Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#93 "Antisipasi"


__ADS_3

Happy reading guys!


Kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari ini, esok maupun yang akan datang.


Namun kita bisa berencana supaya semuanya berakhir seperti yang kita harapkan seandainya tidak sesuai dengan harapan setidaknya kita sudah berusaha memperjuangkannya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Setelah selesai menunaikan sholat subuh seorang wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang sudah tidak lagi muda tengah sibuk menjemur pakaian yang baru saja dicucinya diatas loteng rumahnya. Dia berdendang dikala semilir angin dipagi hari yang cerah itu menerpa wajahnya.


🌿Tiada yang lain 🌿By Fenomena band


Semilirnya angin saat ini


Membuaiku larut dalam lamunan


Khayal tentang keindahan dunia fana ini


Bila kita bersama selamanya


Kasih semu yang pernah kau curahkan


Ku bawa di perjalanan hidup ini


Namun resah dan gelisah selalu menghantui


Karena sikapmu yang tak pasti


Ku coba melupakan dirimu


Karena ku tahu pasti sifatmu


Agar aku tak selalu rindu padamu kasih


Semakin aku lupakan semakin aku sadari


Cintaku hanya padamu seorang, tiada yang lain


hooo tiada yang lain


Kasih semu yang pernah kau curahkan


Ku bawa di perjalanan hidup ini


Namun resah dan gelisah selalu menghantui


Karena sikapmu yang tak pasti


Ku coba melupakan dirimu karena ku tahu pasti sifatmu


Agar aku tak selalu rindu padamu kasih


Semakin aku lupakan semakin aku sadari


Cintaku hanya padamu seorang


Ku coba melupakan dirimu karena ku tahu pasti sifatmu


Agar aku tak selalu rindu padamu kasih


Semakin aku lupakan semakin aku sadari


Cintaku hanya padamu seorang, tiada yang lain


hoo ooo tiada yang lain hoo ooo tiada yang lain


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Setelah selesai menjemur pakaiannya sambil menghibur dirinya, wanita yang tidak lain adalah Khardha Sahara istri dari Dokter Hasan itu tersentak kaget ketika indera penglihatannya menangkap sesuatu yang sangat mencurigakan di atas


roof top gedung tua seberang rumahnya.


Siapa orang-orang itu? Ngapain mereka digedung tua itu?" Gumamnya bertanya dalam hatinya.


Dia bergegas masuk lalu menghubungi kakaknya yang berprofesi sebagai seorang komandan polisi.


Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung.


📱"Assalamualaikum Kak." Sapanya dari balik teleponnya.


📲"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab sang kakak yang tengah bersiap untuk melaksanakan tugasnya sebagai seorang komandan polisi." Ada apa dek? Tumben nelpon?" Tanyanya sambil beranjak dari duduknya menuju mobilnya yang terparkir di garasi rumahnya.


"Di atas roof top gedung seberang rumah sakit ada sekelompok orang yang sangat mencurigakan, mereka mengarahkan senjata api ke sini." Ujarnya sambil menggunakan teropong milik suaminya yang ada di dalam kamarnya.


Dia memantau lewat jendela kaca yang tampak jelas dari dalam dan terlihat gelap dari luar.


Semangat detektif nya kembali bergelora, karena dia pernah membantu memecahkan kasus bersama kakaknya itu.


"Suamimu sudah tau?" Tanyanya lagi sambil duduk di kursi kemudinya.

__ADS_1


"Belum Kak." Jawabnya sambil terus memicingkan matanya memantau ke arah gedung tersebut.


"Beritahu dia terlebih dulu baru aku bisa mengerahkan bawahanku untuk mengantisipasi semuanya." Perintah sang kakak dengan menekankan kata-katanya.


"Baik kak." Dia menganggukkan kepalanya.


"Ya udah aku mau ke kantor dulu, assalamualaikum." Pamit sang kakak lalu menyalakan mesin roda empatnya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawabnya lalu memutuskan panggilan suaranya.


-


"Kamu telponan sama siapa Sayang?" Tanya Dokter Hasan yang baru masuk kedalam kamar.


"Kak Gusti." Jawab Khardha lalu meletakkan handphonenya di atas meja.


"Ohh." Dokter Hasan membulatkan mulutnya hingga membentuk huruf O.


"Sayang coba kamu perhatikan gedung tua yang ada di seberang lewat teropong ini." Pintanya sambil menarik tangan suaminya.


Dokter Hasan langsung menuruti apa yang dikatakan istrinya, dia sangat terkejut melihatnya.


"Siapa mereka?" Dokter Hasan mengerutkan keningnya." Sepertinya mereka mengincar orang yang ada di rumah sakit ini." Ujarnya sembari menatap ke arah istrinya.


"Feeling ku juga begitu Sayang." Khardha berkata dengan seriusnya." Makanya aku telpon Kak Gusti supaya kita bisa mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi." Ujarnya sambil duduk di sofa yang ada di sana.


"Kalau begitu kita harus selalu waspada, aku akan meminta pihak keamanan memperketat penjagaan di setiap sudut rumah sakit ini." Tegas Dokter Hasan dengan menekankan kata-katanya.


"Aku gak mau sampai terjadi sesuatu hal yang gak kita inginkan Sayang." Khardha menatap sendu kearah suaminya.


"Kamu tenang aja ya, aku pasti akan melakukan apapun untuk kebaikan kita semua." Dokter Hasan merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


"Kita sarapan dulu yuk, aku tadi udah bikin nasi goreng spesial buat kamu sama anak-anak." Ajak Khardha sambil mendongakkan wajahnya.


"Yaudah yuk!" Dokter Hasan menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar menuju meja makan.


Pasangan suami istri yang sudah tidak lagi muda itu lalu menyantap makanan yang sudah disiapkan oleh Khardha sedari tadi. Keduanya makan tanpa bicara hanya ada bunyi dentingan sendok dan garpu yang mengiringi sarapan pagi mereka. Seusai makan Dokter Hasan dan Khardha segera beranjak dari duduknya lalu mengadakan pertemuan mendadak dengan para staf rumah sakit dan pihak keamanan yang ada di sana, dia juga menghubungi petugas kepolisian untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan tentunya. Setelah semua persiapan untuk menghalau kemungkinan yang akan terjadi selesai dilakukan oleh mereka semua yang bertugas di setiap sudut rumah sakit, Khardha mendatangi ruang rawat anak-anaknya secara bergantian.


Tok...tok...tok... Suara pintu diketuk dari luar, Rezki segera beranjak dari duduknya lalu membukakan pintunya.


"Assalamualaikum." Ucap Khardha sambil menenteng rantang stainless berisi makanan.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki lalu mencium punggung tangan mertuanya itu.


"Kalian sudah sarapan?" Tanya Khardha ketika melihat ada kue bolu kukus pelangi diatas meja yang ada di samping bed pasien anaknya.


"Iya Mah." Jawab Rezki dan Arshi serempak.


"Aku mau makan masakan Mamah!" Seru Arshi dengan penuh semangat." Perutku masih muat kok Mah, kan harus ngasih makan tiga nyawa." Ujarnya sambil mengusap perutnya sendiri.


"Yaudah kalau begitu Mamah siapin dulu ya." Khardha mengulas senyumnya lalu menata makanan diatas meja.


"Biar aku aja yang suapin Arshi Mah." Rezki mengambil piring yang sudah berisi nasi goreng spesial buatan mertuanya itu lalu menyuapi istrinya dengan telaten.


Tiba-tiba terdengar lagu dari nada sambung handphone milik CEO tampan tersebut.


🌿Doaku untukmu sayang 🌿By Wali band


Kau mau apa pasti 'kan ku beri


Kau minta apa akan aku turuti


Walau harus aku terlelah dan letih


Ini demi kamu, sayang


Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada Ilahi


'Tuk satukan kami di Surga nanti


Tahukah kamu apa yang ku pinta


Di setiap doa sepanjang hariku?


Tuhan, tolong aku, tolong jaga dia


Tuhan, aku sayang dia


Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada Ilahi


'Tuk satukan kami di Surga nanti

__ADS_1


Oh


Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu


Hingga matahari tak terbit lagi


Bahkan bila aku mati, ku 'kan berdoa pada Ilahi


'Tuk satukan kami di Surga nanti


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Rezki segera menatap layar handphonenya dengan kening berkerut karena nomor kontak yang ada di sana tidak tertera nama si penelepon.


"Telepon dari siapa Yank?" Tanya Arshi sembari menatap wajah tampan suaminya.


"Gak tau Sayang." Jawab Rezki sambil mengangkat bahunya lalu mengabaikan panggilan tersebut.


Tidak lama kemudian nomor yang sama kembali melakukan panggilan ke handphone Rezki.


"Siapa sich? Perasaan aku gak pernah ngasih nomor handphone ku kesembarang orang." Gerutunya sambil menekuk wajahnya.


"Angkat aja Yank." Arshi berkata dengan nada sangat lembut.


"Iya siapa tau penting." Timpal Khardha sambil membereskan peralatan makan bekas anak menantunya itu.


Rezki menganggukkan kepalanya lalu menerima panggilan suara tersebut.


📱"Rezki." Terdengar suara wanita yang selama ini mengganggu pikiran CEO tampan tersebut.


Rezki sangat terkejut dibuatnya dia segera beranjak dari duduknya lalu keluar dari ruang rawat istrinya.


📲"Mama ada di mana sekarang?" Tanyanya sambil menatap ke arah gedung tua yang ada di seberang rumah sakit.


Ngapain orang-orang itu diatas roof top?" Gumamnya bertanya dalam hatinya.


📱"Di cafe seberang rumah sakit keluarga Setiawan." Jawab Rina dengan santainya." Mama pengin banget ketemu sama kamu Ki, bisakah kamu menemui mama sekarang?" Pintanya dengan nada sangat lembut.


📲"Baiklah Ma, aku akan segera kesana." Sahut Rezki sambil terus memperhatikan gerak-gerik semua orang yang ada di atas gedung tua tersebut.


"Ok, mama tunggu ya." Rina mengakhiri panggilan suaranya.


Setelah panggilan suara terputus Rezki kembali masuk kedalam ruangan VVIP tempat istrinya dirawat lalu menghampiri bed pasien wanita yang telah mengandung buah cintanya itu


untuk berpamitan.


"Sayang aku pergi dulu ya." Ujarnya lalu mencium kening istrinya.


"Jangan tinggalkan aku Yank." Pinta Arshi sambil memeluk tubuh atletis suaminya.


"Aku cuma pergi sebentar Sayang." Rezki melonggarkan pelukan istrinya untuk memberi jarak antara mereka berdua." Lagipula disini kan ada mamah yang nemenin kamu." Ujarnya dengan nada sangat lembut sambil membelai wajah wanita yang sangat dicintainya itu.


"Aku takut Yank feelingku gak enak banget hari ini." Arshi kembali memeluk erat tubuh suaminya.


Rezki bingung harus bagaimana, dia ingin sekali menemui mamanya namun dia juga tidak tega meninggalkan istrinya yang tiba-tiba sangat manja kepadanya.


Aku gak mungkin meninggalkan istriku dalam keadaan seperti ini, lebih baik aku tidurkan dia dulu." Batinnya sambil membelai rambut istrinya.


"Baiklah Sayang, aku gak akan pergi kemana-mana selama kamu masih terjaga." Ujarnya sembari menciumi puncak kepala kekasih halalnya itu.


Khardha yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara anak dan menantunya hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, karena dia sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya diluar sana.


"Mamah mau mengantar makanan ini buat Arsha sama Wava dulu ya." Pamit Khardha sambil menenteng kembali rantang yang dibawanya tadi.


"Iya Mah." Sahut Rezki dan Arshi serempak.


Setelah mertuanya keluar meninggalkan mereka berdua, Rezki naik ke atas ranjang pasien istrinya yang berukuran besar itu lalu berbaring di sampingnya dengan posisi miring. Karena perut buncitnya menghalangi suaminya untuk mendekapnya erat secara berhadapan, Arshi terpaksa berbaring miring membelakangi kekasih halalnya itu.


"Tidurlah Sayang." Pintanya sambil mengelus-elus perut buncit istrinya dari belakang.


Arshi menganggukkan kepalanya lalu memejamkan matanya. Tidak lama kemudian karena kekenyangan wanita cantik yang berprofesi sebagai Dokter spesialis anak itu terbuai dalam mimpinya. Rezki menarik tangan kirinya perlahan dari bawah kepala istrinya dan tangan kanannya dari atas perut wanita yang telah mengandung buah cintanya itu. Dia segera beranjak dari ranjang pasien itu lalu keluar dari sana setelah menghubungi anak buahnya dan bodyguard bayangan yang selalu standby untuk berjaga di depan pintu masuk ruang VVIP tersebut.


-


Rezki melangkahkan kakinya menuju cafe yang ada di seberang rumah sakit keluarga Setiawan tersebut. Rina mengulas senyumnya ketika melihat wajah tampan anaknya yang hendak menyeberang jalan dari balik pintu kaca cafe itu, dia segera menghubungi anak buahnya untuk melancarkan aksinya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


Bersambung...


Apakah yang terjadi selanjutnya?


Mungkinkah Rina dan anak buahnya bisa menghabisi nyawa Arshi dan Khardha yang diincarnya?


Tunggu aja ya episode berikutnya.


Jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian ya teman-teman melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.


Salam sayang selalu dariku Khardha Love.

__ADS_1


See you next time!


__ADS_2