
Happy reading guys!
Cinta sejati merupakan cinta yang tumbuh bukan karena harta, rupa dan mencari kebahagiaan semata. Namun cinta yang muncul karena rasa ingin menjaga dan melindungi satu sama lainnya, selalu bersama sehidup semati didunia maupun di akhirat kelak.
Teriring doa kupanjatkan selalu untukmu duhai kekasih halalku
Bisikan doaku dalam butiran tasbih yang seirama dengan desah nafasku
Kupasrahkan hatiku padaMu sang Maha cinta
Walaupun rindu selalu mengusikku
Disini aku akan tetap setia menunggumu sampai kapanpun juga
Bukalah matamu
Duhai kekasih hatiku
Tataplah aku, tersenyumlah
Mari kita sambut kebahagiaan Walaupun penuh dengan Problema yang sering menyapa Kehidupan rumah tangga kita
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Tepat pukul tiga pagi sampailah mereka semua di rumah sakit keluarga Setiawan. Arshi langsung dibawa ke IGD untuk ditangani secara intensif oleh Dokter Murni, seorang spesialis kandungan yang memang dipercaya oleh Arshi sendiri untuk menangani masalah kehamilannya. Diluar ruangan IGD tampak Rezki yang menelungkupkan wajahnya sambil duduk memeluk kedua kakinya, Dokter Hasan menghampiri menantunya itu lalu menepuk pundaknya dengan lembut.
"Ki mari ikut papah untuk membersihkan dirimu keatas, habis itu kita sholat sama-sama untuk mendoakan keselamatan Arshi dan anaknya." Ajak Dokter Hasan sambil berjongkok dihadapan menantunya itu.
Rezki mendongakkan wajahnya menatap mertuanya dengan mata memerah menahan kesedihannya.
"Apa Lo udah ingat semuanya tentang Arshi?" Arsha ikut berjongkok dihadapan Rezki.
Rezki menganggukkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca karena tidak mampu lagi menahan betapa pilunya hatinya, ketika ingat semua kata-katanya yang pernah menyakiti perasaan istrinya.
"Syukurlah." Ucap semua orang yang ada di sana serempak.
"Yuk kita keatas!" Dokter Hasan mengulurkan tangannya untuk membantu menantunya itu berdiri.
Rezki menerima uluran tangan mertuanya itu namun tiba-tiba tubuhnya terhuyung ke belakang hingga terduduk kembali dilantai.
"Kamu kenapa Ki?" Dokter Hasan menyentuh kening dan leher menantunya itu.
Arsha ikut melakukan hal yang sama, dia merasakan kondisi iparnya itu tidak baik-baik saja.
"Rezki harus cepat ditangani Pah, sepertinya dia demam akibat luka dikepala juga perutnya yang belum diobati secara benar." Arsha menatap papahnya yang ada di sampingnya.
Dokter Hasan menganggukkan kepalanya lalu mengisyaratkan kepada yang lainnya, untuk mengambil brankar yang terletak tidak jauh dari tempat mereka berada.
"Ok, kita bawa Rezki masuk ke dalam!" Perintah Dokter Hasan lalu mengangkat tubuh menantunya itu keatas brankar.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Keesokan harinya Rezki terbangun dari tidurnya, dia mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.
Kenapa aku ada disini? Istriku gimana keadaannya sekarang? Aku harus secepatnya menemuinya!" Batinnya sambil beranjak dari rebahannya.
Dia mencabut selang infus yang ada ditangannya supaya tidak menggangu pergerakannya, lalu berjalan keluar untuk mencari ruangan tempat istrinya dirawat. Sambil memegangi kepala dan perutnya yang sakit Rezki melangkahkan kakinya di koridor rumah sakit hingga tanpa sengaja dia berpapasan dengan mamah mertuanya yang sedang berjalan menuju kearah pintu lift yang terbuka. Rezki segera berlari masuk ke dalam lift tersebut untuk menanyakan kondisi istrinya dan dimana ruangannya.
"Assalamualaikum Mah." Sapa Rezki sambil berdiri di samping mertuanya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Rezki kenapa kamu keluar sendiri? Tadi Papah sama Arsha bilang kamu masih harus banyak istirahat untuk pemulihan luka dikepala dan perutmu yang terluka." Khardha menatap wajah tampan menantunya yang tampak pucat itu dengan memiringkan kepalanya.
"Aku gak papa Mah, aku cuma mau tau gimana keadaan Arshi? Dimana dia dirawat sekarang?" Cecar Rezki tanpa jeda karena tidak sabar lagi untuk menemui istrinya.
"Arshi ada di ruang ICU." Lirih Khardha dengan suara bergetar menahan tangisnya.
"Makasih Mah." Ucap Rezki sembari melangkahkan kakinya ke luar dari lift yang baru saja terbuka.
-
Sesampainya di depan pintu ruang ICU Rezki langsung menerobos masuk ke dalam walaupun sudah dilarang petugas. Dia menghampiri istrinya yang tengah terbaring lemah dengan berbagai macam alat bantu yang terpasang di tubuhnya. Wava dan Arsha yang kebetulan ada disana sangat terkejut melihat kehadiran Rezki yang tampak sangat memprihatinkan.
"Apa yang sebenarnya terjadi sama Arshi? Tolong jelasin sama gue!" Rezki mencengkeram kuat bahu Arsha.
"Arshi koma, anaknya gak bisa diselamatkan." Jelas Arsha sambil memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menyembunyikan kesedihannya.
"Apaaa!" Kaget Rezki lalu melepaskan cengkeramannya di bahu iparnya itu.
Rezki langsung memeluk erat tubuh istrinya untuk menguatkan dirinya sendiri.
"Sayang maafkan aku yang gak bisa menjaga kamu dan anak kita." Lirihnya sambil menciumi puncak kepala istrinya dengan deraian airmata yang tidak bisa dibendungnya lagi.
"Ki lepasin Arshi, biarkan tubuhnya istirahat." Wava menepuk pundak sepupunya itu dengan lembut.
__ADS_1
Rezki langsung membaringkan kembali tubuh istrinya lalu duduk di kursi yang ada di sampingnya.
"Kalian berdua pergilah, gue mau nemenin dia disini." Usir Rezki secara halus.
"Lo juga harus istirahat Ki, kondisi Lo masih belum pulih." Ujar Arsha mengingatkan.
Rezki tidak menghiraukannya, dia justru menelungkupkan wajahnya disamping istrinya sambil menggenggam erat tangan wanita yang sangat dicintai itu.
"Lebih baik kita keluar aja Bee, biarkan Rezki disini menemani Arshi." Bisik Wava ditelinga suaminya.
Arsha menganggukkan kepalanya lalu menggandeng tangan istrinya keluar dari sana, kemudian duduk di kursi panjang depan ruang ICU.
"Honey menurut kamu apa yang bisa kita lakukan untuk membujuk Rezki supaya mau dirawat lagi? Kondisinya sendiri sangat memprihatinkan, wajahnya masih sangat pucat, kamu juga liat kan tadi ada darah menetes di tangannya. Sepertinya itu bekas jarum infus yang dicabutnya sendiri dengan paksa." Ujar Arsha sambil menggenggam tangan istrinya.
"Gimana kalau kita hubungi Radi Bee? Mereka berdua kan sangat dekat, walaupun cuma saudara angkat." Wava mengusulkan sembari mengusap tangan suaminya yang bertaut mesra dengannya.
Arsha menganggukkan kepalanya lalu menghubungi nomor kontak Radi.
Tut...Tut...Tut... Panggilan suara tersambung. Radi yang baru saja sampai di kantor milik Rezki yang sering diwakilkan kepadanya melihat layar handphonenya lalu menggeser tombol hijau nya, ketika melihat nomor kontak nama Arsha yang tertera di sana.
📲"Assalamualaikum, ada apa Dokter Arsha?" Sapa Radi dari balik teleponnya.
📱"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bisakah kamu datang ke rumah sakit sekarang?"
📲"Maaf aku gak bisa kesana sekarang, pekerjaanku banyak banget hari ini. Apalagi Rezki sekarang belum bisa kekantor, jadi semuanya harus ku handle sendiri." Jujur Radi sambil memeriksa berkas-berkas yang harus ditandatangani olehnya sebagai wakil presiden direktur.
📱"Ok, ya sudah kalau begitu. Assalamualaikum." Arsha mengakhiri panggilan suaranya.
📲"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Radi lalu meletakkan handphonenya di atas meja kerjanya.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Ditempat lain tampak bendera bertuliskan Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un.
Terpasang di depan rumah seorang wanita cantik yang selama ini hanya tinggal bersama ibunya. Dengan deraian air mata yang terus-menerus mengalir di pipinya wanita itu membaca surah Yasin di samping jenazah sang ibu yang terbujur kaku tanpa suara.
"Amara, sesuai permintaan ibumu aku akan menikahimu didepannya hari ini juga." Ujar laki-laki tampan yang bernama Hendri Hendrawan sambil memegangi bahu Amara calon istrinya.
Amara hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangannya dari jenazah ibunya. Hendra yang sudah menyiapkan semuanya langsung berjabat tangan dengan penghulu lalu mengucapkan ijab-kabul nya dibimbing oleh pak penghulu.
"Saya terima nikahnya Amara Syakila binti Muhammad Syafii Maarif almarhum dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Hendra mengucapkan ijab kabul nya dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?" Pak penghulu menatap semua orang yang ada di sana.
"Sah...Sah!" Seru semua orang yang menyaksikannya.
"Alhamdulillah." Ucap pak penghulu kemudian membacakan doa untuk pasangan yang baru saja sah menjadi suami istri itu.
Seusai pembacaan doa pak penghulu memerintahkan untuk menyelesaikan proses penguburan jenazah secepatnya.
"Baiklah semuanya berhubung pernikahan ini mendadak maka buku nikahnya akan menyusul kemudian, untuk sekarang mari kita percepat penguburan jenazah almarhumah ibu Khumaira." Ujar pak penghulu lalu memimpin rombongan untuk mengangkat keranda menuju tempat pemakaman umum.
Hendra merangkul pundak Amara yang sekarang sudah Sah menjadi istrinya menuju mobilnya, mengikuti mobil ambulans yang mengangkut jenazah mertuanya.
"Ikhlaskan kepergian Ibumu Amara. Sekarang aku yang akan selalu ada untuk menjagamu dan melindungimu, menggantikan posisi ayah dan ibumu." Ujar Hendra sambil merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya lalu menciumi puncak kepalanya.
Sopir pribadi Hendra yang bernama Heri langsung melirik kaca spion yang ada di atas kepalanya.
Ternyata Bos Hendra yang super dingin dengan para wanita ini bisa sweet juga ya sama istrinya. Aduh Bos jangan mesra-mesraan di sini dong! Gue kan masih jomblo." Batinnya lalu menutup secara otomatis pelindung mobil mewah tersebut ketika melihat Hendra yang menempelkan bibirnya kebibir Amara.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Kembali ke rumah sakit keluarga Setiawan. Tampak Wavi dan Lida juga Rasya serta Dokter baru yang bernama Tasya berdiri di depan pintu kamar Arshi dan Rezki yang baru dipindahkan ke ruang VVIP dengan semua fasilitas lengkap bagaikan di hotel bintang lima.
🌿Flashback on 🌿
Setelah menelepon Radi tadi Arsha dan Wava kembali ke ruang ICU untuk memastikan keadaan Rezki dan Arshi. Pasangan pengantin baru itu mencoba membangunkan Rezki secara bergantian, karena mengira Rezki tertidur sambil berduduk di samping bed pasien Arshi. Ternyata Rezki tidak sadarkan diri akibat kondisinya yang memang masih lemah namun dipaksakannya untuk menemui istrinya. Arsha langsung menghubungi petugas medis untuk menyiapkan semuanya di ruang VVIP, supaya bisa mengontrol kondisi Arshi dan Rezki dalam satu ruangan yang sama.
🌿Flashback off 🌿
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan pasangan suami istri itu? Kenapa mereka berdua diperlakukan sangat istimewa?" Tasya bertanya sambil menatap ke arah Rasya, Wavi dan Lida secara bergantian yang berdiri didepannya.
"Wanita itu adalah anak pemilik rumah sakit ini, namanya Dokter Kharshi Setiawan saudara kembar dari Dokter Kharsha Setiawan. Dia koma karena terlambat ditangani setelah mengalami pendarahan terus-menerus waktu diculik oleh para penjahat yang belum diketahui pasti identitasnya, hingga janinnya tidak bisa di selamatkan, mungkin sebab itulah dia kehilangan semangat hidupnya dan mengalami koma. Sedangkan suaminya adalah Rezki Aditya Pratama seorang CEO muda pemilik perusahaan jasa pengiriman barang, dia juga pewaris tunggal perusahaan Pratama group yang bergerak dalam berbagai bidang usaha." Jawab Rasya menjelaskan.
"Dari awal kehamilannya sepertinya Arshi memang mengalami ekslamsia hingga preeklamsia yang sangat mempengaruhi kondisi kesehatannya." Timpal Wavi yang memang mengetahui riwayat kesehatan Arshi dari rekannya sesama Dokter spesialis kandungan.
"Maksud kamu Arshi mengalami komplikasi saat hamil?" Lida ingin memastikan pendengarannya.
"Iya." Singkat Wavi.
__ADS_1
"Kasian Arshi, padahal dia dan Rezki pengin banget punya anak." Lirih Lida sambil menatap kearah jendela kaca tempat Arshi dan Rezki terbaring lemah di bed pasien mereka.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Sayup-sayup terdengar suara azan berkumandang dari speaker mesjid, yang berada di lingkungan rumah sakit tersebut menandakan waktu Zuhur telah tiba. Rezki mengerjapkan matanya lalu mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dia memiringkan kepalanya sembari menatap sendu kearah sosok wanita yang terbaring di bed pasien sebelahnya.
Sayang sampai kapan kamu mau tidur terus seperti itu? Apakah mimpimu terlalu indah? Sehingga membuatmu enggan untuk membuka matamu! Sayang aku akan selalu setia menunggumu sampai kapanpun juga, karena kamu adalah belahan jiwaku, nafas dalam kehidupanku dan sumber kebahagiaanku." Batinnya lalu beranjak dari tempat tidurnya untuk ke kamar mandi.
Setelah selesai buang air kecil dan berwudhu Rezki menunaikan sholat Zuhur dengan posisi duduk disofa tunggal samping istrinya.
Di alam bawah sadarnya Arshi merasa sangat bahagia bermain di pantai dengan dua anak kecil laki-laki dan perempuan, yang sengaja menarik-narik tangannya karena memperebutkan dirinya. Hingga terdengar suara orang yang sangat di kenalinya.
Arshi...Arshi...Ayo kita pulang sayang!" Serunya sambil melambaikan tangannya.
Arshi menolehkan kepalanya namun tanpa sadar ombak besar tiba-tiba datang menerjangnya hingga akhirnya dia terbawa ketengah laut.
-
Setelah selesai sholat Rezki berdoa dengan menadahkan tangannya.
Yaa Allah, ampunilah dosa-dosaku, dosa kedua orangtuaku, dosa istriku, dan semua keluarga kami kedua belah pihak serta umat kaum muslimin dan muslimat. Sayangilah mereka semua sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil. Ya Allah hanya padaMu tempatku mengadu hati, yang memberikan segalanya dalam kehidupan ini. Kumohon berikan kesempatan kembali padaku dan istriku untuk membina rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah, dibawah naungan ridho Mu. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar". Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat nanti, peliharalah dan jauhkanlah kami dari siksa neraka." Aamiin ya rabbal alamin." Rezki mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
🌿KebesaranMu🌿 ST 12
Kau tempatku mengadu hati
Memberi segala hidup
Dunia dan seisinya milik-Mu
Mencintai-Mu sejati
'Ku manusia yang penuh dosa
Berharap ampunan-Mu
Lihat di langit kesempurnaan hadir-Mu
Kau cinta pertama dalam hidup
Allahu Akbar Mahabesar
Memuja-Mu begitu indah
Selalu Kau berikan semua
Kebesaran-Mu Tuhan
Allahu Akbar Mahabesar
Memuja-Mu begitu indah
Selalu Kau berikan semua
Kebesaran-Mu Tuhan
Allahu Akbar Mahabesar
Memuja-Mu begitu indah
Selalu Kau berikan semua
Kebesaran-Mu Tuhan
Allahu Akbar Mahabesar
Memuja-Mu begitu indah
Selalu Kau berikan semua
Kebesaran-Mu Tuhan
Kebesaran-Mu Tuhan
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kepada author yang suka telat up ini, maklum dunia riil ku lebih utama dari dumay ku ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya!
Salam sayang selalu dariku Khardha Love!
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan ya!