
Warning 21+ harap bijak dalam memilih bacaan.
Khusus untuk yang sudah menikah, bagi yang belum harap di skip aja ya!
Happy reading guys!
Hari yang sangat di nanti-nanti oleh Arsha, Wava dan keluarga besarnya akhirnya tiba. Hari ini Arsha akan mengikrarkan ijab-kabul untuk menghalalkan wanita yang selama ini bisa mencuri hatinya. Setelah selesai sholat subuh berjamaah di mesjid terdekat Arsha, papahnya, mamahnya dan Bi Tutik segera berangkat ke hotel mewah tempat acara ijab kabul akan dilaksanakan. Sepanjang jalan hingga sampai ke tujuan Arsha terus saja menghafalkan ijab-kabul yang akan diucapkannya di depan penghulu dan semua orang yang akan menyaksikannya nanti.
"Sha sebelum ganti baju kamu ambil wudhu terus sholat Sunnah dulu ya Nak." Ujar Khardha mengingatkan.
"Ingat selalu baca doa ini Sha." Ujar Dokter Hasan sambil memakai pakaian formalnya.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
"Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha ayat 25-28).
"Iya Mah, Pah terima kasih karena sudah mengingatkanku." Ucap Arsha sambil memakai kemeja putihnya.
-
Dikamar hotel yang lain tampak Wava telah dirias oleh pihak MUA profesional begitu juga dengan Mommy nya Dokter Selvi yang masih terlihat cantik diusianya yang tidak lagi muda.
☘️☘️☘️☘️☘️
Dikediaman Rezki Pratama. Tampak Arshi sedang merias dirinya sendiri didepan cermin dengan riasan flawless.
Rezki segera menghampiri istrinya yang baru selesai memakai gaunnya lalu membalikkan badannya.
"Sayang kamu kok cantik banget hari ini?" Rezki menatap istrinya dari atas kebawah tanpa berkedip.
"Berarti kemarin-kemarin menurutmu aku gak cantik?" Arshi memajukan bibirnya karena kesal mendengar pujian suaminya.
"Kemarin juga cantik Sayang, cuma hari ini jauh lebih cantik." Rezki mengulas senyumnya lalu mengambil jatah morning kiss nya hingga lipstik istrinya terhapus akibat ulahnya.
"Ishh lipstik aku hilang gara-gara kamu Yank!" Arshi menatap pantulan dirinya di cermin lalu kembali memoleskan lipstik dibibirnya.
"Ya udah yuk kita berangkat! Kalau kelamaan dikamar nanti aku bisa berubah pikiran Sayang." Rezki mengecup kening istrinya lalu menggandeng tangannya menuju mobilnya yang terparkir di garasi rumahnya.
Setelah membukakan pintu mobil untuk kekasih halalnya itu, Rezki berjalan memutari setengah mobilnya lalu mendudukkan dirinya di depan kemudinya. Dengan kecepatan sedang Rezki melajukan kendaraan roda empatnya itu menuju hotel milik papanya, tempat acara pernikahan Arsha dan Wava yang akan dilaksanakan dua jam lagi. Sesampainya di sana Rezki memarkirkan mobilnya di area parkir khusus untuk tamu VIP. Dia bergegas keluar lalu membukakan kembali pintu mobil untuk wanita yang telah mengandung buah cintanya itu.
"Jangan pernah jauh dariku hari ini Sayang, sebab aku gak mau ada orang yang memandangi bidadari surgaku ini lebih dari satu detik." Rezki merangkul pinggang istrinya dengan posesif." Ingat jangan suka tersenyum pada orang lain lebih dari satu menit, karena senyuman manismu hanya untukku." Ujarnya dengan menekankan kata-katanya.
"Kamu kok tambah posesif aja sich Yank!" Arshi menggelengkan kepalanya merasa tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan suaminya.
"Gak usah dipikirin yang penting kamu nurut aja sama suamimu ini!" Tegas Rezki tanpa mau dibantah.
Arshi menghela nafasnya dengan berat berusaha memaklumi sikap suaminya yang menurutnya sangat berlebihan.
-
Lida baru saja datang dengan dijemput oleh Wavi, mereka bertemu di dalam lift menuju tempat acara yang ada dilantai dua.
Kamu kok tambah cantik aja sich Shi? Padahal kamu kan lagi hamil." Batin Wavi sambil melirik Arshi sambil merangkul pundak Lida yang berdiri di sampingnya.
Tidak berselang lama datanglah Radi dan Dira yang baru masuk ke tempat acara.
Sebelum acara dimulai Arshi, Lida dan Dira, menghampiri Wava dikamar tempatnya didandani dan berganti pakaian, disana sudah ada Dokter Selvi dan Khardha yang tengah asyik bercengkrama bersama sambil menatap wajah cantik Wava yang akan menjadi ratu sehari itu.
"Assalamualaikum Mah, Tante." Sapa Arshi lalu mencium punggung tangan mamahnya dan Dokter Selvi secara bergantian begitupula dengan Lida dan Dira.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Khardha dan Dokter Selvi.
"Rezki mana Shi?" Tanya Dokter Selvi mendahului Khardha yang juga ingin menanyakan hal yang sama.
"Itu didepan pintu kamar ini Tante, mungkin ada hal penting yang harus dibicarakannya sama Radi." Jawab Arshi sambil berjalan mendekati Wava yang duduk di kursi depan meja riasnya.
"Woww Lo cantik banget Va!" Seru Lida dan Arshi serempak.
"Arsha pasti pangling banget liat Lo!" Arshi menangkup wajah sahabatnya itu, yang sebentar lagi akan jadi iparnya.
"Kalian berdua juga cantik banget hari ini." Balas Wava dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari bibirnya.
Sedangkan Dira hanya tersenyum dan menjadi pendengar setia setiap percakapan mereka yang ada didalam kamar itu. Sebab dia merasa tidak berhak ikut campur dengan keakraban keluarga atasannya itu.
-
Sementara itu di kamar lain Arsha baru saja selesai melaksanakan sholat Sunnah nya, tiba-tiba datang Wavi dan Rasya menghampirinya.
"Hey Bro gimana Lo udah siap! Sebentar lagi acara ijab-kabul nya akan dimulai." Wavi menepuk bahu Arsha seraya tersenyum penuh arti." Gue benar-benar gak nyangka Lo duluan dari kita-kita dapat jodohnya, sama saudara gue lagi!" Wavi menepuk kembali bahu Arsha yang sebentar lagi jadi iparnya itu.
Arsha hanya menanggapinya dengan senyuman yang penuh makna, tergambar jelas dimatanya kebahagiaan yang tiada terkira karena sebentar lagi akan bersanding dengan Wava wanita yang selama ini mencuri hatinya.
"Ya udah yuk kita ketempat acara!" Ajak Rasya sambil merangkul pundak Arsha sembari mempercepat langkahnya meninggalkan Wavi yang sibuk menerima telepon dari Dokter Wahyu Daddy nya.
"Kurang asem Lo Sya! Masa gue ditinggalin sich!" Kesal Wavi sambil memperlebar langkahnya.
-
Di depan pintu kamar tempat para wanita berada Rezki sedang berbicara serius dengan Radi.
"Lo harus pastikan acara ini harus berlangsung aman dan lancar, jangan sampai ada kekacauan yang terjadi selama acara berlangsung." Rezki menekankan kata-katanya.
"Gue udah memerintahkan kepada semua anak buah kita untuk selalu berjaga di setiap sudut hotel ini." Tegas Radi seraya mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.
"Tapi kenapa perasaan gue gak enak ya Bro?" Rezki menatap Radi sekilas lalu mengusap wajahnya.
"Lo tenang aja, gue pastikan semuanya akan aman terkendali." Radi menepuk pundak Rezki sambil terus waspada terhadap segala macam kemungkinan yang akan terjadi.
-
Sayup-sayup terdengar suara penghulu membimbing Dokter Wahyu untuk menjabat tangan Arsha kemudian mengucapkan ijab-kabul nya.
"Kharsha Setiawan saya nikahkan engkau dengan anak saya Wava Wicaksono binti Wahyu Wicaksono dengan maskawin seperangkat alat sholat, satu set berlian, dan rumah beserta isinya dibayar tunai." Dokter Wahyu menghentakkan tangannya dengan tatapan serius kepada Arsha.
"Saya terima nikahnya Wava Wicaksono dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Ucap Arsha dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?" Penghulu mengedarkan pandangannya.
"Sah...Sah!" Seru semua orang yang menyaksikannya.
"Alhamdulillah, sekarang silahkan bawa keluar mempelai wanitanya untuk menandatangani buku nikahnya." Perintah pak penghulu melalui micropon yang dipegangnya.
Arshi dan Lida segera menuntun Wava duduk di samping Arsha. Pasangan pengantin baru itupun menandatangani buku nikahnya, setelah itu Wava mencium punggung tangan Arsha yang sekarang sudah SAH jadi suaminya, Arsha mengulas senyumnya lalu memegangi ubun-ubun Wava sambil membaca doa untuk istrinya.
"Allahumma inni as'aluka min khairiha wa khairi ma jabaltaha 'alaihi. Wa a'udzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha 'alaihi
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Setelah itu Arsha mencium kening istrinya dengan penuh cinta.
Pak penghulu segera membacakan
Doa Setelah Akad
__ADS_1
Selepas pembacaan doa selesai Arsha dan Wava duduk di pelaminan dengan dekorasi warna biru putih sesuai keinginan mereka berdua.
Mereka berdua menerima ucapan selamat dari seluruh saudara, kerabat, keluarga besarnya, sahabat dan semua undangan yang hadir dalam ballroom hotel yang dapat menampung seribu lebih orang. Iringan musik dari band ternama pun terdengar jelas ditelinga mereka. Tiba-tiba saja Arshi menarik tangan suaminya ke atas panggung untuk menyanyikan sebuah lagu yang berjudul.
🌿 Barakkallah 🌿By Maher Zein
Disini kita hadir
Hati kita bahagia
Hari indah dua cinta
Untuk bersama
Bersama kita rayakan
Peristiwa tak terlupakan
Semoga cinta kan bertahan
selamanya
*
Angkat tangan dan berdoa
Seperti nabi kita
Ayo sama sama ucapkan
reff
Barakallahu lakukma Barakalaikuma wajama'a Bainakuma fil khoir 2x
Kini kau kan berbagi
Suka duka bersama
Bersama mengarungi hidup
Raih ridhoNya
Semoga Allah memberi
Berkah dan kesenangan
Dan anak yg mengisi rumah
Dengan tawa
*
reff
#Barakallah
Barakallah
Barakallah
Barakallah
Barakallahu Lakuumwalanaa
Barakallahu Lakuumwalanaa
Allah bariklawhuma
Allah Hadhum hubbahuma
Allah Solli wasallim a’la Rasulillah
Allah tub’alaina
Allah ihdhi khuthoona a’la sunnat nabiina
☘️☘️☘️☘️☘️
Tidak lama kemudian Wavi dan Lida juga naik keatas panggung menyumbangkan suaranya.
🌿Dia🌿By Anji
suatu hari tanpa sengaja kita bertemu
Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta
Hati ini kembali temukan senyum yang hilang
Semua itu karena dia
Oh Tuhan, kucinta dia
Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia
Syu du-du-du-du du-du-du
Jauh waktu berjalan kita lalui bersama
Betapa di setiap hari kujatuh cinta padanya
Dicintai oleh dia 'ku merasa sempurna
Semua itu karena dia
Oh Tuhan, kucinta dia
Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia
Oh Tuhan, kucinta dia
Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia
Hanya padanya
Untuk dia
☘️☘️☘️☘️☘️
Arshi menatap wajah tampan suaminya lalu menggenggam tangannya kemudian menyanyikan lagu.
🌿Selalu milikmu 🌿 By Ikke Nurjanah
Berdebar hatiku berdebar
Terbayang kala kau sentuh aku
__ADS_1
Terbuai aku dalam cintamu
Hanyut kurasa di pelukanmu
-
Jatuh cinta bergetar jiwaku
Saat kau peluk aku
Dunia seakan milikku
Bagai embun pagi kau kunanti
Beri sejuk dalam sendiriku
Jauh di pandang dekat di hati
Ingin kubelai mesra...
Reff:
Dengarkanlah wahai kekasihku
Meski rindu tak selalu di kalbu
Janganlah sekalipun kau ragu
Saat ku tak ada di sisimu
Hati ini selalu milikmu
☘️☘️☘️☘️☘️
Rezki memeluk erat tubuh istrinya lalu mengecup keningnya. Setelah itu dia menyanyikan lagu yang berjudul.
🌿 Sedang ingin bercinta 🌿By Dewa 19
Setiap ada kamu mengapa jantungku
Berdetak lebih kencang
Seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu mengapa darahku
Mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala
Setiap ada kamu otakku berfikir
Bagaimana caranya untuk berdua bersama kamu
-
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu di sini aku ingin
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu di sini aku ingin
-
Setiap ada kamu mengapa jantung ini
Berdetak lebih kencang
Seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu mengapa darah ini
Mengalir lebih kencang dari ujung kaki ke ujung kepala
-
Di setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak
Berdetaknya lebih kencang seperti genderang mau perang
Di setiap ada kamu mengapa darahku mengalir
Mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala
Aku sedang ingin...
☘️☘️☘️☘️☘️
Setelah selesai bernyanyi Arshi langsung menarik tangan suaminya turun dari panggung, lalu mengajak duduk di kursi paling belakang yang jauh dari keramaian.
"Kenapa kamu nyanyi lagu itu Yank? Aku malu banget tau!" Kesal Arshi dengan menekuk wajahnya sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
Hahaha..." Emangnya salah ya kalau seorang suami mengungkapkan perasaannya sama istrinya didepan banyak orang?" Rezki menangkup wajah cantik istrinya." Jujur aku memang selalu ingin bercinta sama kamu Sayang." Rezki menggesekkan hidung mancungnya ke hidung istrinya.
Blushing... Wajah Arshi memerah bagaikan tomat matang mendengar kata-kata suaminya yang memang tidak bisa dipungkirinya kekuatannya ketika bercinta.
"Tapi gak usah di publikasikan juga Yank, meskipun itu cuma lewat lagu." Lirih Arshi sambil menatap wajah tampan suaminya.
"Maaf ya Sayang, aku cuma ingin semua orang tau bahwa kamu hanyalah milikku." Ucapnya sambil merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya." Aku benar-benar gak suka dengan semua orang yang menatapmu secara intens seolah-olah mereka menganggapmu makanan yang siap dihidangkan, ingin sekali rasanya aku mencongkel mata mereka." Geram Rezki sembari mengatupkan mulutnya hingga terdengar gemeretak giginya.
"Yank kamu seharusnya gak boleh emosi hanya karena orang lain menatapku, mereka semua punya hak masing-masing menggunakan mata mereka. Yang penting kamu harus yakin aku akan selalu setia dan ada untukmu walau apapun yang terjadi di antara kita." Arshi berkata dengan nada yang sangat lembut.
-
Sementara itu di balik ramainya orang-orang yang menikmati pesta pernikahan Arsha dan Wava tampak seorang laki-laki tampan duduk menyendiri di ujung deretan kursi tamu undangan, persis di belakang Arshi dan Rezki duduk.
Kenapa mereka harus menunjukkan kemesraannya di setiap kesempatan? Bikin iri aja!" Kesalnya sembari menekuk wajahnya.
Setelah semua susunan acara selesai, Arsha menggandeng tangan Wava yang sekarang sudah SAH jadi istrinya masuk ke dalam kamar pengantin mereka.
"Subhanallah Bee kamu yang menyiapkan semua ini!" Seru Wava sambil duduk disisi ranjang pengantinnya.
"Bukan aku Honey tapi Arshi sama Rezki, untuk kado pernikahan kita." Arsha ikut duduk di samping istrinya.
"Aku mau mandi dulu ya Bee." Wava beranjak dari duduknya karena tidak bisa menetralkan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang sebab suaminya menatapnya sangat intens.
"Gak usah mandi dulu Honey, kita mandi bareng setelah bercinta." Bisik Arsha dengan nada sangat menggoda.
Wava merinding dibuatnya, wajahnya semakin merah karena terasa panas begitu juga dengan tubuhnya mendengar godaan suaminya.
"Tapi Bee badanku udah lengket banget habis keringatan." Wava memberikan alasannya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Nanti juga kamu juga pasti keringatan lagi." Arsha menarik tangan istrinya hingga jatuh ke pangkuannya.
"Nanti aja ya Bee, aku mau lepasin gaun pengantin ini dulu." Wava masih berusaha menolak dengan halus.
"Biar kubantu melepaskannya." Arsha menarik resleting yang ada di belakang istrinya.
Hingga terekspos punggung putih nan mulus milik Wava, Arsha mulai menciumi tengkuk istrinya hingga meninggalkan jejak kepemilikannya, tangannya juga mulai bergerilya mencari keberadaan bukit kembar yang masih terlindung bra warna hitam milik kekasih halalnya itu. Setelah berhasil melepaskan semua pakaian istrinya Arsha juga melucuti pakaiannya, dia meneguk salivanya ketika melihat pemandangan indah di depan matanya. Tubuh polos istrinya semakin membuatnya tidak bisa menghentikan permainannya begitu saja. Arsha dengan tubuh gemetarnya karena baru pertama kali menyentuh Wava sebagai kekasih halalnya perlahan menempelkan bibirnya kebibir ranum istrinya. Keduanya terhanyut dalam kehangatan penuh cinta, dinginnya hawa AC dalam kamar pengantin itu tidak bisa menghalau keringat yang terus bercucuran keluar dari pori-pori mereka berdua. Hingga akhirnya ketika mereka hampir ke intinya terdengar suara pintu diketuk dari luar.
Tok....tok...tok...
Bersambung....
Hai teman-teman semuanya, maaf ya telat up lagi!
Semoga kalian gak pernah bosan menunggu karya receh ku ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya melalui vote yang banyak, like yang tiada henti, komen yang selalu membangun, koin seikhlasnya dan rate bintang limanya ya!
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan ya!
Sampai bertemu lagi di episode selanjutnya!