Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#83 "Seserahan bikin Susah"


__ADS_3

Happy reading guys!


Setelah selesai menandatangani berkas-berkas yang diberikan Radi dan Dira, Rezki kembali bermanja kepada istrinya dengan merebahkan kepalanya di pangkuan kekasih halalnya itu. Karena kepalanya benar-benar sakit dan badannya terasa meriang sehabis muntah dan mencium aroma wangi parfum Dira.


"Sayang kita istirahat dikamar aja ya." Rengeknya dengan nada manja.


"Disini kan masih ada Radi sama Dira Yank." Arshi menatap wajah suaminya sambil mengusap kepalanya.


"Aku gak tahan mencium aroma parfum Dira Sayang, kepalaku pusing banget, badanku juga rasanya meriang." Jujur Rezki sembari menelusupkan wajahnya ke dalam baju istrinya.


"Kalau begitu kami pulang aja ya." Pamit Dira mewakili suaminya karena tidak tega melihat kondisi atasannya itu.


"Maaf ya, Rezki memang sering gini sejak trimester kedua kehamilanku." Ucap Arshi menjelaskan karena merasa serba salah.


Dasar suami manja! Bikin iri aja!" Batin Radi sambil menggelengkan kepalanya menyaksikan apa yang dilakukan Rezki.


"Gak papa, kami ngerti kok!Assalamualaikum." Ucap pasangan suami istri itu seraya mengulas senyumnya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arshi mewakili suaminya yang tidak menghiraukan Radi dan Dira.


-


"Mereka kan udah pulang Sayang, kita ke kamar yuk!" Ajak Rezki sambil beranjak dari rebahannya.


"Mau ngapain dikamar?" Arshi menatap suaminya dengan kening berkerut.


"Aku cuma mau kamu pijitin Sayang." Jawab Rezki sembari mencubit pipi istrinya dengan gemesnya. "Emangnya kamu mau yang lain?" Rezki menaikturunkan alisnya.


"Enggak!" Tolak Arshi dengan tegasnya.


Sebab sebenarnya sejak awal kehamilannya Arshi cepat sekali merasa lelah, namun karena suaminya yang selalu ingin bermanja kepadanya. Membuatnya harus extra kuat menahan dirinya supaya tidak terlihat lemah di hadapan kekasih halalnya itu.


"Yaudah kita ke kamar aja yuk! Biar bisa rebahan di ranjang dengan leluasa." Rezki mengulurkan tangannya untuk membantu istrinya berdiri.


Arshi menerima uluran tangan suaminya lalu beranjak dari duduknya. Pasangan suami istri itu melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kekamar mereka yang ada di lantai dua. Sesampainya di dalam bedroom Rezki langsung melepaskan pakaiannya hingga tersisa celana pendek berwarna hitam saja lagi, dia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size super empuk miliknya lalu meminta istrinya untuk memijitnya.


"Kamu mau dipijit pakai minyak kayu putih apa telon Yank?" Tanya Arshi sambil duduk bersimpuh di samping suaminya.


"Terserah kamu aja Sayang." Jawab Rezki sembari menatap wajah cantik istrinya dengan penuh cinta.


Arshi mengambil minyak telon yang disimpannya didalam laci meja kecil yang ada di sampingnya, lalu membalurkan ke perut, dada, punggung dan seluruh badan suaminya layaknya bayi.


"Kok aku berasa kayak bayi sich Sayang?" Rezki membalikkan badannya lalu meraih tangan istrinya yang tengah sibuk memijitnya.


"Kamu kan memang bayi besarku Yank." Arshi mengulum senyumnya lalu mencubit kedua pipi suaminya dengan gemesnya.


"Kalau begitu berarti aku boleh dong mimi lagi!" Rezki memainkan gunung kembar istrinya dari balik bajunya.


"Itu sich maunya kamu Yank. Udah ya aku mau mandi dulu!" Arshi menepis tangan suaminya yang tidak bisa dikondisikan.


"Sayang kamu kan belum selesai mijitin aku!" Rezki menarik tangan istrinya agar kembali duduk di sampingnya.


"Nanti aja lagi ya, badanku rasanya udah lengket banget." Tolak Arshi dengan sangat lembut.


Sebab dia yakin suaminya pasti mau minta jatah' nya lagi bila dibiarkan.


"Aku ikut mandi ya, pliss." Rezki menangkup kedua tangannya sembari menatap istrinya dengan tatapan Poppy eyes nya.


"Gak usah Yank, mandi sama kamu pasti bakalan lama. Apalagi kamu juga masih gak enak badan." Arshi kembali menolak dengan halus supaya bayi besarnya itu tidak merajuk.


"Aku yakin kamu itu obat yang paling mujarab bagiku Sayang, Dokter cintaku Kharshi Setiawan." Bujuk Rezki sambil membantu melepaskan pakaian kekasih halalnya itu satu persatu, lalu menyentuh setiap inci bagian tubuh istrinya yang selalu menjadi candunya itu.


Bila sudah begitu Arshi tidak bisa lagi menolak kemauan suaminya yang selalu ingin bercinta dengannya.


"Kapanpun dan di manapun kita berada, apabila ada kesempatan jangan pernah menolak keinginan suami untuk melakukan ibadah Sayang." Bisik Rezki dengan nada lembut namun terdengar sangat menggoda.


"Ya udah dech terserah kamu aja Yank, pelan-pelan aja ya." Pasrah Arshi sambil berusaha menikmati apapun yang dilakukan suaminya.


Begitulah cara Rezki untuk mengembalikan staminanya lagi, tanpa harus minum obat dia akan merasa segar bugar dan sehat kembali apabila bisa bercinta dengan kekasih halalnya itu.

__ADS_1


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Keesokan harinya di kediaman keluarga Wicaksono. Wavi dan kedua orangtuanya hendak mengantarkan seserahan kerumah Dokter cantik spesialis anestesi Maulida Syafira calon istrinya. Mereka juga mengajak keluarga Setiawan untuk membantu membawa seserahan pernikahan itu, sebab minggu depan Wavi dan Lida akan melangsungkan akad nikah sekaligus resepsi di taman belakang rumah orangtuanya Lida yang cukup luas itu. Semua seserahan tersusun rapi dan siap diantar kepada calon mempelai wanita.



"Masya Allah tabarakallah! Banyak banget seserahannya!" Seru Arshi ketika melihat banyaknya seserahan yang akan mereka bawa.


"Memangnya kenapa Sayang?" Rezki mengangkat satu alisnya menatap wajah cantik istrinya yang berdiri di sampingnya.


"Aku juga mau Yank." Rengek Arshi dengan bergelayut manja di lengan suaminya.


"Jangan aneh-aneh Sayang, itukan buat Lida. Lagipula kita sudah lama menikah, masa kamu mau seserahan lagi!" Bisik Rezki di telinga istrinya.


"Aku juga mau seperti itu Yank." Arshi menatap mata suaminya dengan tatapan sendunya supaya kekasih halalnya itu mau menuruti permintaannya.


Rezki yang sedari tadi merasa pusing akibat mencium aroma parfum dari orang-orang di sekitarnya ditambah lagi permintaan istrinya, langsung menarik tangan wanita yang telah mengandung buah cintanya itu keluar dari sana lalu membawanya masuk ke dalam mobil sportnya.


"Sayang jangan minta sesuatu yang gak penting buat kamu ya." Ujar Rezki sembari membelai wajah cantik istrinya.


"Aku cuma mau tempatnya yang berbentuk seperti sangkar burung itu Yank bukan isinya." Arshi menjelaskan apa yang sebenarnya diinginkannya.


"Ohh." Rezki membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O." Aku kira kamu minta semua seserahan itu lengkap dengan isinya Sayang." Ujarnya seraya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.


"Tapi aku mau keranjang itu sekarang!" Tegas Arshi dengan menekankan kata-katanya.


"Apaaaa!" Rezki sangat terkejut dibuatnya." Kita kan mau ke rumah Lida dulu Sayang." Bujuknya berusaha mengalihkan perhatian istrinya.


"Ok!" Arshi menganggukkan kepalanya lalu berkata." Tapi ingat! Setelah acaranya selesai kita harus mencarinya sampai dapat!" Ujarnya kembali menegaskan.


Rezki meneguk salivanya lalu


terpaksa menganggukkan kepalanya. Dia segera menyalakan mesin roda empatnya itu mengikuti iring-iringan mobil yang lain menuju ke rumah Lida. Sesampainya di sana proses acara seserahan/hantaran atau beantaran menurut bahasa orang Banjar, dimulai.


Setelah calon mempelai laki-laki berserta rombongan tiba di rumah calon mempelai wanita, mereka semua dipersilahkan masuk oleh perwakilan dari pihak calon mempelai wanita, kemudian pihak dari calon mempelai laki-laki meletakkan seserahannya.


Kemudian perwakilan dari pihak mempelai wanita menanyakan bagaimana kabar dan maksud kedatangan tersebut kepada pihak dari calon mempelai laki-laki. Perwakilan dari pihak calon mempelai laki-laki lalu mengutarakan maksud kedatangannya yaitu basasarahan, membawa jujuran(uang mahar) dan barang-barang dari ujung kaki sampai ujung rambut untuk calon mempelai wanita.


Barang-barang tersebut berserta uang jujuran lalu diserahkan kepada orangtua/keluarga dari pihak calon mempelai wanita. Jumlah uang jujuran tersebut dihitung dan disebutkan di depan para tamu undangan. Dari pihak keluarga calon mempelai wanita, barang –barang beserta uang tersebut lalu diserahkan kepada calon mempelai wanita secara langsung.


Acara dilanjutkan dengan menyandingkan kedua calon mempelai dan kemudian dilaksanakan acara bertukar cincin.


Setelah itu selesai, dilanjutkan dengan acara mehambur baras kuning yang telah dicampur dengan uang logam sambil membaca sholawat.


Para tamu pun berebutan untuk mendapatkannya dan akhirnya acara pun selesai.


Kedua keluarga calon mempelai memanjatkan doa sebagai ucapan syukur atas kelacaran acara tersebut dan diakhiri dengan makan bersama.


-


Ketika semua orang menikmati hidangan makan siang bersama Arshi dan Rezki justru bergegas pergi keluar untuk mencari keranjang berbentuk sangkar burung itu. Rezki yang selalu berusaha menuruti semua permintaan istrinya, mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil melirik kearah kiri dan kanan untuk mencari semua tempat yang menjual aksesoris parcel/hantaran pernikahan. Namun sayangnya keranjang berbentuk sangkar burung itu tetap tidak ditemukannya, hingga jam menunjukkan pukul 23:30 larut malam, semua toko dan kios sepanjang jalan yang mereka lalui sudah ditutup oleh pemiliknya.


"Kita harus cari kemana lagi Sayang? Ini sudah larut malam,


kita juga belum makan apa-apa sampai sekarang. Aku gak mau kamu sama baby twins kenapa-napa karena kelaparan." Rezki melirik kearah istrinya yang hanya diam sambil menekuk wajahnya.


"Coba kamu tanyakan sama Wavi darimana dia dapat keranjang berbentuk sangkar burung itu!" Perintahnya tanpa memperdulikan perutnya yang berbunyi karena sudah minta diisi sedari tadi.


"Ok." Rezki menganggukkan kepalanya lalu menepikan mobilnya di pinggir jalan.


-


Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung.


📱" Assalamualaikum Vi." Sapa Rezki dari balik teleponnya.


📲"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Wavi sambil menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size super empuk miliknya." Ada apa Ki?" Tanyanya sembari mengusap wajahnya yang sudah sangat mengantuk sehabis datang dari rumah sakit.


"Dimana Lo beli keranjang berbentuk sangkar burung yang Lo kasih buat seserahan Lida tadi siang?" Rezki menjawabnya dengan balik bertanya.

__ADS_1


"Ngapain Lo nanyain itu?" Bukannya menjawab Wavi justru balik bertanya lagi.


"Arshi ngidam pengin banget keranjang berbentuk sangkar burung itu." Jawab Rezki sembari mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Itu gue pesan khusus di tempat pembuatannya atas permintaan Lida." Ujar Wavi menjelaskan.


"Tolong kirimkan alamatnya dimana dan kira-kira berapa lama baru selesai.


"Alamatnya di daerah Jawa, paling cepat seminggu baru selesai."


"Ok, makasih ya atas informasinya, assalamualaikum." Rezki mengakhiri panggilan suaranya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Wavi lalu meletakkan handphonenya di atas nakas samping tempat tidurnya.


-


Arshi yang mendengarkan pembicaraan Rezki dan Wavi lewat loadspeaker handphone suaminya, hanya bisa meneteskan air matanya karena keinginannya untuk mempunyai keranjang berbentuk sangkar burung itu tidak bisa terpenuhi secepatnya.


"Sabar ya Sayang." Rezki menghapus air mata istrinya dengan ibu jarinya." Nanti kita pesan ke alamat yang dikirimkan Wavi ya." Ujarnya sembari merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya sambil menciumi puncak kepalanya.


Arshi semakin terisak dalam dekapan kekasih halalnya itu, hingga akhirnya dia tertidur karena kelelahan akibat terus-terusan menangis. Rezki melonggarkan pelukannya ketika mendengar dengkuran halus dari wanita yang telah mengandung buah cintanya itu, dia


lalu menurunkan kursi penumpang yang diduduki wanita yang sangat dicintainya itu. Dengan sangat hati-hati dia membaringkan tubuh istrinya lalu mengecup keningnya.


Maafin aku Sayang karena belum bisa memenuhi keinginanmu." Batinnya sembari menatap sendu kearah istrinya.


Setelah itu dia kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena tidak mau membangunkan tidur nyenyak wanita yang sangat dicintainya itu. Sesampainya di rumahnya Rezki menggendong tubuh istrinya lalu membawanya ke kamar pribadi mereka, kemudian membaringkannya di atas ranjang king size miliknya. Dengan perlahan dia melepaskan pakaian kekasih halalnya itu, lalu menggantikannya dengan baju tidur yang lebih longgar dan nyaman untuk dipakainya.


Istirahatlah Sayang, tidurlah yang nyenyak, sertakan aku dalam mimpi indahmu. Maafkan suamimu ini karena belum bisa memenuhi semua keinginanmu." Batinnya sembari mencium kening istrinya.


Rezki langsung melepaskan pakaiannya sendiri lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Seusai mandi dia berbaring di samping istrinya lalu memeluknya bagaikan guling hidupnya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Esok harinya Wavi berkumpul bersama Arsha, Wava, Rasya dan Tasya di kantin rumah sakit. Dia menceritakan tentang Rezki yang menghubunginya tadi malam.


"Oh ya tadi malam setelah pulang dari rumah sakit sekitar jam setengah dua belas, gue dapat telpon dari Rezki." Ujarnya memulai pembicaraan.


"Terus ngapain Rezki nelpon Lo?" Tanya Rasya sembari menatap ke arah sepupunya itu.


"Dia bilang Arshi minta keranjang berbentuk sangkar burung seperti yang gue berikan buat seserahan Lida." Jawab Wavi menjelaskan.


"Mungkin Arshi mau nambah koleksinya lagi." Ujar Arsha yang tau hobi saudara kembarnya itu ketika masih remaja.


"Aku yakin Arshi lagi ngidam Bee, sebab dia udah lama gak melanjutkan hobinya itu. Kalau gak salah sejak dia menyandang predikat Dokter spesialis anak bareng aku." Wava menyampaikan pendapatnya tentang sahabat sekaligus iparnya itu.


"Kalau begitu bisa jadi Arshi nangis terus karena keinginannya gak terpenuhi, makanya Rezki hubungi Lo tadi malam." Tebak Arsha lalu meminum jus pesanannya yang baru datang.


"Itu namanya gara-gara seserahan bikin susah!" Seru Tasya dan Rasya serempak.


"Jadi menurut kalian gue yang salah?" Wavi mendelik tajam ke arah Rasya dan Tasya.


"Gak ada yang nyalahin Lo!" Tunjuk Rasya dengan sendok makan yang dipegangnya.


"Terus?" Wavi mengangkat satu alisnya menatap sepupunya itu.


"Bumil yang ngidamnya bikin susah." Celutuk Arsha sambil menyuapi istrinya.


"Apaaaa!" Wava melipat kedua tangannya di atas dada.


Tiba-tiba saja Arshi dan Rezki datang sambil menatap tajam ke arah mereka semua.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung...


Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui vote, like, komen, koin, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


See you next time!

__ADS_1


__ADS_2