Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#41 "Cemburu"


__ADS_3

Happy reading guys!


Ketika cemburu melanda hati, jangan biarkan amarah mendominasi.


Kata orang cemburu tandanya sayang


Namun jangan sampai berlebihan


Hingga menyakiti orang yang kita sayang


Berpikir jernih, bicarakan baik-baik dengan kepala dingin.


Supaya tidak menimbulkan masalah


Yang semakin rumit dan sulit untuk dipecahkan.


🌿🌿🌿🌿🌿


Kamu hanya milikku seorang


Tidak ada yang boleh merebutmu dariku


Aku cemburu ketika melihatmu sangat perduli kepada orang lain


Sayang kumohon jangan abaikan aku walaupun aku sering mengesalkanmu


Kamu adalah nafas dalam hidupku


Tangismu adalah kesedihanku


Tawamu adalah kebahagiaanku


Tersenyumlah, bahagialah selalu


Duhai kekasih hatiku


🌿🌿🌿🌿🌿


"Heyy tunggu!" Rezki mengejar orang yang menabrak istrinya sampai ke area parkir basemen mall.


Rezki berhasil mencekal tangan orang itu lalu memelintirnya kebelakang.


"Aku yakin kamu pasti Stephani kan?" Rezki menarik masker yang menutupi wajahnya.


"Memangnya kamu mau apa kalau aku Stephani?" Ujarnya balik bertanya seakan-akan tidak mengerti apa yang sudah terjadi.


"Kenapa kamu menculik istriku? Apa alasanmu sebenarnya hanya untuk menyakitiku? Atau memang karena kamu benar-benar terobsesi kepadaku?" Cecar Rezki tanpa jeda karena dia sudah mengetahui semua tentang Stephani.


🌿Flashback on🌿


Stephani sebenarnya adalah adik tingkat Rezki sewaktu kuliah di jurusan management bisnis. Dulu penampilan Stephani sangat cupu dengan kacamata tebalnya, rambut yang dikepang dua, dan gigi tonggosnya berbeda sekali dengan sekarang setelah melakukan operasi plastik.


Rezki yang kala itu masih berhubungan sangat baik dengan Rani tampak selalu mesra disetiap kesempatan, bagaimana tidak keduanya sudah menjalin hubungan sejak masih SMA hingga sama-sama kuliah di kampus yang sama namun berbeda jurusan. Suatu hari Rezki menolong Stephani yang menangis di koridor dekat toilet perempuan dengan rambut acak-acakan dan pakaian yang basah kuyup karena dibully oleh teman-temannya, Rezki meminjam almamater nya untuk menutupi tubuh Stephani lalu mengantarkannya pulang ke rumah.


Sejak saat itu Stephani akhirnya jatuh cinta kepada sosok seorang Rezki Aditya Pratama. Stephani menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya, dia sengaja menyuruh papanya untuk berinvestasi besar-besaran diperusahaan Rezki yang baru dirintisnya waktu itu. Hingga membuat Rani merasa diabaikan karena kesibukan Rezki yang tidak pernah lagi ada waktu untuk sekedar jalan-jalan bersamanya, walaupun Rezki selalu memenuhi semua kebutuhan finansialnya, setelah bertunangan dengannya. Rezki juga membelikan apartemen untuk Rani agar tidak tinggal di kos-kosan lagi.


Namun sayang semua pengorbanan yang dilakukan Rezki sepertinya sia-sia saja, semua itu tidak membuat Rani bersyukur mempunyai calon suami seorang pekerja keras, penuh kasih sayang, lembut dan cinta seluas samudra. Rani yang sangat kesepian akhirnya mencari teman di club malam, dia bertemu dengan laki-laki yang selalu setia mendengarkan curhatannya tentang hubungannya yang semakin garing dan boring bersama Rezki.


Ternyata laki-laki itu adalah orang suruhan Stephani untuk merusak hubungan Rani dan Rezki. Laki-laki yang bernama Capu itu lama-kelamaan akhirnya memasukkan obat perangsang diminuman Rani setiap kali mereka bertemu atas perintah Stephani tentunya. Karena seringnya melakukan hubungan intim akhirnya Rani hamil dan minta pertanggungjawaban kepada Capu namun dengan alasan belum siap menikah akhirnya Capu menghilang bak ditelan bumi.

__ADS_1


Rani pun memberanikan diri untuk mendatangi rumah orangtua Rezki, lalu mengatakan kepada Rina dan Riki bahwa dia hamil anaknya Rezki. Kedua orangtua Rezki tidak percaya begitu saja karena mereka tahu Rezki anak yang selalu taat pada aturan agamanya. Sejak saat itu Rezki menyewa detektif handal untuk mencari kebenarannya, sebab Rezki merasa tidak pernah melakukan kontak fisik dengan Rani selain berciuman dan berpelukan. Setelah mengetahui kebenarannya Rezki memutuskan hubungan pertunangannya dengan Rani dan tetap memberikan apartemen yang sudah dibelikannya untuk bekas tunangannya itu, sebagai ucapan terimakasih karena pernah memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus kepadanya.


Setelah berhasil memisahkan Rani dari Rezki, Stephani pergi ke luar negeri untuk melakukan operasi plastik disetiap bagian tubuhnya supaya bisa menaklukkan hati setiap lawan jenisnya terutama Rezki tentunya.


🌿Flashback off🌿


"Semua apa yang kamu katakan memang benar, aku akan menyingkirkan semua yang menghalangiku untuk memilikimu seutuhnya, karena aku sangat mencintaimu, hanya aku yang berhak mendampingimu!" Jawab Stephani dengan menekankan kata-katanya.


"Kamu benar-benar sudah gila Stephani! Seharusnya kamu menyesali perbuatanmu bukan semakin menjadi seperti ini!" Sergah Rezki untuk menyadarkan adik tingkatnya itu.


"Aku tidak akan pernah menyesal atas semua yang aku lakukan untuk mendapatkanmu, karena aku memang sudah tergila-gila sama kamu!" Stephani meninggikan intonasi suaranya lalu menginsyaratkan kepada bodyguardnya yang ada didalam mobilnya untuk meringkus Rezki.


Dua bodyguard berbadan besar dan kekar itu menghampiri Rezki lalu menedang kakinya hingga tertekuk dengan posisi bertumpu dilututnya, cekalan tangan Rezki kepada Rani akhirnya melonggar, Stephani langsung berlari masuk ke dalam mobilnya. Dengan sigap Rezki langsung berdiri dengan gerakan salto dia menendang dada kedua bodyguard Stephani. Rezki yang sudah menyandang sabuk hitam tidak usah diragukan lagi kemampuannya, tendangan dan pukulannya pasti bisa melumpuhkan lawannya dititik kelemahannya.


*****


Sementara itu Arshi yang tangannya di cekal oleh seseorang yang ditabraknya tanpa sengaja tadi berusaha keras melepaskan dirinya.


"Lepaskan, kalau tidak saya akan teriak!" Geram Arshi yang terpaksa berhenti hingga kehilangan jejak suaminya.


Karena tidak mau menimbulkan keributan orang itu melepaskan cekalanya ditangan Arshi lalu menggandengnya masuk ke restoran yang menyediakan ayam goreng plus nasi dan minuman berwarna coklat bersodanya. Orang itu menarik kursi untuk Arshi dan dirinya sendiri lalu membuka masker dan topi serta kacamata yang dipakainya.


"Dokter Arya!" Arshi sangat terkejut dengan kehadiran Arya didepannya.


"Maafkan aku karena sudah menyakiti tanganmu." Ucap Arya sembari menggenggam tangan Arshi lalu mengecupnya.


Arshi membulatkan matanya dengan sempurna ketika Arya melakukan hal yang benar-benar diluar dugaannya.


Kenapa Dokter Arya mencium tanganku? Apa dia menyukaiku? Aku gak mau ini terjadi, pantesan Rezki cemburu banget sama dia apalagi kalau melihatku duduk satu meja dengan laki-laki ini. Lebih baik aku kabur aja daripada urusannya tambah runyam." Batin Arshi dengan menarik tangannya lalu menyembunyikannya di bawah meja.


"Saya permisi ke toilet dulu." Pamit Arshi lalu beranjak dari duduknya.


"Tidak usah saya bisa sendiri." Tolak Arshi dengan halus.


Arshi akhirnya melangkahkan kakinya menuju lift untuk mencari suaminya kebawah, karena feelingnya mengatakan Rezki ada di basemen. Diam-diam Arya mengikuti Arshi dari belakang, Arshi yang merasa ada yang mengikutinya sesekali menolehkan kepalanya kebelakang namun Arya segera bersembunyi, Arshi mengangkat bahunya karena merasa berhalusinasi.


Ketika sampai di basemen Arshi menemukan suaminya yang tengah berkelahi, dia menghentikan langkahnya karena sangat kagum melihat kemampuan beladiri kekasih halalnya itu, dia seperti menyaksikan langsung film laga action sesungguhnya. Stephani yang baru melihat kedatangan Arshi langsung keluar dari dalam mobilnya dengan menodongkan senjata kearah Arshi, tanpa pikir panjang dia langsung menarik pelatuknya.


Dor...dor...arghhhh....Teriak Arshi dengan sangat nyaringnya. Rezki yang mendengar suara istrinya langsung menolehkan kepalanya lalu menendang dua bodyguard itu tepat di area sensitif nya. Setelah lawannya terkapar tidak berdaya lagi, Rezki segera menghampiri wanita yang sangat dicintainya itu.


"Sayang kamu gak papa kan?" Rezki memutar tubuh istrinya sambil memperhatikannya dari atas kebawah.


"Aku gak papa Yank, cepat panggil ambulans!" Arshi langsung bersimpuh untuk memberi pertolongan pertama kepada Arya yang melindunginya dari peluru yang diarahkan Stephani kepadanya.


"Baiklah Sayang kamu tetap di sini jangan kemana-mana, aku panggil pihak keamanan mall dulu, supaya bisa mengamankan para penjahat itu sekalian." Ujar Rezki sembari menolehkan kepalanya untuk melihat Stephani dan bodyguard nya.


Ternyata Stephani dan bodyguard nya berhasil kabur dari sana dengan menggunakan mobilnya.


"Cepat Yank, kasian Dokter Arya dia sudah banyak mengeluarkan darah." Arshi menekan pendarahan di bagian luka tembaknya.


Rezki berlari mencari pihak keamanan mall dan minta pertolongan untuk memanggil ambulans. Tidak lama kemudian ambulans datang lalu tim medis dengan cekatan membawa tubuh Arya kedalamannya. Arshi tiba-tiba terhuyung karena mencium bau amis darah Arya ditangannya, Rezki dengan sigap menahan tubuh istrinya.


"Kamu gak papa Sayang?" Rezki menatap intens wajah istrinya yang sangat pucat.


Arshi menganggukkan kepalanya dengan lemah, keringat dingin bercucuran dari wajahnya, dia tetap berusaha kuat didepan suaminya supaya Rezki tidak terlalu mengkhawatirkannya. Baginya sekarang keselamatan Arya lebih penting dari kondisinya yang sering mabuk tiba-tiba seperti itu.


"Bisakah kami berdua ikut ke rumah sakit? Korban yang terluka itu adalah teman kami." Ujar Rezki kepada sopir ambulans yang sudah siap melajukan mobilnya.


Sopir itu menganggukkan kepalanya, Rezki dan Arshi segera masuk dijok penumpang sebelah sopir itu, karena sempit Rezki dengan senang hati memangku istrinya sembari melingkarkan tanganya di perutnya.

__ADS_1


"Kamu mau sekalian periksa ke Dokter kandungan Sayang?" Bisik Rezki ditelinga istrinya dengan nada lembut.


"Gak usah Yank, aku gak papa kok, cuma mabuk aja." Sahut Arshi dengan lirihnya.


"Tapi aku gak mau kamu kenapa-napa Sayang, siapa tau beneran ada baby lagi disini." Rezki mengelusi perut istrinya yang tertutup bajunya.


"Doain aja aku selalu kuat Yank, sekarang yang penting kondisi Dokter Arya jangan sampai nyawanya melayang karena dia udah nolongin aku." Arshi mengusap tangan suaminya yang selalu overprotektif kepadanya.


"Iya Sayang, aku pasti selalu doain yang terbaik buat kamu, tapi aku juga gak suka kamu terlalu perduli sama Arya." Jujur Rezki dengan mengendus aroma tubuh istrinya yang selalu menjadi candu untuknya itu.


Sesampainya di rumah sakit Arya langsung ditangani tim medis untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di dadanya.


"Silahkan urus administrasi nya dulu supaya semuanya bisa berjalan dengan lancar." Ucap perawat cantik bername tag Ruby.


"Baik kami akan mengurus semuanya, pastikan operasinya berjalan lancar setelah itu pindahkan dia keruang VIP." Rezki menegaskan lalu menuntun istrinya duduk dikursi yang berjejer di depan meja resepsionis rumah sakit itu sementara dia mengurus biaya administrasinya.


"Yank aku mau ke toilet dulu." Pamit Arshi dengan berjalan terhuyung-huyung.


"Tunggu Sayang jangan jalan sendiri." Rezki menggendong istrinya ala bridal style tanpa ragu.


Pasangan suami istri itu menjadi pusat perhatian, karena mengagumi sikap Rezki yang memperlakukan istrinya begitu sweet. Apalagi para kaum wanita pencinta drakor mereka mengatakan wajah Rezki sangat tampan persis oppa Ji Chang Wook. Arshi yang ada dalam gendongan suaminya hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang kekasih halalnya itu, untuk menutupi rasa malunya, sesampainya di depan pintu masuk toilet khusus wanita Rezki menurunkan istrinya.


"Hati-hati Sayang jangan sampai jatuh." Rezki mengingatkan sembari menatap punggung istrinya.


"Iya."Singkat Arshi lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam toilet.


Sesudah mencuci tangannya di wastafel Arshi merasakan perutnya kembali bergolak, dia bergegas masuk kedalam bilik toilet lalu memuntahkan isi perutnya di closed. Setelah merasa tidak ada lagi yang harus dimuntahkan Arshi berjalan keluar sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit, Rezki yang menunggu istrinya diluar segera menuntunnya menuju ruang operasi, untuk menunggu kabar tentang kondisi Arya selanjutnya. Setelah operasi berjalan dengan lancar Arya segera dipindahkan ke ruang rawat VIP sesuai intruksi dari Rezki.


"Yank aku mau nungguin Dokter Arya sampai dia sadar, tolong kamu beliin aku rujak sama eskrim durian ya." Pinta Arshi dengan bergelayut manja pada suaminya.


"Kita belum makan apa-apa dari tadi Sayang, aku beliin makanan sekalian ya, kamu mau makan apa?" Rezki menciumi puncak kepala istrinya yang duduk di sampingnya sambil mengotak atik handphone barunya.


"Seafood." Jawab Arshi dengan singkat.


"Jangan seafood Sayang kamu alergi makanan laut, aku gak mau kejadian waktu itu terulang lagi." Sergah Rezki tanpa mengalihkan perhatiannya dari benda pintarnya itu.


"Tapi aku pengin makan kepiting Yankkk!" Rengek Arshi sambil menggoyangkan lengan suaminya.


Kenapa kamu bertingkah seperti anak kecil Sayang? Apa kamu lagi ngidam? Semoga dugaan ku ini benar, tapi aku juga gak mau kalau nurutin kemauan kamu akhirnya bisa berakibat fatal." Rezki bermonolog.


"Enggak yang lain aja!" Tegas Rezki lalu beranjak dari duduknya untuk menghindari kontak fisik dengan istrinya yang dalam mode manja itu.


Karena dia paling tidak bisa melihat wajah imut istrinya yang sangat menggemaskan baginya itu, ketika merayunya jika menginginkan sesuatu yang dikehendakinya.


"Yaudah gak usah makan sekalian." Arshi menekuk wajahnya lalu duduk di kursi samping bed pasien Arya.


Arya sudah terbangun dari tadi, dia sengaja mendengarkan apa yang perdebatkan pasangan suami istri itu, dia mengulum senyumnya menyaksikan tingkah Arshi yang merajuk karena tidak dituruti keinginannya.


Kamu semakin menggemaskan ketika merajuk Arshi aku semakin menyukaimu." batinnya sembari menatap bibir mungil Arshi yang sangat menggoda dengan menjilat bibirnya sendiri.


Rezki yang memperhatikan tingkah Arya benar-benar tidak terima, dia berdiri didekat istrinya lalu berkata.


"Ternyata anda sudah bangun Dokter Arya, pihak rumah sakit sudah menghubungi keluarga anda, mungkin sebentar lagi mereka akan datang. Setelah itu kami akan segera pulang kembali ke Kalimantan, jadi terimakasih untuk semuanya sampai jumpa lagi di lain waktu." Ujar Rezki sembari melipat tangannya diatas dadanya.


Bersambung....


Mohon doa dan dukungannya terus ya teman-teman melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya.


Maafkan jika sering telat up, semoga kalian selalu terhibur dengan karya receh ku ini.

__ADS_1


__ADS_2