Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#29 "Surprise"part2"


__ADS_3

Happy reading guys!


Keesokan harinya sesudah menunaikan sholat subuh berjamaah, berzikir dan berdoa seperti biasa Arshi tidak lupa mencium tangan suaminya dengan khidmat, begitupula Rezki yang mencium kening istrinya sembari mendoakan yang terbaik untuk kekasih halalnya itu. Setelah melipat mukena dan sajadahnya Arshi mencoba berolahraga sebentar di dekat kolam renang yang ada diteras kamar presiden suite itu. Rezki didalam kamar sebenarnya masih sangat mengantuk, dia mencari sosok istrinya agar bisa memeluknya untuk menidurkannya. Sebab baru saja tadi dia menghubungi karyawannya supaya membawakan gaun yang dipesannya untuk di pakai wanita yang sangat dicintainya itu pagi ini. Dengan menundukkan kepalanya Rezki bersandar di dinding dekat pintu menghadap keteras samping kolam renang.



Setelah mendongakkan kepalanya Rezki membulatkan matanya dengan sempurna, rasa kantuknya tiba-tiba hilang seketika. Indera penglihatannya terfokus kepada sosok wanita yang memakai baju sangat seksi didepan matanya dengan posisi membelakanginya. Rezki segera menghampirinya dengan berjalan mengedap-endap lalu memeluknya dari belakang untuk mengejutkannya.


"Sayang kenapa kamu berpakaian kayak gini? Apa kamu ingin menggodaku, hemmm?" Rezki menciumi tengkuk istrinya dengan menggesekkan hidungnya.


Tangannya yang tidak bisa dikondisikan langsung menyusup kebalik baju istrinya yang terbuka belakangnya itu, untuk mencari gunung kembar yang biasa dimainkannya setiap hari.


"Yank aku mau olahraga kenapa kamu gangguin?" Arshi menepis tangan suaminya yang memainkan buah dadanya.


"Kita olahraga dikamar aja yuk!" Ajak Rezki sembari menggendong istrinya ala bridal style.


"Yank aku mau olahraga sendiri!" Pekik Arshi dengan mengayunkan kakinya sambil memukuli dada suaminya berusaha melepaskan dirinya.


"Sama aku aja Sayang nanti aku ajari gerakan yang berbeda dari biasanya." Rezki mengedipkan sebelah matanya seraya tersenyum penuh arti.


Rezki mempercepat langkahnya lalu melemparkan tubuh istrinya ke ranjang king size yang sangat empuk itu. Dia segera melepaskan baju denim yang dipakainya tanpa mengancingkannya itu lalu melucuti semua pakaian istrinya dengan lembut.


"Sayang tubuhmu benar-benar menjadi candu untukku." Rezki membelai wajah istrinya lalu menempelkan bibirnya ke bibir ranum wanita yang sangat dicintainya itu dengan lembut namun menuntut.


"Yank kita berapa hari disini?" Tanya Arshi setelah suaminya melepaskan tautan bibirnya.


"Seminggu Sayang." Jawab Rezki dengan nafas memburu karena sesuatu yang ada dibawah sana sudah meronta ingin memasuki lubang persembunyiannya.


"Kenapa kamu gak ajak yang lainnya Yank?" Arshi menantap sendu suaminya yang mulai berolahraga di atasnya.


"Kamu tenang aja Sayang, mereka akan menyusul kita nanti." Rezki langsung membungkam mulut istrinya lagi dengan bibirnya.


Dia sengaja melakukannya agar istrinya berhenti mengajaknya bicara karena gairahnya sudah di ubun-ubun. Arshi akhirnya hanya bisa mengikuti setiap gerakan olahraga pagi ala suaminya itu. Rezki benar-benar membuat istrinya tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena dia tidak memberikan jeda sedikitpun lagi untuk kekasih halalnya itu. Mereka tenggelam dalam lautan kenikmatan penuh cinta yang halal dan membahagiakan jiwa raga nya masing-masing, inshaAllah pasti meridho'i setiap pasangan halal yang selalu berusaha menjadikan rumah tangganya samawa.


Sehingga cahaya mentari di pagi hari akhirnya mengintip di balik jendela kaca besar dengan semburat keemasannya. Setelah menghentikan olahraga paginya Rezki menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka hingga sebatas dada, dia merengkuh erat tubuh istrinya kedalam pelukannya sembari menciumi puncak kepalanya.


"Sayang sehabis mandi kamu dandan yang cantik ya, aku udah pesankan gaun buat kamu pakai hari ini untuk mendampingiku nanti jam 09:00 pagi." Rezki menatap netra mata istrinya yang mendongakkan kepalanya ketika mendengarkan ucapannya.


"Emangnya ada acara apa hari ini Yank?" Arshi mengerutkan keningnya menatap suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.


"Surprise Sayang, nanti kamu juga pasti akan tau." Rezki menggesekkan hidungnya kehidung istrinya yang sangat menggemaskan baginya itu.


"Yaudah terserah kamu aja." Arshi melonggarkan pelukan suaminya lalu membelakanginya.


Dia memejamkan matanya karena sangat lelah melayani suaminya yang selalu menginginkannya tanpa memberi jeda sedikitpun untuknya beristirahat. Rezki juga melakukan hal yang sama dengan istrinya setelah menyetel alarm di handphonenya. Pasangan suami istri itu akhirnya terlelap karena kelelahan akibat olahraga pagi mereka yang sangat menguras tenaga, keringat dan emosi keduanya untuk memberikan kepuasan kepada pasangan halalnya.



Jam 08:00. Alarm handphone Rezki berbunyi di atas nakas, dia langsung terbangun lalu mematikannya agar tidak mengganggu istrinya yang tampak sangat kelelahan setelah melayaninya. Setelah mengecup kening wanita yang sangat dicintainya itu dia menyibak selimutnya lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Seusai mandi Rezki yang masih menggunakan handuk dipinggangnya serta rambut yang masih basah segera membangunkan istrinya dengan menghujani wajahnya dengan ciumannya. Arshi merasa terganggu akibat ulah suaminya, dia menggeliat dalam selimut yang masih membungkus tubuhnya lalu membuka matanya.


"Udah jam berapa Yank?" Arshi membelai wajah tampan nan menawan milik suaminya.


"Udah jam delapan Sayang, cepat mandi sana gih! Nanti kita terlambat." Rezki menyibak selimut istrinya lalu membantunya duduk.

__ADS_1


Arshi menganggukkan kepalanya lalu mengambil handuk yang sudah disiapkan suaminya dipinggir ranjang. Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Arshi dan Rezki melaksanakan sholat dhuha berjamaah terlebih dulu baru bersiap-siap untuk ke tempat acara. Sekarang Arshi sudah duduk di restoran yang ada dilobi untuk sarapan bersama suaminya sebelum acara dimulai.



Dia tersenyum hingga menampakkan barisan giginya ketika suaminya menatapnya dengan senyuman yang sama dan tidak kalah menawan darinya.



"Yank dasi dan rambut kamu kok belum rapi." Arshi beranjak untuk merapikan dasi dan rambut suaminya yang agak berantakan.


Karena perut yang sudah keroncongan Rezki tidak sempat menyisir rambutnya dan merapikan dasinya.


Semua orang yang melihat merasa iri atas keromantisan pasangan suami istri itu, mereka semua belum tahu siapa yang ada di sana sebenarnya. Setelah selesai sarapan Rezki langsung menggandeng tangan istrinya menuju tempat acara pembukaan hotel dan resort itu. Mereka berdua berdiri di samping Direktur yang dipercaya Rezki dan Radi untuk mengelola hotel dan resort itu.


"Assalamualaikum semuanya." Sapa sang Direktur yang bernama Hermawan itu kepada seluruh tamu undangan dan stafnya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua orang yang ada disana.


"Baiklah untuk mempersingkat waktu saya perkenalkan terlebih dulu orang yang ada disamping saya ini adalah pemilik sebenarnya hotel dan resort ini, namanya Tuan muda Rezki Aditya Pratama. Dia sengaja datang jauh-jauh dari kalimantan untuk opening hotel dan resort ini." Ujarnya menyampaikan dengan bangga karena dipercaya sebagai Direktur utama pemasaran.


Arshi yang mendengarnya terperangah dibuatnya, dia sangat terkejut mengetahui hotel dan resort itu milik suaminya.


Pantesan tadi malam ketika kami datang disambut layaknya tamu penting yang terhormat," batin Arshi sembari melirik suaminya yang hanya tersenyum melihat ekspresi terkejutnya.


"Silahkan Tuan Rezki menyampaikan sambutannya." Pak Hermawan menyerahkan mikrofon kepada Rezki.


"Assalamualaikum, terimakasih banyak semuanya atas kehadirannya dan semoga hotel dan resort ini benar-benar bisa bermanfaat bagi semuanya. Maaf saya tidak biasa berbasa basi jadi cukup sekian dan terimakasih." Ucap Rezki seraya tersenyum kepada semua orang.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semuanya dengan tatapan penuh kekaguman kepadanya.


"Dia sudah punya istri belum ya, kalau belum saya akan jodohkan dia sama putri saya yang seorang model itu." Bisik seorang ibu kepada temannya.


"Aduh pemilik hotel dan resort ini bikin meleleh." Ujar karyawan wanita yang bername tag Rere karena sangat kagum dengan sosok Rezki.


"Iya gantengnya maksimal." Karyawan wanita yang bername tag Ratna menimpali.


"Tampangnya kayak oppa Ji Chang Wook." Karyawan wanita bername tag Yuni pencinta drakor menatap tanpa berkedip.


"Gue mau banget jadi pasangannya." Sahut karyawan yang bername tag Galuh.


"Kalian gak perhatikan ya wanita cantik disampingnya itu pasti kekasihnya." Tunjuk karyawan yang bername tag Zahra.


"Mungkin tunangannya." Celutuk yang lainnya.


"Siapa tau istrinya, soalnya aku perhatiin sedari tadi Tuan Rezki selalu menggandeng tangannya dengan mesra." Kata karyawan wanita yang bername tag Sahila.


"Masa sich Tuan Rezki yang masih sangat muda itu udah nikah? Palingan juga kekasihnya." Karyawan yang bername tag Gea menyanggahnya.


Masih banyak lagi pembahasan mereka yang lain tentang seorang Rezki Aditya Pratama. Rezki menggunting pita didepan lobi bersama istrinya yang selalu setia mendampinginya, akhirnya resmilah pembukaan hotel dan resort miliknya itu. Banyak para pengunjung yang sudah memesan kamar terlebih dulu lewat online, mereka langsung check in ke resepsionis. Hotel dan resort itu memang sangat menarik perhatian semua orang karena letaknya yang sangat strategis. Depannya jalan pedesaan yang sangat mulus karena sudah diaspal oleh pihak terkait dengan dana yang dikucurkan oleh pihak Rezki dan koleganya, jalanan itu juga langsung menghubungkan kepusat kota. Parkirannya juga sangat luas, belakangnya menghadap langsung kepantai dengan pasir putih dan laut biru yang sangat indah dipandang mata.


Setelah semua acara selesai Rezki mengajak istrinya berjalan-jalan di pantai, dua sejoli itu bergandengan tangan dengan mesra tanpa memperdulikan tatapan orang yang melihatnya. Deburan ombak disertai angin sepoi-sepoi ditengah terik mentari yang mulai merajai siang bagaikan nyanyian alam nan sangat menyejukkan hati kedua insan yang mabuk kepayang namun sudah dipersatukan dalam ikatan pernikahan.


"Yank kenapa kamu gak pernah bilang sama aku tentang hotel dan resort yang kamu bangun disini?" Arshi menghentikan langkahnya lalu menatap suaminya dengan intens.

__ADS_1


"Aku sengaja Sayang biar jadi surprise buat kamu. Sebenarnya semua ini aku persembahkan khusus buat kamu sebagai hadiah ulangtahun pernikahan kita tahun depan, tapi berhubung aku udah gak sabar lagi buat ngajak kamu honeymoon sekaligus liburan makanya pembangunannya dan pembukaannya di percepat." Jujur Rezki menjelaskan kepada istrinya." Maafin aku ya Sayang karena kemarin belum bisa meluangkan waktu ku untuk mengajakmu menikmati bulan madu kita sekalian liburan seperti ini." Rezki menangkup wajah istrinya lalu membelainya dengan lembut.


"Makasih atas semuanya Yank, aku sangat menyukai surprise mu ini." Arshi langsung memeluk suaminya lalu menyandarkan kepalanya di dada bidangnya.


"Sama-sama Sayang, semuanya aku lakukan karena aku sangat mencintaimu. Percayalah aku akan selalu berusaha membahagiakanmu seumur hidupku, hingga hanya maut yang bisa memisahkan kita." Rezki mengeratkan pelukannya sambil menciumi puncak kepala istrinya.


Arshi sangat terharu mendengar pernyataan suaminya hingga butiran bening yang sudah menganak sungai di pelupuk matanya tidak bisa lagi dibendungnya. Arshi menangis sesenggukan di dada suaminya hingga membasahi kemeja putihnya.


"Jangan menangis Sayang, aku gak mau liat kamu kayak gini, bajuku juga basah jadinya gara-gara airmata dan ingusmu." Rezki melonggarkan pelukannya lalu memberi jarak antara mereka.


Dia menghapus airmata istrinya dengan ibujari nya lalu mencium seluruh wajahnya dan berhenti lebih lama dibibirnya. Rezki memberikan sentuhan sangat lembut dibenda kenyal yang saling bertaut itu, dia berusaha mencurahkan semua rasa cintanya melalui ciumannya. Ketulusan dan kelembutan yang selalu ditunjukkannya kepada kekasih halalnya itu benar-benar membuat Arshi terhanyut didalamnya.


"Sayang kenapa sejak awal pernikahan kita kamu gak pernah bilang sama aku bahwa kamu juga mencintaiku?" Rezki mengerutkan keningnya dengan sempurna menatap manik mata hazel istrinya.


"Emangnya harus ya diungkapkan? Apakah selama ini semua yang aku lakukan untukmu belum cukup membuktikan?" Bukannya menjawab Arshi justru balik bertanya.


"Sayang aku cuma mau dengar kamu bilang cinta sama aku bukannya meragukanmu." Rezki berkata dengan sangat lembut.


Arshi membalikkan badannya lalu berlari menuju batu besar yang tidak jauh dari sana. Rezki langsung mengejarnya karena takut terjadi apa-apa kepada wanita yang sangat dicintainya itu. Sesampainya di sana Arshi berusaha menaiki batu yang licin itu dengan susah payah hingga bisa berdiri diatasnya.


"Sayang turun ngapain kamu disana!" Seru Rezki dengan segala kekhawatirannya.


Arshi tidak menghiraukannya dia justru bersiap untuk berteriak dengan menjadikan kedua tangannya sebagai corong suaranya.


"I love you Rezki Aditya Pratama!" Teriak Arshi sekencangnya ditengah deburan ombak yang menelan suaranya.


Rezki mengulas senyumnya menyaksikan ulah istrinya, sedari tadi dia sangat mengkhawatirkannya takut kekasih halalnya itu terpeleset lalu jatuh dari sana. Arshi akhirnya mengatakan perasaannya dengan teriakannya yang membuat Rezki sangat bahagia mendengarnya.


"Ayo turun Sayang, hati-hati! Awas kepeleset!" Seru Rezki sembari mengulurkan tangannya untuk menyambut istrinya.


"Awas Yank aku mau lompat!" Arshi mengibaskan tangannya agar Rezki menjauh.


Bukannya menjauh Rezki justru bersiap untuk menangkap tubuh istrinya dari bawah. Karena kurang hati-hati Arshi akhirnya terpeleset dia memejamkan matanya karena sangat takut kepalanya terbentur batu cadas yang licin itu.


Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa." Arshi berteriak histeris karena sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.


Namun ternyata dia meluncur dengan sempurna tepat di tangan kokoh suaminya yang langsung menggendongnya. Arshi membuka matanya dengan perlahan karena tidak merasakan apa-apa, indera penglihatannya langsung bertemu dengan mata teduh suaminya yang menyunggingkan senyum menawannya.


"Alhamdulillah." Lirihnya lalu melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Jangan lakukan itu lagi Sayang, untung aku bisa menangkapmu, kalau gak gimana? Aku gak mau kehilanganmu hanya karena peristiwa tadi!" Rezki menekankan kata-katanya sembari mengeratkan pegangannya di bawah bahu dan lipatan paha istrinya.


Arshi hanya diam tidak mampu berkata apapun lagi, jantungnya masih berdegup kencang karena masih trauma dengan peristiwa tadi. Rezki menggendong istrinya ala bridal style sampai kedalam hotelnya, mereka jadi pusat perhatian ketika melewati lobi. Namun Rezki tidak memperdulikannya, dia tetap berlalu dari sana dengan wajah datarnya. Sesampainya di kamarnya Rezki membaringkan tubuh istrinya diatas ranjang dengan sangat hati-hati. Dia menyelimutinya lalu mengusap kepala wanita yang sangat dicintainya itu dengan lembut.


"Istirahatlah Sayang, gak usah takut lagi aku akan selalu menjaga dan melindungimu." Ujarnya dengan nada lembut penuh cinta kasih.


"Temani aku Yank, aku masih takut banget." Pinta Arshi dengan lirihnya sambil menggenggam tangan suaminya.


Rezki menganggukkan kepalanya lalu membuka semua pakaiannya hingga menyisakan celana boxernya saja lagi. Dia merengkuh tubuh istrinya kedalam dekapannya untuk menenangkannya hingga akhirnya mereka terlelap dalam posisi seperti itu.


Bersambung....


Hai teman-teman sesama author maupun reader mohon doa dan dukungannya terus ya, melalui vote, like, komen, koin, juga rate bintang lima nya.

__ADS_1


Mari selalu saling mendukung!


Jaga selalu kesehatan ya, ingat selalu pesan ibu!


__ADS_2