
Happy reading guys!
Sebulan sudah Arshi dan Rezki tinggal dirumah kedua orangtua yang dipanggilnya Nenek dan Kakek itu, mereka juga sudah mulai akrab satu sama lain. Nenek yang baru diketahui Arshi dan Rezki bernama Ida Ayu Retno biasa dipanggil Dayu oleh suaminya yang bernama I Gede Putu Wijaya itu semakin menunjukkan kasih sayangnya sebagai orangtua kepada anaknya kepada Arshi dan Rezki. Mereka diperlakukan sangat baik bahkan Nenek dan Kakek memberikan pakaian ganti untuk pasangan suami istri itu setiap harinya dengan baju-baju mereka ketika masih muda. Arshi baru saja membantu Nenek Dayu mencuci pakaiannya dan perabot rumah tangga sehabis memasak, juga piring dan gelas di pancuran bawah air terjun belakang rumah, setelah selesai dia berdiri di jembatan kayu yang menghubungkan pintu dapur dan hutan di belakangnya.
Kondisi Rezki dan Arshi memang sudah membaik dengan meminum dan membalurkan obat-obatan herbal yang didapat dari hutan sekitarnya setiap harinya. Hari ini Rezki dan Arshi bersiap untuk melakukan perjalanan ke kampung sebelah gunung yang mengelilingi rumah Kakek dan Nenek itu, mereka bertekad untuk segera kembali ke kota dengan menumpang kendaraan yang mengangkut hasil pertanian dan perkebunan masyarakat di sana.
"Sayang, yuk kita berangkat!" Ajak Rezki sembari menggandeng tangan istrinya.
"Kita pamit dulu sama Kakek dan Nenek Yank. " Arshi menarik tangan suaminya untuk mencari keberadaan kedua orangtua yang telah menampungnya itu.
Mereka berdua menghampiri Nenek Ida Ayu Retno dan Kakek I Gede Putu Wijaya yang sedang memasang bubu untuk menangkap ikan di belakang rumah.
"Kek, Nek kami pergi dulu ya, terimakasih banyak atas semua kebaikan kalian yang sudah mau menampung kami selama disini." Ucap Arshi lalu mencium punggung tangan pasangan suami istri yang sudah renta itu.
Rezki juga melakukan hal yang sama dengan istrinya, lalu meninggalkan sepatu dan jasnya supaya bisa mengenali mereka jika suatu saat nanti bertemu kembali. Dia sangat prihatin menyaksikan sendiri kehidupan survival mereka dikaki gunung ditepi hutan yang jauh sekali dari keramaian. Rezki berniat apabila dia sudah sampai ke kota nanti untuk membantu kedua orangtua itu mencari keberadaan anaknya, yang bernama Raditya Dika Putu Wijaya dengan berbekal foto masa kecilnya. Sebenarnya dari hari pertama Rezki sudah berusaha mengirim sinyal SOS kepada papanya namun karena disana benar-benar tidak ada sinyal sama sekali, bantuan yang sangat diharapkan oleh Rezki pupus sudah. Dia terpaksa harus berusaha sendiri bersama istrinya untuk menemukan jalan keluar bersama dengan berjalan menuju kampung yang cukup jauh dari sana.
Pasangan suami istri itu mulai berjalan menyusuri jalan setapak yang biasa di lewati Kakek dan Nenek untuk pergi ke hutan. Dengan bekal seadanya berupa singkong dan ubi rebus yang mereka makan hampir setiap hari selama tinggal di rumah Kakek I Gede Putu Wijaya dan Nenek Ida Ayu Retno. Sebab disana tidak ada padi untuk dijadikan beras sebagai bahan utama memasak nasi. Mereka beristirahat ditepi sungai ketika matahari sudah mulai condong ke barat.
"Kita mandi baru sholat ya Sayang." Rezki langsung melepaskan pakaiannya lalu menceburkan dirinya ke sungai yang airnya sangat jernih itu hingga terlihat ikan-ikan yang berenang kesana kemari berkejar-kejaran.
Foto Rezki lagi mandi anggap aja lagi disungai ya, hehehe author halu.
Arshi menganggukkan kepalanya dengan lemah, tiba-tiba dia merasakan kepalanya sangat sakit, pandangannya mulai gelap dan setelah itu dia langsung tergeletak begitu saja diatas pakaian suaminya. Rezki yang mandi sambil berusaha untuk menangkap ikan disungai sebagai menu makan sore menjelang malam mereka, dia tidak menyadari kondisi istrinya. Seusai mandi dan mendapatkan ikan buruannya dia mengumpulkan ranting untuk membakarnya, sambil bernyanyi lagu yang menggambarkan curhatan hatinya yang sudah sebulan tidak bisa bercinta dengan istrinya Rezki mulai mematikkan api dengan batu yang didapatnya.
๐ฟAngka Satu๐ฟ
Masak, masak sendiri
Makan, makan sendiri
Cuci baju sendiri
Tidurku sendiri
Cinta aku tak punya
Kekasih pun tiada
Semuanya telah pergi
Tak tau kemana
Hidup serasa kaku
Bagaikan angka satu
Meranalah kini merana
Masak, masak sendiri
__ADS_1
Makan, makan sendiri
Cuci baju sendiri
Tidurku sendiri
Aduh, duh... duh...duh...duh... duh...
Ingin rasanya diriku
Bercinta seperti dulu
Tapi kutakut gagal lagi
Aduh, duh...duh...duh...duh...duh...
Kemana harus kemana
Diriku membuang sepi
Yang selalu menyiksa diri
Atau kurelakan begini
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Setelah api menyala dia membakar ikan diatasnya dengan kayu yang dibuatnya seperti tiang diantara kedua sisinya. Rezki menoleh ke arah istrinya, dia tersenyum melihatnya berbaring beralaskan bajunya, dia mengira wanita yang sangat dicintai itu hanya tertidur akibat kelelahan. Setelah ikan yang dibakarnya matang, Rezki menghampiri istrinya untuk membangunkannya.
"Sayang, bangun Sayang, ikannya sudah siap dimakan." Rezki menepuk pelan pipi istrinya.
"Sayang, bangun Sayang, kamu kok tidurnya nyenyak banget sich?" Rezki menciumi seluruh wajah istrinya.
Tetap tidak ada respon dari Arshi, Rezki yang mulai khawatir memeriksa denyut nadi istrinya dengan memegangi tangannya lalu menaruh kepalanya di dada kekasih halalnya itu untuk mendengarkan detak jantungnya.
Ya Allah apa yang harus kulakukan, denyut nadi dan detak jantung istriku sangat lemah.
Rezki kembali membaringkan tubuh istrinya dengan hati-hati lalu memberikan nafas buatan dengan metode CPR, dia juga menyeka wajah kekasih halalnya itu dengan air dingin yang diambilnya langsung disungai agar cepat sadar bila terkena air, begitulah yang ada dipikirannya. Arshi mulai membuka matanya setelah hampir satu jam Rezki berusaha menolongnya dengan segala kemampuannya.
"Alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga Sayang." Rezki langsung merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukannya.
"Yank aku haus." Lirih Arshi dalam rengkuhan suaminya.
Rezki melepaskan pelukannya lalu mencari daun buat dijadikan tempat untuk mengambil air disungai. Setelah itu dia memberikan kepada istrinya, Arshi langsung meminumnya dari tangan suaminya yang terus memeganginya.
"Ini aku udah bakar ikan Sayang, kita makan sama-sama ya." Rezki menyuapi istrinya dengan tangan kanannya lalu ikut memakannya sambil menikmati pemandangan yang indah disekitarnya.
"Hari udah mulai gelap Yank, apa kita harus bermalam di sini?" Arshi menatap suaminya dengan sendu.
"Iya Sayang, besok pagi baru kita lanjutkan perjalanan." Rezki menganggukkan kepalanya.
Setelah menjamak sholat zuhur dan ashar tadi perjalanan ketika dihutan, pasangan suami istri itu juga menggabungkan sholat maghrib dan isya, baru mereka beristirahat. Ditepi sungai yang cukup deras itu Rezki mendekap erat istrinya dalam pelukannya karena Arshi menggigil kedinginan akibat hujan yang mulai turun membasahi bumi.
"Yuk kita cari tempat bernaung Sayang, aku gak mau hipotermia kamu kumat lagi." Rezki menggendong istrinya dibelakangnya.
__ADS_1
Dia melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak untuk mencari rumah penduduk setempat setelah menyebrangi sungai yang arusnya semakin deras akibat hujan yang juga semakin deras. Rezki mengeratkan pegangannya di paha istrinya supaya tidak jatuh ketika menaiki dan menuruni jalan setapak yang cukup licin akibat hujan. Sesampainya di perkampungan Rezki bingung harus kemana, dia melihat ada sebuah bangunan kecil bertuliskan PUSKESMAS. Dia melangkahkan kakinya menuju kesana, lalu mendudukkan dirinya dan istrinya di kursi panjang yang ada diteras PUSKESMAS itu. Rezki mendengar ada suara orang didalam sana dengan penerangan minim cahaya berasal dari lampu emergency, dia beranjak lalu mengetuk pintunya.
Tok...tok...tok...pintu diketuk dari luar seorang laki-laki tampan dengan kemeja putih dan jas putih khas Dokter keluar membukakannya, didepan Rezki Dokter itu menampilkan sifat dinginnya.
"Assalamualaikum, permisi bisakah kami masuk kedalam? Istriku mengalami hipotermia." Ujar Rezki dengan tatapan memohon.
Sebelumnya Rezki tidak pernah meminta belas kasihan kepada siapapun, namun demi wanita yang sangat dicintainya itu dia rela melakukan apa saja termasuk memohon demi keselamatannya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silahkan masuk! Cepat baringkan dia diatas ranjang!" Perintah Dokter itu dengan wajah datarnya.
Rezki langsung menggendong istrinya lalu membaringkannya di atas bed pasien. Dia juga terlihat menggigil kedinginan karena baju dan celana yang dipakainya basah semua akibat kehujanan. Dokter itu memperhatikan Rezki dari atas kebawah lalu memanggil perawat yang biasa membantunya.
"Rasti cepat kesini!" Serunya sembari memeriksa keadaan Arshi dengan stetoskop nya.
"Ada yang bisa saya bantu Dokter Arya?" Tanya perawat yang bernama Rasti itu dengan nada manja lengkap dengan pakaian seksinya.
"Cepat ambilkan baju ganti untuk mereka berdua sekalian rebuskan air untuk mandinya." Ujar Dokter Arya tanpa menoleh sedikitpun kepada Rasti karena sudah biasa dengan sikap menggodanya.
Perawat Rasti memang selalu berpakaian seksi disetiap kesempatan karena dia berniat untuk menaklukkan hati Dokter Arya yang selalu bersikap dingin kepadanya semenjak kedatangannya di desa yang sangat terpencil itu. Sebenarnya Dokter Arya Suta bukan tidak tertarik kepada lawan jenisnya namun dia sangat trauma dan patah hati dengan mantan tunangannya yang selingkuh didepan matanya, itulah yang membuatnya bersikap dingin terhadap wanita.
"Baik Dokter!" Rasti mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Rezki yang menurutnya sangat tampan." Mari ikut saya Bli!" Ajaknya sembari menarik tangan Rezki untuk mengikutinya.
"Lepaskan!" Rezki menepis tangan Rasti." Saya mau melihat apa yang dilakukan Dokter pada istri saya." Rezki kembali ketempatnya semula.
Dia berdiri disamping bed pasien istrinya sembari melipat kedua tangannya diatas dada.
"Saya hanya memeriksanya bukan berbuat asusila." Ketus Dokter Arya sambil berlalu pergi dari hadapan Rezki karena kesal niat baiknya justru disalah artikan.
Dasar posesif!" Geramnya sembari mengatupkan mulutnya.
Perasaan aku pernah bertemu wanita cantik ini waktu di rumah makan ketika aku ke Kalimantan beberapa bulan yang lalu, saat itu dia dalam keadaan menangis dan berjalan mundur hingga menabrakku." Batinnya sembari melangkahkan kakinya menuju ruangannya.
Rezki merapikan baju istrinya yang sedikit terbuka dibagian dada sehabis diperiksa oleh Dokter Arya tadi. Dia paling tidak rela ada laki-laki lain yang berani menyentuh istrinya baik sengaja maupun tidak, namun karena terpaksa akibat situasi dan kondisi darurat sebab tidak ada lagi Dokter wanita saat ini Rezki terpaksa merelakan.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Sementara itu dikediaman Riki Pratama tampak Radi duduk sambil memangku laptopnya untuk melacak sinyal dari jam tangan yang selalu dipakai Rezki, sekaligus mengerjakan tugasnya menghandle semua pekerjaan yang ditinggalkan bosnya itu. Sejak satu bulan yang lalu Riki dan Radi berusaha mencari keberadaan Rezki dan Arshi dengan mengerahkan semua anak buahnya yang ada dilapangan. Riki dan Radi juga sudah melacak jejak kepergian Rezki sampai ke hutan yang pernah didatanginya sewaktu menyelamatkan Arshi namun tetap nihil hasilnya karena tidak ada apapun yang bisa dijadikan sebagai tanda keberadaan anak menantunya itu.
Sedangkan Dokter Hasan dengan segala keahliannya sebagai hacker juga tidak bisa menemukan keberadaan Arshi dan Rezki yang memang sangat jauh dari jangkauan sinyal apapun. Rencana pernikahan Arsha dan Wava pun terpaksa ditunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Khardha sendiri hampir setiap hari siang dan malam menangis mengingat anak menantunya yang entah dimana berada. Dia selalu mendoakan semoga Arshi dan Rezki baik-baik saja, semua detektif yang disuruh ikut mencari mereka hampir putus asa, namun Khardha yakin bisa bertemu kembali dengan anak menantunya itu.
"Sayang jangan pernah berhenti mencari Arshi dan Rezki, karena feeling ku mengatakan mereka masih hidup." Pinta Khardha kepada suaminya yang sedang berdiskusi dengan para detektif suruhannya lewat virtual account.
"Iya Sayang, kamu tenang aja ya!" Dokter Hasan menggenggam erat tangan istrinya.
Dia juga mempunyai feeling yang sama, itulah sebabnya pencarian Arshi dan Rezki tetap dilanjutkan.
Bersambung....
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tunggu aja ya episode berikutnya!
__ADS_1
Hai teman-teman jangan pernah bosan memberikan dukungan kalian ya melalui vote, like, komen, koin, dan rate bintang lima nya.
Semoga selalu terhibur dengan karya author receh ini, salam sayang selalu.