
Happy reading guys!
Perayaan pesta penyambutan dan ulang tahun dilanjutkan dengan memotong kue, yang memang sengaja tidak ada acara tiup lilin sebab Dokter Hasan tidak menyukainya. Arshi memberikan potongan kue pertamanya kepada Mamahnya, yang kedua untuk Papahnya dan ketiga buat kekasih halalnya, suami tercinta Rezki Aditya Pratama.
"Makasih Sayang atas semuanya, aku gak nyangka kalau hari lahir kita sama." Ucap Rezki lalu mencium kening istrinya cukup lama.
"Aku juga baru tau Yank, ternyata kita seumuran ya." Arshi mengulas senyum manisnya yang pasti akan membuat Rezki semakin tergila-gila padanya.
"Jangan terlalu mengumbar kemesraan di depan kami, di sini masih banyak yang jomblo!" Seru Wavi dan Radi serempak.
"Makanya cepetan nikah!" Ujar Rezki sembari merangkul pinggang istrinya.
"Tunggu aja undangannya tahun depan!" Wavi dan Radi menyahut dengan kompak.
"Beneran Lo berdua mau nikah tahun depan? Sama siapa? Emang udah ada ceweknya?"Cecar Rezki tanpa jeda.
"Iya, sama orang yang gue suka lah." Radi melirik ke arah Dira.
"Kode keras tuh!" Seru Rezki karena langsung mengerti siapa yang maksud Radi.
"Lo sendiri mau nikah sama siapa Vi?" Arshi menimpali sambil melirik ke arah Lida.
"Doain aja kalau ada yang mau." Jawab Wavi dengan ambigu seraya tersenyum kearah Lida.
"Ya udah yuk kita makan hidangan yang sudah mamah siapkan!" Ajak Khardha kepada semuanya.
Semua orang dengan senang hati mengambil makanan yang tersaji di meja secara bergantian, Arshi justru menghindar dari keramaian dengan duduk di balkon yang menghubungkan antara ruang makan dan pemandangan taman rumah sakit yang terlihat dari atas tempatnya duduk. Taman yang tampak asri dengan pepohonan hijaunya dan bunga-bunga warna-warni yang sangat indah dipandang mata. Rezki mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, untuk mencari kekasih halalnya itu.
Kamu kemana Sayang? Baru aja kutinggal sebentar ke toilet udah menghilang dari pandangan mataku."Batinnya sembari mengusap wajahnya.
"Mah liat Arshi gak?" Tanya Rezki sembari mengambil makanan untuknya dan istrinya.
"Tuh lagi santai di balkon samping kamu." Tunjuk Khardha sambil menuangkan air minum untuk menantunya itu.
"Makasih ya Mah." Ucap Rezki lalu membawa makanan dan minumannya.
Rezki Melangkahkan kakinya untuk menghampiri istrinya, lalu mendudukkan dirinya di samping wanita yang sangat dicintainya itu, setelah meletakkan gelas dan piring berisi nasi lengkap dengan lauk pauknya diatas meja yang ada didepannya.
"Makan dulu Sayang, aaa." Rezki mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut istrinya.
Arshi menutupi mulut dan hidungnya dengan tangannya sambil menggelengkan kepalanya.
"Jauhin Yank aku gak kuat nyium aromanya, kamu makan sendiri aja sana didalam sama yang lain!" Tolak Arshi lalu bergegas beranjak dari duduknya menuju kamar mandi yang ada didalam kamarnya.
Arshi tiba-tiba merasa mual ketika mencium aroma makanan yang dibawa suaminya, Rezki menjadi bingung dibuatnya. Dia segera menyusul istrinya ke kamar mandi karena khawatir akan kondisinya.
Hoek...hoek...Arshi kembali memuntahkan apa yang baru saja masuk ke dalam perutnya, Rezki memijit tengkuk istrinya dengan lembut, lalu menuntunnya ke sofa yang ada dalam kamar itu, setelah Arshi selesai membersihkan mulutnya diwastafel kamar mandi.
"Kalau kamu gak bisa mencium aroma makanan terus gimana mau makan Sayang? Kamu sama baby kan juga perlu nutrisi supaya sehat." Rezki mengusap kepala istrinya yang memejamkan matanya sambil berbaring di pangkuannya.
"Aku mau makan asal semuanya berwarna hijau Yank." Sahut Arshi sambil bangun dari tidurannya.
"Kamu lagi ngidam all green Sayang? Baiklah nanti kita makan di green cafe aja ya." Rezki menangkup wajah istrinya lalu menggesekkan hidungnya ke hidung kekasih halalnya itu.
Arshi memejamkan matanya karena merasa geli dengan apa yang dilakukan suaminya, Rezki menahan tengkuk istrinya lalu menempelkan bibirnya ke bibir ranum wanita yang sangat dicintainya itu, lidah mereka saling membelit satu sama lain. Tangannya mulai masuk ke dalam baju yang dipakai istrinya lalu melepaskan pengait bra nya, dengan perlahan tapi pasti Rezki menelusuri setiap inci bagian tubuh kekasih halalnya itu. Dia juga melepaskan bajunya kesembarang arah, namun ketika permainan mereka sudah hampir ke intinya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.
Tok...tok...tok...Pintu diketuk dari luar oleh Khardha yang tidak tahu anak menantunya sedang dalam posisi klasik misionarisnya.
"Arshi, Rezki keluar dulu Sayang, teman-teman kalian lagi nyariin!"Seru Khardha sambil menempelkan telinganya di daun pintu.
"Iya Mah, sebentar lagi kami keluar!" Sahut Arshi mewakili suaminya yang menekuk wajahnya karena kesal hasratnya yang sudah diubun-ubun terpaksa harus ditunda." Sabar Yank nanti kita lanjutkan lagi ya." Arshi membelai wajah suaminya dengan lembut ketika menangkap raut kekecewaan sekaligus kesal dimatanya.
"Kita pulang ke rumah kita sendiri aja ya Sayang disini banyak gangguan, apalagi kamar kamu juga gak kedap suara." Rezki memunguti bajunya lalu masuk ke dalam kamar mandi sambil menghentakkan kakinya.
Arshi mengikutinya dari belakang lalu memeluk tubuh suaminya dibawah shower berusaha untuk meredam emosinya. Rezki membalikkan badannya kemudian mendudukkan dirinya di tangga tempat naik kedalam bathtub lalu memangku istrinya dengan posisi saling berhadapan.
"Berikan aku goyangan paling hot Sayang." Bisik Rezki dengan nada sangat menggoda.
"Tapi diluar banyak yang nungguin kita Yank." Tolak Arshi dengan lembut.
"Sebentar aja Sayang aku udah gak tahan." Rezki langsung memasukkan king cobra nya kedalam lubang persembunyiannya.
Arshi terpaksa menuruti kemauan suaminya karena sudah terlanjur basah jadi menyelam aja sekalian, mereka akhirnya tenggelam dalam lautan kenikmatan yang selalu membuat candu bagi setiap orang.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Seusai mandi plus bercinta kilatnya Arshi dan Rezki keluar dengan pakaian yang sudah rapi.
"Kalian berdua udah rapi aja, emangnya mau pulang sekarang?" Tanya Khardha sembari menatap anak dan menantunya itu.
Semua orang mengalihkan pandangannya ke arah pasangan suami istri itu, keduanya tampak memakai pakaian serasi dengan warna dan motif yang senada.
"Iya." Jawab Rezki mewakili istrinya yang sedang mengambil minuman rasa melon dan kue rasa green tea yang disediakan mertuanya.
"Ini Yank minuman sama kue nya, aaa!" Arshi menyuapi suaminya.
Rezki menerimanya dengan senang hati, lalu mencium pipi istrinya di depan teman-temannya yang asyik memainkan handphonenya.
"Radi bisa gak anterin kami ke green cafe?" Rezki menatap ke arah Radi yang sedang asyik merayu Dira dengan kata-kata recehnya.
"Dira kamu tau gak bedanya jam enam pagi sama jam 12 siang?" Tanya Radi seraya tersenyum penuh arti.
"Memangnya apa bedanya?" Dira balik bertanya.
"Bedanya kalau jam enam itu kepagian, jam dua belas kesiangan tapi kalau aku butuh kepastian." Jawab Radi sembari mengedipkan sebelah matanya." Dira aku juga punya lagu khas Banjar buat kamu, mau dengar gak?" Radi menaikturunkan alisnya.
"Boleh, coba aku mau dengar gimana lagunya." Dira menatap Radi sambil menumpu dagunya dengan tangannya.
Radi lalu memperdengarkan lagu khas Banjarmasin by Aam dari handphonenya.
🌿 Pantun Cinta 🌿
Ujar habar piyan banyak baiwak
Tapi saikung piyan kada mawadi
Ujar habar piyan banyak nang handak
-
Dasar bujur kaka banyak baiwak
Tapi sanghaja kaka kada mawadi
Biar saribu gadis ada nang handak
Ikam jua adingai nang kusayangi
-
Buah tiwadak kaka ai marimbun daun
Bila masak kaka ai gugur katanah
Biar pang piyan handak batahun-tahun
Ulun ini kaka ai masih sakulah
-
Ampar tikar adingai di dalam jukung
Siapa jua kaina marabahinya
Rambut ikal adingai mamak dihujung
Kaka jua kaina manampahinya
-
Buat apa kaka ai barambut panjang
Kalau lah tidak sampai ke mata kaki
__ADS_1
Buat apa piyan ba kata sayang
Kalau lah tidak sampai ka dalam hati
-
Beribu-ribu adingai bintang di langit
Hanya satu adingai nang bacahaya
Biar saribu sayangai gadis nang cantik
Ikam jua sayangai nang aku cinta
-
Akar pisang kaka ai gadang nya layu
Kamana jua kaina marabahakan
Dasar piyan kaka ai pintar marayu
Membuat hati ulun kada karuan
-
Dimapa akal adingai malimbai lunta
Akar manggis sayangai bakulilingan
Dimapa akal kada manaruh cinta
Ikam nang manis adingai tarus tabayang
-
Bila jaruju kaka ai akar jumampai
Ari-arinya kaka ai dadaian kain
Bila jodoh kita sudah pang sampai
Dipalaminan kita jadi pengantin
🌿🌿🌿🌿🌿
Ehemm... ehemm... Rezki berdeham seraya tersenyum menatap Radi yang mengungkapkan perasaannya lewat pantun dan lagu.
"Asyik tarik mang!" Seru Wavi yang ikut mendengarkan lagunya." Gimana kalau kita ngumpul lagi nanti sekalian barbaque dirumah Rezki sama Arshi? Kan asyik tuh bisa sambil menyanyikan lagu-lagu kesukaan kita semua melalui petikan gitar punyanya Rasya." Wavi mengusulkan kepada teman-temannya yang sibuk dengan handphonenya masing-masing.
"Setuju!" Seru Radi dengan mengangkat tangan kanannya.
"Yang lain gimana?" Wavi menatap teman-temannya secara bergantian.
"Gue ngikut aja." Jawab Arsha dan Wava serempak.
"Lo pada mau bikin acara dirumah gue, tapi gak izin dulu sama orangnya dasar gak ada akhlak!" Kesal Rezki sambil melempar bantal sofa kemuka Wavi.
"Kami gak perlu izin dari Lo sebab Arshi pasti ngizinin! Iya kan Shi?" Wavi menaik-turunkan alisnya.
"Terserah kamu aja Yank." Arshi menggenggam tangan suaminya yang menekuk wajahnya karena kesal dengan Wavi yang berkata seenaknya.
"Pokoknya acaranya jangan dalam waktu dekat ini, Arshi masih mengalami morning sicknees, gue mohon pengertiannya." Jujur Rezki menjelaskan alasannya kenapa tidak setuju dengan rencana Wavi.
🌿🌿🌿🌿🌿
Bersambung....
Hai teman-teman maaf ya telat up lagi, harap maklum ya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin, dan rate bintang lima nya.
Belajarlah untuk menghargai karya orang lain, mari saling mendukung.
__ADS_1