Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#49 "Menyebalkan bikin bete"


__ADS_3

Happy reading guys!


Bi Sri baru saja selesai mencuci pakaian lalu menjemurnya di atas loteng rumah, dia memperhatikan Radi dari atas yang terlihat mengasihani dirinya sendiri sambil memberi makan ikan-ikan yang berenang di kolam.


"Mas Radi kalau jomblo jangan dipelihara Mas, nanti keburu berjenggot kawat yang dibawah!" Teriak Bi Sri lalu tertawa terbahak-bahak.


Nasib jadi jomblo sampai Bibi aja ledekin gue. Ehh tapi apa itu jenggot kawat?" Radi bergumam dalam hatinya.


"Apa itu jenggot kawat Bi?" Radi bertanya sambil berteriak supaya terdengar jelas di telinga wanita paruh baya yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri itu.


"Liatin aja burung yang disana udah dipirangin belum?" Jawab Bi Sri balik bertanya.


Radi semakin bingung dengan jawaban yang dilontarkan oleh asisten rumah tangga itu, dia menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal karena tidak mengerti maksud Bi Sri sebenarnya.


Catatan: Kalau didaerahku istilah jenggot kawat itu sama dengan ubanan ya reader.


Radi mendongakkan kepalanya ke atas memperhatikan sekawanan burung yang terbang rendah lalu hinggap dipepohonan.


Sementara itu di meja makan Rezki masih saja menatap lekat wajah cantik istrinya, sembari menumpu dagunya dengan tangannya. Arshi baru saja menerima roti gembong rasa green tea lewat delivery order, lalu memotongnya dan menaruhnya di atas piring.



Dia langsung memakannya dengan lahapnya tanpa menawari suaminya yang sudah makan banyak nasi goreng spesial buatan Bi Sri. Arshi benar-benar menikmati roti gembongnya, hingga tidak menyadari mulutnya belepotan dengan selai rasa green tea yang sekarang sangat disukainya itu.


"Pelan-pelan makannya Sayang gak ada yang mau merebut makananmu!" Seru Rezki menegur istrinya yang makan sampai belepotan.


Rezki beralih dari posisi duduknya lalu mendudukkan dirinya di samping istrinya, dia membersihkan mulut wanita yang sangat dicintainya itu dengan ibu jarinya lalu menjilatinya.


"Ishh kamu jorok Yank!" Arshi mengambil tisu untuk membersihkan jari suaminya.


Rezki mengulas senyumnya lalu mendekatkan wajahnya ke muka istrinya.


"Kalau gitu artinya kamu mau aku langsung bersihin kayak gini." Rezki menempelkan bibirnya lalu menjilati permukaan bibir istrinya yang masih belepotan selai rasa green tea.


Arshi menggigit lidah dan bibir suaminya yang selalu mencari kesempatan untuk mencumbunya itu.


Awww..." Sakit Sayang, kok kamu tega ngelakuin ini sama aku, ini namanya kdrt tau! Kamu harus tanggung jawab." Ujar Rezki sambil menatap tajam ke arah istrinya.


"Habisnya kamu juga sich yang selalu mencari kesempatan untuk menciumku. Bibirku udah bengkak Yank karena ulahmu, kamu gak kasian sama aku?" Arshi menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.


Arshi semakin sensitif dan mudah menangis sejak tahu kehamilannya yang sekarang. Rezki sangat terkejut melihat respon istrinya yang menanggapi omongannya secara berlebihan, padahal niatnya hanya ingin bercanda dan menggoda saja.


"Maaf Sayang aku cuma becanda." Rezki merengkuh tubuh wanita yang sangat dicintainya itu kedalam pelukannya.


"Aku mau maafin kamu Yank, asal kamu mau temenin aku belanja semua kebutuhan dapur ke pasar." Pinta Arshi dalam pelukannya suaminya dengan nada manja.


"Belanja kepasar?" Rezki melonggarkan pelukannya lalu memberi jarak antara keduanya.


Dia menatap istrinya dengan kening berkerut, karena tidak biasanya Arshi ingin belanja sendiri kepasar. Sebab biasanya yang belanja semua kebutuhan dapur dan yang lainnya itu adalah Bi Sri, asisten rumah tangga yang sudah dipercaya puluhan tahun bekerja kepada keluarganya.


"Kamu yakin Sayang? Biasanya kan Bi Sri yang belanja, aku gak mau sampai kamu kecapean. Kandungan kamu masih rentan, jangan sampai sesuatu yang gak kita semua inginkan terjadi lagi." Rezki mengingatkan istrinya dengan nada sangat lembut.


" Aku benar-benar pengin belanja Yank, ini bukan kemauan aku aja, tapi baby juga." Rengek Arshi dengan bergelayut manja di lengan suaminya.


Rezki menghirup oksigen sebanyak-banyaknya lalu menghembuskan nafasnya perlahan, dia paling tidak bisa menolak kemauan istrinya bila sudah seperti itu.


"Ok tapi kita ke swalayan aja ya Sayang, gak usah kepasar tradisional." Rezki menekankan kata-katanya.


Dia menegaskan bahwa dirinya tidak suka kalau istrinya mengajaknya ke pasar tradisional yang terkesan kumuh dan bau, apalagi kalau harus berdesakan dengan pelanggan lain yang terkadang tidak perduli dengan kondisi orang lain disekitarnya. Apalagi Arshi sekarang baru mengandung lima minggu dan selalu mengalami muntah-muntah secara tiba-tiba bila mencium aroma yang membuatnya mual.


"Iya dech gak papa, yang penting kamu mau temenin aku belanja." Arshi beranjak dari duduknya lalu mencuci tangannya.


"Kamu siap-siap, aku mau temui Radi dulu Sayang." Rezki mengecup kening istrinya.


Arshi menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar utama untuk mengganti bajunya. Rezki mengitari sekeliling rumahnya mencari keberadaan Radi, namun tidak menemukannya. Dia justru berpapasan dengan Bi Sri yang baru turun dari atas loteng sehabis menjemur pakaian.


"Bi Sri liat Radi gak?" Tanya Rezki dengan mengangkat satu alisnya.

__ADS_1


"Tuh lagi mojok sendirian di taman belakang." Jawab Bi Sri seraya tersenyum lebar hingga menampakkan barisan giginya.


"Ya udah makasih ya Bi." Ucap Rezki sambil berlalu pergi dari hadapan asisten rumah tangganya yang memang gesrek itu tapi baik hatinya.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Sesampainya di taman belakang Rezki menghampiri Radi yang duduk di gazebo sambil memberi makan ikan-ikan yang berenang di kolam. Pemandangan ditaman itu sangat indah dipandang mata, terasa asri dan menyejukkan hati siapapun yang menikmatinya. Taman itu sengaja dibuatkan Rezki khusus atas permintaan istrinya, setelah satu bulan mereka menikah. Arshi melihat banyak lahan kosong yang sangat luas di belakang rumah, hingga dia ingin memanfaatkan semuanya atas izin dan desain dari Rezki sendiri tentunya. Akhirnya terciptalah taman yang diberi nama REZSHI garden sesuai dengan gabungan nama mereka berdua.



"Heyy Bro ngapain Lo mojok di sini?" Rezki menepuk pundak Radi yang termenung memikirkan nasibnya.


"Gue bosan nungguin Lo didalam rumah makanya gue kesini." Jawab Radi memberikan alasannya.


"Ohh gitu." Rezki menganggukkan kepalanya." Gue kira Lo lagi fitnes, hehehe." Ujar Rezki sambil terkekeh geli.


"Fitness pala Lo peang!" Radi hendak menoyor kepala Rezki.


Namun Rezki berhasil menepisnya lalu membalas perlakuan Radi kepadanya dengan memelintir tangannya. Mereka berdua sudah biasa bercanda seperti itu untuk melatih ilmu bela dirinya masing-masing, sekaligus tarung bebas layaknya orang-orang profesional. Hingga akhirnya salah satunya dari keduanya menyerah karena kelelahan bahkan kadang babak belur dan cidera.


"Emangnya Lo tau artinya fitnes?" Tanya Rezki sambil memelintir tangan Radi kebelakang lalu menduduki punggungnya.


"Gue gak tau dan gak mau tau!" Seru Radi dengan mencengkeram kuat tangan Rezki dan berhasil membalikkan keadaan.


Rezki meringis karena bibirnya yang sedikit bengkak akibat digigit istrinya terbentur lantai gazebo hingga mengeluarkan berdarah.


"Sekarang Lo bilang apa itu artinya fitnes?" Radi sangat penasaran dengan apa yang diucapkan Rezki.


"Badan fit tapi hati Lo ngenes, hahaha." Rezki terbahak-bahak walaupun bibirnya berdarah.


"Kurang dihajar Lo ya!" Radi semakin menekan tubuh Rezki yang di dudukinya.


Tiba-tiba Arshi datang menghampiri mereka berdua dengan memasang wajah yang sangat tidak bersahabat.



"Cukup hentikan!" Serunya sambil menatap tajam kedua laki-laki tampan itu secara bergantian.


"Heyy Bro tolong urus nomer handphone gue ke GraPARI ya!" Teriak Rezki sebelum Radi menghilang dari pandangannya.


"Kamu tadi bilang mau bicara sama Radi tapi kenapa malah smackdown? Apa memang begitu cara kalian bicara? Gak sadar ya bibir kamu sampai berdarah? Kalau kamu bonyok kayak gitu gimana mau nemenin aku belanja? Semuanya gatot gara-gara kamu Yank." Arshi berkata dengan mata berkaca-kaca lalu melangkahkan kakinya kembali ke rumah.


"Maafin aku Sayang, bibirku gak papa kok. Aku masih bisa temenin kamu belanja." Bujuk Rezki sambil mengikuti langkah istrinya dari belakang.


Arshi tidak menghiraukannya dia terus melangkahkan kakinya menuju kamar utamanya, lalu menutup pintunya dengan kuat kemudian menguncinya dari dalam, hingga membuat Rezki terlonjak kaget. Arshi menyandarkan tubuhnya dipintu bagian dalam begitu juga dengan Rezki yang bersandar di pintu bagian luar.


"Sayang bukain pintunya, aku janji gak gitu lagi sama Radi!" Seru Rezki dari balik pintu.


"Kamu selalu bilang kayak gitu Yank dari awal pernikahan kita, tapi bila aku gak ada kalian pasti melakukannya lagi. Kalian berdua benar-benar nyebelin, bikin aku bete banget jadinya." Arshi menghentakkan kakinya layaknya seorang anak kecil yang sedang merajuk.


"Maafin aku Sayang, aku beliin eskrim rasa green tea mau?" Rezki kembali berusaha membujuk istrinya dengan iming-iming eskrim rasa green tea yang sekarang jadi favorit wanita yang sangat dicintainya itu.


"Aku gak mau, aku sebel sama kamu, aku bete sama kamu Yank!" Jawab Arshi sambil terisak.


"Ku mohon maafin aku Sayang." Rezki ikut sedih mendengar suara tangisan istrinya.



๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Ditempat lain Radi mengendarai mobilnya di atas kecepatan rata-rata menuju GraPARI sesuai perintah Rezki. Sesampainya di sana dia disuruh antri, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, memakai masker, lalu di kontrol suhu tubuhnya, sesuai protokol pemerintah. Radi yang lupa memakai masker akhirnya terpaksa membelinya di sebrang jalan, namun tiba-tiba ada sebuah mobil yang hampir saja menabraknya dengan sengaja. Untunglah dia dapat menghindarinya dengan gerakan memutar badannya ke arah trotoar, hingga membuatnya terbentur dan mengalami cidera ditangan juga kakinya.


Mobil nyebelin udah bete tambah bete jadinya, untung aja gue masih bisa menghindarinya kalau gak pasti koit atau masuk rumah sakit. Tapi siapa ya kira-kira yang berani bermain-main sama gue?"Radi bermonolog.


Radi berinisiatif untuk menghubungi Dira agar mau menjemputnya, karena tiba-tiba dia merasakan sakit di tangan dan kakinya hingga susah untuk digerakkan apalagi harus menyetir mobilnya. Radi merogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya, lalu menelepon nomer kontak Dira hingga puluhan kali, namun sayangnya Dira tidak mengangkatnya karena handphonenya dalam mode silient dan diletakkan di dalam tasnya. Dira masih sibuk mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya oleh Radi sendiri didalam kantor Pratama grup, sehingga membuatnya harus bekerja keras tanpa menghiraukan handphonenya lagi.


Kenapa kamu gak menerima telepon dariku Dira? Kamu benar-benar menyebalkan, bete, bete banget jadinya." Radi berusaha berjalan sendiri dengan menyeret kakinya yang sakit menuju mobilnya

__ADS_1


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ


๐ŸŒฟBete๐ŸŒฟ Manis Manja group


Aku butuh perhatian


Tapi tak kau hiraukan


Aku butuh kasih sayang


Tapi tak kau berikan


Aku mau di manja manja


Tapi kamu cuek cuek aja


Aku bete sama kamu


Aku sebel sama kamu


Aku keki sama kamu


Aku bete bete bete!


Aku bete dicuekin


Aku sebel dibiarin


Aku keki dianggurin


Aku bete bete bete!


Aaahhh bete!


Aku butuh perhatian


Tapi tak kau hiraukan


Aku butuh kasih sayang


Tapi tak kau berikan


Aku mau dimanja manja


(Manja manja)


Tapi kamu cuek cuek aja


Aku bete sama kamu


Aku sebel sama kamu


Aku keki sama kamu


Aku bete bete bete!


Aku bete dicuekin


Aku sebel dibiarin


Aku keki dianggurin


Aku bete bete bete!


Aaahhh bete!


โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ

__ADS_1


Bersambung...


Hai teman-teman semuanya jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya melalui vote yang banyak, like yang tiada, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya, dan rate bintang limanya.


__ADS_2