
Happy reading guys!
Keesokan harinya setelah menunaikan sholat subuh berjamaah keluarga besar Setiawan berangkat menuju ke rumah keluarga Wicaksono sahabat sekaligus besannya. Sesampainya di sana mereka semua sarapan bersama sekaligus mengadakan selamatan sebelum
meluncur menuju kediaman keluarga Gunawan yang berjarak kurang lebih dua jam setengah perjalanan dari ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Sebab hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Wavi dan Lida karena mereka berdua akan disatukan dalam ikatan suci pernikahan.
Taman belakang rumah keluarga Gunawan yang berada dekat kolam renang sudah di dekorasi sedemikian rupa dengan nuansa hijau dan putih sesuai permintaan sang mempelai wanita yang ingin menyatu dengan alam.
Setelah sampai di rumah mempelai wanita keluarga besar Wicaksono, Pratama dan Setiawan langsung di persilahkan untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan. Tepat jam 10:00 pagi
Wavi sudah duduk berhadapan dengan Dokter Gunawan Dwi Cahyo ayahnya Lida dan penghulu yang akan menjadi saksi dari pihak KUA. Dia diapit oleh Daddy-nya Dokter Wahyu yang duduk disebelah kanannya dan Dokter Hasan serta Riki Pratama ditunjuk sebagai saksi pernikahan.
Aku jadi ingat saat mengucapkan ijab-kabul ketika menikahi istriku 28 tahun yang lalu." Batin Dokter Hasan sembari menatap wajah istrinya yang duduk tepat dibarisan paling depan bersama para tamu undangan lainnya.
-
Seandainya saja aku bisa menikah denganmu Khardha, aku pasti akan membahagiakanmu di sisa umurku ini." Batin Riki sambil melirik ke arah mantan terindahnya itu.
Kedua laki-laki dewasa yang sudah tidak lagi muda itu masih saja mempunyai perasaan yang sama kepada wanita yang sama pula. Namun bedanya yang satu adalah seorang suami yang sangat setia kepada kekasih halalnya itu, dan yang satu lagi sangat menyesal karena pernah menyia-nyiakan kesetiaan kekasihnya.
-
"Baiklah silahkan berjabat tangan." Pinta pak penghulu kepada Wavi dan ayahnya Lida dengan menekankan kata-katanya.
Dokter Hasan dan Riki Pratama langsung menegapkan posisi duduknya supaya bisa fokus mendengarkan proses ijab-kabul yang akan diucapkan oleh Wavi.
-
"Ikuti apa yang sudah saya ajarkan tadi." Perintahnya sembari menatap ke arah calon menantu dan mertua itu secara bergantian.
Dokter Gunawan menganggukkan kepalanya lalu melakukan apa yang dikatakan oleh pak penghulu.
-
"Wavi Wicaksono bin Wahyu Wicaksono saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Maulida Syafira binti Gunawan Dwi Cahyo dengan mas kawin seperangkat alat sholat, perhiasan dan rumah beserta isinya dibayar tunai.
"Saya terima nikah dan kawinnya Maulida Syafira binti Gunawan Dwi Cahyo dengan mas kawin tersebut tunai." Ucap Wavi dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi sah?" Tanya pak penghulu kepada semua orang yang ada di sana.
"Sahhhh!" Jawab semua orang yang ada di sana dengan lantangnya.
"Alhamdulillah." Ucap pak penghulu lalu membacakan doa setelah pernikahan.
Selepas pembacaan doa selesai pak penghulu meminta mempelai wanita supaya dibawa mendekat
untuk menandatangani buku nikahnya. Arshi dan Wava yang sejak datang tadi berada di kamar sahabatnya itu segera menggandeng Lida turun ke bawah.
__ADS_1
Wavi langsung beranjak dari duduknya lalu mengulurkan tangannya untuk menyambut kedatangan Lida yang sudah sah menjadi istrinya, Senyuman penuh kebahagiaan tergambar jelas di wajah keduanya.
Wavi yang sudah lama menahan dirinya untuk tidak menyentuh Lida sebelum menjadi istrinya, tiba-tiba mencium bibir kekasih halalnya itu didepan ratusan pasang mata yang menyaksikannya. Lida membulatkan matanya dengan sempurna karena terkejut dengan apa yang dilakukan suaminya, pipinya memerah bagaikan tomat matang. Dia benar-benar malu dibuatnya Lida terpaksa memukuli dada bidang Wavi untuk menyadarkannya, namun bukannya melepaskannya Wavi justru menarik tengkuk istrinya sambil merangkul pinggangnya dengan posesif.
Ehemmm... Ayahnya dan mertuanya berdeham bersamaan.
Rezki dan Rasya melangkahkan kakinya untuk menghampiri pasangan yang baru saja sah itu.
"Sabar dulu nanti dilanjutin lagi kalau sudah dalam kamar." Bisik keduanya ditelinga sepupunya itu.
Wavi langsung melepaskan tautan bibirnya lalu menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal karena baru sadar dengan apa yang dilakukannya. Sedangkan Lida menundukkan kepalanya karena sangat malu menjadi pusat perhatian semua orang yang menyaksikannya.
"Silahkan tanda tangan disini." Perintah pak penghulu seraya mengulum senyumnya.
Berbeda dengan Dokter Gunawan dan Dokter Wahyu yang memberikan tatapan tajamnya ke arah anak menantunya itu.
Dokter Hasan, Riki Pratama, Dokter Rasyid, Dokter Reisa, Dokter Selvi, Khardha, Arsha, Wava, Arshi, Rezki, Rasya dan Tasya serta semua orang yang menyaksikannya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum menatap pasangan yang baru saja halal itu.
Setelah prosesi pernikahan selesai dilanjutkan dengan acara resepsi, foto-foto bersama kedua mempelai dan keluarga besarnya. Semua orang mengucapkan selamat secara bergantian sambil menjabat tangan pengantin baru itu.
"Selamat ya Vi, Da, semoga kalian berdua selalu samawa." Arshi menjabat tangan Wavi dan cipika cipiki dengan Lida.
"Makasih ya Shi atas doanya." Ucap Wavi dan Lida serempak.
"Selamat ya Bro, semoga Lo berdua cepat dapat momongan." Ujar Rezki sembari menatap pengantin baru itu." Ingat ya pelan-pelan aja saat first night nya." Godanya sembari mengulum senyumnya.
Hahaha... Rezki tidak bisa lagi menahan tawanya.
"Gila Lo emangnya mau bikin tim sepak bola!" Seru Rezki sambil menepuk-nepuk bahu Wavi dengan kuatnya.
Arshi dan Lida mendelik tajam kearah suami-suami mereka.
"Yank!" Tegur Arshi supaya suaminya menghentikan tawanya dan apa yang dilakukannya kepada Wavi.
Hehehe..."Peace Sayang!" Rezki mengangkat telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V seraya mengulas senyumnya hingga menampakkan barisan giginya.
Arshi menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang sering tidak bisa dikontrol itu.
"Yaudah yuk!" Arshi menarik tangan suaminya karena banyak orang yang mengantri di belakangnya untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.
-
"Sayang aku ke toilet dulu ya." Ujar Rezki setelah mendudukkan istrinya di kursi yang agak jauh dari keramaian.
"Iya." Arshi menganggukkan kepalanya." Mau aku ambilkan makanan?" Tawar Arshi sembari menatap wajah tampan suaminya.
Rezki menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya menuju toilet yang ada di dalam rumah keluarga Gunawan.
__ADS_1
Arshi berjalan ditepi kolam renang sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, dia tidak menyadari ada seseorang yang selama ini selalu membencinya mengikuti langkahnya.
Byurrrr... Orang itu mendorong
Arshi dengan kuat hingga tercebur ke dalam kolam renang.
"Arshiiiiiii...!" Teriak semua orang yang mengenalnya.
Rezki yang baru saja keluar dari toilet sangat terkejut dibuatnya, dia segera berlari menuju kolam renang lalu menceburkan dirinya tanpa membuka pakaiannya. Setelah berhasil menggapai tubuh istrinya dia langsung membawanya naik ke atas lalu memberikan pertolongan CPR.
Uhuk...uhuk...Arshi memuntahkan air kolam renang yang sempat terminum olehnya.
"Sayang!" Rezki merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya.
"Cepat bawa Arshi masuk ke dalam!" Perintah Dokter Hasan.
Rezki langsung menggendong istrinya ala bridal style menuju ke dalam rumah keluarga Gunawan. Semua orang yang menyaksikan kejadian itu sangat prihatin melihatnya kecuali satu orang yang tadi sengaja mendorong Arshi.
"Tunggu!" Seru Riki Pratama sambil berdiri di depan orang yang mendorong menantunya itu.
Dia menatap orang itu dari atas kebawah tanpa berkedip sedikitpun.
Kayaknya orang ini gak asing bagiku!" Batinnya sembari menatap intens kearah wanita yang ada di hadapannya.
Setelah yakin dengan feeling-nya Riki menarik tangan wanita itu lalu membawanya ke dalam mobilnya.
"Rina! Sudah kuduga sebelumnya." Riki tersenyum smirk kearah mantan istrinya itu." Kenapa kamu selalu berusaha mencelakai Arshi yang gak pernah berbuat salah sama kamu? Apakah kamu gak pernah mikir gimana perasaan Rezki kalau tau mamanya sendiri yang selama ini berusaha mencelakai istrinya? Cecarnya sembari menatap tajam ke arah ibu yang telah melahirkan anak semata wayangnya itu.
"Lepasin!" Rina menepis tangan mantan suaminya itu lalu memukul wajahnya.
Plakkk...Plakkk...Riki memegangi pipinya yang terasa panas akibat sentuhan dari mantan istrinya itu, sebab sudah cukup lama setelah mereka bercerai Rina tidak melakukan kdrt kepadanya.
"Dasar wanita kejam! Kamu boleh menyakitiku! Tapi aku gak akan pernah biarin kamu menyakiti anak menantuku!" Tegasnya dengan menekankan kata-katanya.
"Tentu saja! Sebab kamu sangat mencintai mamahnya sampai detik ini, iya kan!" Ketus Rina dengan sinisnya.
Tiba-tiba terdengar suara helikopter mendarat di halaman rumah keluarga Gunawan.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung...
Siapakah kira-kira yang datang?
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu episode berikutnya ya!
See you next time!
__ADS_1
Jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian semua ya teman-teman melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.