Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#91 "Menggoda Kekasih Halalnya"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah selesai ditangani secara intensif di UGD Arshi dibawa ke ruang rawat VVIP yang bersebelahan langsung dengan kamar rawat Arsha.


Tok...tok...tok... Pintu di ketuk oleh seseorang dari luar yang sengaja mengganggu ketenangan anak pemilik rumah sakit tersebut.


Arshi terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara itu, dia mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya mencari sosok suaminya, namun tidak ada tanda keberadaan Rezki disekitarnya.


"Yank!" Panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur.


Karena tidak ada jawaban dari kekasih halalnya itu, Arshi berusaha menjangkau tombol interkom yang ada di dinding untuk menghubungi petugas rumah sakit, namun karena kurang hati-hati dia terjatuh dari bed pasiennya lalu tertimpa tiang infusnya.


Brukkk...Pranggg... Arghhh...Pekik Arshi sambil meringis kesakitan karena tertelungkup di lantai.


Ternyata Rezki tengah sibuk membersihkan dirinya dibawah shower yang ada didalam kamar mandi ruang VVIP tersebut, dia melamun memikirkan bagaimana caranya membuat mamanya supaya menyadari semua kesalahannya. Dia tersentak kaget mendengar suara wanita yang telah mengandung buah cintanya itu berteriak kesakitan.


Apa yang terjadi denganmu sayang?" Tanyanya dalam hati.


Dia segera menyelesaikan ritual mandinya lalu memakai handuknya kemudian keluar dari bathroom tersebut.


"Sayang." Panggilnya sambil berjongkok untuk membantu istrinya.


Rezki menggendong wanita yang sangat dicintainya itu lalu membaringkannya kembali di atas ranjang pasiennya.


"Yank." Lirih Arshi sembari menatap sendu kearah suaminya." Tadi ada orang yang mengetuk pintu." Ujarnya memberitahukan kepada kekasih halalnya itu.


"Jadi kamu jatuh karena mendengar ketukan itu?" Rezki mengangkat satu alisnya menatap istrinya." Ingat Sayang aku sengaja mengunci pintunya supaya gak ada seorang pun yang bisa masuk tanpa seizinku!" Tegasnya dengan menekankan kata-katanya.


"Kenapa?" Tanya Arshi dengan nada lembut.


"Papah yang menyuruhku untuk menjagamu lebih extra lagi Sayang." Jawab Rezki sambil mengusap kepala istrinya supaya kekasih halalnya itu tidak bertanya lagi alasannya.


"Yank aku mau jenguk Arsha." Pinta Arshi dengan meraih tangan suaminya yang mengusap kepalanya.


"Nanti aja ya Sayang, aku mau pakai baju dulu." Sahut Rezki lalu mengecup kening istrinya.


Arshi menganggukkan kepalanya seraya mengulum senyumnya, dia baru sadar kalau suaminya hanya memakai handuk saja hingga menampakkan perut six pack nya.


"Kamu kelihatan seksi Yank." Gumamnya sambil terus menatap setiap gerak-gerik kekasih halalnya itu.


Hingga tanpa sadar Arshi meneguk salivanya ketika melihat suaminya melepaskan handuknya begitu saja dihadapannya, lalu dengan cueknya memakai pakaiannya satu persatu sambil menatap ke arah lain. Setelah selesai berpakaian Rezki kembali menghampiri ranjang pasien istrinya lalu berkata.


"Aku dengar apa yang kamu katakan tadi Sayang, aku juga tau kamu sangat mengagumi setiap bagian tubuhku." Ujarnya sembari menatap intens wajah cantik istrinya." Apakah kamu ingin menyentuhnya?" Tanyanya untuk menggoda wanita yang sangat dicintainya itu.


Blushing pipi Arshi memerah bagaikan tomat matang karena ketahuan suaminya.


"Enggak!" Tolak Arshi dengan tegasnya lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.


Hahaha..."Gak usah membohongi diri sendiri Sayang, aku sudah hafal kebiasaan kamu saat hamil." Bisik Rezki ditelinga istrinya seraya tersenyum penuh arti." Apalagi kalau kusentuh seperti ini." Ujarnya sambil menempelkan bibirnya kebibir ranum kekasih halalnya itu lalu memainkan bukit kembarnya secara bergantian.


Tanpa sadar Arshi mendesah menikmati apa yang dilakukan suaminya, Rezki bersorak kegirangan dalam hatinya karena berhasil membangkitkan gairah istrinya. Namun dia terpaksa menghentikan permainannya karena takut tidak bisa lagi mengendalikan dirinya sendiri sebab wanita yang telah mengandung buah cintanya itu masih dalam keadaan sakit dan dia tidak mungkin tega mengajaknya bercinta.


"Maafin aku Sayang." Ucapnya sembari menatap sendu kearah istrinya.


Arshi menganggukkan kepalanya dengan tatapan yang sulit diartikan, dia benar-benar kesal karena suaminya berhasil menggodanya.

__ADS_1


"Aku mau jenguk Arsha sekarang!" Tegasnya dengan menekankan kata-katanya untuk menghilangkan rasa kesalnya.


"Ok Sayang." Rezki menganggukkan kepalanya lalu menggendong istrinya.


"Kenapa sich Yank kamu selalu gendong aku? Diluar kan ada kursi roda, lagipula sekarang badanku tambah berat loh!" Ujar Arshi dengan mengalungkan tangannya di leher suaminya karena takut terjatuh.


"Sebab aku cinta dan sayang banget sama kamu, bagiku seberat apapun badanmu sekarang kalau aku masih bisa menggendongmu itu berarti ringan Sayang." Jawab Rezki sambil menggesekkan hidungnya yang mancung ke hidung istrinya.


Dia lalu melangkahkan kakinya menuju ruang rawat Arsha yang ada di sebelahnya.


Tok...tok...tok...Arshi mengetuk pintu mewakili suaminya karena Rezki tidak mau menurunkannya dari gendongannya.


Ceklek...Pintu di buka oleh Dokter Hasan yang masih ada di sana.


"Assalamualaikum Pah." Ucap Rezki dan Arshi serempak.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Dokter Hasan sembari menatap ke arah anak dan menantunya itu." Kenapa kalian berdua kesini? Arshi kan masih sakit?" Tanyanya sambil berjalan mengikuti langkah Rezki yang langsung masuk kedalam ruang rawat Arsha itu.


"Aku mau nengokin Arsha Pah." Jawab Arshi mewakili suaminya yang hanya diam sambil menundukkan wajahnya.


"Lo itu masih sakit Shi, kenapa harus repot-repot nengokin gue." Ujar Arsha sembari menatap ke arah saudara perempuannya itu.


"Emangnya Lo gak suka gue tengokin?" Arshi menatap sendu kearah saudara kembarnya itu setelah Rezki mendudukkannya di kursi sebelah Wava.


"Bukannya gak suka, tapi Lo kan masih sakit. Nanti kalau Lo pendarahan lagi gimana?" Nasehat Arsha dengan nada lembut.


"Gue khawatir banget sama Lo Sha, gue gak bisa tenang sebelum liat keadaan Lo secara langsung." Ujar Arshi dengan mata berkaca-kaca.


"Arshi." Sebut Wava sambil mengusap punggung sahabat sekaligus iparnya itu.


"Kita makan dulu yuk! Tadi pagi kan belum sempat sarapan." Ajak Khardha untuk mengalihkan pembicaraan mereka." Semuanya sudah mamah siapkan." Tunjuknya ke arah meja sofa yang dipenuhi menu masakannya.


Rezki kembali menggendong Arshi lalu mendudukkannya di sebelahnya kemudian menyuapinya. Sedangkan Arsha makan di suapi Wava yang juga makan dengan sendok dan piring yang sama. Kedua pasangan suami istri itu tampak begitu mesra dihadapan kedua orangtuanya sehingga membuat Dokter Hasan iri melihatnya.


"Aku juga mau kamu suapin Sayang." Pintanya sambil menatap wajah istrinya yang selalu tampak cantik dimatanya meskipun sudah tidak lagi muda.


"Udah tua malu sama anak-anak." Jawab Khardha seraya mengulum senyumnya namun tetap menuruti kemauan suaminya.


"Makasih ya Sayang." Ucap Dokter Hasan sambil mencium pipi istrinya.


"Sayang." Khardha mendelik tajam ke arah suaminya.


"Mamah sama Papah kayak masih muda aja! Gak mau kalah sama kita-kita." Ujar Arshi seraya mengulas senyumnya.


"Papah sama Mamah kan juga pernah muda jadi gak ada salahnya kan mengenang masalalu." Sahut Dokter Hasan sambil menyenggol bahu istrinya.


Khardha segera beranjak dari duduknya karena malu diperhatikan oleh anak dan menantunya.


"Kamu mau kemana Sayang?" Dokter Hasan meraih tangan istrinya.


"Mau cuci tangan." Jawab Khardha dengan lembut.


"Tapi kamu belum selesai suapin aku Sayang." Bisik Dokter Hasan sambil menggigit telinga istrinya dengan gemesnya untuk menggodanya.


Ehemmm...Arshi sengaja berdeham untuk menggoda kedua orangtuanya, karena papahnya tidak menghiraukan keberadaan mereka berempat.

__ADS_1


Dokter Hasan mendelik tajam kearah anak perempuannya itu, lalu menarik tangan istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


-


Sementara itu di tempat lain tepatnya di pulau Dewata Bali. Wavi dan Lida tengah asyik menikmati hadiah paket honeymoon gratis dari Rezki dan Arshi di hotel and resort milik mereka.


Lida baru saja memesan makanan lewat layanan kamar yang tersedia di hotel tersebut. Dia lalu berdiri di atas balkon sambil menatap ke arah lautan lepas dengan suara debur ombak yang menenangkan, buih nan memutih bagaikan permadani panjang yang siap ditapaki oleh sang permaisuri kerajaan cinta sang alam. Pemandangan nan indah penuh pesona bagi setiap insan yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah subhanna wata'ala.


"Sweety." Panggil Wavi sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Iya." Jawab Lida sembari memejamkan matanya menikmati udara pagi yang sejuk dan menenangkan.


"Aku ingin mengulang kembali permainan kita." Ujar Wavi sambil menciumi tengkuk istrinya.


"Nanti aja ya My Dear, aku mau istirahat dulu. Perutku udah laper banget!" Lida mengusap perutnya yang rata.


"Tapi beneran ya, habis kita makan. Aku yang akan makan kamu!" Goda Wavi sambil membalikkan badan istrinya supaya menghadap ke arahnya, lalu menempelkan bibirnya kebibir kekasih halalnya itu dengan lembut.


Karena istrinya membalas ciumannya Wavi langsung menggendongnya dengan posisi saling berhadapan, Lida langsung melingkarkan tangannya dileher suaminya dan kakinya dipinggangnya. Tanpa melepaskan tautan bibirnya pasangan pengantin baru itu kembali terhanyut dalam gejolak cinta penuh hasrat untuk melakukan penyatuannya. Wavi membimbing istrinya masuk kembali kedalam kamar lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang super empuk itu, dia melepaskan satu persatu pakaian yang menghalangi jalannya untuk mendaki gunung kembar dan memasuki lembah kenikmatannya. Namun tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar sehingga mereka berdua terpaksa menghentikan aktivitasnya.


"Ganggu aja sich!" Kesal Wavi lalu menutupi tubuh istrinya dengan selimut.


"Sabar ya My Dear." Lida membelai wajah tampan suaminya.


Tok...tok...tok..."Room service!" Seru pelayan hotel mewah tersebut.


Wavi segera memakai celana pendeknya lalu berjalan menuju pintu.


Ceklek... pintu kamar terbuka. Wavi langsung menerima pesanan istrinya tadi lalu meletakkannya di atas meja kecil yang ada di sampingnya.


"Kita makan dulu Sweety, habis ini baru kita lanjutkan lagi." Ujar Wavi sambil menyuapi istrinya.


-


Di kantor Rezki Aditya Pratama. Radi tengah sibuk memeriksa map yang berisi berkas-berkas dan fail yang tersusun rapi di dalam lemari penyimpanan data milik CEO tampan tersebut. Tanpa sengaja dia menemukan foto anak kecil bersama kedua orangtua yang wajahnya seperti tidak asing baginya.


Siapa kedua orang tua ini? Perasaan aku gak pernah berfoto dengan mereka? Tapi kenapa Rezki menyimpannya di dalam sini? Aku harus secepatnya menemuinya untuk menayakannya." Batin Radi lalu memasukkan foto itu kedalam dompetnya.


-


Disebuah restoran mewah tampak seorang wanita cantik nan seksi dan wanita paruh baya dengan gaya sosialitanya tengah asyik berbicara.


"Kita harus bisa memisahkan mereka berdua bagaimanapun caranya." Ujar wanita paruh baya itu dengan menekankan kata-katanya.


"Aku setuju banget Tante." Sahut wanita seksi itu seraya tersenyum smirk.


Keduanya lalu menikmati makanannya sambil tersenyum memikirkan rencana mereka yang akan direalisasikan secepatnya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung...


Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui vote, like, komen, koin rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.

__ADS_1


See you next time!


-


__ADS_2