Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#107 "Baby twins Prematur"


__ADS_3

Happy reading guys!


Keesokan harinya setelah menunaikan sholat subuh sendirian di kamarnya karena Rezki ikut sholat berjamaah di mesjid, Arshi bergegas turun kebawah menuju dapur karena merasa sangat kelaparan.


"Assalamualaikum, selamat pagi Nyonya Muda." Sapa para asisten rumah tangganya ketika melihat Arshi menuruni anak tangga.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arshi seraya mengulas senyumnya.


"Non Arshi mau ngapain?" Tanya bi Sri sembari menatap ke arah wanita cantik yang tengah hamil besar itu.


"Aku mau sarapan Bi, perutku udah gak bisa diajak kompromi." Jawab Arshi sambil mengusap perutnya.


"Itu wajar aja Non, hampir semua ibu hamil sering merasakannya. Apalagi Non Arshi kan tengah mengandung anak kembar." Ujar bi Sri seraya tersenyum penuh arti menatap ke arah majikannya yang sudah di anggapnya seperti anaknya sendiri itu." Mau bibi buatin sarapan apa?" Tanyanya lagi sambil membuka pintu lemari es.


Belum sempat Arshi menjawab pertanyaan bi Sri, tiba-tiba Rezki datang dari mesjid bersama para suami asisten rumah tangganya itu.


"Assalamualaikum." Ucapnya sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


Dia langsung menuju ke arah dapur berniat membuatkan susu ibu hamil untuk istrinya, sebab itu sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi dan malam hari semenjak wanita yang sangat dicintainya itu mengandung buah cintanya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua orang yang ada di sana.


"Sayang, tumben udah dimeja makan? Biasanya kan nungguin aku dulu baru turun kebawah." Rezki mengangkat satu alisnya menatap ke arah kekasih halalnya itu.


"Perutku udah laper banget Yank." Jawab Arshi sembari menatap wajah tampan suaminya yang berdiri di sampingnya.


Rezki menganggukkan kepalanya lalu berjongkok di depan perut istrinya.


"Anak-anak papah udah pada laper ya, kalian mau makan apa sayang?" Tanyanya sambil mengelus-elus dan menciumi perut wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.


"Kami mau minum susu sama makan roti aja dulu Pah, biar cepat." Jawab Arshi dengan menirukan suara anak kecil.


"Baiklah Sayang, tunggu sebentar aku bikinin dulu ya." Rezki menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari tempatnya.


Dia membuka kitchen set lalu menatap kotak-kotak susu khusus ibu hamil dengan berbagai varian rasa milik istrinya.


"Kamu mau rasa apa Sayang?" Tanyanya sambil menolehkan kepalanya ke arah istrinya.


"Rasa vanilla aja Yank." Jawab Arshi sambil terus mengusap perutnya karena merasa ada pergerakan dari baby twins nya.


"Rotinya mau dibakar dulu apa langsung dicelupin kesusu?" Rezki kembali bertanya sambil menyeduh susunya.


"Langsung celup aja Yank." Jawab Arshi sembari mengeluarkan roti tawar warna hijau yang ada di atas meja.


"Ok." Rezki kembali menganggukkan kepalanya, lalu meletakkan gelas berisi susu ibu hamil untuk wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.


"Kita jadikan ke rumah Mamah sama Papah hari ini?" Tanya Arshi setelah meminum susu dan menghabiskan rotinya.


"Iya Sayang, habis dari tempat Mamah sama Papah kita langsung menuju ke villa Opa ya." Ujarnya sambil menghapus bekas susu disudut bibir istrinya dengan tisu.


Arshi menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya.


"Kamu mau kemana Sayang?" Tanya Rezki sambil mengikuti langkah istrinya dari belakang.


"Aku mau pamit sama Mama dulu sebelum kita berangkat." Jawab Arshi sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar tamu.


Mendengar jawaban istrinya CEO tampan itu langsung menarik tangan wanita yang sangat dicintainya itu lalu berkata.

__ADS_1


"Sayang menurutku kamu pamit ataupun gak sama Mama, gak akan ada pengaruhnya baginya." Rezki berusaha mengingatkan supaya istrinya tidak meneruskan keinginannya.


"Bagaimanapun tanggapan Mama, aku akan selalu berusaha menjadi menantu yang baik untuknya." Ujar Arshi sambil menepis tangan suaminya.


"Aku cuma gak mau kamu kecewa dan sakit hati lagi Sayang." Rezki berkata dengan nada lembut supaya tidak menyinggung perasaan istrinya.


Namun Arshi tidak menghiraukannya, dia kembali melangkahkan kakinya menuju kamar tamu tempat mertuanya menginap bersama Stephani lalu mengetuk pintunya. Rezki sengaja bersembunyi di balik dinding yang menjadi sekat pembatas antara ruang tamu dan kamar tamu tersebut untuk memantau apa yang akan dilakukan oleh mereka berdua terhadap wanita yang sangat dicintainya itu.


Tok...tok...tok..." Assalamualaikum!" Seru Arshi dari balik pintu.


Ceklek... kunci pintu dibuka dari dalam oleh Stephani tanpa menjawab salam dari Arshi.


"Mau ngapain Lo kesini?" Tanyanya sambil melipat kedua tangannya di atas dada seakan dirinyalah pemilik rumah itu.


"Gue cuma mau pamitan sama Mama Rina." Jawab Arshi sembari menatap ke arah Stephani dari atas kebawah.


Sebab wanita cantik nan seksi hasil operasi plastik di mana-mana itu, tampak memakai pakaian yang sangat minim sekali hingga memperlihatkan keseksian tubuhnya.


"Tante Rina lagi di kamar mandi, jadi kalau Lo mau menemuinya silahkan tunggu didalam." Ujar Stephani seraya tersenyum penuh arti.


Dia langsung menarik tangan Arshi tanpa menunggu persetujuan darinya, lalu mengunci pintunya dari dalam kemudian disambut oleh Rina yang memang sudah merencanakan untuk menyiksa menantunya itu, wanita paruh baya itu langsung mendorong dan menendang tubuh Arshi dengan kuat, hingga dokter spesialis anak itu membentur lantai dengan kerasnya.


Awww....Arghhh... Rintih Arshi sambil memegangi perutnya untuk melindungi baby twins yang ada dalam kandungannya.


"Tolongggggg!" Teriaknya dengan histeris karena sangat ketakutan melihat aura dingin yang tersirat dari kedua wanita ular itu.


Ketika mendengar suara istrinya yang terdengar sangat memilukan Rezki langsung bergegas mendobrak pintunya, lalu bersimpuh untuk menolongnya dari gangguan kedua wanita yang tidak berperikemanusiaan itu.


"Sayang." Lirihnya ketika melihat darah mengalir diarea sensitif istrinya yang sangat banyak.


CEO tampan itu langsung menggendong tubuh wanita yang telah mengandung buah cintanya itu lalu berkata sebelum keluar dari kamar tersebut.


Rezki lalu membawa istrinya keluar dari sana lalu memanggil sopir pribadinya.


"Aspi cepat siapkan mobil! Kita ke rumah sakit keluarga Setiawan sekarang!" Teriaknya sambil berjalan menuju pintu keluar dengan menggendong tubuh istrinya.


"Yank kalau aku terpaksa harus melahirkan sekarang dan kamu disuruh memilih, tolong selamatkan anak-anak kita terlebih dahulu." Pinta Arshi sambil terus memegangi perutnya yang terasa semakin sakit tidak tertahankan lagi.


"Aku gak mau memilih siapapun diantara kalian bertiga Sayang, karena kalian semua adalah nafas dalam kehidupanku." Sahut Rezki sembari menggelengkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.


"Aku udah gak kuat lagi Yank." Lirih Arshi sebelum kehilangan kesadarannya.


"Sayang bangun sayang kumohon bertahanlah!" Sebut Rezki sambil memangku tubuh istrinya.


Namun tidak ada respon lagi dari Arshi, hingga membuat Rezki sangat frustasi dibuatnya.


"Aspi lebih cepat lagi!" Perintahnya kepada sopir pribadinya itu.


"Baik Tuan Muda." Aspi menganggukkan kepalanya lalu menambah laju kendaraan roda empat itu.


Dalam perjalanan menuju rumah sakit keluarga Setiawan, Rezki segera menghubungi mertuanya.


Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung.


"Assalamualaikum Pah, tolong siapkan semuanya. Arshi mengalami pendarahan lagi, sekarang dia dalam keadaan pingsan." Ujarnya sembari menatap istrinya yang ada di pangkuannya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ok, papah akan menyuruh tim medis untuk menyiapkan semuanya." Jawab Dokter Hasan lalu bergegas melangkahkan kakinya keluar dari kamar pribadinya setelah Rezki memutuskan sambungan teleponnya.

__ADS_1


-


"Apa yang terjadi Sayang? Arshi baik-baik aja kan?" Cecar Khardha yang mendengar sekilas pembicaraan suaminya dengan menantunya.


"Berdoalah semoga dia dan calon anak-anaknya baik-baik aja ya." Jawab Dokter Hasan sembari menatap sendu kearah istrinya." Aku pergi dulu ya Sayang, nanti kalau ada apa-apa aku akan kabari kamu secepatnya." Ujarnya lalu mencium kening istrinya cukup lama dengan penuh cinta, berusaha untuk menenangkan kekasih halalnya itu. Walaupun sebenarnya perasaannya juga tidak menentu mendengar kabar kondisi anak perempuannya itu.


"Iya." Singkat Khardha sambil menganggukkan kepalanya lalu mencium punggung tangan suaminya.


Setelah kepergian suaminya wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang sudah tidak lagi muda itu langsung mengambil air wudhu lalu menunaikan sholat sunnah kemudian mengangkat kedua tangannya meminta pertolongan kepada Allah subhanna wata'ala.


Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, lindungilah dan selamatkanlah kami semua dari segala marabahaya serta tenangkanlah hati kami dari perasaan was-was." Doanya dalam hati dengan mata berkaca-kaca.


-


Sesampainya di rumah sakit keluarga Setiawan, Rezki langsung disambut oleh tim medis yang selalu di siagakan untuk menangani pasien gawat darurat. Apalagi mereka sudah diperintahkan langsung oleh Dokter Hasan sebagai pemilik rumah sakit itu untuk menangani anak perempuannya sesegera mungkin, tim medis itu langsung melakukan tugasnya masing-masing dengan sangat baik sesuai keahliannya.


-


"Rezki!" Panggil dokter Murni sembari menepuk pundak CEO tampan itu yang terduduk sambil menundukkan kepalanya diantara kedua lututnya.


Rezki mendongakkan wajahnya menatap ke arah dokter spesialis kandungan itu.


"Gimana keadaan istri dan anak-anakku Tante? Mereka baik-baik aja kan?" Tanyanya tanpa jeda.


"Doain aja yang terbaik untuk mereka." Jawab dokter Murni dengan menekankan kata-katanya." Tolong Kamu tanda tangan disini supaya kami bisa melakukan operasi Caesar secepatnya terhadap Arshi untuk menyelamatkan anak-anak mu." Tegasnya karena kondisi Arshi yang semakin kritis.


Dengan tangan bergetar Rezki segera menandatangani surat persetujuan tersebut, karena dia tidak pernah menyangka istrinya akan melahirkan secara prematur. Apalagi tadi sebelum tidak sadarkan diri wanita yang telah mengandung buah cintanya itu sempat berpesan kepadanya untuk menyelamatkan anak-anaknya terlebih dahulu, seolah-olah Arshi akan meninggalkannya pergi untuk selamanya. Dalam kegalauan yang melanda jiwa dan raganya CEO tampan itu lalu berdoa dalam hatinya.


Ya Allah lindungilah dan selamatkanlah istri dan anak-anakku, agar kami bisa hidup bersama dalam limpahan rahmat, ridho dan kasih sayang Mu." Batinnya sambil meneteskan air matanya karena tidak bisa lagi membendung gejolak rasa yang berkecamuk di hatinya.


-


Baby twins Arshi dan Rezki akhirnya lahir ke dunia secara prematur karena tidak bisa di pertahankan lagi dalam rahim ibunya. Baby twins yang cantik, tampan, dan mungil itu langsung di masukkan ke inkubator untuk menjaga suhu tubuhnya yang masih sangat rentan.


Rezki menghampiri anak-anaknya lalu mengazaninya satu persatu, dia menatap wajah baby twins nya dengan mata berkaca-kaca karena sangat bahagia melihatnya. Anak-anak yang sangat diharapkan dan didambakannya akhirnya lahir ke dunia dengan selamat, namun kesedihan juga masih membelenggu hatinya karena wanita yang telah mengandung dan melahirkan putra putri nya itu masih dalam keadaan kritis. Dia lalu melangkahkan kakinya menuju ruang ICU dimana istrinya dirawat dengan berbagai macam alat medis yang menempel di tubuhnya. CEO tampan itu duduk di kursi yang ada di sana lalu menggenggam tangan wanita yang sangat dicintainya itu.


"Sayang kumohon cepatlah kembali, bangun dan sadarlah aku dan anak-anak kita masih sangat membutuhkanmu." Ujarnya sambil mengusap kepala istrinya lalu mencium keningnya cukup lama.


Dia lalu menelungkupkan wajahnya disamping bed pasien istrinya sambil terus menggenggam tangan wanita yang sangat dicintainya itu, berharap terjadi keajaiban secepatnya. Apabila jari-jemari kekasih halalnya itu bergerak-gerak dialah orang pertama yang merasakannya dan mengetahuinya.


-


Sementara itu di perjalanan menuju ke rumah mertuanya tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh Arsha dan Wava ditabrak truk berukuran besar, karena sopirnya yang menyetir ugal-ugalan dari arah berlawanan. Arsha membanting stir ke samping namun untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Dari arah sampingnya ada bus pariwisata yang mengalami rem blong, sedangkan dari arah belakangnya ada mini bus yang menerobos lampu merah lalu menabrak kendaraan roda empatnya itu. Mobil sport limited edition berwarna biru metalik itu terguling-guling dijalanan hingga mengakibatkan penghuni yang ada di dalamnya terluka parah dan bersimbah darah. Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu langsung menghubungi pihak yang berwajib untuk menangani kecelakaan lalu lintas tersebut.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Apakah akan happy ending atau sad ending?


Tunggu beberapa episode lagi ya.


Bersambung...


Hai teman-teman semuanya maaf ya aku baru bisa up lagi setelah beberapa Minggu menghilang karena urusan di dunia nyata ku yang tidak bisa kutinggalkan.


Namun jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian ya melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.

__ADS_1


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.


See you next time!


__ADS_2