Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#18 "Tamu tak diundang"


__ADS_3

Happy reading guys!


Seusai mandi pasangan suami istri itu segera mengganti baju mereka dengan yang baru, lalu melaksanakan sholat zuhur berjamaah. Sehabis sholat, berzikir dan berdoa Arshi mencium tangan suaminya, Rezki juga mencium kening istrinya dengan lembut.


"Makasih untuk semuanya hari ini Sayang." Ucap Rezki lalu melepaskan mukena yang masih dipakai istrinya.


"Iya sama-sama." Arshi menundukkan kepalanya karena masih malu mengingat semuanya.


"Kenapa kamu masih malu sama aku Sayang? Aku udah tau kamu luar dalam, bahkan jejaknya aja masih terlihat jelas ditubuh kamu, jadi gak usah malu sama aku." Rezki mengangkat dagu istrinya lalu merengkuhnya membawanya ke dalam pelukannya.


Krukcuk...krucuk....perut Arshi berbunyi karena kelaparan, Arshi menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya karena sangat malu dengan bunyi perutnya sendiri.


"Kenapa Sayang kalau kamu laper bilang aja, gak usah malu." Rezki berusaha menatap wajah cantik istrinya yang pasti merah merona.


Namun Arshi justru menelusup ke dalam baju suaminya.


"Sayang kamu mau makan diluar apa disini aja?" Rezki merasa geli dengan tingkah istrinya.


"Kita langsung sekalian pulang aja ya." Jawab Arshi sembari keluar dari balik baju suaminya.


"Nach gitu Sayang, kalau aku ngomong liat wajah tampan suamimu ini, jangan malah di dalam bajuku." Rezki mencubit kedua pipi istrinya dengan gemesnya lalu menghujani seluruh wajahnya dengan ciuman.


"Udah hentikan Yank aku udah laper banget." Arshi mengusap perutnya dengan nada manja.


"Iya Sayang, kita siap-siap yuk!" Ajak Rezki sambil membantu menyisir rambut istrinya yang masih belum kering.


"Wajahku gak pakai apa-apa, gak terlalu pucat kan?" Arshi menatap pantulan dirinya di cermin.


"Kamu tetap cantik meskipun tanpa makeup Sayang, karena aku mencintaimu bukan hanya karena rupamu tapi karena Allah yang menjadikanmu tulang rusukku." Rezki membalikkan tubuh istrinya agar menghadap ke arahnya.


"Yaudah yuks kita keluar!" Arshi menarik tangan Rezki yang menatapnya dari atas kebawah.


Rezki tampak sangat bahagia melangkahkan kakinya keluar dari lift khusus presdirnya bersama istrinya dia menggandeng tangan wanita yang sangat dicintainya itu dengan erat seakan tidak ingin melepaskannya lagi. Semua karyawan yang menyapanya juga merasakan aura kebahagiaan yang dirasakan bos mereka. Resepsionis yang dulu pernah mendorong Arshi sudah dipecat Rezki melalui bagian HRD nya, jadi tidak ada lagi yang berani mencelakai istrinya. Sesampainya di restoran yang menyajikan menu khusus ikan bakar dan goreng. Rezki duduk leseshan bersama istrinya lalu memeriksa jari-jarinya.



"Jari-jari kamu kenapa mengkerut kayak gini Sayang?" Rezki menyentuh jari tangan istrinya sekalian mengukurnya untuk memberikan surprise untuknya nanti.


"Mungkin kelamaan berendam di bathtub tadi sama kurang minum juga." Arshi ikut memandangi jari-jari nya.


"Permisi ini menu nya, silahkan mau pesan apa?" Pelayan restoran menyerahkan buku menu kepada pasangan itu dan bersiap mencatat pesanan mereka.


"Kamu mau makan apa Sayang?" Rezki menatap istrinya yang kadang memegangi kepalanya.


"Kamu aja yang pesan kepalaku tiba-tiba pusing banget." Arshi menyerahkan buku menu lalu menyandarkan kepalanya dibahu Rezki.


"Kami pesan ikan bakar 2porsi, nasi putih, lalapan, minumnya jus jeruk dan air mineral." Ujar Rezki sembari melihat buku menu lalu menyerahkannya kembali pada pelayan restoran.


"Baik tunggu sebentar ya." Ucap pelayan wanita itu dengan ramah.


Rezki menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. Dia menyentuh leher dan kening istrinya untuk mengecek suhu tubuhnya.


"Sayang suhu tubuh kamu hangat, berbaringlah sebentar sementara menunggu pesanan kita datang." Rezki meluruskan kakinya dibawah meja lesehan itu lalu merebahkan istrinya dipahanya.


Tidak lama kemudian pesanan mereka datang, Arshi segera bangun lalu mencuci tangannya begitupula dengan Rezki. Tiba-tiba ketika pasangan suami istri itu hendak menyuap makanan kemulutnya datang seorang anak kecil memanggil Rezki dengan sebutan papa.


"Papa!" Seru anak laki-laki itu dengan memeluk Rezki dari samping.


Arshi dan Rezki tidak jadi memakan makanannya, mereka menatap anak itu dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Kamu siapa? Aku gak pernah liat kamu sebelumnya?" Rezki mengerutkan keningnya memperhatikan anak laki-laki itu dari atas kebawah.


"Namaku Rino, Mama Rani bilang kamu Papaku." Jawab anak itu dengan polosnya.


"Mamamu ada di mana?" Rezki tampak mengepalkan tangannya.


"Itu dimeja yang ada di paling ujung." Tunjuk anak itu.


Rezki segera beranjak sembari menarik tangan anak laki-laki yang bernama Rino itu. Arshi mengikutinya dari belakang, sesampainya di meja yang diduduki Rani Rezki menggebrak meja didepannya.


"Heyy wanita pengkhianat aku sudah memperingatimu supaya gak muncul lagi dihidupku, tapi kenapa sekarang kamu menyuruh anakmu menganggapku sebagai papanya? Apa maksudmu dengan semua ini? Apakah kamu ingin menghancurkan rumah tanggaku?" Rezki menatap Rani dan anaknya dengan tajam.


"Udah Yank, kita pulang aja ya." Arshi mengusap lengan Rezki supaya tenang.


"Maafin aku Ki, anakku selalu menanyakan keberadaan papanya yang gak tau entah kemana sekarang, dia ninggalin aku ketika tau aku hamil anaknya, jadi terpaksa aku bilang kamu papanya, karena aku yakin kamu pasti mau menganggapnya seperti anakmu sendiri." Ucap Rani dengan bersimpuh di kaki Rezki.


Arshi yang mulai mengerti siapa Rani dan Rino anaknya tiba-tiba merasakan sesak di dadanya, Arshi segera mundur perlahan hingga tanpa sadar dia menabrak seseorang yang sedari tadi memperhatikannya.

__ADS_1


"Kalau jalan hati-hati ya, untung cuma nabrak aku." Ujarnya dengan menahan tubuh Arshi seraya tersenyum penuh arti.


"Maaf." Ucap Arshi berusaha melepaskan dirinya dari laki-laki tampan itu.


Rezki yang baru menyadari istrinya tidak ada lagi disampingnya langsung menyusulnya, dia membulatkan matanya dengan sempurna melihat Arshi disentuh orang lain.


"Lepasin istriku!" Rezki segera menarik Arshi kedalam pelukannya.


"Ohh ternyata wanita cantik ini istri anda, jaga istrinya baik-baik ya jangan sampai dia terabaikan, karena pasti banyak yang menginginkannya." Ujar orang itu seraya mengedipkan sebelah matanya kepada Arshi.


"Kurang ajar berani kamu main mata dengan istriku." Rezki hendak memberi pelajaran kepada orang itu.


"Udah Yank jangan cari keributan di sini." Arshi mencegah Rezki yang bersiap mengejar orang itu.


"Kamu tadi kenapa tiba-tiba menjauhiku Sayang?" Rezki menangkup wajah istrinya.


"Aku cuma gak mau gangguin kamu menyelesaikan masalah kalian." Jawab Arshi dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang kita makan dulu yuk, nanti aku ceritain semuanya sama kamu siapa Rani sebenarnya."


Arshi menganggukkan kepalanya lalu kembali duduk berusaha menikmati makanannya. Namun dia benar-benar sudah kehilangan nafsu makannya karena kejadian Rino anaknya Rani tadi. Rezki yang memperhatikan istrinya langsung menyuapinya dengan tangannya, Arshi tersentak kaget dibuatnya.


"Makanlah Sayang aku gak mau kamu sakit lagi." Rezki mengarahkan nasi dan lauknya kemulut istrinya.


Arshi terpaksa membuka mulutnya lalu mengunyahnya dengan perasaan yang sulit untuk dilukiskan. Rezki yang menatap istrinya makan sambil menangis ikut merasakan sesak didadanya. Baru beberapa suap Arshi sudah tidak bisa lagi menelan makanannya, dia segera berlari ke toilet wanita lalu menumpahkan airmatanya disana.


Ehemmm... seseorang berdeham dibelakangnya. Arshi menolehkan kepalanya menatap wanita yang ada di belakangnya.


"Kenalin aku adalah Rani cinta pertamanya Rezki, anak tadi adalah anaknya Rezki karena kami sempat bertunangan dan pernah sangat dekat. Jadi kamu jangan berharap lebih darinya, sebab dia gak akan pernah bisa melupakan aku dan anaknya, camkanlah itu!" Rani menyenggol bahu Arshi dengan sengaja.


Arshi semakin merasakan sesak didadanya, dia mencuci mukanya lalu keluar dari toilet, Rezki yang sudah menunggunya langsung menggandeng tangannya menuju parkiran mobilnya. Setelah membukakan pintu mobilnya dan memasang seat belt untuk istrinya, Rezki segera duduk dikursi kemudinya lalu melajukan kendaraan roda empatnya itu menuju rumah barunya. Sesampainya di rumah barunya itu Rezki membunyikan klaksonnya, seorang satpam yang memang ditugaskan Rezki untuk menjaga rumahnya segera membukakan pintu pagarnya.


"Tuan Muda, silahkan masuk." Satpam itu membungkukkan setengah badannya.


"Terimakasih Pak." Ucap Rezki lalu memasukkan mobilnya kegarasi.


Rezki melirik istrinya yang tertidur sambil sesenggukan, dia benar-benar bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan Arshi. Tanpa berniat membangunkannya Rezki segera membuka pintu mobilnya lalu menggendongnya ke dalam rumah, dia membawanya kekamar utamanya lalu membaringkannya diatas ranjangnya.


Sayang apapun yang terjadi hari ini percayalah aku gak akan pernah mengkhianatimu, aku akan selalu berusaha membahagiakanmu seumur hidupku." Gumam Rezki dalam hatinya lalu mengecup kening istrinya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Tok...tok...tok...bunyi pintu diketuk dari luar.


"Tuan muda diluar ada teman-temannya!" Seru bi Sri asisten rumah tangga Rezki yang ditugaskannya merawat rumahnya itu.


"Siapa Bi?" Tanya Rezki karena matanya benar-benar sudah sangat mengantuk.


"Mereka ada enam orang Tuan." Jawab bi Sri sungkan karena sudah mengganggu majikannya.


Dengan terpaksa Rezki dan Arshi bangun lalu turun kebawah, keduanya membulatkan matanya dengan sempurna melihat kedatangan Wava, Wavi, Rasya, Lida, Arsha dan Radi.


"Kalian ngapain kesini? Gangguin orang mau istirahat aja!" Rezki melipat kedua tangannya di atas dada.


"Tenang aja bro, kita kesini buat ngerayain kepindahan lo berdua kerumah baru ini dengan barbeque, semua bahannya sudah kami siapkan." Jawab Wavi mewakili mereka semua.


"Yaudah terserah kalian aja, kalian bisa barbeque di dekat kolam renang." Rezki akhirnya mengizinkan teman-temannya mengadakan barbeque di rumahnya.


"Lo kenapa Shi, kok diam aja? Wajah lo keliatan pucat, mata lo juga bengkak?" Tanya Wava dan Lida sembari duduk disamping Arshi.


Mereka berdua berusaha untuk menginterogasi Arshi supaya mau curhat kepada mereka tentang masalah yang dihadapinya. Mereka bertiga memang sahabatan sejak kuliah, apabila ada salah satu diantara mereka bermasalah yang lain pasti selalu berusaha menghiburnya dengan berbagai macam cara. Namun sekarang Arshi tidak ingin masalah rumah tangganya menjadi konsumsi publik, dia akan berusaha menyelesaikan semua masalahnya sendiri bersama dengan suaminya.


"Gue gak papa, gue cuma kurang istirahat aja." Kilah Arshi berusaha menyembunyikan masalah rumah tangganya.


"Beneran lo cuma kecapean? Badan lo hangat Shi, lo udah minum obat?" Wava menyentuh kening dan leher Arshi.


Uhuk...uhuk... Arshi pura-pura batuk untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan dari sahabatnya itu.


"Iya nanti gue minum obat, kalian bantuin bikin bumbu sana gih!" Arshi mendorong Wava dan Lida ke taman belakang tempat teman-temannya mengadakan acara barbeque.


Arshi kembali berbaring di sofa, karena dia memang kurang enak badan. Rezki yang baru keluar dari ruang kerjanya bersama Radi langsung menghampirinya.


"Sayang kenapa gak tidur dikamar?" Rezki duduk lalu memangku kepala Arshi." Badanmu hangat Sayang, kita istirahat dikamar aja yuk!" Ajak Rezki dengan lembut.


Arshi tetap bergeming karena tidak bisa lagi membuka matanya, karena sangat mengantuk Rezki akhirnya ikut berbaring disofa sambil memeluk istrinya.


__ADS_1


Ketika semua makanan sudah matang, semua sudah siap tersaji diatas meja Arsha dan Wava masuk kedalam berniat hendak mengajak Arshi juga Rezki makan bersama. Mereka berdua mengurungkan niatnya melihat pasangan suami istri itu tertidur dengan nyenyaknya disofa.


"Mana Rezki sama Arshi?" Wavi mengangkat satu alisnya ketika melihat kedatangan Arsha dan Wava yang hanya berdua.


"Mereka berdua tidur, biarin aja gak usah diganggu." Jawab Arsha sembari duduk disamping Rasya.


"Gak asyik jadinya, masa tuan rumah tidur." Gerutu Radi lalu masuk kedalam bermaksud untuk membangunkan Rezki dan Arshi.


Ketika sampai ke dalam dia melihat posisi bosnya tidur sambil memeluk istrinya.


Jiwa jomblo gue meronta, hiks, hiks," batin Radi menangis dalam hati.


"Gimana kenapa gak jadi dibangunin?" Wavi benar-benar penasaran.


"Lo bangunin aja sendiri, gue gak tega membangunkannya." Kilah Radi sembari menyenggol lengan Arsha.


Wavi akhirnya menarik tangan Rasya untuk membangunkan Rezki dan Arshi, keduanya melangkahkan kakinya kedalam rumah. Mereka berdua melongo melihat posisi pasangan itu ketika tidur.


"Udah kita balik aja, mending kita makan-makan daripada liatin mereka." Wavi mendorong Rasya supaya cepat kembali ketempat semula.


Hehehe...."Gimana gak tega kan bangunin mereka?" Radi tersenyum mengejek." Enak banget ya kalau udah nikah bisa tidur sambil peluk istri, gue pengin cepat nikah juga kalau gitu biar gak meluk guling mulu." Radi membayangkan dia tidak jones lagi.


"Nikah sama siapa lo? Emang cewek nya udah ada?" Wavi mengerutkan keningnya.


"Ya siapa tau aja ada diantara Dokter cantik disini yang mau sama gue." Radi memainkan kedua alisnya.


"Gue mah ogah!" Seru Wava dan Lida serempak.


Arsha diam-diam memperhatikan Wava, ketika mata mereka bertemu Arsha langsung memalingkan wajahnya. Sedangkan Lida mencuri-curi kesempatan untuk mendekati Wavi dengan mengambilkan makanan ataupun minuman. Sedangkan Rasya dan Radi hanya berusaha menikmati makanan yang ada didepan mereka.


"Gue mau nyanyi buat kalian semua." Rasya mengambil gitarnya yang sejak tadi menganggur.


๐ŸŒฟTiada yang lain๐ŸŒฟ


Semilirnya angin malam ini


Membawaku larut dalam lamunan


Khayal tentang keindahan


Dunia fana ini


Apabila kita bersama selamanya


Kasih semu yang pernah kau curahkan


Kubawa diperjalanan hidup ini


Tapi resah dan gelisah


Selalu menghantui


Karena sikapmu yang tak pasti


Kucoba melupakan dirimu


Karena kutahu pasti sifatmu


Agar aku tak selalu rindu padamu, kasih


Semakin aku lupakan


Semakin aku sadari


Cintaku hanya padamu seorang


Tiada yang lain


Tiada yang lain


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Bersambung....


Maaf ya teman-teman aku telat up lagi jangan pernah bosan untuk meninggalkan jejak kalian ya, melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya.


Mohon kritik dan saran nya agar cerita ini bisa lebih baik lagi kedepannya.

__ADS_1


Sampai ketemu lagi diepisode selanjutnya, jangan lupa bahagia, semoga sehat selalu.


__ADS_2