Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#47 "Kecewa"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah semua teman-temannya berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing, Rezki meminta Radi mengantarnya ke green cafe. Sesampainya di cafe yang mengusung tema go green itu, Rezki mengajak istrinya langsung duduk di kursi yang sudah disediakan lalu memesan makanan dan minuman sesuai keinginan ngidam wanita yang tengah mengandung buah cintanya itu. Sedangkan Radi langsung memutar kemudinya kearah rumah Dira untuk mengantarnya pulang. Arshi mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, karena sangat takjub melihat pemandangan yang tampak begitu asri disekitarnya.


"Yank makasih ya udah ngajak aku kesini." Arshi menggenggam tangan suaminya dengan menyunggingkan senyum manisnya.


"Iya sama-sama Sayang, cafe ini adalah tempat aku nongkrong bareng teman-teman semasa kuliah dulu." Jelas Rezki seraya tersenyum penuh arti.


Rezki teringat memori masa lalunya bersama teman-temannya, terutama ketika pertama kali menyatakan cintanya kepada Rani, atas dorongan para sahabatnya. Waktu itu Rezki yang belum pernah mengenal cinta benar-benar merasa grogi bila berdekatan dengan Rani, begitu juga sebaliknya. Namun karena dorongan teman-temannya secara terus menerus, Rezki akhirnya memberanikan dirinya mengungkapkan perasaannya didepan semua orang yang ada di green cafe itu. Arshi memperhatikan ekspresi suaminya ketika menatap kosong ke arahnya dengan menumpu dagunya, perasaan aneh dan curiga menggelitik hatinya.


"Kamu lagi mikirin apa sich Yank?" Arshi melambaikan tangannya didepan muka suaminya.


Rezki tidak menghiraukannya karena masih teringat kenangan terindah dimasa lalunya itu, Rani cinta pertamanya yang telah lama kandas sebab keegoisan dan ketidak sabaran mantan kekasihnya itu untuk menunggunya.


Dulu kamu sangat cantik dan baik luar dalam Rani, tapi kenapa kamu gak bisa menungguku untuk menghalalkanmu? Hingga kamu mencari pelarian dengan laki-laki lain yang akhirnya merusak hidupmu sendiri." Gumam Rezki dalam hatinya sangat menyesalkan sikap dan tindakan yang dilakukan mantannya itu." Untunglah sekarang aku sudah menikahi wanita yang lebih baik darimu dan aku sangat bersyukur karena kehadirannya selalu membuat hidupku lebih indah dan berwarna." Batinnya seraya mengulum senyumnya.


"Yank kenapa kamu bengong? Liatin apa sich?" Arshi menepuk bahu suaminya untuk menyadarkannya.


"Astaghfirullah al azdim!" Rezki terlonjak kaget.


"Kamu mikirin apa sich Yank? Jangan bilang kalau kamu ingat sama mantanmu itu, makanya sampai mengabaikan aku!" Arshi menatap tajam kearah suaminya sembari mengatupkan giginya dengan tangan terkepal kuat.


"Maafin aku Sayang karena udah mengabaikanmu, aku cuma terkenang masa lalu ku, jangan marah ya." Ucap Rezki berusaha membujuk istrinya.


"Aku kecewa sama kamu Yank. Apa kamu udah lupa bahwa aku pernah bilang sama kamu jangan ingat mantanmu lagi ketika bersamaku, hiks... hiks." Arshi mengungkapkan kekecewaannya terhadap suaminya sambil menangis.


Arshi beranjak dari duduknya kemudian berlari ke arah jalan, dia langsung menyetop mobil yang lewat tanpa memperhatikan pemilik mobil itu. Arshi membuka pintunya dengan cepat, lalu masuk kedalamnya sambil menutup matanya.


"Cepat jalan!" Perintah Arshi yang mengira mobil yang ditumpanginya adalah taksi.


Rezki langsung mengejar istrinya setelah membayar minuman dan makanan yang dipesannya tanpa disentuhnya sedikitpun itu.


"Sayang tunggu!" Teriak Rezki dengan lantangnya hingga mengundang perhatian banyak orang.


Sayangnya mobil yang ditumpanginya Arshi sudah melesat jauh pergi, meninggalkan Rezki yang tampak frustasi sambil mengacak rambutnya. Rezki segera menghubungi Radi untuk melacak keberadaan istrinya melalui plat nomor mobil yang membawa wanita yang sangat dicintainya itu, kebetulan dia


sempat menghafal sebelum mobil itu menghilang dari pandangan matanya.


Mobil yang membawa Arshi sudah sampai di rumah minimalis bergaya modern dengan warna hijau putih. Arshi yang terus menangis sepanjang jalan tanpa sadar tertidur sambil meringkuk bagaikan seorang bayi didalam mobil orang yang membawanya. Orang itu membuka pintu mobilnya lalu menggendong tubuh Arshi untuk dibawanya ke kamarnya, sesampainya di kamarnya dengan hati-hati dia membaringkannya di ranjang king size miliknya itu. Dia mendudukkan dirinya di tepi ranjang sambil menatap wajah Arshi yang terlihat sembab karena habis menangis, laki-laki tampan yang masih memakai kemeja biru dan jas Dokternya itu membelai lembut wajah Arshi lalu mengecup keningnya.


Kenapa kamu menangis Shi? Apa kamu habis bertengkar dengan Rezki? Aku gak akan pernah memaafkan dia karena telah membuatmu seperti ini." Batinnya lalu menyelimuti tubuh Arshi.


Dia beranjak dari duduknya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Seusai mandi laki-laki tampan itu turun ke bawah menuju dapurnya lalu memasak makanan yang enak-enak untuknya dan Arshi.


Satu jam kemudian Rezki dan Radi beserta anak buahnya berhasil menemukan mobil yang membawa istrinya, tanpa pikir panjang lagi dia mendobrak pintu masuk rumah orang itu.


Sementara itu Arshi yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung mencium aroma makanan yang sangat menggugah seleranya. Dia beranjak dari tempat tidurnya tanpa memperhatikan sekitarnya karena mengira itu adalah rumahnya dan yang memasak adalah suaminya. Arshi turun ke bawah menuju dapur, dia terperanjat melihat Rezki yang memukuli seseorang yang dikenalnya tanpa ampun.


"Astaghfirullah al azdim! Cukup Yank hentikan!" Teriaknya sambil bersimpuh melindungi tubuh laki-laki tampan yang sudah babak belur itu.


Rezki langsung menghentikan aksinya seketika saat melihat kekasih halalnya itu baik-baik saja, dia menarik tangan istrinya kemudian membawanya kedalam pelukannya.


🌿Flashback on🌿


Rasya yang kebetulan lewat di depan green cafe sangat terkejut melihat Arshi yang berlari sambil menangis, dia langsung menghentikan mobilnya ketika Arshi menyetopnya. Rasya yang memang selalu memendam rasa cintanya kepada Arshi, akhirnya memutuskan untuk membawanya pulang ke rumahnya, ketika melihatnya tertidur pulas setelah menangis sepanjang jalan. Rumah yang baru di belinya sebulan yang lalu itu memang belum diketahui banyak orang hanya dia dan kedua orangtuanya saja yang mengetahuinya. Rasya sengaja membeli rumah itu untuk keluarga kecilnya di masa depan, sebab dia berharap suatu saat nanti bisa bersanding dengan orang yang dicintai dan mencintainya secara tulus apa adanya bukan karena ada apanya. Rasya seorang laki-laki tampan dan mapan yang sudah tidak diragukan lagi keahliannya dalam membedah penyakit seseorang, namun sayang dia sendiri tidak mampu membedah hatinya yang sakit karena mencintai wanita yang sudah menikah dengan orang lain.


Rasya baru saja selesai memasak steak daging sapi lalu menyajikannya diatas meja makan. Tiba-tiba dia mendengar suara pintu terbuka dengan keras seperti di dobrak seseorang, dia segera membersihkan tangannya di wastafel lalu melangkahkan kakinya menuju pintu utama rumahnya itu. Baru saja beberapa langkah dia sudah disergap oleh dua pria berbadan kekar yang memegangi kedua tangannya, hingga Rezki yang sudah sangat murka langsung menyerangnya secara membabi buta.


🌿Flashback off🌿


"Maafin aku Sayang." Rezki terus menciumi puncak kepala istrinya tanpa henti sambil mendekapnya erat.


"Kalau Lo benar-benar mencintai dan menyayangi Arshi kenapa Lo biarkan dia menangis, hahhh! Suami macam apa Lo Ki yang tega menyakiti perasaan seorang istri yang sedang mengandung anaknya sendiri! Kalau Lo gak bisa membahagiakan Arshi gue dengan senang hati akan membuatnya bahagia!" Ujar Rasya dengan meninggikan intonasi suaranya hingga menggema di seluruh penjuru ruangan.

__ADS_1


"Beraninya Lo ngomong gitu sama gue! Udah bosan hidup Lo?" Rezki menatap tajam ke arah Rasya dengan aura dingin mematikan.


"Yank aku mau pulang!" Tegas Arshi tanpa mau dibantah.


"Ok Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya lalu melepaskan pelukannya.


"Maaf ya Sya atas semuanya." Arshi membungkukkan setengah badannya lalu melangkahkan kakinya mendahului suaminya yang masih memberikan tatapan tajam bagaikan elang mencari mangsa kepada Rasya.


Setelah Arshi menghilang di balik pintu dengan di ikuti Radi dan anak buahnya, Rezki kembali memperingatkan kepada Rasya.


"Ingat ya Sya apapun yang terjadi di antara kami berdua, Lo gak berhak ikut campur dalam urusan rumah tangga kami. Apalagi sampai membawa lari Arshi dari gue, selama gue masih hidup Lo gak akan pernah bisa merebutnya dari gue, camkan itu!" Bisik Rezki dengan menekankan kata-katanya.


"Lo juga harus ingat Ki, kalau gue liat Arshi nangis lagi gara-gara Lo, gue pastiin Lo gak akan pernah bisa lagi melihatnya." Sahut Rasya dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya.


"Jangan coba-coba Lo bermain-main sama gue Sya, karena gue gak akan segan untuk menghabisi siapapun yang berani menyentuh istriku!" Tegas Rezki kemudian berlalu pergi meninggalkan Rasya yang sangat kesal dibuatnya.


Rezki segera masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh Radi untuk membawanya pulang bersama istrinya. Sepanjang perjalanan Arshi menekuk wajahnya sambil melihat ke luar jendela, dia sengaja menghindari kontak mata dengan suaminya karena masih sangat kecewa atas semua yang dilakukan oleh kekasih halalnya itu.


"Sayang." Panggil Rezki dengan nada sangat lembut sembari menggeser posisi duduknya merapat kesisi istrinya.


Arshi tidak bergeming dari tempatnya, dia pura-pura tidak mendengar panggilan suaminya.


"Kamu masih marah?" Rezki memutar kepala istrinya agar menghadap ke arahnya lalu menangkup wajahnya.


Arshi menutup rapat matanya karena sangat malas untuk berbicara dengan suami yang terlanjur mengecewakannya itu.


"Tatap mataku Sayang, bicaralah! Ungkapkan semua rasa kecewamu kepadaku, pukul aku kalau perlu, jangan diamkan aku seperti ini!" Rezki menyatukan keningnya dengan kening istrinya." Aku mohon maafin aku Sayang." Lirihnya lalu menempelkan bibirnya ke bibir ranum wanita yang sangat dicintainya itu.


Radi yang melirik dari kaca spion pura-pura tidak melihat apa yang dilakukan Rezki kepada istrinya namun dalam hati dia terus merutukinya.


Gila Lo Ki, disini masih ada gue yang masih jomblo tau! Bisa gak sich Lo mesra-mesraan di kamar aja, biar mata gue yang masih polos ini gak ternoda kayak gini." Batinnya meronta seraya tersenyum kecut menertawakan dirinya sendiri yang masih jomblo sampai umur hampir kepala empat.


🌿Flashback on🌿


Radi juga ditugaskan Riki untuk menjaga Rezki dalam keadaan apapun, sejak Rezki remaja umur lima belas tahun dan Radi berumur dua puluh lima tahun. Perbedaan usia yang terpaut sepuluh tahun tidak membuat mereka berdua merasa sungkan sedikitpun dalam bertutur kata ataupun berperilaku semaunya. Hingga sampai sekarang Radi selalu setia mengabdikan dirinya kepada keluarga Pratama.


🌿Flashback off 🌿


Arshi tidak membalas ciuman suaminya dia justru membiarkan butiran bening jatuh disudut matanya, Rezki sangat terkejut dibuatnya ketika airmata istrinya ikut membasahi pipinya.


"Sayang apakah aku menyakitimu?" Rezki melepaskan tautan bibirnya lalu menatap lekat wajah cantik istrinya.


Kamu memang gak menyakiti fisikku Yank, tapi hatiku sakit banget. Apakah salah jika aku ingin memilikimu seutuhnya? Bukan cuma ragamu tapi juga hatimu, cintamu, kasihmu, sayangmu, hanya untukku seorang


tanpa ada nama orang lain dimasalalumu ataupun sekarang yang selalu membuatku cemburu." Batin Arshi sambil menangis.


Karena tidak ada jawaban dari istrinya Rezki akhirnya merengkuh tubuh wanita yang sangat dicintainya itu kedalam pelukannya, dan membiarkannya meluapkan emosinya dengan menangis dalam dekapannya.


Jika mencintaimu harus sesakit ini


Tolong jangan pernah tinggalkan aku


Disaat terpuruk seperti ini sayang


Pegang erat tanganku, genggamlah


Jangan pernah kau lepaskan diriku


Peluk erat tubuhku, dekaplah


Jangan lah kau lepaskan sampai akhirnya


Aku tertidur untuk selamanya

__ADS_1


🌿 Cinta itu tertawa dan airmata 🌿By Lestari


Tertawa dan airmata


Itu sebenarnya cinta


Kalau kau sedih pasti kurasa


Begitu sebaliknya


-


Kusenang engkau cemburu


Itu tandanya kau sayangi ku


Kau pun takut kehilangan ku


Begitu juga aku


-


Ku juga suka bila kau curiga


Dia mengajariku arti setia


Apapun sikapmu aku terima


Asalkan ada kebaikan


-


Walaupun sering kau kutinggalkan


Itu tiada berarti kau kuabaikan


Memang sesekali sikapmu


Membuat aku jemu


Hingga kau tak ku perdulikan


Untuk menyadarkan


-


Belum pernah ada cinta


Didalam kehidupan manusia


Sepanjang masa bahagia


Tanpa air mata


🌿🌿🌿🌿🌿


Bersambung....


Hai teman-teman maaf ya telat up lagi, semoga kalian gak bosan dengan cerita receh ku ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya ya.


Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya!

__ADS_1


Tetap jaga kesehatan ya!


__ADS_2