalam kan?" Tanya Rezki sambil menatap ke arah lain untuk menghindari bertatapan langsung dengan wanita itu.


"Yang mana ya?" Bukannya menjawab pertanyaan Rezki wanita itu justru balik bertanya.


Ketika Rezki hendak menjawab pertanyaan wanita itu, tangannya tiba-tiba ditarik masuk kedalam ruangan Dokter Murni. Wanita itu mendorong tubuh Rezki hingga terduduk di sofa yang ada di sana, dia langsung duduk di pangkuan CEO tampan itu lalu menyambar bibirnya dengan rakusnya lalu menggesekkan dadanya yang montok ke dada bidang milik Rezki sambil mengelus-elus king cobra nya yang berukuran besar itu. Sebagai laki-laki normal Rezki benar-benar terhanyut dalam permainan wanita yang sangat agresif itu, namun tiba-tiba Arshi, Dira dan Dokter Murni keluar dari ruang pemeriksaan.


"Chika apa yang kamu lakukan?! Teriak Dokter Murni sembari menatap tajam kearah wanita cantik nan seksi tersebut.


"Aku cuma melakukan apa yang diinginkan oleh laki-laki tampan ini Dokter." Jawabnya dengan santainya sambil beranjak dari duduknya.


Jedarrr... Bagaikan disambar petir di siang bolong. Arshi langsung meneteskan air matanya mendengar jawaban dari wanita yang ada di pangkuan suaminya itu. Dia bergegas keluar dari sana sambil memegangi perutnya. Dadanya benar-benar terasa sesak bagaikan terhimpit batu karang ukuran besar, hatinya teramat sakit bagaikan tertusuk panah beracun yang menembus dadanya.


"Arshiiiiiii!" Teriak Dokter Murni dan Dira bersamaan.


Arshi tidak menghiraukannya dia terus mempercepat langkahnya menuju lift lalu memencet tombol kelantai paling atas.


Kenapa kamu tega melakukan semua itu Yank? Apa kurangnya aku menurutmu? Atau karena aku belum bisa memuaskanmu?" Batinnya bertanya dalam hati sambil terus membiarkan butiran bening mengalir deras dipipinya.


-


Mendengar nama istrinya dipanggil dengan lantangnya Rezki langsung membuka matanya, dia memegangi kepalanya yang berdenyut sakit karena mencium aroma parfum yang dipakai wanita itu.


"Sayang kamu dimana?" Lirihnya sambil mengerjabkan matanya yang terasa kabur.


Rezki beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiri Dokter Murni namun tiba-tiba dia tersungkur ke lantai hingga hidungnya berdarah dan akhirnya tidak sadarkan diri.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung...


Kenapa Rezki bisa seperti orang mabuk seperti itu ya?


Siapakah sebenarnya wanita yang bernama Chika tersebut?


Ingin tahu jawabannya tunggu aja episode selanjutnya ya!


See you next time!


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya teman-teman melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.

__ADS_1


-


__ADS_2