Dokter Cinta Spesialis Hati

Dokter Cinta Spesialis Hati
Dokter Cinta Spesialis Hati episode#43 "Dasar bucin"


__ADS_3

Happy reading!


Setelah mengungkapkan perasaan rindunya masing-masing lewat peluk erat dekap manja pasangan halalnya, tiba-tiba perut Arshi berbunyi sehingga membuyarkan kemesraan yang tercipta diantara mereka.


Krucuk...krucuk...suara perut Arshi yang tidak bisa kompromi dengan keadaan membuatnya sangat malu menatap wajah tampan nan menawan milik suaminya. Arshi menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya dengan mengeratkan pelukannya Rezki justru melonggarkan pelukannya lalu mengangkat dagu istrinya tidak lupa memberikan kecupan singkat dibibirnya.


"Kayaknya cacing diperut kamu lagi demo Sayang." Rezki mengulas senyum menawannya untuk menggoda istrinya.


Arshi memajukan bibirnya mendengar ucapan suaminya yang selalu menggodanya dengan guyonan unfaedahnya.


"Bibirmu gak usah dimajuain gitu Sayang, bikin aku pengin gigit tau!" Rezki menggerakkan giginya seakan-akan benar-benar ingin menggigitnya.


Arshi refleks menutupi mulutnya lalu menahan wajah suaminya yang tinggal beberapa centi darinya.


Hahaha... Rezki tertawa sambil memegangi perutnya.


"Kamu benar-benar menggemaskan Sayang, aku jadi gak sabar pengin gigit kamu beneran, hahahaha." Rezki terpingkal hingga mengeluarkan air matanya.


"Cukup Yank! Gak ada yang lucu, kamu nyebelin!" Arshi memalingkan wajahnya kearah lain." Orang laper malah diketawain." Gerutunya dengan kesalnya.


"Ihhhh tambah gemes aja jadinya, masa gitu aja ngambek sich!" Rezki memutar kepala istrinya supaya menghadap ke arahnya lalu menggesekkan hidungnya kehidung kekasih halalnya itu.


"Udah Yank, aku mau makan sop buah sama kebab dengan rasa daging sapi, ayam dan kambing." Arshi menghentikan suaminya dengan mengungkapkan keinginannya.


"Ok Sayang, aku beliin dulu ya! Sementara nungguin aku balik lagi, ini handphone kamu masukin kartu yang lama, terus setting dulu biar bisa vc sama Mamah." Rezki menyerahkan handphone yang baru kepada istrinya." Yaudah aku keluar dulu ya, assalamualaikum." Ucapnya setelah mengecup kening istrinya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arshi lalu melakukan apa yang disuruh suaminya.


Rezki melangkahkan kakinya keluar dari area rumah sakit, dia menyusuri jalanan yang cukup ramai karena banyaknya orang yang berlalu lalang di sepanjang jalan, dengan hiruk-pikuk kendaraan yang tiada habisnya. Hampir satu kilometer dia berjalan barulah bertemu dengan penjual kebab, Rezki langsung memesan tiga varian rasa sesuai keinginan istrinya, kebetulan disebelahnya juga ada penjual sop buah. Akhirnya Rezki bisa membelikan semua pesanan wanita yang sangat dicintainya itu tanpa harus mencarinya kesana-kemari lagi.


Sementara itu di rumah sakit tepatnya di dalam kamar rawat inap VVIP. Arshi sedang sibuk mengotak atik handphone barunya untuk mensinkronkan semua aplikasinya dengan akun miliknya, setelah selesai dia langsung menghubungi orangtuanya.


Tut...tut...tut...panggilan tersambung, Khardha yang hendak memejamkan matanya setelah menulis update terbaru episode novelnya, langsung mengangkat video call dari anaknya.


πŸ“²"Assalamualaikum, Sayang. Apa kabarmu disana nak?" Sapa Khardha dengan mata berkaca-kaca karena terharu melihat wajah anaknya yang sangat dirindukannya itu.


Dokter Hasan yang baru keluar dari kamar mandi langsung mendudukkan dirinya disamping istrinya lalu ikut menatap layar handphonenya.


πŸ“±"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Mah." Jawab Arshi ikut terharu melihat wajah orangtuanya." Aku kangen banget sama Mamah dan Papah." Arshi mengungkapkan perasaan rindunya dengan tetesan air bening disudut matanya.


"Mamah sama Papah juga Sayang." Jawab Khardha dan Dokter Hasan serempak.


"Gimana kabar Arsha sama Wava Mah? Apa mereka sudah menikah?" Tanya Arshi karena sangat penasaran dengan kelanjutan dari hubungan saudaranya itu.


"Arsha sama Wava baik-baik aja Sayang, mereka belum menikah, katanya mau nungguin kamu dan Rezki pulang dulu, baru mereka berdua bisa tenang melakukan akad." Jawab Khardha seraya tersenyum penuh arti.


"Assalamualaikum Sayang." Rezki datang sambil menenteng belanjaannya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arshi melirik sebentar kepada suaminya lalu kembali menatap layar handphonenya.


Rezki masuk kamar mandi mencuci tangannya lalu menyiapkan kebab dan sop buah yang baru dibelinya itu.



Rezki duduk disamping istrinya sembari menyodorkan kebab yang sudah digigitnya terlebih dulu kemulut kekasih halalnya itu, mereka berdua sudah biasa makan dengan gaya seperti itu tanpa rasa jijik sedikitpun. Apalagi Rezki dia paling suka makan sambil suap-suapan dengan istrinya, minum pun segelas berdua layaknya orang yang benar-benar bucin kepada kekasihnya. Maklumin aja ya sebab Rezki memang bucin akut sama kekasih halalnya itu, sebab mereka tidak pernah pacaran sebelum menikah. Author jadi ingat misua yang selalu nempel bila berduaan, persis Rezki, hehehe.


"Kapan kalian berdua pulang ke sini?" Tanya Dokter Hasan sembari menatap anak menantunya yang menunjukkan kemesraan di depannya.


Dokter Hasan hanya bisa memakluminya sebab dia juga bucin akut sama istrinya dari dulu hingga sekarang.


"Inshaallah secepatnya Pah, kalau Arshi sudah pulih." Jawab Rezki mewakili istrinya.


"Memangnya Arshi sakit apa?" Dokter Hasan mengerutkan keningnya melihat botol infus yang tergantung disamping anaknya.


"Aku cuma drop Pah, mungkin karena kecapean aja." Jawab Arshi supaya orangtuanya tidak terlalu mengkhawatirkannya.


"Semoga cepat fit kembali ya Sayang, biar kita bisa ngumpul lagi." Ucap Khardha mendoakan anaknya.


"Aamiin makasih ya Mah atas doanya, semoga Mamah, Papah dan semua keluarga disana juga selalu sehat."


"Rezki jaga Arshi jangan sampai kenapa-napa lagi." Dokter Hasan menekankan kata-katanya.


"Inshaallah Pah, aku pasti akan selalu menjaga istriku ini dengan jiwa ragaku." Tegas Rezki sembari merangkul bahu istrinya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki dan Arshi bersamaan.


🌿🌿🌿🌿🌿


"Yank aku mau sop buah nya juga." Pinta Arshi dengan nada manja.


"Ok Sayang, aaaa..." Rezki menganggukkan kepalanya lalu menyuapi istrinya.


"Kenapa kamu gak beli nomer cantik waktu di counter tadi Yank?" Arshi menatap suaminya yang mengambil air putih untuk penawar rasa manis setelah makan sop buah.


"Aku mau ke grapari aja Sayang, supaya aku bisa mensetting akun punyaku dan mensinkronkan dengan handphone yang baru." Jawab Rezki sembari menyodorkan gelas air putih kemulut istrinya.


"Ohh gitu, besok sebelum pulang kita nengokin Dokter Arya dulu ya." Arshi meminta persetujuan suaminya yang sangat sensitif bila dia menyebut nama laki-laki lain.


"Iya!" Singkat Rezki." Tapi sebelumnya kamu harus mau periksa ke Dokter kandungan." Tegas Rezki lalu menghabiskan air minum bekas istrinya tepat di bekas bibirnya dengan sekali tegukan.


Arshi menganggukkan kepalanya lalu berkata.


"Aku mau kekamar mandi Yank, tolong pegangin botol infusnya ya." Arshi meminta bantuan kepada suaminya sembari mengulurkan kakinya kebawah.


Tanpa menyahuti perkataan istrinya Rezki langsung menggendongnya ke kamar mandi lalu menungguinya tepat didepannya.

__ADS_1


"Kamu tunggu diluar aja Yank." Arshi mendorong tubuh atletis suaminya yang bersedekap dihadapannya.


"Pintunya gak usah ditutup ya, aku gak mau kamu pingsan lagi seperti tadi siang." Rezki menghalangi pintunya dengan kakinya.


"Yank aku udah gak papa lagi, jadi kamu gak usah khawatir ya." Arshi berusaha meyakinkan suaminya supaya bisa menutup pintunya.


"Ok, tapi bila kamu gak keluar dalam sepuluh menit aku akan dobrak pintunya." Tegas Rezki dengan menekankan kata-katanya.


"Iya." Singkat Arshi karena tidak mau berdebat lagi dengan suami bucinnya yang overprotektif itu.


Dua belas menit kemudian Rezki sudah bersiap untuk mendobrak pintu kamar mandi, dia sudah mengambil ancang-ancang.


Satu, dua, tiga...bruk." Rezki langsung menubruk pintunya dengan tubuh kekarnya itu.


Ceklik...Secara kebetulan Arshi yang baru selesai menuntaskan hajatnya segera membuka pintunya, tanpa sengaja Rezki justru menabrak tubuh istrinya, sehingga Arshi langsung terjatuh di lantai cukup keras.


Awww...arghhh...Arshi memegangi perutnya yang tiba-tiba sakit luar biasa.


"Maaf Sayang aku gak sengaja." Rezki langsung menggendong istrinya lalu membaringkannya di atas ranjang.


Rezki melihat ada bercak darah keluar dari area sensitif istrinya, dia sangat panik menyaksikannya.


"Yank tolong panggilkan Dokter." Pinta Arshi sembari mencengkram tangan suaminya.


"Ok Sayang, tunggu sebentar ya." Rezki langsung berlari keluar untuk mencari petugas medis yang berjaga.


Saking paniknya Rezki melupakan interkom yang ada di dinding samping bed pasien istrinya. Untung saja kebetulan ada Dokter yang lewat tepat didepannya, Rezki langsung meminta Dokter itu untuk menangani kekasih halalnya itu.


"Dokter tolong selamatkan istri saya, jangan sampai dia kenapa-napa." Rezki menarik tangan Dokter itu supaya segera mengikutinya.


Sesampainya di ruang rawat istrinya, Rezki membulatkan matanya dengan sempurna, karena sangat terkejut melihat wanita yang sangat dicintainya itu terjatuh di lantai dengan bersimbah darah.


Apa yang terjadi selanjutnya?


Stay terus ya reader!


🌿🌿🌿🌿🌿


Bersambung...


Hai teman-teman maaf ya aku telat up lagi sebab akun NT aku gak bisa dibuka seharian tadi, untung aja malam ini bisa jadi mohon dimaklumi aja ya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang membangun, koin seikhlasnya, rate bintang lima, dan jadikan favorit selalu ya.


Salam sayang selalu dari author Khardha love.


Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2