Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#8 "Kesepakatan"


__ADS_3

Happy reading guys!



Ehemmm... Wava berdeham untuk menyadarkan keduanya.


Arshi segera menjauhkan dirinya dari tatapan Rezki yang membuat jantungnya berdegup kencang layaknya berlari maraton.


"Kamu ngapain pagi-pagi udah kesini Ki?" Tanya Wava dengan melipat tangannya diatas dadanya.


Hehehe... Rezki terkekeh untuk menetralkan kembali jantungnya yang selalu berdetak lebih cepat dari biasanya bila berdekatan dengan Arshi.


"Gue cuma mau bantuin kalian membereskan masalah pengiriman barang yang tertunda kemarin." Jawab Rezki tanpa mengalihkan pandangannya dari Arshi." Bisakah kita bicara dulu sebentar Dokter Arshi." Pinta Rezki sembari menunggu respon dari Arshi.


"Baiklah tapi kamu harus menunggu


diluar, aku mau periksa pasienku dulu." Arshi langsung membelakangi Rezki yang terus menatapnya tanpa berkedip.


"Aku akan tungguin kamu di sini aja." Rezki bersandar di dinding sembari memperhatikan apa saja yang dilakukan Arshi kepada pasien-pasien nya.


Wava hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sepupunya itu.


Dasar Rezki selalu aja pantang menyerah bila menginginkan sesuatu yang ingin dicapainya." Wava berkata dalam hatinya.


Kedatangan Rezki yang tiba-tiba ke rumah sakit bukan tanpa alasan sebab Arshi sudah membuatnya tergila-gila dan memporak-porandakan isi hatinya juga perasaannya.


🌿Flashback on


Tadi malam dia merasa dunia begitu indah karena telah berhasil menikahi wanita yang telah membuatnya kembali merasakan indahnya jatuh cinta itu, dia berniat mengajaknya honeymoon keluar negeri agar bisa menikmati waktu mereka berdua tanpa gangguan siapapun juga. Namun ketika hendak melakukan malam pertama bersamanya, Arshi tiba-tiba hilang entah kemana. Rezki sangat frustasi dibuatnya hingga dia memutuskan untuk bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari atas atap gedung perusahaannya sendiri. Namun ketika terbangun ternyata dia sudah ada dibawah kolong tempat tidurnya dan merasakan sakit dipunggungnya. Setelah itu dia tidak bisa tidur kembali karena selalu memikirkan mimpinya itu.


Kenapa aku bisa jatuh kelantai? Mengapa wajah cantik Arshi selalu menghantuiku? Apakah aku benar-benar sudah gila karenanya? Ya Allah jika memang benar Arshi adalah jodohku biarkan dia juga merasakan apa yang kurasakan," batinnya lalu beranjak menuju kamar mandinya untuk berwudhu dan melaksanakan ibadah sholat malamnya.


🌿Flashback off


Arshi telah selesai memeriksa keadaan pasien-pasien nya, sekarang dia sudah duduk berhadapan dengan Rezki di caffe seberang rumah sakit. Sambil menunggu pesanan mereka datang Arshi terlihat beberapa kali mengerjapkan matanya dan menutup mulutnya yang menguap karena rasa kantuk yang menyerangnya akibat tidak bisa tidur semalaman.


"Kamu kenapa? Ngantuk ya? Jam berapa tidur tadi malam?" Cecar Rezki saat menatap wajah Arshi yang selalu cantik dimatanya walaupun dalam keadaan mengantuk.


"Aku gak bisa tidur semalaman." Jawab Arshi dengan menelungkup di atas meja.


"Kok bisa, emangnya kamu ngapain aja?" Rezki mengerutkan keningnya mendengar jawaban Arshi.


Apa karena dia juga mikirin aku ya?" Rezki bertanya dalam hatinya seraya tersenyum penuh arti.


Dia ingin sekali mengusap kepala Arshi dan membelai rambutnya, namun diurungkannya karena takut wanita yang sudah membuatnya tergila-gila itu akan marah kepadanya.


"Silahkan ini pesanannya." Pelayan caffe meletakkan coffe cappuccino diatas meja.



"Terimakasih Mbak." Ucap Rezki kepada pelayan itu.


"Arshi bangun ini minumannya udah datang." Rezki memberanikan dirinya mengusap kepala Arshi.


Tidak ada respon dari Arshi karena dia sudah terlelap. Rezki sebenarnya tidak tega membangunkannya tapi dia harus bicara dengan Arshi agar bisa membantunya membereskan masalah keterlambatan pengiriman barang yang dipesan Arshi melalui perusahaannya.


"Shi bangun Sayang." Bisik Rezki dengan menyibak rambut Arshi lalu menyelipkannya di telinganya.


Arshi merespon ketika mendengar suara seseorang yang memanggilnya dengan sebutan sayang. Dia mengira itu adalah suara Papahnya yang membangunkannya.


"Sebentar lagi Pah aku masih ngantuk banget, gara-gara gak bisa tidur semalaman mikirin tuh orang." Arshi berkata tanpa sadar karena dia masih memejamkan matanya.


Rizki membulatkan matanya dengan sempurna mendengar perkataan Arshi, dia mencoba mencerna apa yang dikatakannya. Ada rasa cemburu menggelitik hatinya, diapun kembali bertanya dengan nada lembut, ketika teringat Arshi menganggapnya adalah papahnya.


"Orang itu siapa Sayang?" Rezki berusaha menginterogasi Arshi dibalik ketidaksadarannya.


"Itu loh Pah orang yang aku benci tapi malah berani melamar aku." Arshi masih memejamkan matanya.

__ADS_1


Rezki tersenyum sangat bahagia mendengar jawaban Arshi, secara tidak langsung dia mengetahui bahwa Arshi juga memikirkannya.


"Kamu yakin benci sama dia Sayang?" Tanyanya lagi dengan membelai rambut Arshi.


"Iya Pah tapi aku juga bingung dengan diriku sendiri kenapa ada perasaan aneh ketika tadi malam dia ngirimin aku sebuah lagu." Jujur Arshi lalu mendongakkan kepalanya." Kamu!" Arshi terlonjak kaget.


"Kenapa?" Rezki menopang dagunya dengan tangannya diatas meja seraya menatap Arshi dan mengulas senyum menawannya.


Arshi memalingkan wajahnya kearah lain dia benar-benar merasa sangat malu karena sudah mengatakan semuanya kepada Rezki yang dikiranya papahnya.


"Gak usah malu gitu, aku suka dengan kejujuranmu Dokter Arshi." Ucap Rezki dengan menggenggam tangan Arshi yang diletakkannya di atas meja.


"Lepasin!" Arshi menepis tangan Rezki yang berani menggenggam tangannya.


"Ok!" Rezki melepaskan genggaman tangannya." Silahkan minum dulu minuman kamu." Tawarnya sembari menunjuk coffee capuccino didepannya.


"Makasih," ucap Arshi lalu menyeruput kopinya.


"Aku mohon maaf sebelumnya atas semua keterlambatan pengiriman barang yang kamu pesan melalui perusahaan kami, jujur semua itu karena ada masalah internal dalam perusahaanku. Aku akan menggantinya dengan apapun itu yang kamu mau termasuk hilangnya motormu." Rezki menatap Arshi dengan sangat serius.


"Kalau begitu aku mau kamu membantu merenovasi ruangan khusus perawatan anak, mengenai motorku aku sudah mengikhlaskannya. Tapi aku mau yang mendesain dan mengecat dindingnya itu kamu sendiri tanpa bantuan orang lain. Apa kamu sanggup?" Arshi menatap datar kearah Rezki karena dia yakin laki-laki dihadapannya ini tidak akan menyetujuinya.


"Untuk mendesain dan menyediakan semua barang yang akan digunakan di sana insha Allah aku bisa, tapi kalau mengecat sendiri dindingnya aku gak ada waktu Shi." Jujur Rezki karena tidak mau mengecewakan Arshi.


"Kamu bisa mengerjakannya malam hari, nanti aku juga akan mengawasimu." Ucap Arshi dengan melipat kedua tangannya diatas dadanya.


Dia benar-benar ingin menguji keseriusan Rezki untuk mempertanggungjawabkan semua kelalaian perusahaannya terhadap kepuasan konsumen.


"Baiklah kita sepakat untuk saling membantu satu sama lain." Rezki mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Arshi.


Semoga ini adalah jalan yang diberikan Allah untukku supaya bisa terus bersamanya." Doa Rezki dalam hatinya.


"Ok deal." Arshi menyambut uluran tangan Rezki.


Mereka berdua akhirnya sepakat bekerja sama untuk merenovasi ruang perawatan anak yang di kelola oleh Arshi sendiri itu. Rezki sangat menyukai anak kecil karena dia sangat menginginkan seorang adik, namun sayangnya mamanya tidak mau lagi melahirkan karena takut badannya jadi melar dan papanya akan meninggalkannya. Sedangkan Arshi sangat menyukai anak kecil karena dia selalu merasa bahagia bila berdekatan dengan mereka, itulah sebabnya kenapa dia memilih menjadi Dokter spesialis anak.


Sementara itu dirumah sakit Wavi kelimpungan sendiri mencari Arshi untuk mendampinginya mengoperasi cesar pasiennya. Dia menghubungi handphone Arshi namun hanya ada suara operator yang menjawabnya. Akhirnya dia mendatangi ruangan Arshi untuk menghampirinya tapi sayang disana juga tidak ada tanda-tanda keberadaannya.


Kamu kemana Shi? Aku butuh kamu sekarang," batinnya sembari menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan Wava.


Tok...tok...tok...suara pintu diketuk dari luar.


"Masuk!" Seru Wava dari dalam sembari memeriksa hasil medical check up pasien anak-anaknya.


Wavi masuk kedalam ruangan saudara kembarnya itu lalu mendudukkan dirinya dikursi didepan Wava.


"Va lo liat Arshi gak?" Tanya Wavi dengan menatap kearah Wava.


"Tadi dia keluar sama Rezki." Jawab Wava tanpa mengalihkan pandangannya dari komputernya.


"Apaaa!" Kaget Wavi karena tidak pernah terpikir olehnya Arshi mau jalan berdua dengan Rezki.


Wahhh gak bisa dibiarkan ini, Rezki udah selangkah lebih maju dari kemarin," gumam Wavi dalam hatinya.


"Loh emangnya kenapa?" Wava akhirnya menatap Wavi dengan mengerutkan keningnya.


Dia heran melihat reaksi Wavi yang menurutnya berlebihan ketika mendengar Arshi yang diajak Rezki membicarakan tentang masalah keterlambatan pengiriman barangnya.


"Mereka jalan kemana?" Wavi semakin penasaran kemana Rezki membawa Arshi.


Rasanya aku mau mengelilingi dunia ini untuk mencari mereka, tapi sayang sebentar lagi aku ada jadwal operasi.


Semoga aja Arshi gak sampai jatuh cinta sama Rezki," Doa Wavi dalam hatinya.


"Mana gue tau." Wava mengangkat kedua bahunya.


"Ok kalau begitu lo aja yang gantiin Arshi untuk mendampingi gue diruang operasi lima belas menit lagi lo harus siap!" Tegasnya.

__ADS_1


Wavi akhirnya terpaksa menyuruh Wava untuk menggantikan posisi Arshi diruang operasi. Sebab biasanya dia lebih suka dan bersemangat menjalankan tugasnya sebagai Dokter spesialis kandungan bila ada Arshi yang menemaninya di ruang operasi.


"Apakah ada Lida juga?" Wava teringat dengan Lida sahabatnya yang berprofesi sebagai Dokter spesialis anestesi.


"Iya!" Singkat Wavi kemudian berlalu pergi meninggalkan Wava dalam ruangannya.


Setelah keluar dari ruangan saudara kembarnya itu Wavi bertemu Arsha yang baru keluar dari ruangan Arshi.


"Vi lo liat Arshi gak?" Tanya Arsha dengan menaruh kedua tangannya disaku jas Dokternya.


"Enggak!" Ketus Wavi dengan geramnya karena dia benar-benar tidak terima Arshi jalan berdua bersama Rezki.


Mood Wavi berubah sangat buruk disebabkan rasa cemburu yang menghinggapi hati dan perasaannya. Dia melengos begitu saja tanpa perduli lagi dengan Arsha yang dibuat bingung dengan sikapnya.


Kenapa tuh anak jutek banget kayak gitu? Kemana sifat somplaknya? Biasanya juga dia senyum-senyum gak jelas kalau ditanya tentang Arshi," Gumam Arsha dalam hatinya.


Arsha akhirnya mendatangi ruangan Wava untuk menanyakan keberadaan saudara kembarnya itu. Ketika hendak mengetuk pintunya ternyata kebetulan Wava keluar dari ruangannya.


"Arsha!" Kaget Wava ketika melihat Arsha yang berdiri didepannya.


Hemmm.... Arsha berdeham untuk menetralkan detak jantungnya yang berubah lebih cepat bila bertemu Wava begitupula dengan Wava sendiri yang selalu berdebar-debar tidak karuan bila berdekatan dengan Arsha.


"Kamu liat Arshi gak?" Tanya Arsha dalam satu tarikan nafasnya.


"Arshi jalan keluar sama Rezki." Jawab Wava dengan menundukkan kepalanya.


Sebab dia tidak bisa terlalu lama menatap Arsha yang mempunyai sorot mata tajam bagaikan pedang yang menembus jantungnya. Walaupun dia tahu Arsha sebenarnya orang yang ramah dan lembut dibalik sifat dinginnya.


"Ada urusan apa mereka?" Arsha kembali bertanya.


"Mereka hendak membereskan masalah keterlambatan pengiriman barang-barang yang dipesan Arshi kemarin." Jelas Wava dengan meremas tangannya.


"Maksud kamu Rezki pemilik perusahaan itu?" Tanyanya lagi berusaha menginterogasi Wava.


"Iya!" Singkat Wava tanpa mau menatap Arsha.


"Ohh gitu, makasih ya atas infonya, tolong kalau bicara sama aku jangan suka menundukkan kepala karena aku gak akan memakanmu." Ucap Arsha kemudian berlalu pergi dari hadapan Wava seraya tersenyum.


Lo gak tau Sha gimana perasaan gue bila ketemu lo, apalagi liat mata lo secara langsung bikin sport jantung tau gak," gumam Wava dalam hatinya sambil berjalan menuju ruang operasi.


🌿🌿🌿🌿🌿


Rezki kembali mengantarkan Arshi kedepan lobi rumah sakit, mereka terlihat berjalan berdua bagaikan sepasang kekasih yang habis kencan. Rasya yang kebetulan ada disana membulatkan matanya dengan sempurna melihatnya.


"Makasih ya udah mau bicara sama aku. Inshaallah mulai malam ini aku akan melakukan tugasku untuk mendesain dan mengecat ruangan itu asal kamu mau nemenin aku." Ucap Rezki dengan menatap lekat mata Arshi." Shi aku mohon jangan lagi membenciku karena aku hanya ingin membuatmu bahagia bila bersamaku." Pintanya dengan tatapan sendu.


"Baiklah mari kita berteman." Arshi mengulurkan tangannya.


Rezki langsung menyambutnya dengan senang hati lalu mencium tangan Arshi.


Makasih Shi seenggaknya kamu udah mau menerimaku sebagai temanmu dan aku akan membuatmu menjadi teman hidupku selamanya." Batinnya seraya memejamkan matanya ketika mencium tangan Arshi.


"Gak usah cium tanganku terlalu lama, aku bukan ibumu." Arshi langsung menarik tangannya yang masih dipegangi Rezki.


Rasya benar-benar geram dibuatnya ketika menyaksikan langsung apa yang dilakukan Rezki kepada Arshi. Dia mengepalkan tangannya dengan kuat dibalik dinding kaca besar pembatas area luar dan dalam lobi rumah sakit itu.


"Aku kekantor dulu ya, nanti siang aku pastikan semua barang-barang yang diperlukan untuk renovasi itu akan datang, bersiaplah untuk menemaniku malam ini." Bisik Rezki ditelinga Arshi dengan ambigu.


Arshi yang sangat polos hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan Rasya yang melihatnya mengira Rezki telah berhasil menaklukkan hati Arshi. Sebab semua yang dilakukan Rezki seakan dia mencium Arshi tanpa rasa malu diperhatikan orang banyak ditempat umum.


S****** Rezki sudah berani mencium Arshi ditempat umum, apa jangan-jangan mereka udah jadian? Kok bisa Arshi langsung luluh dengan pesona seorang playboy cap kepiting kayak dia? Ini gak bisa di biarin gitu aja, aku harus bertindak untuk menyelamatkan Arshi dari Rezki agar dia gak sakit hati nantinya." Tekad Rasya dalam hatinya.


Bersambung....


Hai teman-teman semuanya jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya.


Terimakasih, sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2