Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#69 "Yang ku mau"


__ADS_3

Happy reading guys!


Mereka semua akhirnya membubarkan diri setelah menyaksikan pertunjukan lamaran romantis ala Wavi untuk Lida.


-


Hembusan angin dipagi hari dibawah pegunungan yang sedang berkabut terasa sangat dingin menembus pori-pori kulit Arshi, dia merasakan tubuhnya mulai bergetar menahan hipotermia yang mulai menjalari seluruh tubuhnya. Namun semua itu tidak sedikitpun mengurungkan niatnya untuk menginterogasi Dira yang duduk saling berhadapan dengannya.


"Ra sebenarnya apa alasannya kamu menolak lamaran Radi?" Arshi langsung bertanya sembari mendekap tubuhnya sendiri yang mulai menggigil kedinginan.


Bukannya langsung menjawab Dira justru menundukkan kepalanya mencoba merangkai kata apa yang patut disampaikannya kepada Arshi.


Rezki yang memperhatikan mereka berdua dari kejauhan tampak sangat khawatir dengan kondisi istrinya, sebab dia tahu pasti bahwa wanita yang sangat dicintai itu tidak bisa terlalu lama merasakan hawa dingin diluar ruangan. Rezki segera beranjak dari duduknya lalu menyuruh pelayan restoran untuk memberikan jaket yang dipakainya kepada kekasih halalnya itu beserta wedang jahe untuk membantu menghangatkan tubuhnya.


"Tolong kamu berikan jaket ini pada wanita yang memakai baju putih itu." Tunjuknya kearah istrinya yang duduk membelakanginya.



"Sekalian buatkan wedang jahe dan segera antarkan kesana." Perintahnya lalu kembali duduk di tempatnya semula.



"Permisi ini ada titipan dari seorang laki-laki tampan yang duduk di sana." Tunjuk pelayan itu kearah Rezki yang duduk di kursi yang berada disisi lain restoran.


Pelayan itu memberikan jaket ke tangan Arshi lalu meletakkan dua gelas wedang jahe diatas meja.


"Terima kasih ya." Ucap Arshi dengan ramah kepada pelayan itu.


"Iya sama-sama, silahkan di nikmati wedang jahe nya." Ujar pelayan itu kemudian berlalu pergi meninggalkan Arshi dan Dira.


Arshi menolehkan kepalanya ke belakang, dia melihat suaminya yang tersenyum manis kearahnya lalu menganggukkan kepalanya. Arshi membalas senyumannya kemudian bergegas memakai jaket milik kekasih halalnya itu, sebab dia sudah tidak tahan lagi dengan hawa dingin yang menembus pori-porinya. Dira memperhatikan interaksi antara pasangan suami istri itu benar-benar iri dibuatnya.


Pak Rezki sangat perhatian dan pengertian sama Bu Arshi. Mungkinkah bila aku menikah dengan Bos Radi nanti dia juga memperlakukan aku seperti itu?" Batin Dira bertanya dalam hatinya.


"Jadi apa alasan kamu menolak lamaran Radi?" Arshi kembali mengulangi pertanyaannya sambil meminum wedang jahe nya.


"Maaf sebelumnya Bu Arshi, saya tidak bermaksud untuk menolak lamaran Bos Radi. Sebab saya mau dia meminta izin secara langsung kepada kedua orang tua saya, karena restu mereka berdua sangat penting bagi saya." Jawab Dira dengan jujur sembari menundukkan wajahnya.


"Dira tolong kamu gak usah pakai bahasa formal ya kalau bicara berdua sama aku, panggil namaku aja gak usah terlalu kaku. Sebab aku gak suka ada jarak yang membedakan atasan dan bawahan diantara kita, anggap aja aku adikmu karena kita nanti akan jadi saudara ipar." Ujar Arshi sembari menggenggam tangan Dira." Mengenai lamaran langsung kepada orang tuamu itu pasti akan Radi lakukan bersama kami sekeluarga nantinya." Arshi berusaha meyakinkan Dira." Jangan pernah meragukan seseorang yang berniat baik untuk menghalalkanmu, apalagi kalian berdua sudah lama saling mengenal. Radi juga sudah lama memendam perasaannya kepadamu sejak awal kalian bertemu, itu yang kutahu dari Rezki." Jelas Arshi seraya mengulas senyumnya.


"Baiklah aku akan menunggu saat-saat itu." Dira berkata dengan mengulum senyumnya karena tersipu mendengar penjelasan Arshi kepadanya tentang Radi.


"Ok, mari silahkan diminum wedang jahe nya." Arshi menghabiskan sisa wedang jahe yang mulai dingin digelasnya.


-


Ditempat lain tepatnya di kampung halaman tempat kelahiran Hendrik Choi dan Khardha Sahara. Tampak Hendrik berdiri di depan bingkai foto yang menampilkan gambar seorang anak laki-laki memeluk seorang anak perempuan dari belakang, dia memperhatikan foto itu dengan seksama, hingga akhirnya dia bertanya kepada adiknya yang bernama Lina.


"Lin ini foto siapa?" Tunjuknya kearah foto yang terpajang di dinding.


"Itu foto Kak Hendrik dengan Khardha waktu kecil." Jujur Lina lalu berdiri di samping Hendrik.


"Dimana dia sekarang? Kenapa aku gak pernah melihatnya lagi? Sedekat apa aku dulu dengannya?" Cecar Hendrik tanpa jeda.


"Dia sekarang tinggal di kota bersama suaminya. Mungkin karena Kak Hendrik terlalu sibuk makanya gak pernah ketemu lagi sama dia. Kak Hendrik dulu sangat dekat dengannya bahkan sepertinya Kakak lebih sayang dia daripada aku." Jelas Lina dengan melipat kedua tangannya di atas dada.


"Oh kalau begitu maafin kakak ya." Hendrik merangkul bahu adiknya.


Lina menganggukkan kepalanya lalu mengajak Hendrik untuk sarapan bersama keluarganya.


-


Kembali ke villa tempat liburan para anak muda yang dimabuk cinta. Rezki segera menghampiri istrinya setelah Arshi mengantarkan Dira ke depan pintu kamarnya.


"Sayang." Panggil Rezki lalu menarik tangan istrinya masuk ke dalam kamarnya." Kamu masih kedinginan kan?" Tanyanya sembari menatap lekat wajah cantik istrinya lalu membelainya dengan lembut dan ibujari menyentuh bibir ranum milik kekasih halalnya itu.


"Iya." Singkat Arshi lalu memejamkan matanya karena mengerti maksud pertanyaan yang diajukan suaminya.


Rezki langsung mencium bibir istrinya dengan lembut namun menuntut, tiba-tiba cuaca di luar juga sangat mendukung untuk melakukan penyatuan antara keduanya. Hujan deras disertai petir yang saling menyambar menambah dinginnya suasana, Rezki perlahan melucuti pakaian istrinya dan Arshi melepaskan pakaian suaminya satu persatu tanpa tersisa. Pasangan suami istri itu melakukan olahraga bareng dengan berbagai macam gaya dan cara hingga keringat bercucuran membasahi tubuh keduanya, namun mereka berdua tidak berhenti sebelum mencapai puncak kenikmatan sesungguhnya, untuk kesekian kalinya hingga keduanya benar-benar puas barulah mereka menghentikan aktivitasnya.


"Sayang kamu udah gak kedinginan lagi kan?" Rezki menciumi puncak kepala istrinya yang berbaring di atas lengannya.


Tidak ada jawaban dari Arshi karena dia sangat kelelahan dan langsung tertidur, setelah selesai melayani suaminya yang selalu membuatnya terbuai oleh setiap sentuhannya. Rezki mengulas senyumnya lalu menarik selimut hingga sebatas dadanya, kemudian ikut memejamkan matanya sembari menjadikan tubuh istrinya sebagai guling hidupnya.


-


Didalam kamar yang lain Arsha dan Wava juga tidak melewatkan kesempatan untuk bergelut di atas ranjangnya, karena cuaca benar-benar mendukung untuk bercinta bagi setiap pasangan halal yang menginginkannya.


"Bee kamu mau punya anak berapa?" Tanya Wava sambil berbaring di lengan suaminya.


Setelah mereka berdua selesai melaksanakan kewajibannya masing-masing untuk memberikan kenikmatan surga dunia kepada pasangannya.


"Kamu maunya berapa?" Bukannya menjawab pertanyaan istrinya Arsha justru balik bertanya.


"Dua aja ya Bee, cowok sama cewek kalau bisa kembar seperti aku dan Wavi, kamu juga Arshi." Jawab Wava sembari menatap wajah tampan suaminya.


"Aku gak mau maksain kamu untuk melahirkan anak yang banyak untukku Honey, jadi terserah kamu aja." Ujar Arsha seraya tersenyum lalu membelai wajah cantik istrinya.


"Makasih ya Bee." Wava menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Sama-sama Honey." Arsha memeluk erat tubuh istrinya.


Pasangan pengantin baru yang masih menikmati bulan madu itu akhirnya terlelap dalam posisi seperti itu.

__ADS_1


-


Di kamar yang lain tampak Radi yang sangat gelisah karena memikirkan Dira yang menolak lamarannya tadi malam. Dia berguling-guling di atas ranjang hingga akhirnya terjatuh menimpa Rasya, yang tengah asyik bermain game dengan posisi tengkurap di atas karpet bulu yang ada di bawahnya.


Awww...pekik Rasya karena tubuh Radi memang jauh lebih besar darinya.


"Sorry Bro." Radi segera bangkit dari tubuh Rasya.


"Lo kenapa sich dari tadi malam gue perhatiin setelah pulang dari atas bukit itu jadi gegana?(gelisah, galau, merana)" Tanya Wavi yang duduk di sofa sambil menonton televisi.


Radi menghampiri Wavi lalu ikut duduk disofa dengan meluruskan kakinya.



Dia menceritakan secara detail tentang lamarannya tadi malam yang ditolak oleh Dira hingga membuat kedua Dokter itu menertawakannya.


"Nasi kuning iwak hintalu." Ujar Wavi sembari melirik ke arah Rasya untuk menyambung kalimatnya.


"Baju kuning kasian dech Lo!" Seru Rasya seraya tertawa terbahak-bahak bersama Wavi.



Hahaha.." Kedua Dokter itu tertawa hingga mengeluarkan air mata.


Radi tidak terima ditertawakan oleh mereka hingga akhirnya dia tersulut emosi.


"Kurang ajar Lo berdua! Bukannya kasian sama gue, ini malah ngetawain!" Radi menimpuk Wavi dan Rasya dengan bantal yang ada di sofa.


-


Sementara itu di kamar para wanita tampak Tasya, Dira dan Lida bergelut dalam selimutnya masing-masing karena suhunya yang sangat dingin. Mereka bertiga menghilangkan bosan dengan membicarakan tentang berbagai hal yang berfaedah hingga unfaedah.


"Kira-kira diantara kita bertiga siapa yang akan duluan nikah?" Lida menoleh ke arah Dira dan Tasya yang berada di samping kiri juga kanannya secara bergantian.


"Ya pasti Lo lah secara Wavi kan udah ngelamar Lo." Jawab Tasya tanpa berpikir panjang.


"Kalau menurut gue kayaknya Dira sama Radi akan lebih dulu menikah daripada gue sama Wavi." Ujar Lida seraya tersenyum penuh arti." Sebab gue perhatiin Arshi dan Rezki udah turun tangan untuk menyatukan kalian berdua, iya kan?" Lida menaikturunkan alisnya untuk menggoda Dira.


"Iya, doain aja ya." Dira mengulas senyumnya lalu menutupi wajahnya dengan tangannya.


"Yey yang malu-malu tapi mau!" Seru Tasya ikut menggoda Dira.


-


Ditempat lain tepatnya di rumah sakit keluarga Setiawan. Dokter Hasan baru saja memasang infus di tangan istrinya yang mengalami drop setelah mengetahui kondisi ibunya dikampung. Khardha ingin sekali menemui ibunya yang juga sakit-sakitan karena faktor usia dan hanya dirawat oleh keponakannya Aisha adiknya Merlin dirumahnya, sebab ibunya tidak mau dibawa ke rumah sakit daerah ataupun milik menantunya. Karena menurut beliau hidup dan matinya manusia itu ditangan Allah.


Kata-kata yang dikatakan oleh beliau ketika ditelpon dan selalu terngiang di telinga Khardha adalah.


"Manusia itu dilahirkan sendiri dan akan mati sendiri. Jadi gak usah terlalu mengkhawatirkan kondisiku yang sudah tua dan jompo ini." Ujar beliau dengan menekankan kata-katanya.


"Iya Sayang." Sahut Dokter Hasan sambil menggenggam erat tangan istrinya.


"Aku mau kita pulang kampung sekarang juga." Pintanya dengan suara serak menahan tangisnya.


"Maaf Sayang kondisimu gak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Lagipula anak-anak kita belum pulang dari liburannya, gak ada yang bisa menggantikanku untuk mengawasi rumah sakit ini." Ujarnya memberikan alasannya supaya istrinya tidak meminta untuk pulang kampung lagi.


-


🌿 Yang ku mau 🌿 By Krisdayanti


Seringnya


Ku berpikir


Sampai pernah


Tak jua


Kutemukan jalan keluarnya


Jika memang


Bukan ini sudah tamatkanlah


Karenaku


Tak mau waktuku terbuang


Jangan memaksakan ini


Jika memang bukan yang ini


Karena sesuatu yang peka


Buat kita jadi masalah


Yang kumau


Ada dirimu


Tapi tak begini


Keadaannya

__ADS_1


Yang kumau


Selalu denganmu


Jika Tuhan


Mau begini


Rubahlah semua


Jadi yang ku mau


Karena kuingin


Semua berjalan


Seperti yang ku mau


Aa-aa-ah


Jangan memaksakan ini


Jika memang bukan yang ini


Karena sesuatu yang peka


Buat kita jadi masalah


Yang ku mau


Ada dirimu


Tapi tak begini


Keadaannya


Yang ku mau


Selalu denganmu


Jika Tuhan


Mau begini


Rubahlah semua


Jadi yang kumau


Karena kuingin


Semua berjalan


Seperti yang kumau


Aa-uuu wo-ooo


Yang ku mau


Ada dirimu


Tapi tak begini


Keadaanya


Yang ku mau


Selalu denganmu


Oo-oh


Jika Tuhan


Mau begini


Rubahlah semua


Jadi yang ku mau


Karena ku ingin


Semua berjalan


Seperti yang ku mau


Aa-aa-uuu-uuh


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung...


Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang membangun, koin seikhlasnya, rate bintang lima, dan jadikan favorit kalian selalu ya.


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.

__ADS_1


Tetap jaga kesehatan ya!


__ADS_2