Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#55 "Drama Pilkada"


__ADS_3

Happy reading guys!


Berhubung kemarin bertepatan dengan hari pilkada serentak di Indonesia aku akan menyajikan cerita tentang drama pilkada ala diriku ya readers!


Fajar menyingsing dibalik awan kelabu yang enggan memberikan kesempatan kepada sang mentari pagi untuk bersinar menyinari bumi. Rintik-rintik hujan mulai menyapa di setiap sudut kota Banjarmasin. Sepasang suami istri yang baru selesai melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim langsung


berzikir dan berdoa untuk keharmonisan rumah tangga mereka serta semua keluarganya. Setelah selesai dengan zikir dan doanya pasangan halal yang dipersatukan dalam ikatan pernikahan itu bersalaman seperti biasanya, Rezki tiba-tiba menggedong Arshi ala bridal style kemudian membaringkannya diatas ranjang.


"Sayang aku gak bisa tidur nyenyak semalaman sebab kamu selalu menempel di dadaku, dinginnya udara malam dan suhu AC gak bisa membuat kepalaku jadi ikutan dingin karena terus memikirkanmu. Padahal hari ini kita harus datang ke TPS untuk memberikan hak suara kita dalam rangka pilkada serentak." Rezki berusaha mencari alasan untuk bercinta dengan istrinya.


Dia memang belum pernah berhubungan intim lagi dengan kekasih halalnya itu sejak amnesia dan Arshi mengalami pendarahan sebulan yang lalu.


"Maksud kamu apa sich Yank aku gak ngerti? Emangnya kamu jadi petugas TPS hari ini? Atau saksi dari Paslon?" Goda Arshi seraya mengulum senyumnya menatap wajah suaminya yang sudah merah padam menahan hasratnya.


"Aku mau nyoblos kamu dulu baru mencoblos ke TPS." Jawab Rezki dengan seringai mesumnya.


"Kamu yakin?" Arshi menahan dada suaminya yang hendak melancarkan aksinya.


"Emangnya kenapa? Apa kamu sengaja menolakku sebab aku belum bisa mengingat semuanya tentang kamu?" Rezki merasa sangat kesal ditolak oleh istrinya.


"Bukannya gitu Yank, tapi aku laper." Arshi mengusap perutnya sendiri yang benar-benar kelaparan.


"Yaudah kita sarapan dulu." Rezki segera beranjak dari atas istrinya sambil menekuk wajahnya karena sangat kecewa keinginannya tidak langsung terpenuhi.


"Tapi aku mau makan bubur kacang ijo yang dijual dekat kampus aku dulu Yank." Rengek Arshi dengan bergelayut manja di lengan suaminya yang duduk di tepi ranjang.


"Kita makan apa yang ada di rumah aja ya Sayang, lain kali aja makan bubur kacang ijo nya, lagipula diluar hujan deras banget sekarang." Tolak Rezki dengan nada sangat lembut sambil membelai rambut istrinya.


Aku mau makan kamu sehabis sarapan Sayang, batinnya karena otaknya sudah terkontaminasi dengan pikiran liarnya.


"Aku maunya makan burjo gak mau yang lain! Kalau kamu gak mau beliin gak ada acara coblos mencoblos!" Arshi melipat kedua tangannya di atas dada sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Baiklah Sayang tapi kamu tunggu dirumah aja ya." Bujuk Rezki pada istrinya yang mulai merajuk.


"Gak! Aku mau makan disana langsung!" Tegas Arshi tanpa mau dibantah.


Rezki menghembuskan nafasnya dengan berat berusaha menahan hasratnya yang harus tercegat.


"Yaudah yuk!" Ajak Rezki sambil meraih tangan istrinya lalu menggandengnya menuju mobilnya yang terparkir di garasi rumahnya.


Rezki membukakan pintu mobil untuk wanita yang telah mengandung buah cintanya itu walaupun dengan hati yang dongkol dan terpaksa, dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk istrinya. Rezki masih belum bisa mengingat semua tentang Arshi, namun perlahan-lahan dia justru kembali jatuh cinta setiap harinya dengan segala kelebihan dan kekurangan Arshi, yang juga selalu menerimanya apa adanya bukan ada apa-apanya seperti Rani dulu yang selalu minta ini-itu tanpa rasa sungkan sedikitpun padahal baru jadi calon istrinya.


Hari ini ditengah hujan yang turun dengan derasnya, air mulai naik menggenangi jalanan yang mereka lewati menuju kampus tempat Arshi, Arsha, Wava, Wavi, Lida, dan Rasya menuntut ilmu fakultas kedokteran dulu. Semua kendaraan hanya bisa bergerak sedikit-sedikit sambil menunggu air banjir surut, padat merayap sepanjang jalan di tengah kota itu membuat para pengendara mobil seperti Rezki hanya bisa berusaha sabar dan berdoa supaya banjir cepat surut, hingga semua kembali seperti semula sesuai fungsinya.


"Jalanan macet karena banjir cukup dalam didepan sana Sayang, mobil kita gak bisa bergerak maju dengan cepat. Apa kamu masih mau makan bubur kacang hijaunya? Gimana kalau disana gak jualan atau tutup? Ini udah jam setengah sembilan." Rezki melirik ke arah istrinya yang tampak berpikir keras sambil menyentuh dagunya.


"Aku mau jalan kaki aja kesana Yank! Jaraknya juga gak jauh lagi dari sini." Arshi menggulung celananya hendak membuka pintu mobil.


"Tunggu Sayang!" Seru Rezki lalu mengambil payung di jok belakang mobilnya.



Rezki bergegas keluar dari mobilnya lalu memayunginya istrinya, mereka berdua berjalan menuju penjual bubur kacang hijau yang berada sekitar satu kilometer dari tempat mereka terjebak macet akibat banjir. Sesampainya di sana ternyata penjual bubur kacang hijau itu sudah tidak berjualan lagi di tempat biasanya dia mangkal, karena pulang kembali ke kampung halamannya yang ada di pulau Jawa. Arshi menangis karena ngidamnya tidak bisa terpenuhi, Rezki merangkulnya lalu mengajaknya ke tempat penjual bubur kacang hijau yang lain, namun Arshi selalu menolaknya dengan alasan rasanya pasti berbeda. Akhirnya Rezki menuntun istrinya kembali masuk ke dalam mobilnya, dia menghempaskan dirinya di kursi kemudinya lalu merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukannya.


"Sayang nanti aku bikinin di rumah aja ya." Bujuknya sambil menciumi puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Beneran?" Arshi mendongakkan wajahnya menatap suaminya untuk memastikan pendengarannya.


"Iya! Tapi kita beli bahan-bahannya dulu di supermarket." Jawab Rezki sambil membelai lembut wajah cantik istrinya.


"Makasih Yank, kamu selalu bisa menghiburku." Arshi semakin mengeratkan pelukannya.


"Iya sama-sama Sayang, tapi ini gak gratis ya!" Rezki mengangkat dagu istrinya lalu membenamkan bibirnya kebibir Arshi yang selalu menjadi candu untuknya itu.


Karena cuaca dingin yang sangat mendukung dan jendela kaca mobil Rezki juga tidak tembus pandang dari luar sambil menunggu banjir surut, akhirnya pasangan suami istri itu bercumbu di dalam mobilnya untuk mencari kehangatan ala mereka. Tanpa menghiraukan situasi dan kondisi orang-orang di sekitarnya, yang tidak bisa maju karena terhalang mobilnya yang terparkir sembarangan di badan jalan. Bunyi klakson mobil dan motor saling bersahutan hingga menghentikan aksi keduanya yang hampir bercinta di dalam mobil.


"Kita lanjutkan dirumah ya Sayang." Ujar Rezki sambil membantu merapikan pakaian istrinya yang sangat berantakan akibat ulahnya.


Arshi hanya menganggukkan kepalanya karena suaminya sudah meninggalkan jejak hampir di seluruh tubuhnya dengan ciuman dan sentuhan tangannya, sedangkan Rezki sendiri masih dalam keadaan rapi tanpa melepaskan bajunya sedikitpun, sejak awal mencumbu istrinya tadi.


Rezki kembali melanjutkan perjalanan menuju ke supermarket untuk membeli bahan-bahan kebutuhan istrinya dan membuat bubur kacang hijau. Sesampainya di parkiran basemen supermarket Rezki langsung memarkirkan mobilnya di sana, lalu menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam area supermarket tersebut. Mereka berdua menuju toko pakaian terlebih dulu untuk mengganti pakaian keduanya yang basah akibat menerjang banjir dan hujan deras tadi ketika berjalan kaki mencari penjual bubur kacang hijau didekat kampusnya Arshi. Setelah selesai berganti pakaian pasangan suami istri itu menuju swalayan yang menjual bahan-bahan makanan.



Foto hanya pemanis ya reader jadi abaikan saja apa yang ada dalam troli belanjaannya.


-


Arshi mengulum senyumnya ketika melihat banyaknya belanjaan yang dibeli suaminya.


Seharusnya aku yang kalap kalau urusan belanja tapi kenapa sekarang terbalik ya?" Batinnya ketika melihat suaminya yang sangat antusias berbelanja semua kebutuhannya.

__ADS_1


"Kamu yakin Yank mau membayar ini semua? Apa gak kebanyakan?" Arshi menatap suaminya yang memborong susu ibu hamil lalu memasukkan kedalam dua buah troli.


"Tentu Sayang, aku gak mau kamu sama baby kekurangan nutrisi." Rezki menekankan kata-katanya sambil menyentuh perut istrinya." Kamu mau beli apa lagi Sayang?" Tanya Rezki sembari mendorong kedua troli belanjaannya.


"Aku mau beli teh hijau celup, selai rasa green tea, eskrim rasa green tea, roti tawar warna hijau, syrup rasa melon, buah melon, apel hijau, pir muda yang masih berwarna hijau dan buah anggur warna hijau." Jawab Arshi mengungkapkan semua keinginannya.


"Kok hijau semua sich Sayang? Gak mau yang merah?" Goda Rezki seraya tersenyum menatap wajah cantik istrinya yang lagi-lagi menginginkan semua yang berwarna hijau.


"Gak aku maunya serba hijau, kalau perlu kamu juga pakai kolor ijo!" Balas Arshi menggoda suaminya sambil berjalan mendahuluinya.


"Heyy Sayang tungguin!" Rezki mempercepat langkahnya untuk mengejar istrinya.


Setelah berhasil menghapiri istrinya Rezki berbisik di telinganya.


"Kamu gak serius kan Sayang minta aku pakai kolor ijo?" Lirihnya sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya takut ada yang menguping pembicaraan mereka.


"Kalau iya, emangnya kenapa? Kamu keberatan?" Tanya Arshi dengan ekspresi wajah seriusnya.


"Kumohon jangan ya Sayang, aku gak suka kolor ijo nanti malah di olokin Bi Sri." Rezki menangkup kedua tangannya di atas dada.


"Emangnya Bi Sri berani ngolokin kamu?" Arshi memicingkan matanya sembari mengambil apa yang diinginkannya lalu memasukkan kedalam troli.


"Dulu waktu aku masih sekolah TK, aku sangat menyukai karakter Hulk hingga menumpahkan cat warna hijau ke seluruh badanku. Lalu aku memamerkannya kepada Papa, Mama, Bi Sri, Satpam dan teman-teman ku di hari ulangtahunku. Teman-teman ku semuanya menertawakanku dan membuly aku habis-habisan disekolah, hingga aku jatuh sakit karena merasa terintimidasi. Sejak saat itu aku paling anti dengan yang namanya warna hijau, tapi sekarang kamu justru ngidam semua yang berwarna hijau." Jujur Rezki menceritakan masa lalunya.


"Itu artinya kamu gak usah ragu lagi bahwa anak yang ada dalam kandunganku ini benar-benar mewarisi sifat papahnya." Arshi meraih tangan suaminya lalu menempelkan di perutnya." Aku pernah dengar kamu mau melakukan tes DNA untuk memastikan apakah benar ini anak kamu. Jujur hatiku sakit banget waktu itu ketika kamu sempat meragukan darah dagingmu sendiri." Aku memang bukan wanita yang terbaik untukmu Yank, namun aku akan selalu menjaga kesetiaanku, hatiku dan cintaku hanya kepadamu." Arshi mengungkapkan perasaannya yang sudah lama dipendamnya dengan mata berkaca-kaca.


"Maafin aku Sayang karena sempat meragukanmu, sekarang aku benar-benar yakin anak yang ada dalam kandunganmu ini adalah darah dagingku." Rezki mengecup kening istrinya sambil mengusap perutnya dengan lembut.


Ehem-ehem..." Maaf permisi numpang lewat ya!" Seorang wanita cantik nan seksi dengan memakai masker menyaksikan kemesraan mereka.


"Iya silahkan!" Arshi menganggukkan kepalanya sambil mendorong tubuh suaminya agar memberi jarak dengannya.


Bukannya menjauh Rezki justru menarik pinggang istrinya supaya makin merapat kepadanya karena melihat wanita yang baru melewatinya itu tidak asing dimatanya.


Kenapa wanita itu mengedipkan matanya kepadaku? Apa dia ingin menggodaku? Sepertinya aku juga mengenalinya tapi dimana ya?" Rezki bertanya-tanya dalam hatinya.


-


Aku gak akan membiarkan


kebahagiaan kalian bertahan lama. Tunggu saja aku akan merebut Rezki darimu Arshi." Batin wanita itu seraya tersenyum smirk.


-


"Buru-buru banget! Memangnya ada urusan apa lagi habis dari sini?" Tanya Lida sambil menatap Arshi dan Rezki bergantian.


"Mau pulang nyoblos yang lain!" Jawab Rezki mewakili istrinya.


Arshi langsung membekap mulut suaminya yang berkata tanpa difilter terlebih dulu itu, semua orang yang mendengar jawaban Rezki tertawa bersamaan.


"Kami mau cepat pulang karena belum makan apa-apa sejak tadi pagi." Ujar Arshi memberikan alasan yang tepat.


"Dingin-dingin kayak gini emang lebih baik dirumah aja, biar bisa coblos-men coblos atau makan-memakan!" Seru salah satu petugas TPS yang sudah berumur empat puluh tahunan.


"Ya udah kami pulang dulu, assalamualaikum." Rezki langsung menarik tangan istrinya menuju mobilnya untuk menghindari omongan unfaedah lainnya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua orang serempak.


Setelah masuk ke dalam mobil Arshi langsung mencubiti perut sixpack suaminya yang duduk santai hendak memutar kunci kontaknya.


"Gara-gara kamu Yank, semua orang jadi ngetawain kita. Aku malu banget tau!" Arshi melampiaskan kekesalannya pada suaminya.


Awww...Awww..."Sakit Sayang." Rezki memegangi tangan istrinya dengan satu tangannya." Iya aku ngaku salah, tapi gak usah jadi kepiting juga Sayang." Rezki menatap istrinya lalu menarik tengkuknya dengan satu tangannya yang lain, kemudian mencium bibirnya cukup lama.


"Ya udah, yuk kita pulang." Arshi membenarkan posisi duduknya ketika Rezki melepaskan tautan bibirnya.


"Ok Sayang!" Rezki segera menyalakan mesin roda empatnya itu lalu menginjak pedal gas nya.


Dengan kecepatan sedang Rezki melajuksn mobilnya di jalanan yang masih licin itu, tiga puluh menit kemudian sampailah mereka ke rumahnya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Berhubung ditempatku hujan sejak tadi malam kita nyanyi lagu hujan dulu ya guys!


🌿Hujan🌿By Erie Suzan


Hujan, hujan datang lagi


Hujan, hujan malam ini


Bintang-bintang tiada lagi

__ADS_1


Bulan pun merundung sedih


Hatiku resah, resah, resah


Menanti cinta


Hidupku jera, jera, jera


Hujan tak reda


Aku gelisah


Hujan, hujan datang lagi


Hujan, hujan malam ini


Seandainya malam ini aku dapat


Mengungkapkan rasa


Hati yang berharap


'Ku tak sanggup kekasih


Bila saja diri ini punya sayap


Mungkin malam ini waktu 'kan terjawab


Hati rindu menanti


Menantikan dirimu datang kemari


Menemani diriku yang sendiri


Seandainya malam ini aku dapat


Mengungkapkan rasa


Hati yang berharap


'Ku tak sanggup kekasih


Bila saja diri ini punya sayap


Mungkin malam ini waktu 'kan terjawab


Hati rindu menanti


Menantikan dirimu datang kemari


Menemani diriku yang sendiri


Hujan, hujan datang lagi


Hujan, hujan malam ini


Bintang-bintang tiada lagi


Bulan pun merundung sedih


Hatiku resah, resah, resah


Menanti cinta


Hidupku jera, jera, jera


Hujan tak reda


Aku gelisah


Hujan, hujan datang lagi


Hujan, hujan malam ini


☘️☘️☘️☘️☘️


Bersambung...


Hai teman-teman maaf ya telat up lagi, semoga kalian selalu setia menanti karya receh ku ini.


Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian selalu ya melalui vote, like, komen, koin, rate bintang limanya dan jadikan favorit kalian selalu ya.

__ADS_1


Tetap jaga kesehatan ya!


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.


__ADS_2