Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#67 "Rafting"


__ADS_3

Happy reading guys!


Keesokan harinya setelah menunaikan sholat subuh berjamaah Arshi tiba-tiba mengajak suaminya pergi keluar villa untuk mendatangi lokasi air terjun yang terletak sekitar tiga kilometer dari sana.


"Kita naik motor aja kesana ya!" Usul Rezki sembari menggandeng tangan istrinya.


"Aku takut kalau dibonceng sama kamu Yank." Arshi menekuk wajahnya karena teringat saat Rezki memboncengnya dulu sewaktu menuju bandara ketika hendak berlibur ke Bali.


"Loh emangnya kenapa?" Rezki menaikan satu alisnya.


"Kamu suka ngebut Yank, aku gak suka itu!" Jawab Arshi sembari melipat kedua tangannya di atas dada.


Rezki mengulas senyumnya menatap ke arah istrinya yang sedang dalam keadaan badmood padanya.


"Aku gak akan ngebut lagi kali ini Sayang. Dulu aku terpaksa ngebut karena mengejar waktu takut ketinggalan pesawat."Jujur Rezki menjelaskan alasannya sembari menangkup wajah istrinya lalu mendaratkan bibirnya dikeningnya.


Tiba-tiba saja teman-temannya datang menghampiri mereka berdua yang masih berdiri di halaman villa.


"Hey pengantin lama rasa baru, kalian berdua mau kemana?" Tanya Wavi mewakili teman-temannya.


"Kami mau ke air terjun." Jawab Rezki sambil merangkul pinggang istrinya dengan posesif.


"Kami juga mau kesana!" Seru Radi yang memang sudah tahu tempatnya karena dia memang pernah kesana sebelumnya ketika memantau perkembangan villa dan destinasi wisatanya bersama Riki Pratama.


"Kita sarapan dulu yuk!" Ajak Arsha yang kebetulan sudah memesan makanan untuk mereka semua.


"Ok!" Sahut yang lainnya serempak.


Mereka semua akhirnya sarapan pagi bersama di tempat yang bertema outdoor. Meja makan yang terbuat dari kayu panjang dengan kursi panjang dikedua sisinya, sambil menikmati sarapan mereka juga bisa melihat pemandangan alam pegunungan yang sangat indah dipandang mata.


"Disini suhunya dingin banget ya." Arshi mengusap lengannya sambil mendekap tubuhnya sendiri.


"Ya ialah inikan kawasan pegunungan jadi wajar aja hawanya dingin." Sahut Radi sembari menyesap kopinya yang masih sangat panas.


Rezki menggeser posisi duduknya supaya bisa lebih dekat dengan istrinya lalu mendekapnya dari belakang.


"Masih dingin Sayang?" Rezki menaruh dagunya dibahu istrinya.


Arshi menggelengkan kepalanya lalu meminum teh hangat yang ada didepannya.


Semua teman-temannya yang memperhatikan kemesraan yang selalu ditunjukkan Rezki pada Arshi didepan semua orang, hanya bisa menatap iri kepada pasangan suami istri yang selalu tampak mesra di setiap kesempatan itu.


Setelah selesai sarapan mereka semua memutuskan menggunakan jalur sungai, dengan menggunakan perahu karet yang disewakan oleh pihak villa untuk rafting menuju air terjun. Dengan penuh semangat yang menggebu-gebu mereka semua membagi kelompok menjadi dua supaya bisa berlomba mengarungi arus sungai yang cukup deras itu.



Satu persatu mereka memakai safety dari jaket pelampung, helm dan dayung lalu mendengarkan arahan dari skipper atau guide yang akan memandu mereka melewati sungai tersebut.


-


"Gue belum pernah rafting sebelumnya." Bisik Lida sambil menggenggam tangan Wavi.


"Tenang aja gue akan selalu ada di dekat Lo." Ujar Wavi berusaha menenangkannya.


-


"Yank aku takut." Lirih Arshi ditelinga suaminya ketika baru naik ke atas perahu karet.


"Gak usah takut Sayang aku akan selalu menjagamu." Rezki menggenggam erat tangan istrinya seraya mengulas senyumnya.


-


"Bee aku deg-degan banget!" Seru Wava ketika sudah berada di atas perahu karet.


"Tenang aja Honey kita akan selalu bersama melewati semuanya." Sahut Arsha dengan tatapan penuh cinta.


Maklum masih pengantin baru dan suasana bulan madu.


Blushing wajah Wava langsung berubah memerah bagaikan tomat matang, ketika mendengar kata-kata suaminya yang mempunyai arti sangat dalam baginya.


-


"Kamu takut ya?" Tanya Radi sambil menaikturunkan alisnya untuk menggoda Dira.


Dira hanya menggelengkan kepalanya untuk menutupi rasa takutnya, namun raut wajahnya tidak bisa dibohongi. Dia sangat takut membayangkan perjalanan rafting yang akan dilaluinya bersama teman-temannya.


Pasti gue bakal terkencing di celana gara-gara ketakutan." Gumamnya dalam hati sambil menjepit pahanya sendiri.


"Gak usah membohongi dirimu sendiri Dira, aku tau apa isi hatimu." Ujar Radi dengan ambigu.


Deg...Jatung Dira seakan berhenti berdetak untuk sementara, ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Radi, apalagi tatapan saat mata mereka berdua saling bertemu satu sama lain. Ada getaran yang tidak biasa dirasakan keduanya hingga tanpa sadar Radi menggenggam erat tangan Dira.


-


"Kamu gak takut Dokter Tasya?" Tanya Rasya sambil memperhatikannya dari atas ke bawah.


"Enggak, aku suka hal baru yang menantang." Jawab Tasya dengan mengulas senyumnya.


Pantesan dia kelihatan biasa aja, ternyata orangnya gak penakut seperti wanita kebanyakan!" Batin Rasya seraya tersenyum penuh arti.


-


Setelah semuanya sudah naik ke atas dua perahu karet untuk melakukan rafting atau arung jeram, mereka semua berdoa terlebih dulu lalu bersiap untuk menjelajahi sungai menuju air terjun.


-


"Ready guys? One, two, three go!" Seru skipper atau guide yang memandu perjalanan mereka.


Mereka semua mendayung mengikuti arahan dari skipper yang ada di perahunya masing-masing, sambil menikmati pemandangan sekitar sungai dan sensasi rafting. Bagi para wanita ini adalah pengalaman pertama yang mereka alami dengan jeritan ketakutan sekaligus menyenangkan, sebab mereka semua sebenarnya menyukai tantangan. Berbeda dengan para laki-laki dewasa disebelah kanan kiri mereka masing-masing, semua sudah biasa menghadapi tantangan di setiap kesempatan baik didarat maupun di air. Sebab mereka semua sering melakukan olahraga bareng dan latihan fisik yang berat bahkan cukup ekstrim.


-


Setelah sampai di tempat yang mereka tuju para Dokter dan CEO tampan dengan asisten pribadi yang merangkap sebagai wakilnya dalam segala hal itu, berjalan sebentar melewati jembatan menuju lokasi air terjun yang tinggal beberapa meter lagi.



Sesampainya di sana mereka semua langsung berenang dengan pasangan masing-masing ke bawah air terjun yang sangat sejuk dan bisa menghilangkan rasa penat setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan.


Rezki tiba-tiba teringat peristiwa yang terjadi tiga bulan yang lalu ketika dirinya dan istrinya ditolong oleh laki-laki paruh baya yang bernama pak Ali. Dia terpaksa harus ikut menceburkan dirinya dan istrinya yang ada dalam gendongannya kebawah air terjun, anehnya dibalik air terjun tersebut ada goa yang menjadi jalan pintas menuju rumah orang tua tersebut. Untuk menghilangkan rasa penasarannya karena dia merasa air terjun tersebut adalah air terjun yang sama dengan yang dilaluinya dulu, Rezki mengajak istrinya berenang hingga mereka berdua berada di balik air terjun namun dia tidak menemukan goa seperti yang dulu.


"Aneh." Gumamnya sambil meraba bebatuan yang dipenuhi lumut.


"Apanya yang aneh Yank?" Arshi mengerutkan keningnya.


Dia merasa heran dengan ucapan suaminya, padahal menurutnya tidak ada yang aneh di indera penglihatannya.


"Gak papa Sayang, mungkin cuma perasaanku aja." Kilah Rezki seraya tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


Dia mendekatkan wajahnya ke wajah kekasih halalnya itu lalu menempelkan bibirnya dengan lembut sambil memegangi tengkuknya. Arshi yang sedari tadi merasa kedinginan langsung membalas perlakuan suaminya dengan penuh semangat, Rezki akhirnya memasukkan tangannya kedalam baju yang dipakai istrinya untuk mencari area favoritnya.


-


Pernahkah diantara kalian semua mengalami pengalaman supranatural yang sama?

__ADS_1


Disaat kita mengalami kesusahan tiba-tiba ditolong oleh orang yang tidak kita duga sebelumnya?


Atau mengetahui apa yang akan terjadi dimasa lalu ataupun yang akan datang lewat mimpi ataupun nyata?


Bahkan ketika kita menganggap itu hanya bunga tidur atau hayalan belaka namun akhirnya menjadi nyata?


Semakin kita mengabaikannya justru ada orang lain yang percaya bahwa kita memiliki sesuatu yang istimewa dalam diri kita karena bisa membaca sikon yang ada.


Itulah pengalaman yang sering kurasakan sejak remaja hingga kini aku dewasa.


Sudahlah lupakan saja kita kembali ke cerita novel halu author yang sering baper sendiri ini.


-


Arsha menatap wajah cantik istrinya dengan penuh cinta sembari berlindung di balik batu besar dibawah air terjun.


"I love you my wife." Ucapnya lalu mencium bibir istrinya dengan mesra.


"I love you too my husband." Balas Wava dengan mengalungkan tangannya di leher suaminya.


-


Tiba-tiba Dira berteriak meminta tolong karena kakinya di gigit lintah yang menempel kuat dikulitnya.


"Tolongggg!" Teriak Dira sambil menangis ketakutan.


Radi yang berada tidak jauh darinya langsung mendekatinya lalu menggendongnya diatas dipunggungnya kemudian membawanya keatas tebing. Rezki dan Arshi yang sedang asyik bercumbu di balik air terjun terpaksa menghentikan aktivitasnya, begitu juga dengan Arsha dan Wava yang tenggelam dalam kenikmatan yang mereka ciptakan sendiri. Mereka berempat lalu berenang kembali ke arah teman-temannya ketika mendengar suara teriakkan Dira.


"Ada apa?" Tanya Rezki sambil berjalan dengan menggandeng tangan istrinya.


"Apa yang terjadi dengan Dira?" Arshi ikut bertanya.


"Kakinya di gigit lintah, darahnya cukup banyak." Jawab Rasya yang sudah lebih dulu melihat kondisi Dira ketika dalam gendongan Radi tadi.


"Cepat bawa dia ke posko kesehatan!" Seru Arsha yang selalu tanggap dalam situasi apapun.


Arsha memang mempunyai jiwa kepemimpinan yang selalu bisa diandalkan dimana pun berada persis seperti papahnya Dokter Hasan. Dia selalu peka terhadap segala kemungkinan yang terjadi terutama pada pasiennya dan orang-orang terdekatnya.


Mereka semua sudah berada di posko kesehatan. Dira dibaringkan di atas dipan lalu diberi pertolongan pertama oleh Tasya dengan menyiramkan air garam kemulut lintah tersebut hingga akhirnya lintah itu jatuh dengan sendirinya. Setelah terlepas semua Tasya membersihkan bekas gigitannya dengan air dingin lalu menempelkan plester luka.


"Karena sekarang sudah menjelang siang mending kita semua balik ke villa yuk!" Ajak Rezki tanpa melepaskan tautan tangannya pada istrinya.


"Kebetulan perut gue udah keroncongan minta diisi!" Ujar Wavi sambil mengusap perutnya.


"Ya udah yuk!" Arsha meraih tangan istrinya lalu melangkahkan kakinya mendahului teman-temannya.


"Kita naik motor aja ya pulangnya." Usul Radi karena tidak tega melihat Dira yang berjalan tertatih-tatih.


"Gue setuju banget!" Seru Wava yang sudah lama tidak naik motor.


"Yang lainnya gimana?" Rezki menatap semua teman-temannya.


"Ok, kita semua ngikut aja!" Teriak Wavi mewakili yang lainnya.


Mereka semua akhirnya sepakat untuk pulang menaiki motor yang disewakan di sekitar tempat rekreasi tersebut dengan membonceng pasangannya masing-masing.


Sesampainya di villa ternyata tanpa diduga banyak orang berkerumun dihalaman menyambut kedatangan para wisatawan dengan tarian khas daerah Kalimantan Selatan.



Tarian ini disebut tarian Baksa Kembang sebuah tarian klasik yang bisa disajikan secara tunggal atau berkelompok, yang mana semua penarinya adalah wanita dalam jumlah ganjil. Tari ini menggambarkan kebiasaan gadis remaja dalam merangkai bunga di halaman istana Banjar.


Di masa lalu, tarian ini difungsikan untuk menyambut tamu-tamu agung dan ditarikan khusus oleh putri-putri keraton. Dalam perkembangannya, keberadaan Baksa Kembang pun melebar ke tengah-tengah masyarakat Banjar dengan penarinya galuh-galuh Banjar. Perihal sejarahnya, tari ini diperkirakan telah ada sebelum pemerintahan raja pertama Kerajaan Banjar.


-


Hasil foto Rezki dan Arshi sambil memegangi sepeda yang entah dipinjamnya dari siapa.



...☘️☘️☘️☘️☘️...


Radi dan Dira yang tampak mesra walaupun belum jelas statusnya.



...☘️☘️☘️☘️☘️...


Wavi dan Lida yang rela berbaring ditanah demi mendapatkan angle yang pas.



...☘️☘️☘️☘️☘️...


Arsha dengan tatapan tajamnya dan Wava yang tampak menggoda dengan mulutnya yang sedikit terbuka.



...☘️☘️☘️☘️☘️...



Rasya yang mulai ada rasa kepada Tasya memiringkan kepalanya sembari merangkulnya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Cerita lima pasang anak manusia ini mungkinkah akan menjadi happy ending atau akan berakhir menjadi sad ending?


Tunggu saja kelanjutan ceritanya di episode-episode selanjutnya ya!


Karena imajinasi author ini selalu melanglang buana kesana kemari dalam nyata dan mimpi mencari referensi untuk menyajikan cerita yang bisa membuat para readers semuanya terinspirasi, tertarik dan menyukai hasil karya recehannya ini.


🌿 Aduhai🌿 By Rhoma Irama dan Riza Umami


Indahnya, indahnya aduhai


Manisnya, manisnya aduhai


Saat-saat memadu cinta


Saat-saat yang paling indah


Kata-kata bak mutiara


Kata-kata dalam bercinta


Mesranya, mesranya aduhai


Rasanya, rasanya aduhai


Menyanyi, bersama menyanyi


Mencurahkan rasa cinta dalam hati

__ADS_1


Bersemi, semoga bersemi


Tumbuhlah dan mekarlah cinta sejati


Indahnya, indahnya aduhai


Manisnya, manisnya aduhai


Saat-saat memadu cinta


Saat-saat yang paling indah


Kata-kata bak mutiara


Kata-kata dalam bercinta


Mesranya, mesranya aduhai


Rasanya, rasanya aduhai


Sang bunga tersenyum merekah


Gembira menyambut tiba musim cinta


Semuanya nampak gembira


Seakan turut merasa bahagia


Indahnya, indahnya aduhai


Manisnya, manisnya aduhai


Saat-saat memadu cinta


Saat-saat yang paling indah


Kata-kata bak mutiara


Kata-kata dalam bercinta


Mesranya, mesranya aduhai


Rasanya, rasanya aduhai


...☘️☘️☘️☘️☘️...


🌿 Kasmaran 🌿Evie Tamala


Tatapanmu, senyumanmu


Tiada pernah aku lupakan


Bisikanmu, suaramu


Merdu merayu menggoda


Tiada siang, tiada malam


Raut wajahmu s'lalu terbayang


Beginilah oh rasanya


Pabila sedang kasmaran


Jatuh cinta berjuta rasa


Ada rindu bila tak jumpa


Jatuh cinta berjuta rasa


Ingin selalu mesra berdua


Bersamamu aku bahagia


Kepadamu ku 'kan setia


Kemarilah, oh sayangku


Jangan kau jauh-jauh dariku


Bernyanyilah bersamaku


Dalam irama yang syahdu


Tatapanmu, senyumanmu


Tiada pernah aku lupakan


Bisikanmu, suaramu


Merdu merayu menggoda


Jatuh cinta berjuta rasa


Ada rindu bila tak jumpa


Jatuh cinta berjuta rasa


Ingin selalu mesra berdua


Bersamamu aku bahagia


Kepadamu ku 'kan setia


Jatuh cinta berjuta rasa


Ada rindu bila tak jumpa


Jatuh cinta berjuta rasa


Ingin selalu mesra berdua


Bersamamu aku bahagia


Kepadamu ku 'kan setia


Bersambung....


Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya!


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.


Tetap jaga kesehatan ya kapanpun dan di manapun berada.

__ADS_1


__ADS_2