Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#73 "Kenangan Yang Sulit Untuk Dilupakan"


__ADS_3

Setelah prosesi pemakaman selesai dilakukan semua orang kembali ke rumahnya masing-masing, tidak terkecuali keluarga besar Bu Hana.


"Bu lebih baik Ibu ikut kami aja ke kota Banjarmasin ya, daripada Ibu disini sendirian gak ada yang merawat." Bujuk Khardha kepada Ibunya setelah mereka semua berkumpul di ruang tengah rumah minimalis sederhana tersebut.


"Aku gak mau ninggalin rumahku dan merepotkan kalian semua disana nantinya, sebab aku ingin mati dan dikuburkan di sini saja." Tolak Bu Hana dengan halus sembari menatap ke arah anak-anak, menantu-menantu, dan cucu-cucunya secara bergantian.


"Bu rumah ini gak akan berubah terbalik walaupun Ibu tinggalkan disini masih ada Aisya, Merlin, Tante Reyna, Lina, suami dan anak-anaknya yang bisa menjagakan rumah ini juga membersihkannya setiap hari. Kapanpun dan di manapun kita berada kematian itu pasti akan datang Bu, tinggal menunggu gilirannya saja. Kami pasti akan memenuhi amanat Ibu untuk dimakamkan di sini apabila Ibu wafat ditempat kami nanti." Sahut Khardha dengan seriusnya sambil menatap wajah ibunya yang masih terlihat gurat-gurat kecantikannya sewaktu muda walaupun sudah banyak keriput dimana-mana.


"Aku tetap gak mau ikut kalian semua!" Tegas Bu Hana dengan menekankan kata-katanya.


"Bu kami juga ingin merawat dan berbakti kepada Ibu seperti almarhumah Kak Amey hingga akhir hayatnya." Bripka Gusti ikut menimpali karena dia anak laki-laki satu-satunya yang merasa harus ikut menjaga ibunya.


"Kalian berdua gak usah repot-repot membujuk Ibu untuk ikut tinggal bersama kalian, karena Ibu akan tetap tinggal di sini dirumahku sendiri. Rumah ini terlalu banyak menyimpan semua kenangan, dan itu gak akan pernah bisa tergantikan oleh apapun juga." Ujar Bu Hana tetap dengan egonya sendiri.


Semua anak menantunya, cucu-cucunya dan cicitnya akhirnya tidak bisa lagi berkata apa-apa lagi untuk membujuknya. Mereka semua hanya bisa menatap sendu kearah Bu Hana yang duduk bersandar di sofa sambil memandangi foto Kak Amey dan Pak Ahmad Choi yang terpajang di dinding. Tiba- tiba beliau memalingkan wajahnya ke arah Rezki sembari mengerutkan keningnya.


"Khardha kenapa wajah laki-laki muda yang duduk di samping Arshi sangat mirip dengan mantanmu?" Tanya Bu Hana dengan menatap lekat ke arah Rezki dari atas ke bawah.


Semua orang yang mendengarnya tampak sangat terkejut mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Bu Hana, terutama yang tahu bagaimana kisah cinta Khardha dan Riki Pratama sewaktu remaja.


Untuk lebih detailnya silahkan baca "My Love Story'Is Always Forever season 1"


Dengan menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan Khardha menjawab pertanyaan ibunya, supaya tidak menyinggung perasaan suaminya.


"Dia menantuku Bu, suaminya Arshi namanya Rezki Aditya Pratama anaknya Riki Pratama. Mereka berdua sudah menikah selama setahun lebih, waktu itu kami hanya memberitahukan pernikahan mereka lewat video call dan live streaming. Sebab semuanya terjadi secara mendadak karena ulah Rezki yang mengancam akan bunuh diri bila gak langsung dinikahkan saat itu juga dengan Arshi." Jujur Khardha menjelaskan supaya tidak terjadi salah paham lagi.


"Untunglah Riki dulu gak senekat itu karena takut dimarahi Bapakmu, coba kalau iya pasti kamu sama Nak Hasan gak bakalan menikah." Timpal Bu Hana seraya tersenyum menatap cucu menantunya itu.


Rezki menundukkan kepalanya karena sangat malu mendengar cerita mertuanya tentang dirinya kepada Neneknya dihadapan semua orang, Arshi menggenggam erat tangan suaminya untuk menguatkannya tanda dia sudah menerima Rezki apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Radi dan Dira menutupi mulutnya untuk menahan tawanya mengingat drama yang diperankan oleh Rezki dahulu ketika minta restu dari orangtuanya. Arsha dan Wava mengulum senyumnya menatap ke arah Rezki yang memang sudah tahu alasan kenapa drama itu terjadi. Sedangkan yang lainnya tampak menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mengetahui kebenarannya, kenapa Arshi sampai menikah secara mendadak waktu itu. Semua keluarga dan tetangga dikampung itu bahkan sempat mengira Arshi hamil diluar nikah, hingga membuat semua orang menggosipkan yang tidak-tidak tentangnya.


🌿Maklumlah namanya juga pemikiran orang lain pasti bermacam-macam dan berbeda-beda apalagi dikampung halamanku, gosip atau fakta itu akan menyebar secepat kilat.


🌿Kata orangtuaku kalau pembicaraan dari mulut ke mulut itu pasti akan banyak lebihnya tapi kalau urusan duit dari orang satu ke orang lainnya pasti berkurang.


🌿Benar gak readers?


Sudahlah lupakan saja itu hak pribadi masing-masing orang dalam menyikapinya.


Mari kita kembali ke cerita novel yang mengaduk-aduk emosi author ini.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Malam harinya setelah menunaikan sholat isya berjamaah di musholla dekat rumah barulah diadakan pengajian dan tahlilan untuk mendoakan almarhumah. Sesudah itu mereka semua makan malam bersama dengan hidangan yang disajikan oleh tuan rumah, tampak Arshi selalu memakai maskernya untuk menutupi wajahnya yang masih bengkak hingga ada keluarga dari pihak jauh mamahnya yang menegurnya.


"Kenapa kamu masih pakai masker Shi? Buka dululah maskermu itu, biar bisa makan sama-sama kita semua disini."


"Maaf ya aku gak bisa ikut makan bersama, aku lagi sakit.


Permisi aku mau ke kamar dulu." Arshi langsung masuk ke dalam kamar ibunya.


Dia melepaskan maskernya lalu memandangi pantulan wajahnya di cermin yang ada di depannya.


Kenapa wajahku jadi seperti ini?" Batinnya sambil memegangi wajahnya yang bengkak dan membiru di sekitar kantung matanya.


Setelah acara selesai Rezki langsung masuk ke dalam kamar untuk mengambil handphonenya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Dia ikut tertegun melihat wajah istrinya, hatinya berdenyut sakit ketika tiba-tiba kekasih halalnya itu menangis sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.


"Sayang." Panggil Rezki dengan nada sangat lembut.


Dia membalikkan tubuh istrinya supaya menghadap ke arahnya lalu menarik tangan wanita yang sangat dicintainya itu dari wajahnya kemudian menangkupnya.


"Jangan menangis Sayang aku akan selalu mencintaimu bagaimanapun keadaanmu." Rezki menempelkan bibirnya kebibir kekasih halalnya itu dengan lembut untuk mencurahkan perasaannya yang sangat tulus dan ikhlas menerima segala kelebihan dan kekurangan istrinya.


Namun Arshi justru semakin terisak hingga nafasnya tercekat karena perlakuan suaminya, Rezki melepaskan tautan bibirnya ketika istrinya tidak membalas ciumannya.


"Sayang, Arsha dan Wava, Radi juga Dira balik ke Banjarmasin malam ini. Kita ikut mereka aja ya, biar kamu bisa menjalani perawatan intensif di rumah sakit keluarga secepatnya. Lagipula disini gak ada lagi kamar untuk kita menginap karena rumah Nenek sudah terlalu penuh menampung keluarga Mamah." Ujar Rezki sembari menatap wajah istrinya dengan penuh cinta.


Padahal alasan sebenarnya Rezki tidak bisa tidur nyenyak bila tidak memeluk istrinya, sebab dia menganggap Arshi bagaikan guling hidup yang membuatnya selalu merasa nyaman bila mendekapnya.


Arshi menganggukkan kepalanya lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, Rezki merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya lalu menciumi puncak kepalanya.


"Yank aku laper, sejak tadi siang aku belum makan apa-apa. Aku pengin gabung sama yang lain makan diluar, tapi aku juga malu kalau mereka tau kondisi wajahku sekarang." Arshi mendongakkan wajahnya menatap wajah tampan suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.


"Tenang aja Sayang aku akan ambilkan makanan buat kamu." Rezki mengecup kening istrinya lalu melepaskan pelukannya.


Rezki segera melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambilkan makanan dan minuman untuk istrinya, dia bertemu dengan mertuanya, Merlin dan Tante Reyna yang tengah sibuk membukus makanan untuk dibawa pulang oleh para keluarga dan tetangganya yang membantu mereka.


"Mah Arshi belum makan apa-apa sejak tadi siang." Bisik Rezki ditelinga mertuanya supaya tidak terdengar oleh orang lain yang suka kepo.


"Itu Mamah sudah sisihkan untuknya diatas nampan yang ditutup dengan tudung saji." Sahut Khardha sambil menunjuk ke arah meja makan.

__ADS_1


"Makasih ya Mah." Ucap Rezki lalu mengambil makanan yang sudah disiapkan mertuanya itu.


Khardha menganggukkan kepalanya seraya tersenyum menatap ke arah menantunya itu.


"Ternyata suami Arshi perhatian banget ya Tante persis kayak Om Riki." Bisik Merlin ditelinga Khardha.


Khardha hanya melirik ke arah keponakannya itu tanpa memberikan komentar apapun.


-


Rezki membawa nampan berisi makanan itu lalu meletakkannya di atas nakas samping tempat tidur.


"Sayang ini makanannya." Rezki membalikkan badan istrinya yang berbaring miring membelakanginya.


Ternyata Arshi ketiduran karena sangat kelelahan membantu memasak didapur sejak siang tadi hingga malam, sehingga membuatnya lupa dengan kondisinya sendiri yang masih sakit.


"Katanya tadi laper kok malah ditinggal tidur!" Rezki mengusap kepala kekasih halalnya itu lalu mengecup keningnya.


Arshi menggeliatkan tubuhnya yang selalu tampak seksi di mata suaminya walaupun sudah dua kali pernah mengandung buah cintanya.


"Sayang bangun Sayang." Rezki menghujani seluruh wajah wanita yang sangat dicintainya itu dengan ciumannya.


Itulah kebiasaan Rezki yang persis dengan apa yang dilakukan Dokter Hasan mertuanya.


Bagaimanapun keadaanmu tapi bagiku kamu selalu tampak cantik Sayang, bahkan tambah lucu dan gemesin dengan wajah bengkakmu yang seperti disengat lebah ini." Batinnya sembari membelai lembut wajah kekasih halalnya itu.


Arshi membuka matanya perlahan karena merasa terganggu dengan ulah suaminya, Rezki mengulas senyumnya lalu membantu istrinya duduk bersandar disandaran tempat tidur dengan menumpuk bantal dibelakangnya.


"Aku suapin ya, aaa." Rezki menyodorkan sendok berisi makanan kemulut istrinya.


Arshi menerimanya dengan senang hati dia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini, karena mendapatkan suami yang sangat pengertian dan perhatian seperti Rezki.


-


Situasi dan kondisi di luar tampak semua orang sibuk saling membantu membereskan rumah. Ada yang mengumpulkan sisa makanan, mencuci piring, gelas, dan menggulung karpet sehabis acara. Setelah selesai para laki-laki tua dan muda itu tidak langsung pulang ke rumah masing-masing, mereka justru bercengkrama di teras sambil minum kopi yang baru dibuatkan oleh Lina adiknya Hendrik yang tinggal di sebelah rumah Bu Hana. Khardha dan Dira menyuguhkan kue kering untuk menemani mereka semua lalu kembali masuk ke dalam rumah, namun ketika Khardha membuang sampah ke tempat pembuangan yang ada di belakang rumah, tiba-tiba tangannya di cekal oleh seseorang yang sejak siang tadi memperhatikannya.


"Kak Hendrik!" Khardha terlonjak kaget ketika mengetahui orang yang mencekalnya.


"Khardha aku mau bicara empat mata sama kamu." Pintanya sambil menarik tangan Khardha supaya mengikutinya.


"Tapi aku gak mau Kak!" Tolak Khardha sembari berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Hendrik.


"Jangan buat aku lepas kontrol Khardha!" Tegasnya tanpa mau dibantah.


-


🌿Flashback on 🌿


Hendrik menyandarkan tubuh Khardha di pohon besar yang ada di pinggir jalan setapak itu lalu mengunci pergerakannya dengan memegangi kedua tangannya ke atas kepalanya.


"Kumohon Kak jangan perlakukan aku seperti ini." Lirih Khardha dengan mata berkaca-kaca.


"Aku sangat merindukanmu Khardha, aku juga sudah ingat semua tentang kita. Aku hanya ingin bercumbu denganmu sebentar saja malam ini. Kamu mau kan menuruti permintaanku ini?" Hendrik mendekatkan wajahnya ke wajah Khardha.


"Enggak aku gak mau menuruti permintaan Kak Hendrik, kita bukan mahram Kak! Sadarlah Kakak sudah punya istri, anak dan menantu! Begitu juga denganku! Aku gak akan pernah mengkhianati suamiku!" Tegas Khardha dengan menekankan kata-katanya.


"Iya aku tau, tapi aku hanya memintamu untuk jadi milikku malam ini saja, setelah itu terserah kamu mau kemana dan ngapain aja." Bisik Hendrik di telinga Khardha.


"Tolongggg....Tolongggggg!" Teriak Khardha karena sangat ketakutan menatap mata Hendrik yang sangat tajam seakan ingin memakannya.


Hendrik membungkam mulut Khardha dengan bibirnya namun Khardha langsung menggigitnya sampai berdarah, Hendrik menarik tengkuk Khardha untuk memperdalam ciumannya.


🌿 Flashback off 🌿


Tiba-tiba Dokter Hasan datang lalu menendang pinggang Hendrik hingga tersungkur ke tanah.


"Berani banget Lo ya melecehkan istri gue!" Dokter Hasan kembali menghajar Hendrik secara membabi buta.


Namun Hendrik tidak tinggal diam, dia melawan setiap pukulan dan tendangan yang diberikan Dokter Hasan kepadanya, sebab mereka berdua memang mempunyai keahlian bela diri tingkat tinggi.


"Stop! Jangan berkelahi lagi!" Teriak Khardha namun tidak dihiraukan oleh keduanya.


Hingga akhirnya mereka seri dengan kondisi babak belur lalu terkapar bersimbah darah dan lumpur karena tercebur ke sawah yang baru ditanami padi.


"Sayang." Lirih Khardha sembari membantu suaminya bangun dari sana." Aku akan beritahu Lina supaya bisa menjemput Kakak." Ujar Khardha sebelum meninggalkan Hendrik sambil memapah tubuh suaminya berjalan menuju rumah ibunya.


"Kenapa kamu masih perduli sama dia?" Tanya Dokter Hasan karena cemburu melanda hatinya.


"Aku cuma kasian sama dia Sayang." Jawab Khardha dengan nada sangat lembut." Kamu gak usah mikir macam-macam ya." Pintanya sembari menatap suaminya yang berhenti dibawah pohon kelapa.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian berdua? Kenapa Hendrik sampai membawamu pergi ke sana? Apa maksud dan tujuannya?" Cecar Dokter Hasan tanpa jeda sambil mengepalkan tangannya dengan gemeretak giginya.


Khardha menceritakan semua kejadian yang sebenarnya dengan sejujurnya dari awal sampai akhirnya dia berada di sana. Dokter Hasan langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya, lalu memagut bibirnya dengan ciuman yang penuh emosi. Sebab dia tidak rela ada jejak laki-laki lain dibibir wanita yang sangat dicintainya itu. Khardha benar-benar kewalahan menghadapi ulah suaminya hingga akhirnya dia terpaksa memukul dada bidang kekasih halalnya itu untuk melepaskan tautan bibirnya. Dokter Hasan langsung tersadar lalu menangkup wajah istrinya kemudian membelainya dengan lembut.


"Maafin aku Sayang." Ucapnya sembari mengusap bibir istrinya yang bengkak dengan ibu jarinya." Kamu hanya milikku, gak ada orang lain yang boleh menyentuhmu selain aku." Ujarnya lalu mengecup kening istrinya." Yuk kita pulang!" Ajaknya sembari merangkul bahu istrinya.


Khardha hanya menganggukkan kepalanya lalu kembali memapah suaminya dengan sangat hati-hati, karena jalanan yang mereka lalui sangat gelap dan licin akibat hujan deras sore tadi. Sesampainya di rumah orangtuanya pasangan suami istri yang sudah tidak lagi muda itu, langsung disambut dengan berbagai pertanyaan dari anak menantunya yang hendak berpamitan pulang ke kota Banjarmasin.


"Mamah, Papah, kalian darimana aja?" Tanya Arshi sembari menatap kedua orangtuanya dari atas ke bawah.


"Kenapa kalian berdua kotor sekali?" Arsha dan Wava mengerutkan keningnya.


"Wajah Papah kok bonyok gitu?" Rezki memicingkan matanya.


Bukannya menjawab pertanyaan anak menantunya Dokter Hasan justru tidak menghiraukannya, dia menatap tajam ke arah mereka semua.


"Bisa kalian semua biarin kami mandi dulu." Pinta Khardha dengan nada lembut.


"Ok Mah."Sahut mereka semua serempak.


"Biar aku yang ambilkan handuknya Mah." Ujar Arshi sembari melangkahkan kakinya menuju kamar mamahnya.


"Sha tolong sampaikan kepada Tante Lina untuk menjemput Om Hendrik secepatnya di sawah milik Pak Sandri." Perintah Khardha sembari membantu suaminya melepaskan pakaiannya.


"Baik Mah." Arsha menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju ke sebelah rumah.


-


Setelah mendengar apa yang disampaikan Arsha, Lina beserta istri dan anaknya Hendrik benar-benar sangat terkejut dibuatnya. Mereka semua segera menjemput Hendrik yang terkapar tidak berdaya di sawah karena kehabisan tenaga akibat perkelahiannya dengan Dokter Hasan.


🌿 Boleh saja mencintai seseorang dengan segala rasa yang di miliki.


🌿 Namun janganlah menghalalkan segala cara untuk memaksakan cinta itu sendiri hadir di hatinya.


🌿 Ingat cinta itu dirasakan bukan dipaksakan.


🌿 Cinta yang tulus dan ikhlas akan terbalas bila kita selalu bisa sabar dan bisa membuatnya merasa nyaman.


🌿 Biarkan semua mengalir seperti air yang mengalir mengikuti arusnya hingga sampai ke muaranya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


🌿 Semua Tentang Kita 🌿 By Ariel Noah


Waktu terasa semakin berlalu


Tinggalkan cerita tentang kita


Akan tiada lagi kini tawamu


'Tuk hapuskan semua sepi di hati


Ada cerita tentang aku dan dia


Dan kita bersama saat dulu kala


Ada cerita tentang masa yang indah


Saat kita berduka saat kita tertawa


Teringat disaat kita tertawa bersama


Ceritakan semua tentang kita


Ada cerita tentang aku dan dia


Dan kita bersama saat dulu kala


Ada cerita tentang masa yang indah


Saat kita berduka saat kita tertawa


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung...


Hai teman-teman mohon maaf ya karena telat up terus, tapi jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian semua melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.

__ADS_1


Tetap jaga kesehatan ya kapanpun dan di manapun berada.


Apalagi sekarang musim hujan dan banyak wilayah yang terkena banjir.


__ADS_2