
Happy reading guys!"
Sebulan kemudian Arshi yang sudah benar-benar sembuh dan pulih dari sakitnya kembali melakukan pekerjaannya sehari-hari sebagai seorang Dokter spesialis anak. Begitupula dengan Rezki yang semakin disibukkan dengan perusahaannya yang berkembang pesat baik dalam maupun luar negeri. Karena kesibukannya masing-masing intensitas pertemuan mereka juga makin berkurang hanya pagi sebelum berangkat dari rumah dan malam sesudah pulang kerumah. Rezki sebenarnya ingin sekali mengajak istrinya liburan namun karena pekerjaannya yang masih menumpuk akibat bisnis baru yang dikembangkannya terpaksa di urungkannya. Semenjak kehamilannya Arshi sebenarnya sangat mudah merasa kelelahan namun selalu ditutupinya karena tidak ingin mengganggu suaminya yang sering membawa pekerjaannya kerumah. Malam ini Arshi baru saja masuk kedalam rumahnya sehabis bersantai sendirian diterasnya, dia sengaja melewati Rezki yang duduk disofa sambil memeriksa berkas-berkasnya. Arshi berdiri di sampingnya sembari memegangi lehernya yang terasa kaku, Rezki beranjak lalu menyentuh tangan istrinya.
"Kamu kenapa Sayang? Ada yang sakit? Mau aku pijitin?" Tawar Rezki sembari memegangi tangan istrinya.
"Gak aku cuma pegel aja, kamu selesaikan aja pekerjaanmu, aku mau tidur." Arshi segera naik keatas menuju kamarnya.
Rezki ingin sekali menyusul istrinya namun karena bisnis perhotelan dan villa yang baru dirintisnya untuk hadiah ulangtahun pernikahannya, terpaksa dia mengurungkan niatnya.
Maafin aku Sayang, aku melakukan semua ini hanya untuk membahagiakanmu dan anak-anak kita nanti," batin Rezki sembari duduk kembali menghadapi laptopnya.
Arshi segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya. Dia membaringkan tubuhnya diranjang dan berusaha memejamkan matanya agar secepatnya masuk kedunia mimpinya, namun entah kenapa malam ini dia tidak bisa terlelap sedikitpun. Arshi akhirnya turun kembali menghampiri suaminya yang masih berkutat dengan pekerjaannya.
"Yank aku gak bisa tidur, kayaknya baby mau bobo ditemani papahnya." Arshi bergelayut manja dilengan suaminya.
"Sebentar ya Sayang, sedikit lagi semuanya rampung." Rezki mengusap kepala istrinya dengan lembut." Kamu baring disini aja dulu ya, nanti kalau ketiduran aku gendong kamu kekamar." Ujarnya sembari menepuk pahanya supaya istrinya berbaring disampingnya.
Arshi mengikuti apa yang dikatakan suaminya, Rezki mengelus-elus perut istrinya dengan satu tangannya, Arshi akhirnya terlelap dengan berbantalkan paha suaminya.
Tepat jam 24:00 Rezki menyelesaikan semua pekerjaannya. Dia segera membereskan semuanya lalu menggendong istrinya perlahan menaiki tangga menuju kamarnya. Rezki membaringkan tubuh istrinya diatas ranjang king size nya lalu menyelimutinya, dia segera kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya kemudian ikut merebahkan tubuhnya disamping istrinya. Seperti biasa sebelum tidur Rezki memandangi wajah wanita yang sangat dicintainya itu baru mengecup keningnya lalu memeluknya erat seakan tubuh istrinya itu gulingnya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Keesokan harinya setelah mandi lalu menunaikan sholat subuh berjamaah, berzikir, berdoa dan mencium punggung tangan suaminya, Arshi kembali mengalami morning sicknees, dia segera melepaskan mukenanya kemudian berlari kekamar mandi, Rezki bergegas menyusulnya lalu memijit tengkuknya perlahan untuk mengurangi rasa mualnya.
"Masih mual Sayang?" Rezki bertanya setelah melihat istrinya mencuci mulutnya.
Arshi menggelengkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, Rezki langsung menggendongnya kemudian membaringkannya diatas ranjangnya.
"Sayang selama hamil kamu selalu muntah-muntah, makannya juga sedikit banget, aku takut kamu sama baby kenapa-napa." Rezki menatap lekat wajah istrinya lalu mengelusi perutnya.
"Aku gak papa Yank, ini udah biasa terjadi sama bumil, kamu gak usah takut aku sama baby kenapa-napa yang penting kamu harus selalu siap jadi suami siaga, ok!" Arshi membelai wajah suaminya dengan lembut.
"Sayang kamu mau sarapan apa hari ini? Aku gak mau kamu berangkat ke rumah sakit dalam keadaan perut kosong." Rezki menangkup wajah istrinya lalu menciumi perutnya.
"Aku mau makan bubur ayam dekat persimpangan jalan menuju rumah sakit aja Yank, kalau kamu mau sarapan di rumah silahkan." Arshi beranjak dari tempat tidurnya untuk mengganti bajunya dan menyiapkan pakaian kantor suaminya.
__ADS_1
"Aku sarapan bareng kamu aja Sayang, kayaknya lama gak makan bubur ayam enak dech." Rezki memeluk istrinya dari belakang lalu menciumi tengkuknya.
"Udah Yank hentikan nanti kesiangan, kamu juga harus siap-siap." Arshi melepaskan pelukan suaminya lalu mengganti pakaiannya.
"Iya Sayang, aku juga siap-siap." Rezki segera memakai baju yang sudah disiapkan istrinya.
"Udah siap tuan putri Kharshi Setiawan? Pangeran Rezki Aditya Pratama siap mengantarkanmu ketempat tujuan." Rezki tersenyum lalu menggandeng tangan istrinya turun kebawah menuju garasi mobilnya.
Setelah membukakan pintu mobilnya untuk wanita yang telah mengandung buah cintanya itu Rezki bergegas berjalan memutari setengah mobilnya lalu duduk di kursi kemudinya. Dia memiringkan tubuhnya untuk mengecek sabuk pengaman istrinya sudah terpasang dengan benar apa belum. Arshi terkejut dengan tingkah suaminya, dia refleks memundurkan badannya sembari memejamkan matanya.
"Kamu mau aku cium Sayang?" Rezki menoel hidung istrinya." Aku cuma mau memeriksa seat belt punyamu sudah terpasang dengan benar apa belum." Rezki mengedipkan sebelah matanya lalu menyalakan mesin mobilnya.
Wajah Arshi merona bagaikan tomat matang dia segera memalingkan wajahnya kearah lain, pura-pura melihat pemandangan jalanan ibukota provinsi yang mulai ramai dibalik kaca jendela mobil suaminya.
"Kamu malu sama aku Sayang? Aku liat loh wajah kamu tadi merah kayak tomat matang." Goda Rezki sembari meraih satu tangan istrinya lalu menciuminya namun pandangannya tetap lurus kedepan.
"Udah jangan dibahas lagi Yank, aku udah laper banget cepetan baby nya nanti ikut kelaparan." Sergah Arshi seraya tersenyum melirik wajah suaminya yang langsung terlihat panik.
"Sabar ya Sayang sebentar lagi kita sampai." Rezki menginjak gas mobilnya dalam-dalam untuk menambah kecepatannya.
Rezki langsung mengurangi kecepatan mobilnya ketika mendengar suara istrinya yang menegurnya. Tidak lama kemudian sampailah pasangan suami istri itu didepan warung bubur ayam yang sangat terkenal itu. Setelah memarkirkan mobilnya Rezki menggandeng tangan istrinya memasuki warung bubur ayam. Mereka segera memesan dua porsi bubur ayam lengkap spesial dengan dua gelas teh hangat.
Setelah semuanya siap tersaji diatas meja mereka segera menikmati sarapan bubur ayamnya dengan lahap. Ketika asyik menyantap makanannya mereka dikejutkan dengan kehadiran Wava dan Wavi yang juga singgah diwarung itu, keduanya langsung duduk didepan mereka tanpa permisi terlebih dulu.
"Heyy lo berdua makan duluan disini gak ngajak-ngajak!" Seru Wavi sambil menggebrak meja.
Uhuk... uhuk...Arshi tersedak karena sangat terkejut.
"Minum dulu Sayang." Rezki langsung menyodorkan minuman untuk istrinya.
Arshi menerimanya lalu meminumnya sampai habis, dia meminta teh suaminya untuk menambah minumnya.
"Lo itu mikir gak sich Vi, kalau Arshi tersedak terus sesak nafas lalu pingsan gimana? Lo mau tanggung jawab kalau istri gue kenapa-napa?" Rezki meninggikan suaranya sembari menatap tajam kearah Wavi.
__ADS_1
"Sorry gue cuma becanda, lagian Arshi juga gak kenapa-napa kan!" Kilah Wavi berdalih untuk membela dirinya.
"Lain kali jangan suka ngagetin orang kalau lagi makan." Timpal Wava sembari menunggu pesanannya datang.
"Yaudah kami duluan ya Va, Vi, assalamualaikum." Pamit Arshi mewakili Rezki yang masih menatap tajam kearah Wavi sepupunya.
"Iya Shi, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Sahut Wava sembari menerima pesanan bubur ayamnya yang baru datang didepannya.
Setelah membayar makanan dan minumannya di kasir Rezki segera menggandeng tangan istrinya menuju parkiran mobilnya dan tidak lupa membukakan pintunya lalu memasang sabuk pengamannya. Rezki mendudukkan dirinya dikursi kemudinya, menghidupkan mesinnya lalu mengemudikan kendaraan roda empatnya itu membelah jalanan menuju rumah sakit untuk mengantar istrinya. Sesampainya di depan lobi sebelum turun Arshi menyalami suaminya lalu mencium punggung tangannya, Rezki juga tidak lupa mencium kening istrinya dan mengelus perutnya.
"Yang pintar ya sayang di perut mamah, jangan bikin mamah mual, muntah dan sakit lagi." Rezki mengajak bicara anaknya didalam kandungan istrinya lalu mencium perutnya yang baru berumur sebelas minggu itu.
"Yank minggu depan jadwal kontrol kandunganku, kayaknya udah bisa foto USG." Arshi mengusap kepala suaminya yang menciumi perutnya.
"Iya nanti aku usahakan untuk mendampingimu Sayang, kamu buat janji dulu sama Dokter Murni biar tau jam berapa nanti periksanya, supaya aku bisa menyesuaikan jadwalnya." Ujar Rezki sembari mengelus-elus perut istrinya yang mulai tampak membuncit.
"Kamu sekarang berubah Yank, udah gak mau lagi ngajak aku jalan-jalan, apa karena aku sekarang gendutan? Jadi kamu malu jalan sama aku, iya kan?" Arshi berkata dengan mata berkaca-kaca.
"Bukannya begitu Sayang, aku udah ada rencana ngajak kamu jalan-jalan sekalian liburan tapi berhubung kerjaan aku masih banyak banget terpaksa kita tunda dulu ya." Rezki merengkuh tubuh istrinya lalu membawanya ke dalam pelukannya.
"Beneran kamu gak bohong kan? Aku gak mau kamu php in aku Yank, apalagi bikin aku kecewa." Arshi mendongakkan kepalanya lalu mencubit perut sixpack suaminya.
Awww..."Iya Sayang aku gak ada niat untuk bohongin kamu apalagi ngecewain kamu, aku udah siapin semuanya sekalian honeymoon kita yang tertunda dan babymoon juga." Rezki menciumi seluruh wajah istrinya dan menempelkan bibirnya lebih lama dibibir ranum kekasih halalnya itu.
Tok...tok..tok...kaca mobil yang tidak tembus pandang dari luar itu diketuk oleh sekuriti yang berjaga di depan lobi.
"Maaf tolong secepatnya keluar atau parkirkan mobil anda sekalian diarea parkir." Ucap sekuriti itu dengan tegasnya karena tidak mengenali orang yang ada didalam mobil.
Rezki langsung melepaskan tautan bibirnya lalu merapikan rambut istrinya dan bajunya.
"Keluarlah Sayang, sore nanti aku jemput ya, kalau ada apa-apa segera hubungi aku." Rezki mengecup kening istrinya lalu membukakan pintu mobilnya.
"Ok Yank, hati-hati ya nyetirnya gak usah ngebut, utamakan keselamatan, assalamualaikum." Arshi mengingatkan lalu melambaikan tangannya.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Rezki menjawab salam lalu menganggukkan kepalanya
Dia melajukan kembali mobilnya menuju perusahaannya dengan perasaan bahagia karena melihat istrinya yang mau memakan sarapan bubur ayamnya tanpa memuntahkannya. Arshi berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ruangan prakteknya, dia langsung dihadapkan dengan orang tua pasien yang membawa anaknya sambil menunggunya di kursi yang ada didepan ruangannya. Arshi masuk kedalam ruangannya lalu mengenakan jas Dokternya, dia duduk kemudian mempersilahkan asistennya memanggil nomer antrian pasien-pasien nya.
Bersambung...
__ADS_1
Hai teman-teman semoga sehat selalu ya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui vote, like, komen, koin dan rate bintang lima nya.
Salam sayang selalu dariku author receh.