Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#16 "Awal yang baru"


__ADS_3

Happy reading guys!


Sesudah melaksanakan sholat zuhur berjamaah di mesjid. Dokter Hasan, Rezki juga Khardha kembali keruang operasi Arshi. Kebetulan sekali Arsha baru keluar dari sana.


"Gimana kondisi Arshi sayang?" Tanya Khardha pada anak laki-laki nya itu.


"Alhamdulillah Arshi udah melewati masa kritisnya, sebentar lagi dia akan dipindahkan ke kamarnya yang kemarin. Aku mau mandi dulu sekalian sholat zuhur." Jawab Arsha sambil berlalu untuk segera pergi dari sana.


"Apakah kamu mau kerumah Sha?" Tanya Dokter Hasan kepada anaknya itu.


"Iya Pah." Singkat Arsha.


"Kalau begitu Rezki ikut kami keatas, biar mamah yang jagain Arshi sebentar.


"Baik Pah." Rezki menganggukkan kepalanya.


Mereka bertiga akhirnya menuju lift untuk naik kembali kerumah keduanya, Dokter Hasan sangat penasaran siapa yang berani berbuat jahat dilingkungan rumahnya yang penjagaannya sudah sangat ketat. Sesampainya di rumahnya Arsha segera kekamarnya untuk mandi dan sholat zuhur. Sedangkan Dokter Hasan dan Rezki segera keruangan khusus yang dipenuhi layar televisi untuk memantau cctv disetiap sudut ruangannya.


"Rezki coba kamu perhatikan wanita yang memberikan minuman pada Arshi, lihat juga rekaman sebelum akad nikah berlangsung mama kamu terlihat menemui seseorang di sudut ruangan. Dia memberikan amplop pada orang itu kemudian duduk kembali berbaur dengan yang lain.


"Berarti Mama dalang dari semua ini." Rezki tampak mengepalkan tangannya karena sangat kecewa pada ibunya sendiri.


"Jadi gimana menurut kamu? Tindakan apa yang harus kita lakukan untuk membuat mama kamu jera?" Dokter Hasan menatap menantunya itu untuk meminta pendapatnya.


"Kita bicarakan semuanya sama Papaku dulu ya Pah, biar kita bisa memutuskan apa yang terbaik untuk memberi Mama pelajaran." Rezki berusaha menenangkan mertuanya yang tampak sangat dingin dengan sorot mata tajamnya.


"Baiklah mari kita liat keadaan Arshi." Dokter Hasan segera mengajak menantunya itu untuk keruang rawat anaknya setelah mengcopy beberapa rekaman video itu dan langsung mengirimnya ke handphone Riki besannya.


Sesampainya di kamar rawat Arshi, Rezki langsung duduk di kursi samping bed pasien tempat istrinya masih terbaring lemah diatasnya. Dia menggenggam dan menciumi tangan wanita yang sangat dicintainya itu dengan perasaan yang sulit untuk dilukiskan. Dokter Hasan, Khardha dan Arsha hanya bisa menatapnya dari sofa tanpa berniat untuk mengganggunya.


"Kasian Rezki kayaknya dia juga sangat terpukul banget karena kejadian ini." Ucap Khardha sambil melirik ke arah suaminya yang duduk di sampingnya.


"Pastinya Sayang, sebab dalang dari semua ini adalah mamanya sendiri." Jelas Dokter Hasan sambil memainkan handphonenya.


"Pah, Mah, aku mau keluar dulu ya." Pamit Arsha sambil beranjak dari duduknya.


"Iya sayang, kalau kamu lapar didapur masih banyak makanan tinggal di hangatkan aja lagi." Khardha memberitahukan anaknya.


"Aku masih kenyang Mah, nanti kalau udah lapar aku bisa cari sendiri kok." Arsha menganggukkan kepalanya kemudian berlalu pergi.


🌿🌿🌿🌿🌿


Malam harinya jari-jari tangan Arshi yang ada dalam genggaman Rezki bergerak-gerak. Rezki terbangun ketika merasakannya lalu mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik istrinya.


"Kamu udah bangun Sayang, apa ada yang kamu butuhkan?" Rezki menegakkan punggungnya agar bisa secepatnya membantu istrinya.


"Aku mau kekamar mandi." Arshi berusaha bangun sendiri namun dengan sigap Rezki menggendongnya lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


"Kamu tungguin di luar aja, aku gak bisa pipis kalau kamu ada disini." Arshi mendorong tubuh Rezki keluar.


"Kalau udah selesai panggil aku lagi ya Sayang." Seru Rezki dari balik pintu.


Kok kayaknya ada ribut-ribut di luar ada apa ya?" Gumam Rezki sambil berjalan untuk membuka pintu masuk.


"Kapan Papa datang? Kenapa gak langsung masuk?" Rezki menatap papanya dan mertuanya yang asyik berdiskusi untuk mengambil tindakan terhadap mamanya.

__ADS_1


"Papa baru aja datang, siang tadi papa udah menerima rekaman tentang apa yang dilakukan mama kamu." Riki tampak geram sekali dengan perbuatan istrinya.


"Jadi menurut Papa tindakan apa yang harus kita lakukan untuk memberi efek jera buat Mama?" Rezki menatap papanya yang duduk dikursi yang ada di sepanjang koridor itu.


"Kita laporkan aja dia ke polisi supaya dia bisa menyesali perbuatannya disana dan gak berbuat sesuka hatinya lagi." Tegas Riki penuh penekanan disetiap kata-katanya.


"Apakah itu gak berlebihan Pa?" Rezki membayangkan mamanya terkurung di jeruji besi.


"Kalau gak kayak gitu dia akan selalu berusaha mencari celah untuk mencelakai istrimu dan keluarganya, karena mamamu bukan orang yang bisa dipercaya dengan semua kata-kata manisnya." Jelas Riki yang sudah hafal sifat istrinya.


"Terserah Papa aja kalau begitu." Pasrah Rezki dengan semua keputusan papanya.


"Gimana keadaan istrimu?" Riki baru ingat tujuannya ke rumah sakit untuk menjenguk menantunya.


"Alhamdulillah dia udah mendingan, Papa mau masuk?" Riki membuka lebar pintu masuk.


"Baiklah Papa cuma mau liat kondisi menantu papa sebentar habis ini papa langsung kekantor polisi." Riki masuk bersama Dokter Hasan yang sedari tadi hanya jadi pendengar setia.


Rezki segera mengetuk pintu kamar mandi memastikan istrinya di dalam sudah selesai apa belum.


Tok...tok...tok..." Sayang kamu udah selesai belum?"Rezki menempelkan telinganya di daun pintu.


Ceklek...kunci pintu terbuka. Arshi tampak menggigil kedinginan karena tidak sengaja terpeleset di lantai. Rezki segera menggendong istrinya lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang kemudian


menyelimutinya.


"Maafin aku ya Sayang." Rezki langsung naik keatas ranjang memeluk erat istrinya setelah membungkusnya dalam selimut tanpa memperdulikan keberadaan papanya dan mertuanya lagi.


"Syukurlah kamu baik-baik aja Arshi, papa pergi dulu ya." Riki hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya.


Rezki melonggarkan pelukannya ketika merasakan istrinya sudah tidak menggigil lagi. Dia berinisiatif untuk mengganti baju istrinya yang basah tadi, dengan perlahan dia mencari lemari pakaian lalu memilih baju yang nyaman untuk dipakaikannya. Setelah mengunci pintu dan mematikan semua lampu perlahan Rezki menanggalkan pakaian istrinya yang basah tadi. Meskipun dalam keadaan gelap Rezki masih bisa melakukan tugasnya dengan baik, Arshi yang baru sadar ada tangan yang meraba area sensitif nya langsung membuka matanya. Rezki tersenyum lalu menempelkan bibirnya kebibir ranum istrinya yang selalu menjadi candu untuknya itu, hingga hampir kehabisan oksigen barulah dia melepaskan tautan bibirnya.


"Istirahat Sayang, aku gak akan meminta hak ku sekarang tapi nanti disaat kamu benar-benar siap untuk menyerahkannya." Rezki mengecup kening istrinya lalu menarik kembali selimut untuk menutupi tubuhnya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Seminggu kemudian Rezki hendak berangkat kekantor seperti biasa, dia berencana untuk mengajak istrinya honeymoon dan pindah kerumah baru sore harinya. Arshi sudah belajar dari mamahnya bagaimana menjadi seorang istri yang baik, dengan cara menyiapkan makannya, pakaiannya, dan melayaninya lahir maupun batin. Walaupun Arshi belum siap mental seutuhnya namun dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk suaminya. Seperti pagi ini Arshi membantu Rezki memakai kemeja, mamasangkan kancing bajunya satu-persatu lalu memakaikan dasinya. Setelah selesai bukannya cepat berangkat Rezki justru menarik pinggang istrinya.


"Morning kiss nya mana?" Rezki menunjuk pipinya.


Cup...cup...Arshi mengecup pipi Rezki kiri kanan.


"Kok cuma pipi, nanti bibirnya iri loh Sayang." Rezki sengaja menggoda istrinya yang masih malu-malu bila disuruhnya untuk menciumnya terlebih dulu.


Cup...Arshi mengecup sekilas bibir suaminya. Kebiasaan Rezki bila sudah bersentuhan dengan bibir istrinya pastinya tidak akan pernah puas bila hanya sebentar saja. Bahkan dia menghempaskan tubuhnya keranjang untuk memperdalam penjelajahannya. Tangannya mulai masuk kedalam gaun yang digunakan istrinya, dasinya juga dilemparkannya kesembarang arah.


"Bolehkah jika aku menginginkannya sekarang Sayang?" Rezki menatap istrinya yang sudah hampir polos semua akibat ulahnya.


Matanya sudah diliputi kabut penuh gairah yang sudah ditahannya selama seminggu ini.


"Tapi kamu kan mau ke kantor?" Arshi menahan dada Rezki yang sudah polos didepannya.


"Aku bisa menyuruh Radi untuk menghandle semuanya." Jawab Rezki berusaha membujuk istrinya.


"Nanti aja ya, kalau kita udah pindah ke rumah baru kita, kamu bilang kemarin mau ajak aku kesana, kalau disana kita kan bisa leluasa mau ngapain aja." Ucap Arshi mengusulkan.

__ADS_1


"Ok, nanti sore sehabis sholat ashar aku jemput kamu, kita langsung nginep di sana." Tegas Rezki tanpa mau dibantah.


"Iya nanti aku packing baju sama apa aja yang perlu aku bawa kesana." Arshi bangun lalu memunguti pakaiannya yang sudah berantakan akibat ulah suaminya.


"Gak usah bawa macam-macam aku udah siapkan semua keperluan kita berdua disana." Rezki langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya kembali.


"Ohh yaudah aku mandi dikamar Mamah sama Papah aja ya." Pamit Arshi sambil mengambil handuk dalam lemarinya.


"Gak usah mandi bareng aku aja biar jadi pahala." Rezki langsung menggendong istrinya ala bridal style lalu mengunci pintunya.


Dia mengisi bathtub dengan air hangat memasukkan esensial oil dan sabun aroma terapi lalu mengajak istrinya berendam bersama. Rezki memijat setiap inci bagian tubuh istrinya dengan lembut.


"Kalau kita mandi kayak gini, kapan kamu berangkat kekantornya?" Arshi menolehkan kepalanya kearah Rezki.


"Aku malas kekantor hari ini Sayang, aku maunya manjain kamu aja." Rezki menciumi tengkuk, leher dan bahu istrinya hingga meninggalkan jejak kissmark disana.


"Tapi aku kan juga ada tugas hari ini." Arshi berusaha mencari alasan.


"Mereka semua pasti akan maklum Sayang, kita kan pengantin baru." Rezki tidak mau kalah untuk melancarkan aksinya.


"Tadi kamu udah setuju kita honeymoon di rumah baru, tapi sekarang kok jadi kayak gini?" Arshi memutar badannya menghadap ke arah Rezki.


"Kamu gak tau kan Sayang gimana sakitnya kepalaku menahan semuanya ketika melihat aurat kamu? Sudah seharusnya kamu bertanggungjawab untuk menghilangkan sakitnya itu, biar gak dilaknat malaikat kamu sendiri juga dapat pahalanya." Rezki berusaha mengingatkan istrinya.


Arshi terdiam berusaha mencerna apa yang dikatakan suaminya, dia menatap manik mata Rezki dengan lekat lalu menganggukkan kepalanya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Karena kamu adalah tulang rusukku


Sebab itulah aku selalu menjagamu sepenuh hatiku


Jangan dunia dan seluruh isinya


hidupku pun aku rela untuk kupersembahkan kepadamu seorang wahai kekasih halalku.


Tetaplah setia disampingku baik dalam suka maupun duka, susah maupun senang.


Cinta itu anugerah yang tak mungkin bisa ku melepaskannya


Walau seribu rintangan akan bisa kuhadapi semua denganmu


Ingatkanlah saja aku yang ada dihatimu


Kehadiranmu sungguh berharga bagiku


Maka jangan terlalu engkau jauh


Jauh dari pandangan mataku


Bersambung...


Hai teman-teman ketemu lagi semoga kalian gak pernah bosan dengan cerita aku ini ya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin, dan rate bintang lima nya.

__ADS_1


__ADS_2