
Happy reading guys!
Keesokan harinya setelah melakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan, Rezki di izinkan untuk keluar dari kamar VVIP tersebut dengan syarat harus istirahat total selama masa pemulihan. CEO tampan itu mengajak istrinya pulang ke rumah mereka sendiri namun Arshi justru ingin berbuka puasa bersama kedua orangtuanya.
"Sayang kita pulang ke rumah aja ya." Pintanya sambil menatap wajah cantik istrinya yang membantu mengancingkan kemejanya.
"Aku mau buka puasa sama Mamah dan Papah Yank." Rengek Arshi dengan nada sangat manja.
Rezki menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.
"Baiklah Sayang." Ujarnya sambil menganggukkan kepalanya karena tidak mau berdebat dengan wanita yang telah mengandung buah cintanya itu." Kita gak nginap kan?" Tanyanya karena takut tidak bisa bercinta dengan leluasa bersama wanita yang sangat dicintainya itu.
"Emangnya kenapa kalau kita nginap di rumah Mamah, Papah?" Bukannya menjawab pertanyaan suaminya Arshi justru balik bertanya, seolah dia tidak mengerti apa yang ada di pikiran kekasih halalnya itu.
"Gak usah pura-pura gak ngerti Sayang, aku tau kamu sengaja mengujiku!" Kesal Rezki sambil menarik tangan istrinya hingga terduduk di pangkuannya.
"Maafin aku Yank, aku cuma gak mau kamu kecapean. Kamu kan harus istirahat total dulu supaya cepat pulih, kalau kita melakukannya kamu pasti capek banget jadinya, lagipula besok kan kita harus puasa lagi." Arshi menjelaskan alasannya dengan nada sangat lembut.
"Itukan bagian dari ibadah juga Sayang. Apa kamu gak mau menambah pahala?" Rezki menaikturunkan alisnya menatap wajah istrinya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
"Bukannya aku gak mau Yank tapi aku takut kita kebablasan, hingga akhirnya membuka jalan lahir baby twins yang belum waktunya." Arshi mengungkapkan kekhawatirannya.
"Aku janji akan melakukannya pelan-pelan dan mengeluarkan mayonaisenya diluar." Ujar Rezki sambil mengelus-elus perut istrinya lalu menciuminya.
"Ya udah kalau begitu kita langsung pulang ke rumah aja, biar aku bisa menyiapkan diri untuk melayani kamu dengan baik sesuai keinginanmu Yank." Putus Arshi akhirnya sambil beranjak dari pangkuan suaminya.
"Beneran Sayang? Kita gak jadi bukber di rumah Mamah sama Papah?" Tanya Rezki sembari mengikuti langkah istrinya.
"Iya."Singkat Arshi lalu mengambil handphonenya yang diletakkannya di atas nakas.
"Yaudah kalau begitu aku hubungi Aspi dulu supaya menjemput kita sekarang." Ujar Rezki lalu menelpon sopir pribadinya itu.
Aku benar-benar udah gak sabar lagi nungguin malam tiba." Batinnya seraya tersenyum penuh arti menatap wajah cantik istrinya yang berdiri di sampingnya.
Arshi menganggukkan kepalanya lalu mengetik pesan untuk memberitahukan kepada orangtuanya bahwa dia dan suaminya akan langsung pulang ke rumahnya.
✉️" Assalamualaikum Mah. Maaf ya, aku sama Rezki gak jadi bukber dengan kalian, kami ada kepentingan pribadi yang gak bisa ditunda lagi. Insha Allah lain kali akan kami usahakan buat bukber di sana.
Khardha tersenyum menerima pesan dari anak perempuannya itu, sebab Riki Pratama sudah mengundangnya dan semua keluarganya untuk membantunya menyiapkan kejutan sekaligus bukber di rumah Rezki. Wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang sudah tidak lagi muda itu lalu membalas pesan anak perempuannya itu.
📩" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Iya gak papa sayang, sudah seharusnya kamu taat sama suamimu, sebab surgamu juga ada pada ke ridhoannya.
Setelah membalas pesan anaknya itu Khardha beranjak dari duduknya untuk kembali membantu menyiapkan makanan dan minuman di atas meja.
-
Sementara itu di kediaman Hendrik Choi. Amara tengah sibuk membantu mertuanya menata makanan di atas meja, sambil menunggu waktu berbuka dia mencampurkan timun suri, alpukat, semangka, syirup rasa coco pandan, susu dan es kedalam gelas untuk mereka semua.
"Assalamualaikum My Lovely." Ucap Hendra sambil duduk di kursi meja makan memperhatikan apa yang dilakukan istrinya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Hubby." Jawab Amara seraya mengulas senyumnya.
"Gimana kabar baby disini?" Hendra mengelus-elus perut istrinya.
"Alhamdulillah dia baik-baik aja Hubby, insha Allah aku kuat kok puasa full sampai satu bulan ini." Jawab Amara mengulas senyumnya lalu duduk di samping suaminya.
__ADS_1
"Kalau begitu bolehkah aku nengokin dia malam ini?" Bisik Hendra ditelinga istrinya.
"Boleh, tapi ada syaratnya." Amara tersenyum penuh arti menatap wajah tampan suaminya.
"Syaratnya?" Hendra mengangkat satu alisnya menatap wajah cantik istrinya.
"Aku mau jalan-jalan naik motor sekalian cari bakso nanti malam sehabis tarawih." Jawab Amara mengungkapkan keinginannya.
"Kok naik motor? Naik mobil aja ya, aku gak mau kamu masuk angin." Ujar Hendra dengan menekankan kata-katanya.
"Aku maunya naik motor Hubby." Bujuk Amara sambil bergelayut manja di lengan suaminya.
"Enggak sekali enggak tetap enggak!" Tegas Hendra dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Hubby." Rengek Amara dengan nada sangat manja.
Mamanya Hendra yang sedari tadi memperhatikan interaksi anak dan menantunya itu akhirnya ikut angkat bicara.
"Hendra gak bisa naik motor Amara." Ujarnya sembari menatap wajah tampan anaknya itu.
Prita teringat akan kejadian yang membuat anak semata wayangnya itu jera menaiki motor.
🌿 Flashback on🌿
Sewaktu masih duduk di bangku SMP Hendra sangat ingin bisa menaiki motor. Tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya, dia belajar sendiri menggunakan motor asisten rumah tangganya yang terparkir di halaman rumahnya. Namun baru seminggu bisa menaiki motor tiba-tiba dia menabrak tiang listrik lalu tercebur ke sungai yang arusnya cukup deras sehabis hujan, hingga membuatnya tenggelam bersama motor tersebut. Tim SAR gabungan berhasil menemukannya sehari setelah kejadian tersebut hingga akhirnya Hendra benar-benar trauma dibuatnya begitu pula dengan kedua orangtuanya.
🌿 Flashback off 🌿
"Benarkah?!" Amara membulatkan matanya dengan sempurna ketika mendengar apa yang dikatakan mertuanya itu.
Hehehe..." Lucu aja Hubby, kamu kan jago dalam segala hal tapi kok gak bisa naik motor." Amara terkekeh geli menatap suaminya.
"Aku akan hukum kamu nanti malam karena sudah menertawakan ku." Bisik Hendra dengan menekankan kata-katanya.
Amara meneguk salivanya dengan susah payah karena suaminya pasti tidak akan membiarkannya tidur nyenyak malam ini.
-
Rezki dan Arshi masih dalam perjalanan menuju pulang ke rumah, mereka berdua tidak tahu bahwa sudah ada banyak orang dirumahnya. Namun entah mengapa ketika melihat banyaknya timun suri yang baru di panen dipinggir jalan Arshi sangat ingin memborongnya.
Timun suri, timun betik, belungka batu atau belungka langkang sebutan kami orang Banjar. Adalah buah yang paling banyak dicari orang Indonesia setiap bulan suci Ramadhan tiba, sehingga banyak dijual dimana-mana dengan harga yang berbeda-beda tentunya di setiap daerah Nusantara ini. Sebab ada orang yang menjualnya perbiji atau perbuah, ada juga yang ditimbang terlebih dahulu baru menentukan berapa harganya.
Buah yang satu ini selalu ada untuk melengkapi menu bukber kami sekeluarga, terutama Mamaku di kampung yang tidak pernah melewatkan seharipun tanpa menikmatinya bersama cendol, kolang-kaling, syirup dan susu dicampur es tentunya. Benar-benar seger pokoknya, lucu memang orangtuaku ini walaupun beliau dalam keadaan sakit sekalipun tetap timun suri dan teman-temannya jadi minuman favorit beliau.
🌿 Ma...Maafkan anak-anak mu ini yang belum bisa menemuimu secara langsung selama tiga tahun ini.
🌿Karena kami belum bisa pulang ke kampung halaman akibat pandemi covit-19 dan larangan mudik dari pemerintah.
🌿Doa tulus ikhlas selalu kupanjatkan untuk mu wahai wanita yang telah melahirkanku kedunia ini.
🌿Semoga dirimu panjang umur, sehat, kuat dalam beribadah, hidup bahagia dan berkah dalam setiap langkah kehidupanmu.
🌿Ma...Kami semua sangat merindukanmu namun apa daya Allah belum mengizinkan kita untuk bertemu.
🌿Ya Allah lindungilah kami semua dari segala marabahaya.
__ADS_1
🌿Pertemukan kami semua secepatnya dengan keluarga besar kami dalam keadaan yang lebih baik lagi dari sekarang ini.
🌿Aamiin ya rabbal alamiin.
-
"Yank aku mau beli timun suri." Tunjuknya ke arah luar jendela kaca mobilnya.
"Iya Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya lalu meminta sopir pribadinya untuk menepikan mobilnya." Aspi kita beli timun suri dulu." Ujarnya sambil menepuk pundak sopirnya itu.
Setelah kendaraan roda empatnya berhenti di dekat penjual timun suri, Arshi bergegas keluar dari mobil tanpa menunggu sang sopir ataupun suaminya membukakan pintunya.
"Sayang hati-hati, pelan-pelan aja jalannya. Ingat kandunganmu!" Seru Rezki sambil mengikuti langkah istrinya dari belakang.
Arshi berhenti tepat di depan penjual timun suri, lalu berjongkok untuk memilah dan memilihnya.
"Berapa harga per bijinya Bu?" Tanya Rezki sambil membantu istrinya memilih buah yang sudah matang.
"Yank kecil sepuluh ribu, kalau yang besar dua puluh ribuan Pak." Jawab sang penjual seraya tersenyum ramah.
"Mau yang mana Sayang?" Rezki menatap ke arah istrinya yang tengah sibuk memilih buah timun suri.
"Aku mau borong semuanya Yank." Jawab Arshi dengan santainya tanpa menolehkan kepalanya sedikitpun ke arah suaminya.
Rezki melongo karena sangat terkejut mendengarnya, dia langsung menghentikan tangan istrinya yang terus memilih buah timun suri dengan penuh semangat.
"Gimana kita bawanya Sayang? Apa gak kebanyakan?" Tanyanya sembari mengerutkan keningnya menatap wajah cantik wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.
"Kita sewa mobil pick up aja buat anterin ke rumah terus kita bagikan sama keluarga, tetangga teman-teman, dan anak buahmu. Gampang kan!" Jawab Arshi memberikan solusinya seraya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.
"Ya udah kalau begitu." Ujar Rezki sembari membayar semua timun suri yang di pilih istrinya.
Dia juga meminta tolong kepada sang penjual timun suri untuk membantunya mengantarkan ke alamat rumahnya, menggunakan mobil pick up yang biasa menerima angkutan disekitar sana dengan menambahkan uang transportasinya tentunya.
Ada-ada saja Nyonya Muda, banyak banget beli timun suri nya. Kayak mau jualan aja, sultan mah bebas!" Batin Aspi seraya mengulum senyumnya melihat majikannya itu.
"Yank aku mau memeluk timun suri ini dipangkuanku ya." Pinta Arshi sambil menggendong dua buah timun suri sebesar guling bayi.
Rezki kembali melongo melihat ulah istrinya, namun karena tidak mau mengecewakan wanita yang telah mengandung buah cintanya itu, dia hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Arshi sangat bahagia jadinya, dia langsung duduk di kursi penumpang bagian belakang disamping suaminya setelah Aspi membukakan pintu mobilnya.
Aspi terkekeh geli menyaksikan tingkah laku Nyonya mudanya itu. Sedangkan Rezki sendiri hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya menatap ke arah istrinya.
Ada-ada aja kamu Sayang, benar-benar menggemaskan." Batinnya sembari terus menatap apa yang dilakukan kekasih halalnya itu." Apa ini juga bagian dari ngidam ya?" Tanyanya dalam hati sambil memangku wajahnya dengan tangannya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya melalui tanda cinta ataupun setangkai bunga mawar merahnya.
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1442 H.
Bagi yang menjalankannya.
Semoga amal ibadah kita semua diterima Allah subhanna wata'ala, aamiin ya rabbal alamiin.
__ADS_1