
Happy reading guys!
Setelah sampai di halaman rumahnya, Rezki dan Arshi mengerutkan keningnya menatap sekelilingnya yang tampak lengang karena semua anak buahnya yang biasa berjaga-jaga di sekitarnya tidak nampak batang hidungnya.
"Kemana semua pekerja di rumah ini Yank?" Arshi melirik kearah suaminya yang sudah berdiri di sampingnya.
"Aku juga gak tau Sayang." Rezki mengangkat bahunya lalu mengulurkan tangannya untuk membantu istrinya keluar dari mobilnya.
Arshi menyambut uluran tangan suaminya dengan menyerahkan timun suri yang ada di pangkuannya.
"Loh kok malah timun suri nya yang dikasihkan ke aku? Aku tuh mau bantuin kamu berdiri Sayang." Rezki langsung menyerahkan kepada Aspi yang berdiri di sampingnya." Bawa masuk kedalam rumah!" Perintahnya sambil berjongkok untuk membantu istrinya beranjak dari duduknya.
"Yank perut dan pinggangku kram." Keluh Arshi sambil memegangi perut dan pinggangnya.
Rezki langsung menggendong tubuh istrinya lalu melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah. Namun ketika berada di depan pintu masuk utama rumahnya mereka berdua dikejutkan oleh orang-orang yang ada di sana.
"Surprise!" Seru mereka semua serempak.
Rezki dan Arshi sangat terkejut dibuatnya hingga tanpa sadar Arshi terlempar dari gendongan suaminya, dia memejamkan matanya karena sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. CEO tampan itu dengan sigap meluncur ke lantai untuk menopang tubuh istrinya lalu merengkuhnya ke dalam pelukannya.
"Arshiiiiiii!" Teriak Khardha sambil berlari ke arah anak perempuannya itu.
"Kamu gak papa kan Sayang?" Rezki menatap wajah istrinya yang tampak sangat pucat.
"Iya." Lirih Arshi sambil membuka matanya perlahan.
"Syukurlah kalau begitu." Rezki menghela nafasnya lega." Siapa yang merencanakan semua ini?" Tanyanya sembari menatap tajam kearah semua orang yang ada di sana.
Riki Pratama dan Dokter Hasan segera membantu anak menantunya itu untuk berdiri.
"Memangnya kenapa? Kamu mau marah sama orang yang telah merencanakan kejutan ini?" Riki balik bertanya sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
"Yank gak usah marah nanti batal puasanya. Feelingku mengatakan Papa yang merencanakan semua ini." Bisik Arshi dengan nada sangat lembut untuk meredam emosi suaminya itu.
Rezki menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya maju ke depan untuk memeluk papanya.
"Assalamualaikum. Maafin aku ya Pa, makasih untuk semuanya." Ucap Rezki sambil memeluk erat tubuh orangtuanya itu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Iya gak papa. Sama-sama Papa juga minta maaf karena sudah mengejutkan kalian berdua." Riki mengusap punggung anak semata wayangnya itu lalu beralih kepada menantunya." Syukurlah kamu sama cucu-cucu Papa gak kenapa-napa." Ucapnya sambil mengelus perut buncit Arshi." Kalau sampai terjadi sesuatu sama kalian semua, Papa gak akan pernah bisa memaafkan diri sendiri." Ujarnya sembari menatap sendu kearah menantunya itu.
"Memangnya ini acara apa Pa?" Rezki mengerutkan keningnya menatap wajah papanya yang sangat mirip dengannya itu.
Riki menarik tangan anaknya itu lalu Rezki menggandeng tangan istrinya supaya ikut serta dengannya.
"Tasyakuran tujuh bulanan!" Serunya sambil melongo melihat dekorasi yang ada di sana." Maafin aku ya Sayang karena lupa usia kandungan kamu yang sekarang." Ucapnya sembari menatap lekat wajah cantik istrinya lalu berjongkok untuk menciumi perutnya." Kalian berdua yang pintar didalam sana, jangan bikin Mamah sakit lagi ya." Rezki mengajak baby twins nya bercengkrama sambil terus menciumi perut istrinya.
"Iya Pah." Arshi menirukan suara anak kecil.
Rezki segera berdiri lalu berbisik di telinga istrinya.
"Jangan menggodaku dengan suaramu itu Sayang, kita masih puasa." Ujarnya sambil merangkul pinggang istrinya.
"Maafin kami semua ya." Ucap Khardha mewakili semua orang." Kami hanya ingin membuat pesta syukuran tujuh bulan kehamilan Arshi dan Wava sekalian bukber." Ujarnya sembari menatap wajah anak menantunya itu.
"Iya Mah, gak papa kok." Arshi mengulas senyum manisnya.
"Makasih ya semuanya, karena kalian semua begitu perhatian sama istriku dan baby twins yang ada dalam kandungannya ini." Ucap Rezki sambil mengelus-elus perut istrinya.
"Istri gue juga." Timpal Arsha tidak mau kalah dengan apa yang dilakukan iparnya itu.
__ADS_1
"Iya sama-sama." Sahut mereka semua serempak seraya tersenyum menatap kedua pasangan itu.
"Tapi Lo gak dendam kan Bro?" Radi menaikturunkan alisnya menatap ke arah Rezki.
"Gue akan bikin perhitungan sama kalian semua!" Jawab Rezki sambil menunjuk ke arah teman-temannya satu persatu.
"Kayaknya kita semua harus siap siaga nich." Ujar Wavi sambil merangkul bahu istrinya.
Hahaha... Semua orang tertawa mendengar apa yang dikatakan Rezki dan Wavi, hingga suasana yang awalnya sangat serius menjadi terasa hangat penuh kekeluargaan.
Setelah semua orang duduk rapi di tempatnya masing-masing, Dira membacakan susunan acara tasyakuran tujuh bulanan itu.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucap Dira sambil memegangi mikropon dan kertas susunan acara.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua orang yang ada di sana serempak.
"Baiklah semuanya saya akan membacakan susunan acara tasyakuran tujuh bulanan Arshi dan Wava hari ini sebagai berikut:
1- Pembukaan.
2- Pembacaan ayat suci Al-Qur'an.
3- Sambutan.
4- Tausyiah.
5- Zikir bersama sebelum berbuka puasa.
6- Pembacaan doa.
7- Buka bersama.
8- Sholat Maghrib, isya, tarawih dan witir berjamaah.
.
10- Makan malam.
"Demikianlah susunan acaranya. Untuk mempersingkat waktu mari kita mulai dengan acara yang pertama yaitu pembukaan dengan membaca Ummul Qur'an surah Al-Fatihah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِbismillāhir-raḥmānir-raḥīmDengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīnSegala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙar-raḥmānir-raḥīmYang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗmāliki yaumid-dīnPemilik hari pembalasan.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗiyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īnHanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīmTunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Rabbighfir lī wa li wālidayya. Aamiin." Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku.Aamiin.
"Acara selanjutnya pembacaan ayat suci Al-Qur'an surah Yusuf dan surah Maryam. Yang akan di bacakan oleh anak-anak panti asuhan yayasan keluarga besar Pratama. Waktu dan tempat kami persilahkan." Dira mempersilahkan kepada anak-anak Sholeh dan Sholehah itu sambil membantu mereka duduk berjejer rapi.
Lantunan ayat suci Al-Qur'an surah Yusuf dan Maryam sangat terdengar sangat merdu di telinga orang-orang yang mendengarnya dengan khusyuk. Sebenarnya tidak ada dalil yang mengkhususkan surah Yusuf dan surah Maryam harus dibaca ketika hamil.
Namun banyak orang percaya bahwa dengan membaca surat Yusuf saat hamil anak laki-laki, maka anaknya akan tampan dan soleh seperti Nabi Yusuf.
Begitupun ketika membaca surat Maryam saat hamil anak perempuan, dipercaya bahwa anaknya akan lahir sebagai anak yang cantik dan soleh seperti Siti Maryam ibunda Nabi Isa.
__ADS_1
Wallahu a'lam bishawab. ( والله أعلمُ) adalah “Dan Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatunya.
Setelah selesai pembacaan ayat suci Al-Qur'an dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Riki Pratama sebagai pimpinan panitia pelaksana tasyakuran tujuh bulanan menantunya dan keponakannya itu.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Ucapnya memulai sambutannya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua orang yang ada di sana.
"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua orang yang membantu terlaksananya acara ini, terutama kepada besan saya Khardha Sahara dan Dokter Hasan. Sebab tanpa dukungan dari mereka berdua acara ini tidak akan berjalan lancar seperti sekarang ini. Dan untuk kalian anak, menantu dan keponakanku yang sebentar lagi akan menjadi orang tua, semoga kalian semua bisa menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kalian nanti. Itu saja yang dapat saya sampaikan akhirukalam, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Riki Pratama mengakhiri sambutannya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab semua orang lalu bertepuk tangan.
Acara pun dilanjutkan sesuai dengan urutannya hingga akhirnya selesai sampai jam 22:00. Namun Radi, Dira, Wavi, Lida, Rasya, Tasya, Arsha dan Wava tidak langsung pulang, mereka justru berbincang-bincang tentang masalah larangan mudik lebaran saat ini. Sehingga membuat Rezki terpaksa mengurungkan niatnya untuk bermanja-manja dengan istrinya.
"Kasian ya orang-orang yang sudah lama gak bisa pulang kampung, terpaksa harus mengurungkan niatnya lagi karena larangan mudik dari pemerintah." Ujar Radi sambil meluruskan kakinya di lantai.
"Iya gue liat dan dengar di berita media elektronik maupun cetak banyak orang-orang yang nekat melakukan perjalanan mudik, terpaksa harus putar balik karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku." Rasya menimpali.
"Pantesan banyak orang yang melakukan Rapid test dan Swab antigen untuk perjalanan keluar daerah dalam bulan Ramadhan ini." Arsha ikut angkat bicara.
"Kemarin gue ada liat status teman berupa pantun tentang larangan mudik yang di parodikan oleh aparat kepolisian. Kalian semua mau tau gak apa pantunnya?" Wavi menaikturunkan alisnya menatap ke arah teman-temannya.
"Emang apa pantunnya?" Rezki mengangkat satu alisnya menatap ke arah sepupunya itu.
🌿"Makan nasi minumnya teh tarik.
Pak polisi izinkan kami mudik.
🌿"Ikan kembung bikin asam lambung.
Jangan mudik karena anda sudah kami kepung.
"Lucu ya pantunnya." Dira mengulas senyumnya.
Hingga larut malam mereka semua terus bercengkerama dari hal yang berfaedah sampai yang unfaedah.
Sedangkan Arshi dan Wava tampak sangat kelelahan hingga membuat mereka berdua tertidur sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
"Kalian semua mau nginap sekalian sahur disini?" Tanya Rezki sembari menatap ke teman-temannya.
"Iya." Jawab mereka semua serempak.
"Yaudah kalau begitu silahkan masuk ke kamar masing-masing, gue mau istirahat dulu." Ujar Rezki sambil menggendong tubuh istrinya.
Mereka semua akhirnya membubarkan diri lalu masuk kedalam kamar masing-masing, sebab rumah Rezki dan Arshi terdapat banyak kamar yang bisa menampung puluhan orang dalam satu ruangan.
Setelah sampai di kamar pribadinya yang terletak di lantai dua, Rezki membaringkan tubuh kekasih halalnya itu diatas tempat tidurnya lalu melepaskan pakaiannya satu persatu, kemudian menggantinya dengan baju tidur berbahan satin sutra supaya istrinya merasa nyaman dalam tidurnya.
Setelah selesai Rezki segera membersihkan dirinya lalu merebahkan tubuhnya di samping wanita yang sangat dicintainya itu. Dia mengecup kening kekasih halalnya itu lalu merengkuhnya ke dalam pelukannya. CEO tampan itu mulai memejamkan matanya hingga akhirnya terlelap dalam posisi seperti itu.
...☘️☘️☘️☘️☘️...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan semuanya bagi yang menjalankannya.
Semoga amal ibadah kita diterima Allah subhanna wata'ala, aamiin ya rabbal alamiin.
See you next time!
__ADS_1