Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#31 "Surprise"part4


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah sarapan bersama di restoran hotel Arsha, Wavi, Wava dan Lida berencana untuk berenang di laut. Mereka berempat berjalan menyusuri tepian pantai, tidak sengaja indera penglihatan mereka tertuju kepada seseorang yang tengah asyik berbaring di kursi malas pinggir pantai sambil memasang headset ditelinganya.



"Heyy kalian semua liat itukan Arshi!" Seru Lida sambil menunjuk kearah sahabat satu profesinya itu.


Apa Arshi sudah sembuh? Seharusnya dia istirahat dikamar aja dulu," batin Arsha ketika melihat saudara kembarnya itu sudah ada dipantai.


"Iya bener, tapi kok dia sendirian? Rezki mana?" Wava mengedarkan pandangannya ke sekitarnya.


"Mungkin Rezki lagi surfing." Celutuk Wavi dengan memasukkan tangannya kesaku celananya.


"Kita kasih surprise sama dia yuk! Dia kan gak tau kita udah ada disini." Ujar Lida sambil menarik tangan Wavi tanpa sadar karena mengira itu tangan Wava.


Wavi sangat terkejut dibuatnya karena Lida membawanya sambil berlari tanpa menoleh kebelakang siapa yang diajaknya. Arsha tiba-tiba menggandeng tangan Wava tanpa berkata apa-apa, Wava benar-benar salah tingkah dibuatnya. Dia terus menatap tangannya yang ada dalam genggaman Arsha hingga sampai disamping Lida dan Wavi. Sesampainya di belakang Arshi yang menutupi wajahnya dengan sarung pantai yang baru dibelikan Rezki untuknya tadi pagi Lida langsung mengejutkannya.


"Surprise!" Seru Lida sambil membuka sarung yang menutupi wajah Arshi.


Arshi terlonjak kaget hingga dia jatuh terguling ke bawah, seluruh badannya sudah kotor terkena pasir pantai.


Awww...Pekik Arshi karena wajahnya yang belum sembuh total mendarat dengan mulus dipasir.


"Astagfirullah al azdim!" Ucap Wavi sembari membantu membersihkan pasir yang menempel di badan dan wajah Arshi.


Rezki yang melihat istrinya disentuh Wavi dari kejauhan langsung menghentikan aktivitas surfing nya, dia segera berlari menghampiri mereka. Dengan nafas tersengal Rezki sampai dihadapan Arshi, Arsha, Wava, Wavi, dan Lida.


"Menyingkirlah! Jangan sentuh istri gue!" Rezki langsung mendorong Wavi hingga terduduk di pasir.


"Heyy gue cuma mau nolongin!" Wavi tidak terima didorong Rezki.


Wavi balas mendorong Rezki dengan kuat, dia mengulas senyum smirk nya karena berhasil menjahili sepupunya itu. Arshi yang ada dalam rengkuhan suaminya ikut terdorong ke belakang, untung saja Rezki selalu siap jadi tamengnya.


"Kurang **** lo ya!" Rezki beranjak hendak memukul Wavi.


Arshi dan Lida langsung menghalanginya. Arshi menarik tangan suaminya sedangkan Lida menghalangi dengan tubuhnya sembari merentangkan tangannya.


"Sudahlah Yank gak usah diperpanjang lagi." Pinta Arshi dengan tatapan sendunya." Wavi cuma mau nolongin aku ketika aku jatuh sebab kaget tadi." Jujur Arshi dengan memeluk suaminya untuk meredam emosinya.


"Siapa yang berani ngagetin kamu?" Rezki bertanya dengan nada dinginnya.


"Gue minta maaf ya, maksud gue tadi cuma becanda gak ada niat sedikitpun untuk mencelakai Arshi." Ucap Lida dengan menangkup kedua tangannya di depan Rezki.


Rezki menatap tajam kearah Lida dengan mengatupkan mulutnya menahan amarah karena melihat wajah istrinya yang kotor terkena pasir, rambut Arshi juga terlihat banyak pasir.


"Jangan marah Yank, maafin Lida ya, nanti aku kasih goyangan yang lebih hot dari biasanya." Bisik Arshi ditelinga suaminya.


"Beneran ya, aku tagih nanti janjimu Sayang." Rezki ikut berbisik di telinga istrinya dengan mengulum senyumnya." Ok kali ini gue maafin tapi kalau sampai Arshi kenapa-napa, lo harus tanggung jawab!" Tegasnya pada Lida dengan tatapan tajamnya


Padahal hatinya berbunga-bunga karena membayangkan goyangan hot istrinya. Arshi terpaksa mengatakan semua itu untuk meredam emosi suaminya yang tidak pandang bulu memberi pelajaran kepada siapapun yang mengusiknya. Rezki memang selalu memanjakan istrinya namun dibalik semua itu dia sangat tegas kepada siapapun yang berani mengganggu ketenangannya. Itulah sebabnya dia banyak mempunyai bodyguard dan kaki tangan dimana-mana karena saingan bisnisnya sering menghalalkan segala cara untuk menjatuhkannya seperti halnya Tuan Danu. Arshi melepaskan pelukannya dia menghampiri Lida dan Wava.


"Kalian kapan datang kesini?" Arshi merangkul kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Sore kemarin Shi, ini juga undangan dari suami lo yang posesif ini." Jujur Wava sambil menunjuk kearah Rezki dengan dagunya dan matanya.


"Beneran?" Arshi seakan tidak percaya dengan ucapan Wava.


"Iya beneran, kalau gak percaya tanya aja langsung sama orangnya." Jawab Wava dengan seriusnya.


"Makasih Yank atas semua surprise yang kamu berikan sama aku selama kita liburan disini." Arshi kembali memeluk suaminya.


"Iya sama-sama Sayang, aku akan selalu berusaha membahagiakanmu." Rezki menciumi puncak kepala istrinya.


Ternyata masih ada pasir dikepala Arshi, Rezki meludah kesampingnya lalu mengacak-acak rambut istrinya untuk membersihkan pasir dikepalanya.


"Masih ada pasir di kepalamu Sayang, kita berenang di laut aja yuk!" Ajak Rezki kepada istrinya.


Arshi menganggukkan kepalanya lalu mengajak yang lainnya.


"Heyy semuanya kita berenang di laut sama-sama yuk!" Arshi menarik tangan Lida dan Wava.


Rezki hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan tingkah istrinya, sedangkan Arsha dan Wavi hanya berjalan dengan santai mengikutinya. Mereka berenam akhirnya berenang di laut sambil bermain air, namun tiba-tiba secara tidak sengaja Arshi, Wava dan Lida disengat ubur-ubur yang entah datang darimana.


Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Teriak mereka bertiga bersamaan. Rezki, Arsha dan Wavi yang berenang beberapa meter dari mereka langsung menghampiri ketiga wanita cantik itu.


"Kalian kenapa berteriak?" Geram Wavi dengan berkacak pinggang.


"Kami disengat ubur-ubur." Jawab Lida dengan meneteskan airmatanya menahan sakit.


Ketiga laki-laki dewasa itu langsung menggendong pasangannya masing-masing kepinggir pantai yang kering.


"Cepat cari cuka supaya kentakel ubur-ubur nya terlepas!" Perintah Arsha kepada Rezki yang sangat panik melihat istri dan teman-temannya menahan sakit.


πŸ“²"Carikan cuka dengan ukuran botol yang paling besar! Cepat gak pakai lama!" Perintah Rezki tanpa mau dibantah kepada anak buahnya yang selalu stanby dilapangan.


πŸ“±"Ok Bos!" Jawab anak buah Rezki.


"Lima menit harus ada!" Tegas Rezki lalu memutuskan sambungan teleponnya.


Anak buah Rezki bergegas melaksanakan tugas yang diperitahkan kepadanya bersama bawahannya. Rezki menunggu dengan berjalan mondar mandir dipinggir jalan menuju pantai, lima menit kemudian datanglah anak buahnya dengan membawa satu kardus besar berisi cuka.


"Bawakan, ikuti aku!" Perintah Rezki sembari melangkahkan kakinya mendahului anak buahnya.


Sesampainya di tempat Arshi, Lida dan Wava dibaringkan Rezki memerintahkan anak buahnya meletakkan kardus berisi cuka disamping mereka.


"Kalian boleh pergi!" Rezki mengibaskan tangannya kepada anak buahnya.


"Ikuti apa yang gue lakuin!" Arsha langsung menuangkan cuka ke kaki Wava yang di tempeli kentakel ubur-ubur.


Rezki dan Wavi mengikuti apa yang dilakukan Arsha, mereka menuangkan cuka ke kaki Arshi dan Lida. Ubur-ubur langsung terlepas jatuh begitu saja, karena cairan cuka yang asam akan membuat kentakel ubur-ubur licin sehingga terlepas sendiri. Itulah pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila terkena sengatan ubur-ubur ketika berenang di laut.


"Setelah ini langsung rendam kaki kalian di air hangat, lalu oleskan salep Hidrokortison dan obat Antihistamin untuk menghilangkan gatal dan bengkaknya." Jelas Arsha sembari menatap mereka semua bergantian.


"Yaudah mending kita langsung balik aja ke hotel." Ujar Rezki lalu menggendong Arshi ala bridal style.


Arsha juga ikut menggendong Wava begitupula dengan Wavi yang melakukan hal yang sama kepada Lida. Karena kaki para wanita yang bengkak akhirnya para lelaki tampan itu menggendong mereka. Wava dan Lida yang diperlakukan seperti itu oleh laki-laki yang mereka sukai benar-benar sangat bahagia, wajah mereka memerah bagaikan tomat matang. Ketiga pasangan itu menjadi pusat perhatian semua orang yang memperhatikan mereka dari pantai hingga masuk ke dalam hotel. Untuk menghilangkan rasa malunya Arshi, Wava dan Lida menyembunyikan wajah mereka didada bidang para laki-laki yang sedang menggendongnya itu.

__ADS_1


Sesampainya di kamarnya Rezki langsung mengisi bathtub dengan air hangat lalu mendudukkan istrinya di dalamnya untuk berendam.


"Sayang aku ikut berendam ya." Rezki langsung ikut masuk kedalam bathtub tanpa menunggu jawaban istrinya.


Arshi yang ingin melepaskan sendiri pakaiannya akhirnya dibantu suaminya, seperti biasa Rezki tidak akan membiarkan wanita yang sangat dicintainya itu sekedar berendam saja, dia menagih janji Arshi kepadanya ketika dipantai tadi.


"Jangan lupakan janjimu untuk memberikan goyangan yang paling hot Sayang." Bisik Rezki dari belakang sembari memainkan gunung kembar dan area sensitif istrinya.


Arshi tersentak kaget dia menelan salivanya dengan susah payah sembari merasakan getar rasa yang menjalari tubuhnya karena sentuhan suaminya.


"Tapi kakiku masih sakit Yank, bisa kita tunda dulu sampai aku benar-benar sembuh." Arshi berusaha menolak secara halus.


"Gak ada tapi-tapian kamu udah janji sama aku." Goda Rezki sambil menciumi tengkuk istrinya.


"Kok kamu gitu sich Yank? Aku kan beneran sakit, emangnya kamu tega biarin aku lebih sakit lagi?" Arshi menepis tangan Rezki yang tidak bisa dikondisikan.


"Sayang maafin aku ya, aku cuma mau menggodamu aja, gak mungkin aku tega menyakiti istriku sendiri." Rezki membalikkan badan istrinya agar menghadap kearahnya lalu menempelkan bibirnya kebibir tipis nan sensual milik kekasih halalnya itu.


🌿🌿🌿🌿🌿


Sementara itu dikamar Wava dan Lida, Arsha juga Wavi mendudukkannya diatas sofa lalu masuk kekamar mandi untuk mengisi bathtub nya dengan air hangat, setelah penuh Arsha dan Wavi kembali untuk menggendong Wava juga Lida.


"Gak usah Sha, gue bisa sendiri. Lo bisa keluar sekarang, makasih ya atas semuanya." Ucap Wava karena merasa salah tingkah dengan perlakuannya.


"Makasih ya Vi atas semuanya, gue bisa ke kamar mandi sendiri." Tolak Lida dengan halus karena Wavi menatapnya tanpa berkedip.


"Baiklah kalau begitu nanti kami balik lagi untuk memberikan obat dan salep untuk kalian berdua." Ujar Arsha tanpa mengubah ekspresi datarnya.


Wava dan Lida menganggukkan kepalanya, mereka menatap punggung kedua lelaki tampan itu hingga menghilang di balik pintu.


"Ternyata Arsha bisa juga bersikap manis sama lo ya Va." Lida menaikturunkan kedua alisnya untuk menggoda Wava.


"Lo sendiri gimana rasanya Wavi akhirnya bisa bersikap sweet sama lo?" Wava menaikkan sebelah alisnya.


Sebab Wavi sebelumnya hanya bersikap manis kepada Arshi tidak kepada wanita lain selainnya. Wavi sangat mencintai Arshi sejak kecil hingga mereka dewasa, namun sayangnya ternyata Arshi bukan jodohnya.


"Gue berasa seperti terbang keawan Va, momen ini gak akan pernah gue lupain." Lida memeluk dirinya sendiri sembari membayangkan wajah tampan Wavi.


Cinta itu dirasakan bukan dipaksakan.


Seiring waktu yang berjalan dengan intensitas kebersamaan semua akan indah pada waktunya.


Sabarlah jika memang dia jodohmu maka kapanpun dan dimanapun kalian berada Allah pasti akan mempersatukannya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Bersambung....


Apakah Arsha dan Wava yang sama-sama memendam rasa akhirnya jadian?


Mungkinkah Wavi akhirnya jatuh cinta kepada Lida?


Tunggu aja episode selanjutnya, salam sayang selalu dariku.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya teman-teman melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya.


__ADS_2