Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#37 "Godaan"


__ADS_3

Ada adegan 21+ harap bijak memilih bacaan!


Bagi yang belum menikah diharapkan di skip aja!


Happy reading guys!


Roda kehidupan selalu berputar seiring waktu yang berjalan melintasinya, saat ini Rezki dan Arshi yang sedari lahir kedunia tidak pernah merasakan kekurangan apapun terpaksa menjalani hidup susah. Ujian hidup yang berat namun harus tetap mereka jalani dengan lapang hati, tanpa ada yang bisa mereka lakakukan, semua harta benda dan keahlian yang dimilikinya pun tidak bisa digunakan karena tidak ada akses untuk memanfaatkannya.


Walaupun mereka berdua dibesarkan di lingkungan keluarga yang serba ada dan tidak pernah kekurangan sebab kedua orangtuanya selalu menuruti semua kehendaknya, itu tidak membuat mereka menjadi manja dan terlena akan kekayaan orangtuanya. Rezki yang selalu bekerja keras dan pantang menyerah jika ingin mendapatkan apa yang di kehendakinya tetap selalu berusaha untuk mencari jalan keluar dari semua kesulitan yang dihadapinya.


Sedangkan Arshi sendiri walaupun dia terkesan sangat manja pada kedua orang tuanya maupun suaminya, dia juga tetap bisa bertahan ditengah ketidakpastian kapan mereka akan kembali ke kota, tidak ada derai air mata kesedihan meratapi nasib yang menimpanya saat ini. Tabah, sabar, dan bertawakkal itulah kuncinya karena Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya itulah yang selalu ada di pikiran mereka berdua.


Pasangan suami istri itu selalu berjuang bersama seiring sejalan melangkah berdua untuk menjemput kebahagiaan yang hakiki dalam suka duka, susah maupun senang. Ikatan pernikahan yang menyatukan mereka dalam cinta dan kasih sayang dengan ridho Allah subhanna wata'ala menjadikan keduanya selalu bisa menghadapi semuanya, siapapun yang berniat memisahkan mereka tidak akan bisa mencapai tujuannya jika Allah tidak menghendakinya.


"Syukurlah akhirnya kamu bangun juga Sayang, aku tadi sangat mencemaskan kondisimu." Rezki tersenyum lalu mengecup kening istrinya.


Setelah Dokter Arya dan perawat Rasti meninggalkannya dua jam yang lalu sebelum istrinya benar-benar sadar, Rezki segera mengunci pintu kamar yang hanya berukuran 2x3 meter itu. Disana terdapat dua buah bed pasien yang sangat sederhana dengan tiang infus disampingnya. Dengan dominan warna putih, ruangan yang sangat kecil itu cukup layak dan nyaman untuk di tempati, dibandingkan dengan dipan bambu tanpa alas dan kasur di rumah Nenek Ida Ayu Retno dan Kakek I Gede Putu Wijaya, disana juga tidak terdapat sekat untuk layak di sebut kamar karena memang langsung menyatu dengan ruang tengah dan dapur.


Rezki yang terbiasa tidur dikamar yang luas, tertutup rapat dan kedap suara terpaksa menahan hasratnya untuk bercinta, dia hanya bisa memeluk tubuh istrinya yang sering menggigil kedinginan karena hawa pegunungan yang memang sangat dingin dimalam harinya. Rezki yang masih menyaksikan istrinya masih menggigil kedinginan sesudah di periksa Dokter Arya tanpa diberikan obat apapun langsung berinisiatif untuk melakukan metode skin to skin.


Dengan hati-hati dia melepaskan pakaian istrinya satu persatu begitu pula dengan dirinya, tanpa pikir panjang lagi dia melakukan penyatuan dalam keadaan kekasih halalnya itu tidak sadarkan diri sepenuhnya untuk menolongnya dari hipotermia nya. Metode skin to skin ini bisa dilakukan dalam keadaan darurat yang penting harus dengan pasangan halal tentunya ya.


"Yank kita ada dimana?" Arshi mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan setelah benar-benar sadar dan mulai pulih dari hipotermia nya.


"Kita di PUSKESMAS Sayang, apa kamu masih merasa kedinginan?" Rezki menatap istrinya dengan sendu, dia merasa belum bisa jadi suami yang baik untuknya.


"Sedikit." Lirih Arshi seraya tersenyum." Siapa yang ngasih baju ganti buat kita Yank?" Arshi merasa tidak nyaman dengan baju yang dipakainya karena terlalu ketat.


"Dokter dan perawat disini Sayang, emangnya kenapa kamu merasa gak nyaman dengan pakaian seksi itu?" Rezki menatap istrinya penuh cinta seraya tersenyum.


Dia mengingat desahan wanita yang sangat dicintainya itu ketika bercinta tadi, walaupun istrinya antara sadar dan tidak, Rezki yakin kekasih halalnya itu juga menikmatinya. Dia sangat bahagia karena sudah melepaskan hasratnya sekaligus menolong istrinya dari hipotermia nya, dengan metode skin to skin, karena hawa panas ketika bercinta akan menghangatkan tubuh keduanya.


"Iya!" Arshi kembali menarik selimutnya hingga sebatas dada.


"Nanti aku mintakan sama perawat itu baju yang longgar, untuk saat ini kamu istirahat lagi ya Sayang!" Rezki memperbaiki letak selimut yang dipakai istrinya lalu naik keatas ranjangnya.


Dia memiringkan tubuhnya lalu mendekap erat kekasih halalnya itu dalam pelukannya. Cuaca yang sangat dingin akibat hujan yang sangat deras diluar semakin mendukung untuk merapatkan diri dengan pasangan halal masing-masing. Arshi merasa sangat beruntung mempunyai seorang suami seperti Rezki yang selalu mencintai dan menyayanginya sepenuh hati. Tidak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari suaminya, Arshi beringsut naik mensejajarkan dirinya supaya bisa menatap lebih intens setiap detail pahatan indah yang diciptakan Allah didepan matanya itu. Dia mengulas senyumnya lalu mengecup bibir suaminya sekilas, Rezki yang merasa terganggu justru menarik tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya. Setelah cukup lama berpagut mesra dengan bibir yang saling bertaut, Rezki mengecup kening istrinya.


"Bobo lah Sayang, jangan membangunkan king cobra yang sudah tidur, nanti dia menyemburkan bisanya lagi. Aku gak mau


kamu kelelahan kalau harus melayaniku terus apalagi tadi kamu habis sakit, badanku juga rasanya capek banget karena belum ada istirahat sedikitpun sehabis nolongin kamu." Bisik Rezki ditelinga istrinya dengan nada sangat lembut.


Arshi langsung menuruti apa yang dikatakan suaminya, lama-kelamaan pasangan suami istri itu terlelap dengan saling mendekap satu sama lain.


🌿🌿🌿🌿🌿


Keesokan harinya setelah membantu istrinya mandi dengan merebuskan air hangat untuknya membersihkan diri dalam kamar mandi sederhana yang ada di PUSKESMAS itu, Rezki memimpin sholat subuh berjamaah berzikir dan berdoa lalu bersalaman dengan kekasih halalnya itu. Seperti biasa Arshi mencium punggung tangan suaminya dan Rezki mencium kening istrinya. Arshi terpaksa sholat sambil berbaring untuk menutupi aurat nya karena tidak ada mukena. Dia akhirnya kembali terlelap diranjang pasien tempatnya berbaring itu setelah suaminya mengusap kepala dan perutnya dengan lembut sembari bersholawat. Ketika melihat istrinya tertidur Rezki beranjak dari sana, dia berjalan mondar mandir diluar untuk memantapkan hatinya, dengan menyebut bismillahirrahmanirrahim Rezki mengetuk pintu kamar perawat Rasti, dia berniat untuk meminjam pakaian yang longgar buat istrinya.


Tok...tok...tok...Suara pintu diketuk dari luar, Rasti terbangun lalu bercermin sebentar untuk merapikan rambutnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum, maaf mengganggu. Bisakah saya pinjam baju yang longgar untuk istri saya?" Rezki berdiri di depan pintu untuk menjaga jarak dengan wanita yang selalu berpakaian seksi itu.


"Waalaikumsalam saya cuma punya sweater yang longgar, kalau baju biasa ya seperti ini." Rasti memperlihatkan baju seksi yang dipakainya dengan memutar tubuhnya di depan Rezki.


Rezki menggelengkan kepalanya untuk menghalau fantasi liarnya, dia justru membayangkan istrinya yang menari berlenggak lenggok didepannya sambil memakai baju tidurnya yang berupa lingerie menerawang sembari menggodanya.


Astagfirullah al azdim!" Ucap Rezki lalu mengusap wajahnya ketika menyadari wanita yang ada di hadapanya bukan istrinya.


"Tidak apa-apa, saya pinjam sweater nya saja!" Rezki mengalihkan pandangannya ke arah lain karena Rasti memakai baju tidur yang sangat seksi dan menerawang.


Benar-benar wanita ini membuat hasratku kembali bergolak saja, coba kamu istriku pasti langsung ku serang tanpa ampun." Batinnya sembari meneguk salivanya dengan susah payah.


"Ok, tapi anda harus masuk dulu untuk membantu saya mencari sweaternya." Rasti menarik tangan Rezki untuk masuk kedalam kamarnya lalu segera mengunci pintunya.


"Apa yang anda lakukan? Kenapa pintunya harus dikunci?" Rezki menatap tajam kearah Rasti.


Rezki memang laki-laki normal yang mudah tergoda bila melihat wanita berpakaian seksi dihadapannya, namun dia tidak mau berhubungan dengan sembarang wanita yang tidak halal untuknya.


"Ayolah jangan munafik, saya akan membantu memuaskan Bli selama istrinya sakit." Rasti mendorong Rezki dengan kuat hingga terjatuh keatas ranjangnya.


"Jangan macam-macam! Saya bukan laki-laki yang mudah tergoda pada setiap wanita sepertimu!" Tegas Rezki dengan intonasi yang tinggi.


Rasti merangkak kearah Rezki hingga memperlihatkan belahan gunung kembarnya dan area sensitif nya yang hanya tertutup bra dan cd berenda berwarna merah menyala.


"Saya tidak ingin macam-macam hanya ingin bercinta karena udaranya sangat dingin Bli!" Rasti langsung menindih dan memeluk tubuh atletis milik Rezki lalu berusaha mencium bibirnya dengan penuh gairah.


"Menyingkirlah!" Rezki mendorong tubuh Rasti dengan kasar lalu beranjak bangun dari ranjangnya.


"Mana kunci pintunya?" Rezki menatap tajam kearah Rasti sembari menadahkan tangannya.


"Nich ambil sendiri!" Rasti membusungkan dadanya sambil berjalan mendekat lalu meraih tangan Rezki untuk menyentuhnya.


Dengan geramnya Rezki langsung mengambil kuncinya lalu meninggalkan Rasti begitu saja.


Rasti terpaku ditempatnya, dia tidak percaya setiap laki-laki tampan yang diinginkannya selalu menolaknya. Padahal dia selalu berdandan dan berpakaian semenarik mungkin untuk memikat hati mereka.


Apa yang kurang dariku? Kenapa mereka selalu menolakku? Apa aku harus mengubah penampilanku lagi?" Gumam Rasti dalam hatinya.


Rasti adalah anak kepala desa dikampung itu, dia kuliah dikota untuk mengambil jurusan kedokteran namun karena keterbatasan biaya dia terpaksa mengambil jurusan keperawatan saja. Akibat pergaulan bebas yang dianutnya membuatnya lupa akan tugasnya, dia sering melalaikan tugasnya karena sibuk bercinta dengan para lelaki yang hanya memanfaatkannya. Akhirnya diapun dipecat secara tidak hormat dari rumah sakit yang ada di kota, karena sangat malu Rasti kembali ke desa terpencil tempat kelahirannya itu. Dia membantu Dokter Arya yang baru ditugaskan beberapa bulan yang lalu untuk menggantikan seniornya.


Setiap orang berbeda cara berpikirnya, ada yang suka dengan penampilan terbuka serta dandanan menornya, ada juga yang lebih suka penampilan tertutup dengan segala keanggunannya. Namun yang paling utama adalah akhlak dan budi pekertinya, inner beauty yang terlahir dari hatinya dengan keimanan yang kuat tentunya.


"Yank kamu dari mana?" Arshi menatap suaminya yang baru datang menghampirinya.


"Aku tadi menemui perawat wanita itu untuk meminjamkan baju yang longgar buat kamu Sayang." Rezki mencium kening istrinya lalu menempelkan bibirnya ke bibir ranum milik kekasih halalnya itu.


Dengan penuh gairah tangannya ikut bergerilya kemana-mana karena sudah terpancing oleh godaan yang dilakukan Rasti kepadanya tadi. Rezki selalu memperlakukan istrinya dengan sentuhan lembut namun seringkali menuntut, Arshi yang juga merindukan sentuhan suaminya benar-benar menikmati permainan mereka, hingga akhirnya suara ketukan pintu membuyarkan semuanya.


Tok...tok...tok...Suara pintu diketuk dari luar, membuyarkan keromantisan yang tercipta diantara mereka berdua. Rezki terpaksa melepaskan tautan bibirnya dan menghentikan kesenangannya, sembari berusaha menahan emosinya dia beranjak untuk membukakan pintu, padahal hasratnya sudah diubun-ubun. Setelah pintu terbuka Dokter Arya langsung masuk kedalam tanpa menyapa Rezki terlebih dulu, semua itu membuatnya semakin kesal. Dokter Arya langsung memeriksa keadaan Arshi menggunakan stetoskopnya dan tensimeternya.

__ADS_1


"Kondisinya sudah stabil." Ujar Dokter Arya tanpa menatap Rezki yang memperhatikannya." Sepertinya kalian berdua bukan orang sini? Kenapa kalian bisa sampai kesini?" Dokter Arya mengerutkan keningnya menatap Arshi dan Rezki secara bergantian dengan melipat kedua tangannya.


"Syukur alhamdulillah." Ucap Rezki seraya tersenyum menatap istrinya." Kami korban kecelakaan, mobil kami jatuh ke jurang. Kami ingin kembali ke kota dan sepasang suami istri menunjukkan bahwa didesa ini ada angkutan yang bisa membawa kami." Jelas Rezki sembari duduk di kursi samping bed pasien istrinya.


"Kebetulan saya hari ini mau pergi ke kota untuk mengambil obat-obatan, apakah anda bisa menjadi sopir saya?" Tawar Dokter Arya seraya tersenyum smirk.


Semuanya gak gratis tau, aku tertarik sama istrimu sejak pertemuan di rumah makan yang ada di Kalimantan itu!" Batinnya sembari menatap kearah Arshi dengan intens.


"Tentu saja yang penting kami bisa kembali ke kota." Jawab Rezki dengan antusias tanpa menyadari bahwa perkataan manis Dokter Arya tidak sama dalam hatinya.


"Kalau begitu sesudah sarapan kita berangkat, bersiaplah!" Dokter Arya segera pergi dari sana dengan wajah datarnya.


Dia berniat untuk mengerjai Rezki selama dijalan nanti. Setelah Dokter Arya keluar Rezki langsung memeluk erat istrinya untuk meluapkan rasa bahagianya.


"Ohh Sayang akhirnya kita bisa kembali ke kota, kita akan bertemu lagi dengan keluarga besar kita!" Rezki memeluk erat tubuh istrinya sembari menggoyangkannya.


"Iya Yank aku juga udah gak sabar lagi pengin ketemu sama Mamah dan Papah." Arshi mengulas senyum bahagianya dalam dekapan suaminya.


"Bercintanya kita tunda dulu ya Sayang, bila sudah sampai hotel baru kita lakukan sampai puas." Bisik Rezki dengan nada sangat menggoda.


"Terserah kamu aja Yank." Arshi menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya untuk menutupi rasa malunya atas jawaban nya sendiri.


🌿🌿🌿🌿🌿


Setelah sarapan mereka sudah siap berangkat kekota menggunakan mobil Dokter Arya, dengan Rezki sebagai sopirnya.


"Oh ya kita belum tahu nama satu sama lain, kenalkan nama saya Arya Suta." Dokter Arya mengulurkan tangannya kepada Arshi.


Namun Rezki segera menyambutnya dengan


merangkul pinggang istrinya posesif.


"Nama saya Rezki dan istri saya namanya Arshi." Rezki langsung menjabat tangan Dokter Arya.


Arshi juga melakukan hal yang sama. Dokter Arya menggenggam erat tangan Arshi lalu mengedipkan sebelah matanya untuk menggodanya. Rezki yang menyaksikannya benar-benar merasa kesal dibuatnya, dia bergegas membukakan pintu depan mobil untuk istrinya supaya bisa duduk disampingnya dengan aman dan nyaman. Tiba-tiba Dokter Arya meminta Arshi untuk duduk di jok belakang bersamanya dengan menarik tangannya.


"Heyy kenapa anda menarik istri saya!" Rezki mengepalkan tangannya berusaha meredam emosinya.


"Saya hanya ingin istri anda yang cantik ini duduk dengan nyaman di jok belakang bersama saya, kalau anda keberatan silahkan cari alat transportasi yang lain!" Dokter Arya menatap sinis kearah Rezki seraya tersenyum smirk.


"Ok, tapi anda jangan macam-macam sama istri saya!" Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya lalu duduk didepan kemudi.


Awas aja kamu kalau sampai menyentuh istriku!" Batinnya sembari melirik kaca spion diatas kepalanya untuk menatap wajah istrinya yang terlihat sekali tidak nyaman duduk disamping laki-laki lain yang baru dikenalnya itu.


Dokter Arya hanya menganggukkan kepalanya, kemudian melirik Arshi yang duduk disampingnya sembari menatap kearah luar jendela kaca mobilnya.


Kamu sangat cantik natural Arshi walaupun tanpa polesan make up sekalipun, tapi sayang sudah milik orang, coba dulu kita bertemu lebih dulu pasti sekarang kamu sudah jadi milikku. Namun jika suatu hari nanti Rezki menyakitimu apalagi sampai mencampakkanmu aku akan selalu siap menerimamu." Dokter Arya bermonolog dalam hatinya.


Jika diantara kalian ada yang menginginkan sesuatu yang bukan haknya, apa yang harus kalian lakukan?

__ADS_1


Bersambung...


Hai teman-teman reader setia dan para author kece jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya melalui vote, like, komen, koin, dan rate bintang lima nya.


__ADS_2