Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#89 Problematika kehidupan part2


__ADS_3

Happy reading guys!


Malam harinya setelah selesai menunaikan sholat isya berjamaah, Arshi meminta untuk dipindahkan ke kamar pribadinya yang terletak di lantai paling atas dirumah kedua orangtuanya.


Remang-remang cahaya lilin aromaterapi menggantikan cahaya lampu listrik yang sengaja dipadamkan oleh Rezki di kamar itu atas permintaan istrinya, membuat Dokter Hasan, Khardha, Arsha dan Wava menatap penuh arti dibuatnya.


"Romantis banget suasananya jadinya ya Bee." Bisik Wava ditelinga suaminya.


"Iya." Arsha menganggukkan kepalanya.


"Suasananya mengingatkan aku sewaktu kita honeymoon dulu Sayang." Bisik Khardha ditelinga suaminya.


Hemmm..." Dokter Hasan menanggapinya dengan berdeham.


"Kalian berdua mau ngapain sebenarnya dengan semua lilin aroma terapi ini?" Tanyanya mewakili rasa penasaran istri, anak dan menantunya sembari menatap ke arah Rezki dan Arshi.


"Aku mual Pah waktu mencium bau obat-obatan tadi." Jawab Arshi menjelaskan sambil menatap banyaknya jumlah lilin yang diletakkan suaminya di seluruh ruangan kamarnya itu.


"Tapi gak sebanyak ini juga Ki, kalau kesenggol terus kebakaran gimana?" Wava menatap ke arah sepupu sekaligus iparnya itu.


"Iya Yank kayaknya kebanyakan dech." Timpal Arshi sembari menatap ke arah suaminya yang sibuk meletakkan lilin-lilin aromaterapi di seluruh ruangan kamar.


"Cukup letakkan di delapan penjuru mata angin aja Ki, sesuai kebutuhan gak usah berlebihan." Arsha ikut mengingatkan.


"Iya." Singkat Rezki sambil menganggukkan kepalanya lalu melakukan apa yang dikatakan iparnya itu.


Dia mematikan sebagian lilin itu supaya tidak menghalangi jalan yang akan dilaluinya.


"Kalau sudah selesai kita makan malam sama-sama ya." Ajak Khardha sembari menatap mereka semua bergantian.


"Iya Mah." Jawab mereka semua serempak.


Dokter Hasan, Khardha, Arsha dan Wava segera keluar dari kamar itu meninggalkan Arshi yang terbaring lemah di atas ranjang dan Rezki yang masih sibuk mengatur posisi lilin aroma terapi.


"Yank tolong letakkan di atas nakas dan meja riasku juga ya." Pinta Arshi sambil memperhatikan gerak-gerik suaminya.


"Iya Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai melakukan tugasnya Rezki menghampiri istrinya lalu duduk di tepi ranjang.


"Aku ambilkan makanan dulu ya." Ujarnya sembari menatap wajah cantik istrinya.


"Aku mau makan tahu Yank." Rengek Arshi dengan nada manja sambil menggenggam tangan suaminya.


"Tahu bacem? Crispy? Bumbu? Baso? Pedas Jontor atau pedas melotot?" Tanya Rezki sambil menaikkan satu alisnya.


"Semuanya juga gak papa kok Yank." Arshi mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.


Rezki ikut tersenyum lalu menghujani wajah wanita yang telah mengandung buah cintanya itu dengan ciumannya.


"Udah dong Yank!" Arshi menutupi wajah suaminya dengan tangannya.


"Ok Sayang, aku pesankan lewat online aja ya." Ujarnya lalu mengambil handphonenya yang disimpan di dalam saku celananya.

__ADS_1


Arshi menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya, dia sudah tidak sabar lagi membayangkan betapa nikmatnya makan semua jajanan berbahan dasar tahu itu.


Satu jam kemudian kurir datang membawakan semua pesanan Rezki.


Ting...tong...bel berbunyi. Dokter Hasan segera beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju pintu. Dia mengerutkan keningnya menatap kamera cctv yang ada di depan pintu.


"Siapa ya? Ada perlu apa?" Tanyanya lewat mic bel pintu kamera wireless nya.


"Saya kurir yang mengantarkan pesanan tahu atas nama Rezki Aditya Pratama." Jawab Kurir tersebut sambil menenteng kresek bening berisi berbagai macam jenis olahan tahu itu.


"Sebentar ya saya panggilkan orangnya dulu." Ujar Dokter Hasan dari balik pintu.


Dia kembali melangkahkan kakinya menuju kamar anaknya lalu mengetuk pintunya.


Tok...tok...tok..." Rezki diluar ada kurir yang mengantarkan pesanan kamu!" Serunya sambil menunggu jawaban dari menantunya itu.


"Iya Pah!" Sahut Rezki sembari membuka pintunya.


"Kok pesan tahu? Mamah kan tadi udah masak banyak." Dokter Hasan mengerutkan keningnya menatap ke arah Rezki.


"Arshi yang minta Pah." Jelasnya sambil berjalan menuju pintu utama rumah itu.


"Ohh." Dokter Hasan membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O." Sehabis makan temui Papah ya." Pintanya sambil mengikuti langkah menantunya itu.


"Baik Pah." Rezki menganggukkan kepalanya.


Dia membukakan pintu untuk kurir itu lalu menerima pesanannya setelah membayarnya dengan uang berwarna merah muda sebanyak 5 lembar.


"Uangnya kelebihan Pak!" Seru kurir yang berusia sekitar 40 tahunan itu sambil menghitung jumlah belanjaan yang seharusnya hanya satu lembar saja.


.


"Alhamdulillah, makasih banyak ya Mas. Akhirnya saya bisa bayar kontrakan rumah juga setelah tiga bulan menunggak." Ucapnya sembari menjabat tangan Rezki.


Mendengar apa yang dikatakan oleh kurir itu Rezki kembali mengeluarkan dompetnya lalu menyerah semua uang yang ada didalamnya kepada kurir itu.


"Ambil ini Pak, semoga bisa meringankan beban hidup Bapak." Ujarnya seraya tersenyum menatap wajah kurir itu.


"Makasih banyak sekali lagi Mas, semoga Allah membalas semua kebaikan anda dengan yang lebih baik lagi." Doanya dengan tulus.


"Iya sama-sama Pak, saya masuk kedalam dulu ya, istri saya sedang hamil dia lagi kepingin makan tahu ini." Pamit Rezki sambil menenteng kresek berisi berbagai macam jenis olahan tahu itu.


"Iya silahkan." Kurir itu menganggukkan kepalanya lalu kembali turun kebawah menggunakan lift.


Rezki menutup kembali pintu utama rumah mertuanya itu lalu melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil piring, sendok dan garpu setelah itu dia ke kamar istrinya.


"Sayang ini tahu nya." Ujarnya sambil duduk di tepi ranjang samping istrinya.


Arshi yang memejamkan matanya karena kepala dan perutnya masih terasa sakit lalu membuka indera penglihatannya itu.


"Mau aku suapin?" Tawar Rezki sembari menatap wajah istrinya yang selalu terlihat cantik dimatanya walaupun tanpa polesan make up sekalipun.


Arshi menganggukkan kepalanya seraya tersenyum menatap wajah tampan suaminya. Rezki segera membantu istrinya bangun lalu menyandarkan tubuh kekasih halalnya itu di headboard ranjangnya.

__ADS_1


Aaaa... Ujarnya sambil mengarahkan sendok ke mulut wanita yang sangat dicintainya itu. Arshi membuka mulutnya lebar-lebar lalu mengunyahnya perlahan-lahan.


"Kenapa kamu gak makan?" Tanyanya sembari menatap sendu kearah suaminya.


"Nanti aja Sayang, aku mau liat kamu makan semua tahu ini." Jawabnya sambil terus menyuapi istrinya dan mengelus perutnya.


"Aku maunya kamu juga ikut makan Yank." Pinta Arshi dengan nada sangat lembut.


Dia langsung merebut sendok yang dipegangi suaminya, lalu menyuapinya dengan tahu pedas jontor.


"Pedas banget Sayang." Keluh Rezki sambil mengipasi mulutnya.


"Masa sich?" Arshi langsung memasukkan tahu super pedas itu kemulutnya lalu mengunyahnya." Enggak kok!" Ujarnya setelah menelan tahunya lalu memakannya kembali dengan santainya.


"Ya Allah Sayang itu pedas banget loh, nanti kamu sakit perut." Tegur Rezki sambil memperhatikan istrinya yang begitu menikmati tahu pedas jontor yang bisa bikin mata melotot itu." Aku mau makan masakan Mamah aja ya." Ujarnya sembari beranjak dari duduknya.


"Iya."Singkat Arshi dengan menganggukkan kepalanya.


Rezki keluar dari kamar istrinya lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil makanan buat dirinya sendiri dan kekasih halalnya itu, karena dia tidak mau membiarkan wanita yang telah mengandung buah cintanya itu hanya makan tahu saja.


"Rezki." Panggil Dokter Hasan ketika melihat menantunya itu membawa nampan berisi makanan.


"Iya Pah." Rezki membalikan badannya.


"Kamu sama Arshi baru mau makan?" Dokter Hasan mengangkat satu alisnya menatap ke arah menantunya itu.


Rezki menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya.


"Kalau begitu besok pagi aja kita bicara, papah udah cepek banget. Mau cepat istirahat!" Ujarnya sembari memasukkan kedua tangannya di saku celananya.


"Baik Pah." Rezki kembali menganggukkan kepalanya.


"Yaudah sana, kasian Arshi nungguin kamu." Perintah Dokter Hasan dengan nada lembut.


Rezki mengulas senyumnya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar istrinya.


Dokter Hasan menatap kepergian menantunya hingga Rezki menghilang dari pandangan matanya.


Aku rasanya gak tega mengatakan semua kebenarannya sama kamu Rezki, tapi lama-kelamaan kalau dibiarkan terus mamamu pasti akan tetap berusaha mencelakai Arshi." Batinnya sambil mengusap wajahnya yang tengah mengantuk.


Ditempat lain Riki menemukan foto anak kecil yang dulu pernah ditolongnya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Foto siapakah itu?


Apa yang terjadi selanjutnya jika Rezki mengetahui mamanya sendiri yang menjadi dalang semua peristiwa yang dialami dia dan istrinya?


Bersambung....


Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya melalui vote, like, komen, koin rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.

__ADS_1


See you next time!


__ADS_2