
Happy reading guys!
Selama dalam perjalanan Rezki yang bertugas sebagai driver terpaksa harus merelakan istrinya duduk dijok belakang bersama Dokter Arya. Raut wajahnya terlihat nyata sekali menahan kekesalannya, dia berusaha meredam emosinya setiap kali melirik kaca spion diatas kepalanya. Dokter Arya sengaja pura-pura tidur dan menyandarkan kepalanya di bahu Arshi, karena merasa sangat risih Arshi mendorong pelan kepala Arya supaya kembali duduk dengan tegap. Arshi menggeser posisinya lebih ke ujung lagi hingga benar-benar terpojok. Rezki melajukan mobil yang dikemudikannya dengan pelan ketika melintasi jalanan yang rusak, Arya memanfaatkan situasi itu untuk berpura-pura kehilangan keseimbangannya karena tertidur, dia merebahkan tubuhnya dengan sengaja disamping Arshi dan menjadikan pahanya sebagai bantal. Rezki yang selalu memperhatikannya lewat kaca spion langsung menepikan mobil kepinggir jalan setelah melewati jalanan yang rusak. Dia membuka seat bel nya lalu turun sembari mengepalkan tangannya kemudian mengetuk kaca mobil belakang tempat istrinya duduk terpojok menghindari Arya.
Tok...tok...tok...Arshi menurunkan kaca mobil, dia melihat pancaran mata penuh emosi dari suaminya.
"Pindah ke depan!" Perintah Rezki tanpa mau dibantah.
Dia membuka pintu lalu menarik tangan istrinya dengan kasar, Arshi sangat terkejut dengan perlakuan suaminya. Karena sebelumnya Rezki tidak pernah berlaku kasar kepadanya. Semua yang dilakukan Rezki semata-mata karena rasa cemburunya kepada Arya yang selalu mencari kesempatan untuk mendekati wanita yang sangat dicintainya itu.
"Lepasin Yank tanganku sakit!" Arshi berusaha melepaskan tangannya yang dicengkeram oleh suaminya.
Rezki tetap tidak menghiraukannya, dia memutari setengah mobil itu lalu membukakan pintu mobil disebelahnya, mendudukkan istrinya kemudian memakaikan seatbelnya.
"Aku akan kasih kamu hukuman nanti karena udah berani bersentuhan sama orang lain dibelakangku." Bisik Rezki ditelinga istrinya dengan nada penuh ancaman.
Sebenarnya Rezki tidak bermaksud memarahi istrinya, dia hanya tidak rela wanita yang sangat dicintainya itu bersentuhan dengan orang lain, apalagi dia tahu Arya memang sengaja melakukannya.
Arshi menggigit bibirnya karena takut dengan ancaman suaminya, dia memikirkan hukuman apa yang akan diberikan kepadanya.
Kenapa kamu mau menghukumku Yank? Apa kamu segitu marahnya sama aku? Aku sengaja diam dari tadi supaya kamu dan Dokter Arya gak berdebat lagi, sebab aku gak mau kepulangan kita harus tertunda hanya karena sifat posesifmu. Apakah itu salah? Tapi kenapa ya Dokter Arya seperti sengaja membuat suamiku cemburu? Apa maksudnya sebenarnya?" Arshi bertanya dalam hatinya.
Dokter Arya yang pura-pura tidur terus mengintip apa yang dilakukan pasangan suami istri itu, dia sengaja membuat Rezki cemburu kepadanya lalu menampillkan senyum smirknya. Rezki kembali fokus dengan kemudi dan jalanan yang dilewatinya sesuai peta yang ada didalam mobil milik Arya itu setelah istrinya duduk tenang disampingnya. Setelah menempuh perjalanan selama seharian sampailah mereka didepan pintu gerbang hotel dan resort milik Rezki, dia lalu masuk kearea parkiran untuk memarkir mobil. Mereka bertiga keluar dari mobil, dengan ramahnya Rezki menawarkan untuk singgah ke hotelnya walaupun masih kesal dalam hati kepada sosok Dokter Arya Suta yang suka memanfaatkan keadaan itu.
"Terimakasih banyak atas tumpangannya, mari silahkan masuk kedalam untuk sekedar minum kopi di restoran hotel ini." Ucap Rezki sembari merangkul pinggang istrinya dengan posesif.
Dokter Arya memutar bola matanya melihat sikap posesif Rezki, dia memilih mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya lalu berkata.
"Perasaan hotel dan resort ini baru saja diresmikan oleh pemiliknya, apakah kalian menginap di sini?" Arya mengerutkan keningnya sambil bersandar dibadan mobilnya.
Dia sangat mengerti tidak sembarang orang bisa menginap di sana karena hotel dan resort itu terlihat sangat mewah juga berkelas.
"Iya, kami honeymoon sekalian berlibur di sini." Jawab Rezki untuk memperjelas status mereka.
Rezki sengaja tidak mengatakan dengan jujur bahwa hotel dan resort itu miliknya, karena tidak mau menyombongkan dirinya.
"Ya sudah kalau begitu, saya permisi!" Arya menampilkan wajah datarnya lalu masuk kedalam mobilnya tanpa mengucapkan salam terlebih dulu.
Dia langsung menyalakan mesin mobilnya kemudian memutar kemudinya kearah jalan menuju rumah orangtuanya.
πΏ
Rezki dan Arshi langsung melangkahkan kakinya menuju pintu masuk, karena penampilan mereka yang sangat lusuh membuat sekuriti yang berjaga disana tidak mengizinkannya masuk.
"Stop! Tidak sembarang orang bisa masuk kesini!" Sekuriti yang ada disamping kiri menghalangi jalan Rezki dan Arshi.
Arshi dan Rezki terpaksa menghentikan langkahnya karena ingin tahu apa yang akan dilakukan sekuriti itu selanjutnya.
"Siapa yang membuat peraturan seperti itu?" Rezki memicingkan matanya merasa ada yang tidak beres dengan sekuriti di depannya.
"Tentu saja pemilik hotel dan resort ini!" Jawab sekuriti yang ada disamping kanan dengan tegasnya padahal itu hanya bualannya semata.
Kedua sekuriti itu tersenyum miring meremehkan Rezki dan Arshi yang ada dihadapannya sebab tidak mengenali mereka.
"Bolehkah kami bertemu dengan pemiliknya?" Rezki sengaja berpura-pura supaya bisa mengetahui kebenaran ucapan sekuriti itu.
"Dia bukan orang sembarangan yang bisa ditemui siapa saja tanpa membuat janji terlebih dulu!" Ketus sekuriti yang bername tag Wayan itu dengan tatapan sinisnya.
__ADS_1
"Kalau begitu tolong hubungi nomer kontak pemilik hotel dan resort ini." Pinta Rezki dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.
"Kalian ini orang miskin aja belagu. Kenapa ingin menghubungi pemilik tempat ini? Memangnya kalian siapa?" Sekuriti yang bername tag Nyoman menyeret Rezki dengan paksa.
Temannya yang bername tag Wayan pun juga ikut menarik tangan Arshi dengan kasar supaya menjauh dari pintu. Kebetulan ada Pak Hermawan Direktur yang dipercaya Rezki untuk mengelola hotel dan resort itu melewati mereka, dia sangat terkejut ketika melihat Rezki dan Arshi ada disana dengan pakaian lusuhnya.
"Tuan muda Rezki dan Non Arshi kenapa kalian sampai seperti ini? Pak Riki dan Radi selalu menghubungi saya untuk memastikan keberadaan kalian berdua sejak sebulan yang lalu, sebenarnya kalian berdua selama ini ada dimana?" Pak Hermawan menatap pasangan suami istri itu dari atas kebawah merasa prihatin dengan kondisi bosnya itu.
Ehemmm... Rezki berdeham lalu mengisyaratkan dengan matanya supaya Pak Hermawan segera membantunya terlepas dari kedua sekuriti yang masih memeganginya itu.
"Lepaskan! Kalian harus minta maaf padanya, mereka berdua adalah pemilik sebenarnya hotel dan resort ini!" Pak Hermawan menekankan kata-katanya.
"Tapi Pak kami tidak percaya pada kedua orang ini, siapa tahu mereka hanya orang jahat yang menyamar untuk menyusup lalu mencuri dalam hotel dan resort ini." Nyoman tetap tidak mau melepaskan Rezki yang ada dalam cengkramannya.
Rezki yang sedari tadi menahan emosinya akhirnya mengeluarkan jurus beladirinya, dia menyikut dada Nyoman dengan sekuat tenaga lalu memelintir tangannya kemudian menendangnya hingga tersungkur mencium lantai sampai berdarah.
"lepaskan istriku! Kalau tidak, kamu akan bernasib sama dengan temanmu itu!" Geram Rezki sembari meraih tangan istrinya.
Sekuriti yang bername tag Wayan itu segera melepaskan Arshi dari cengkramannya lalu menolong Nyoman temannya itu.
"Mulai hari ini kalian berdua saya pecat!" Tegas Rezki tanpa menghiraukan semua orang yang memperhatikannya sedari tadi.
Dia segera masuk kedalam sembari menggandeng tangan istrinya, karena perdebatan itu Rezki dan Arshi semakin menjadi pusat perhatian. Bahkan ada diantara pengunjung juga karyawan hotel dan resort itu yang merekamnya sejak awal perdebatan berlangsung lalu membagikannya di media sosial, tidak sampai lima menit kejadian itu sudah menjadi trending topik.
πΏπΏπΏπΏπΏ
Wava yang kebetulan sedang bersantai di kamarnya sambil mengotak atik medsos nya sangat terkejut melihatnya, diapun langsung menghubungi Arsha calon suaminya.
Tut....tut...tut....Panggilan tersambung.
π±"Assalamualaikum." Sapa Arsha dari balik telepon.
"Masa sich? Kok bisa?" Arsha merasa tidak percaya karena sepengetahuannya Rezki dan Arshi belum diketahui keberadaannya sampai saat ini.
"Kalau kamu gak percaya coba ketik dipecaharian."Seorang laki-laki berpakaian lusuh berdebat lalu berkelahi, kemudian memecat dua sekuriti sekaligus!" Ujar Wava menegaskan.
"Ya sudah aku matikan dulu telponnya ya, assalamualaikum." Arsha memutuskan panggilan suara dari Wava tunangannya.
"Waalaikumsalam warahmatulahi wabarakatuh," jawab Wava lalu meletakkan handphonenya di atas nakas.
Arsha segera memeriksa sosial medianya dengan mengetik judul yang di katakan Wava tadi, dia membulatkan matanya dengan sempurna karena terkejut melihat video itu. Arsha bergegas keluar dari kamarnya lalu menghampiri orangtuanya yang bersiap pergi ke mesjid untuk menunaikan sholat maghrib dan isya berjamaah.
"Pah, Mah tunggu sebentar!" Seru Arsha memanggil kedua orangtuanya yang sudah hendak membuka pintu.
"Ada apa Sha?" Dokter Hasan dan Khardha mengerutkan keningnya.
"Ini ada video tentang kedatangan Rezki dan Arshi yang menjadi trending topik." Arsha menyerahkan handphonenya ketangan orangtuanya.
Dokter Hasan dan Khardha segera melihat video itu, mereka berdua juga sangat terkejut sama seperti Arsha tadi.
"Cepat hubungi Om Riki kabari dia tentang video ini, supaya bisa melacak keberadaan Rezki dan Arshi sekarang! Papah sama Mamah mau sholat dulu." Perintah Dokter Hasan sembari mengembalikan handphone Arsha ketangannya.
"Baik Pah!" Arsha langsung melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya.
Tut...tut...tut...Panggilan suara terhubung.
π²"Assalamualaikum Om!" Sapa Arsha dari balik telepon lalu mendudukkan dirinya di sofa ruang keluarga.
__ADS_1
π±"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ada apa Sha? Tumben kamu yang nelpon? Apakah ada kabar tentang keberadaan Rezki dan Arshi?"Cecar Riki tanpa jeda.
Sebab Arsha tidak pernah menghubunginya sebelumnya walaupun sudah menyimpan nomernya.
"Iya Om, coba lihat di media sosial itu ada video yang menjadi trending topik tentang kedatangan Rezki dan Arshi, Papah tadi yang menyuruh aku untuk menghubungi Om Riki." Jawab Arsha dengan jujur sambil beranjak menuju kamarnya.
"Baiklah kalau begitu Om tutup dulu telponnya, assalamualaikum." Riki langsung memutuskan panggilan.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arsha lalu meletakkan handphonenya di atas nakas samping ranjangnya.
Arsha segera melepaskan pakaiannya, lalu mengambil handuknya kemudian masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
πΏπΏπΏπΏπΏ
Setelah melihat video Rezki yang menjadi trending topik itu Riki segera
menghubungi Pak Hermawan untuk menyambungkannya langsung kepada anaknya itu karena handphone Rezki maupun Arshi sudah tidak bisa dihubungi sejak sebulan yang lalu. Rizki yang baru saja selesai mandi dan masih memakai jubah handuknya langsung menerima telepon yang berdering diatas meja kerjanya, dia mendudukkan dirinya dikursi kebesarannya itu sembari memperhatikan istrinya yang melepaskan pakaiannya satu persatu.
Ruang kerja yang memang menyatu dalam kamar khusus untuknya dan istrinya itu didesain oleh Rezki sendiri tanpa menggunakan sekat. Dia sengaja mendesain seperti itu supaya selalu bisa memantau apa saja yang dikerjakan istrinya selama berada di sana, seperti sekarang ini. Pemandangan yang tidak boleh di lewatkan, itulah yang ada dipikiran Rezki.
π"Halo ada apa?" Tanya Rezki sembari memperhatikan istrinya yang sedang masuk kekamar mandi.
π"Ada telepon dari Tuan Besar Riki, Tuan muda." Pak Hermawan memberitahukan.
π"Ok, sambungkan langsung!" Pinta Rezki sambil memutar kursinya.
"Assalamualaikum Ki, gimana kabar kamu sama Arshi?" Sapa Riki lalu bertanya kondisi anak menantunya itu.
"Aku sama istriku baik-baik aja Pa, semua keluarga disana gimana?" Jawab Riki lalu balik bertanya.
"Alhamdulillah kalau begitu, kami semuanya juga baik-baik aja. Kapan kalian balik kerumah?
"Inshaallah besok Pa kalau gak ada halangan."
"Yaudah kamu baru tiba disana kan, pasti capek banget, nanti ceritakan sama Papa semuanya setelah kalian pulang kesini, assalamualaikum." Riki mengakhiri panggilan suaranya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Rezki lalu meletakkan teleponnya.
Dia beranjak dari duduknya untuk menghampiri istrinya yang baru keluar dari kamar mandi. Rezki berjalan mengendap-endap lalu memeluknya dari belakang, dia menaruh kepalanya di bahu istrinya sembari menciumi tengkuknya dan pipinya, serta meninggalkan jejak kepemilikannya. Arshi yang hendak mengambil pakaiannya benar-benar merasa geli dan merinding dibuatnya, desiran aneh tiba-tiba muncul dalam dirinya.
"Hentikan Yank kita belum sholat, perutku juga udah laper banget." Rengek Arshi dengan nada manja karena dia tahu kalau dibiar Rezki pasti tidak akan melepaskannya begitu saja.
"Ok, tapi nanti setelah sholat dan makan, aku akan menghukum kamu karena sudah berani bersentuhan dengan laki-laki lain!" Bisik Rezki ditelinga istrinya lalu menggigitnya dengan gemesnya.
Awww... pekik Arshi." Kenapa kamu menggigit telingaku Yank?" Arshi membalikkan badannya menghadap suaminya dengan memajukan bibirnya.
"Itu hukuman pertama buat kamu yang hanya diam ketika ditarik oleh Arya." Jawab Rezki dengan tatapan tajamnya kemudian berlalu pergi.
Arshi terpaku ditempatnya sambil melongo ketika mendengar kata-kata suaminya. Rezki sengaja melakukannya untuk membuat istrinya semakin takut dengan hukuman yang akan direalisasikannya.
Tunggu aja Sayang aku akan buat kamu lemes sampai gak bisa jalan," Gumam Rezki dalam hatinya seraya tersenyum smirk.
Bersambung....
Hai teman-teman maaf ya telat up lagi, kemarin aku lagi gak enak badan hingga bikin aku badmood untuk mikir mau nulis apa.
Jangan pernah bosan untuk saling mendukung ya, berikan vote, like, komen, koin dan rate bintang limanya.
__ADS_1
Salam sayang selalu dari author Khardha Love.