
Happy reading guys!
"Kalian semua suka banget ya ghibahin orang!" Seru Arshi sambi melipat kedua tangannya di atas dada.
Rezki memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya sembari menatap arah para Dokter yang ada di hadapannya.
Nikmatilah kemurkaan bumilku!" Batinnya seraya tersenyum smirk.
"Sorry my sister." Ucap Arsha sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Maafin gue ya Shi!" Rasya menangkup kedua tangannya.
"Peace ya Shi!" Wavi mengangkat telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
"Gue cuma ikut-ikutan aja Shi." Tasya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.
"Gue bakal bikin perhitungan sama kalian semua!" Geram Arshi dengan tatapan tajamnya.
Tunggu aja pembalasanku!" Batinnya seraya tersenyum smirk.
"Jangan gitu dong Shi, kita kan best friend forever!" Bujuk Wavi dan Rasya.
"Kalian itu sahabat yang bikin badmood tau!" Kesal Arshi sambil menghentakkan kakinya.
Wavi, Rasya dan Tasya meneguk salivanya ketika mendengarnya.
"Sekali lagi maafin gue ya Shi, gue rela kok lakuin apa aja buat Lo, yang penting Lo mau maafin gue." Rasya meraih tangan Arshi sembari menatap sendu wajah cantik ibu hamil itu.
"Lepasin tangan istri gue!" Rezki menepis tangan Rasya lalu merangkul pinggang istrinya dengan posesif.
Arshi melirik ke arah suaminya lalu menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.
"Sudahlah Sayang kita langsung ke Dokter Murni aja yuk!" Ajak Rezki sembari menggandeng tangan istrinya.
Pasangan suami istri itu akhirnya meninggalkan para Dokter yang masih duduk di kantin rumah sakit itu.
-
"Sebenarnya mau ngapain mereka berdua ke kantin?" Wava menatap heran kepergian Arshi dan Rezki.
Arsha, Wavi, Rasya dan Tasya mengangkat bahunya menandakan bahwa mereka juga tidak tahu.
Lima belas menit kemudian Arshi dan Rezki kembali ke kantin menemui mereka.
"Kok balik lagi?" Arsha mengangkat satu alisnya menatap ke arah saudara perempuannya dan iparnya itu.
"Gue kangen mau makan di kantin bareng kalian." Jawab Arshi sambil duduk di kursi yang ada di seberang Wava.
"Kebetulan Dokter Murni juga masih di ruang operasi." Timpal Rezki sembari duduk di samping istrinya.
"Ohh." Arsha, Wava, Wavi, Rasya dan Tasya membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O.
"Yaudah cepetan pesan makanannya! Jam istirahat makan siang kami tinggal satu jam lagi." Ujar Arsha sembari menatap saudara kembarnya dan iparnya itu.
"Ok." Singkat Arshi sembari menyatukan ibujari dan telunjuknya.
"Kamu mau makan apa Sayang?" Tanya Rezki sambil melihat menu yang tertera di dinding kantin.
"Aku mau papuyu baubar, haruan babanam, gangan humbut, ampal jagung, nasi putih, sambel terasi, lalapan dan minumnya es jeruk kelapa." Jawab Arshi sambil membayangkan nikmatnya makan semua yang disebutnya, hingga air liurnya hampir menetes karenanya.
"Kamu yakin bisa habisin semuanya?" Rezki mengangkat satu alisnya menatap wajah cantik istrinya.
"Kan ada kamu yang bantuin aku makan." Arshi mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.
"Yaudah kalau begitu." Rezki menganggukkan kepalanya lalu
memanggil pelayan kantin untuk memesan semua yang diinginkan istrinya.
Tiga puluh menit kemudian datanglah pelayan membawakan semua pesanan mereka berdua lalu menyajikannya di atas meja.
Author jadi ngiler ngebayanginnya, hehehe. Lama gak makan seperti ini. Apalagi kalau bareng keluarga dan orang-orang yang kita cintai, pasti mau nambah terus jadinya.
Arshi segera mencuci tangannya, lalu membaca doa sebelum makan, dia mulai menyantap makanannya dengan lahapnya sambil menyuapi bayi besarnya, tanpa memperdulikan tatapan dari teman-temannya.
"Nikmat banget bumil makannya sambil suap-suapan lagi, bikin iri aja!" Bisik Tasya ditelinga Rasya.
"Gak usah ngiri, nganan aja. Biar gak baper!" Sahut Rasya untuk menutupi rasa cemburunya.
Rezki tanpa rasa malu terus makan dari tangan istrinya, sambil sesekali mencium pipi wanita yang sangat dicintainya itu.
Arsha, Wava dan Wavi hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan adegan romantis yang dipertontonkan oleh pasangan halal itu.
Setelah selesai menyantap makanannya dan mentraktir semua yang dipesan teman-temannya, Rezki dan Arshi melangkahkan kakinya mengikuti langkah para Dokter itu dan berpisah di depan pintu lift yang telah terbuka. Mereka berdua bergandengan tangan dengan mesranya menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan Dokter Murni untuk melakukan USG. Sesampainya di depan pintu masuk ruangan Dokter spesialis kandungan itu Rezki dan Arshi mengetuk pintunya.
Tok...tok...tok.."Assalamualaikum." Ucap keduanya sambil berdiri di depan pintu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Dokter Murni dan asisten barunya dari dalam.
__ADS_1
Ceklek... Pintu di buka oleh asisten Dokter Murni yang bername tag Chika.
"Dokter Arshi ya?" Tanyanya sembari menatap ke arah Rezki tanpa berkedip sedikitpun.
"Iya."Singkat Arshi sembari menarik tangan suaminya masuk kedalam.
Kenapa dia liatin aku sampai segitunya? Apa ada yang salah dari penampilanku?" Rezki bertanya dalam hatinya.
Rezki langsung merasa mual ketika mencium aroma parfum yang begitu menyengat hidungnya ketika melewati asisten Dokter Murni tersebut, padahal dia sudah memakai masker.
"Silahkan duduk!" Perintah Dokter Murni kepada pasangan suami istri itu.
"Sayang." Panggil Rezki sembari menelusupkan wajahnya ke bawah ketiak istrinya untuk menghilangkan rasa mualnya.
"Kamu kenapa Rezki?" Dokter Murni mengerutkan keningnya menatap ke arah CEO tampan itu.
"Aku gak tahan mencium aroma parfum dari wanita itu!" Tunjuknya kearah Chika.
"Maaf ya Tante, dia memang selalu seperti ini sejak memasuki trimester kedua kehamilanku." Jawab Arshi sambil mengusap kepala suaminya.
"Ohh pantesan aja!" Dokter Murni menganggukkan kepalanya seraya tersenyum penuh arti." Chika tolong kamu keluar dulu dari sini ya." Pintanya sambil beranjak dari duduknya.
Chika menganggukkan kepalanya namun tatapan matanya selalu tertuju ke arah Rezki yang menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh istrinya.
"Aku periksa tekanan darahmu dulu ya Shi." Dokter Murni mengambil alat tensimeternya lalu menaruhnya di atas meja kerjanya.
"Iya Tante." Arshi mengulurkan tangannya.
"Tekanan darahmu lumayan tinggi Shi. Apa kamu sedang banyak pikiran?"
"Enggak kok Tante, mungkin aku cuma kelelahan aja." Kilah Arshi untuk meredam emosinya.
Ketika banyak kaum wanita baik tua maupun muda yang memperhatikan suaminya sejak memasuki area rumah sakit tadi.
"Jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu, karena itu akan mempengaruhi proses kehamilanmu." Nasehat Dokter Murni sambil membereskan alat tensimeternya." Sekarang timbang berat badanmu dulu baru kita ke ruang USG." Perintahnya kemudian mencatat di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
Arshi beranjak dari duduknya lalu berdiri di atas timbangan yang ada di samping meja.
"Berat badanmu masih kurang dari yang seharusnya, usahakan bulan depan minimal naik 2kg ya.
"Baik Tante." Arshi menganggukkan kepalanya.
"Mari sekarang kita melakukan USG." Ajak Dokter Murni sambil berjalan menuju tirai pembatas antara meja kerjanya dan bed pasiennya.
Arshi berbaring di atas ranjang lalu menaikkan dress yang dipakainya hingga sebatas dada. Dokter Murni segera melakukan tugasnya dengan mengoleskan jell ultrasonik diperut Arshi, lalu meletakkan alat ultrasonografinya sambil mengarahkannya ke kiri dan ke kanan.
Rezki dan Arshi langsung menatap layar yang menampilkan kondisi baby twins yang ada di rahimnya, perasaan bahagia bercampur haru tidak dapat mereka berdua sembunyikan.
"Perut dan pinggangku semakin sering terasa kram Tante." Jawab Arshi sambil mengusap perutnya dengan tisu dengan dibantu oleh suaminya.
"Itu adalah hal yang wajar karena peningkatan aliran darah ke rahim bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kram perut. Kondisi ini akan menyebabkan ibu hamil merasakan adanya tekanan di daerah rahim yang disertai dengan kram perut. Tidak hanya peningkatan aliran darah saja yang bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kram perut dan pinggang tapi ketika mengalami orgasme setelah berhubungan suami istri juga bisa jadi pemicu munculnya rasa sakit itu. Semakin tua usia kehamilan maka rasa kram perut itu akan semakin sering terasa karena perubahan bentuk rahim yang semakin membesar." Ujar Dokter Murni menjelaskan secara detail.
"Bagaimana cara mengatasi kram perut itu Tante?" Tanya Rezki sambil membantu istrinya bangun dari rebahannya.
"Pertama berbaring atau duduk sementara waktu. Kedua mandi air hangat. Ketiga kompres bagian perut yang kram dengan air hangat. Keempat cobalah untuk rileks dan tenang. Kelima minum banyak cairan, jika kram disebabkan oleh kontraksi." Dokter Murni memberikan tips nya kepada calon papah dan mamah muda itu.
"Terima kasih atas semuanya Tante." Ucap Arshi dan Rezki serempak." Kami permisi dulu, assalamualaikum." Pamitnya kemudian berlalu pergi dari ruangan Dokter spesialis kandungan itu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Dokter Murni seraya mengulas senyumnya mengingat betapa overprotektifnya Rezki kepada Arshi.
Semoga kalian berdua selalu bahagia dan samawa." Doanya dalam hati.
Dokter Murni sudah menganggap Arshi seperti anaknya sendiri karena dia dan Khardha memang saudara sepupu. Ayahnya Dokter Murni adalah adik kandung dari ibunya Khardha, sewaktu remaja mereka berdua sering melakukan hangout bareng tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya. Ketika mengingat semua kenangan itu Dokter Murni dan Khardha selalu merasa kembali muda.
-
"Yank aku kangen banget sama Mamah dan Papah." Arshi bergelayut manja di lengan suaminya ketika mereka hanya berdua didalam lift.
"Yaudah kita langsung ke atas aja kalau begitu." Rezki mengecup kening istrinya lalu memencet tombol naik ke lantai paling atas rumah sakit.
Sesampainya di depan pintu rumah kedua orangtuanya Arshi langsung memencet bel yang terdapat di dinding samping pintu.
Ting...tong...Bel berbunyi Dokter Hasan segera beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu. Setelah melihat siapa yang datang lewat kamera cctv, Dokter yang masih terlihat gagah dan tampan diusianya yang tidak lagi muda itu membukakan pintunya.
"Assalamualaikum Pah." Ucap Arshi dan Rezki sambil mencium punggung tangan papahnya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Dokter Hasan lalu melangkahkan kakinya mendahului anak menantunya itu.
"Mamah mana Pah?" Tanya Arshi setelah mereka bertiga duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
"Keluar, katanya mau nemuin Dokter Murni tadi." Jawab Dokter Hasan sambil menatap ke arah anak perempuannya itu.
"Kami tadi juga habis dari Dokter Murni tapi gak ketemu sama Mamah." Ujar Rezki sembari beranjak dari duduknya untuk mengambilkan air putih di dispenser yang ada di sampingnya untuk istrinya.
"Mungkin kalian gak ketemu karena naik lift yang berbeda." Sahut Dokter Hasan dengan merentangkan kedua tangannya di atas sandaran sofa.
"Iya juga sich." Rezki menganggukkan kepalanya lalu menyerahkan gelas air putih ke tangan istrinya.
"Aku tadi habis USG Pah, ini hasil fotonya." Arshi memperlihatkan kepada papahnya.
__ADS_1
Dokter Hasan menerimanya lalu mengulas senyumnya ketika melihat foto baby twins anaknya, sebab dia teringat akan Arsha dan Arshi ketika masih dalam kandungan istrinya.
"Apa kamu masih sering merasa pusing, mual dan muntah?" Tanyanya sembari melirik ke arah anaknya yang tiba-tiba duduk di sampingnya lalu menyandarkan kepalanya di bahunya.
"Alhamdulillah udah gak terlalu sering lagi Pah. Sekarang justru suamiku yang mabuk parah, apalagi kalau mencium aroma parfum dari wanita lain. Dia semakin manja sama aku Pah, padahal seharusnya aku yang dimanja." Arshi menjelaskan sambil bergelayut manja di lengan papahnya.
"Itu namanya kehamilan simpatik. Dulu sewaktu Mamah hamil kamu sama Arsha Papah juga mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan Rezki." Dokter Hasan menceritakan sedikit tentang masa lalunya.
"Apa Papah juga gak bisa jauh dari Mamah seperti suamiku sekarang?" Arshi kembali bertanya kepada papahnya.
"Iya." Singkat Dokter Hasan sambil menganggukkan kepalanya seraya tersenyum penuh arti mengingat semuanya.
"Papah kan dulu bertugas di rumah sakit orang lain, jadi gimana caranya menghadapi situasi seperti itu?"
"Setiap hari Mamah selalu setia menemani Papah ke rumah sakit. Meskipun dia sering ketiduran karena kelelahan nungguin papah apabila ada jadwal operasi, namun dia gak pernah mengeluh. Itulah yang membuat papah semakin jatuh cinta sama Mamah setiap harinya, sampai sekarang mamah selalu menjadi candu dan ratu dihati papah.
"Semoga kamu juga bisa mencintaiku seperti Papah mencintai Mamah Yank." Ujar Arshi sembari menatap sendu kearah suaminya yang duduk di sebelahnya.
"Insha Allah aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun juga Sayang." Rezki menatap wajah cantik istrinya dengan tatapan penuh cinta.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
...Sejak kau hadir dalam hidupku.....
...Hidupku serasa indah penuh warna.....
...Ku jalani hari-hari bersamamu.....
...Membuatku dapat merasakan indahnya dunia ini.....
...Kau yang membuatku tersenyum bahagia.....
...Kau yang membuatku mengerti akan kasih sayang.....
...Kau yang membuatku mengerti apa arti cinta.....
...Hanya kau seorang yang kucinta.....
...Kau seorang yang ku sayang.....
...Hanya kau yang aku butuhkan.....
...Tiada yang lain.......
...Kaulah satu-satunya pendamping hidupku.....
Bersamamu aku bahagia
Dan tanpamu ku kan setia
...*****...
Saat terindah adalah saat bersamamu
Ku merasa hidupku menjadi lebih sempurna saat bersamamu
Dan akupun merasa dunia ku menjadi lebih berwarna saat aku bersamamu
Tidak mudah bagiku untuk mendapatkanmu
Namun semua itu kini terbayar sudah
Kau memberiku rasa bahagia
Kau memberiku cinta putih yang tulus untukku
Rasa pedih dihati ini pun kini hilanglah sudah karna kehadiranmu
Senyummu memberikan aku kedamaian dan ketenangan
Tawamu memberikan sebuah kebahagiaan tersendiri untukku
Tuhan telah mengirimkan kamu untukku
Bagiku, itu adalah anugerah Tuhan yang paling indah
Karna hanya bersamamu aku merasa nyaman
Hanya bersamamu aku merasa sangat berarti
Aku menyayangimu, dan kuharap kau pun memiliki rasa sayang yang sama denganku
Semampuku, aku akan berusaha menjagamu duhai kekasih hatiku
...*****...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
__ADS_1
See you next time!