Duda Tampan Haus Belaian

Duda Tampan Haus Belaian
DTHB 104


__ADS_3

Melihat wajah Dwi tak berekspresi, Azka menengadahkan wajah Dwi dan mengunci pandangannya. "Ada aku disini!" Ujar Azka. "Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu keluarga kecil kita." Lanjutnya.


Azka menurunkan pandangannya kearah bibir Dwi lalu menciumnya, yang disambut baik oleh Dwi dengan cara membalas ciumannya. Azka merebahkan tubuh Dwi tanpa menghentikan ciuman panas itu. Dia pun melepas bathrobe yang dikenakan Dwi dan melemparkannya kesembarang arah. Azka terus menciumi tubuhnya tak tersisa hingga dari ujung kaki hingga keningnya, sehingga membuat tubuh Dwi meremang tak berdaya menerima kebuasan Azka.


"Aah..." Tak dapat terelakkan lagi, jika Dwi sangat menikmati permainan yang diberikan oleh suaminya. "Azka..." Pekiknya, begitu menikmati sensasi yang luar biasa. Dwi memegangi kepala Azka dan menenggelamkannya diantara belahan kedua buah sintal miliknya.


Tangan Azka kembali aktip menggerayangi, menerobos masuk ke-area inti Dwi dan bermain-main dibawah sana.


Dwi menarik tengkuk Azka lalu menciumnya dengan cara menuntut. Azka yang sadar akan gairah Dwi yang sudah semakin memuncak dengan cepat menancapkan senjatanya ke-area inti Dwi, namun ternyata tidak semudah yang dibayangkannya mengingat Dwi yang belum lama ini baru saja melahirkan.


"Aaw..." Rin-tih Dwi saat senjata suaminya mencoba menerobos masuk kadalam lubang miliknya. "Pelan-pelan Ka." Pekiknya.


Azka mengusap-usap pucuk kepala Dwi seraya terus mencoba menembus dinding pertahanan milik istri tercintanya. Ada rasa tidak tega dihatinya saat melihat Dwi tampak memekik, namun dia juga tidak bisa menghentikannya karena gairahnya yang sudah semakin membludak.


Saat sudah berhasil menerobos masuk kedalam lubang inti Dwi, Azka pun menggerak-gerakkan pinggulnya dengan gerakan maju mundur. Rupanya Azka tak bermain sendiri, karena Dwi pun mengikuti setiap pergerakannya sehingga memudahkan aksinya, hingga tak lama kemudian sesuatu dari tubuh Dwi dan Azka berdesak-desakan keluar dari bawah sana.


Keesokan paginya.


Dwi beranjak dari tempat tidur berjalan kearah kamar mandi. Saat hendak menutup pintu tiba-tiba Azka menghalangi.


"Kita mandi bareng." Azka langsung masuk tanpa meminta persetujuan dari Dwi dulu.


Dwi hanya menghela nafas lalu membuangnya perlahan. "Azka, kita sedang tinggal dirumah Nenek, kalau ada yang melihat bagaimana?" Pekik Dwi.


"Tenang saja! tidak akan ada yang melihat kita." Azka menarik pinggang Dwi kepelukannya.


"Tadi pintu kamarnya-..."


"Tenang saja, aku sudah menguncinya! jadi kita akan aman." Azka memotong ucapannya.


"Terus sekarang kita mau apa?" Tanya Dwi dengan polosnya.

__ADS_1


"Melakukan yang semalam kita lakukan!" Ucap Azka tersenyum nakal seraya menoleh kearah bukit kembar Dwi yang sudah tidak dibalut apa-apa.


Dwi pun hanya bisa pasrah saat Azka menyambar ranum bibirnya lalu turun ke leher, dan berhenti tepat disalah satu bukit kembarnya. Azka memainkan salah satu p-utingnya, sementara mulutnya bermain dengan p-uting yang satunya lagi dengan cara mencium, melu-mat dan menghi-sapnya.


Disaat gairah keduanya memuncak, Azka pun mulai menancapkan senjatanya kearah lubang inti yang dimiliki Dwi, dan menghentakkannya hingga beberapa saat kemudian keduanya men-de-sah, lalu mengeluarkan sebuah cairan bening yang keluar dari bawah sana.


Azka dan Dwi keluar dari kamar, dan terkejut saat melihat Sindi yang sudah standby dimeja makan.


"Sindi! sejak kapan kamu disini?" Dwi menohok melihat kehadirannya.


"Dari tadi." Jawabnya. "Apa kalian habis mandi bareng?" Sindi mulai kepo, sehingga membuat Azka dan Dwi tampak malu-malu, apa lagi Dwi yang wajahnya kini memerah akibat mendengar pertanyaan dari Sindi.


"Konyol sekali aku ini!" Umpat Sindi kemudian. "Kalian baru saja menikah, jadi wajar jika kini kalian menikmati masa-masa pengantin baru." Lanjutnya.


"Aku merasa sedikit tidak nyaman mendengar kata-kata terakhir dari kamu." Sahut Dwi. "Kita itu bukan pengantin baru! apa kau tidak lihat jika kita sudah memiliki seorang anak."


Sindi mengulum senyumannya. "Ka, ada lowongan pekerjaan untuk aku gak?" Tanya Sindi kemudian.


"Lowongan kerja?!" Tutur Azka. "Ada sikh, tapi kayaknya itu gak cocok untuk kamu." Lanjutnya.


"Untuk saat ini semua bidang sudah terisi penuh! kecuali-..."


"Kecuali apa?" Tanya Sindi.


"Tukang cuci piring." Sahut Azka.


Seketika Sindi langsung membelalakkan matanya, karena kesal dengan jawaban Azka. "Gak jadi! mending aku jadi OG saja." Desusnya.


******


Beberapa bulan kemudian.

__ADS_1


Azka yang kala itu baru saja pulang setelah mengecek keadaan resto, langsung duduk disofa ruang tengah apartemennya.


Tuk tuk...


Terdengar suara haaikhils berjalan dari belakang punggungnya. Tak lama kemudian seseorang menutup matanya dari belakang.


"Sayang, aku tahu ini kamu." Azka meraba-raba jari-jemari tangannya.


Dwi pun tersenyum lalu melepasnya, kemudian duduk disamping Azka.


"Ada apa? apa ada sesuatu?" Azka menatap keanehan dari sikap istrinya.


Lagi-lagi Dwi tersenyum, lalu kemudian menunjukkan sebuah testpack kepada suaminya.


Azka hanya melongo. "Apa itu." Tanyanya datar.


"Testpack." Jawab Dwi yang terus tersenyum.


Azka mengambil testpack itu dari tangannya, lalu mengamatinya. "Ini tandanya apa?" Tanyanya.


"Aku hamil." Bisik Dwi ditelinga Azka, seraya melemparkan senyuman terbaiknya.


Azka tak bisa berkata-kata, seketika dia langsung memeluk Dwi karena mendapat kabar yang begitu membahagiakannya. "Jadi baby Wika akan memiliki adik?!" Seru Azka.


Dwi mengangguk. "Iya sayang. baby Wika akan menjadi seorang Kakak." Sahut Dwi.


"Alhamdulillah." Azka kembali memeluk istri tercintanya.


...*Happy ending🥰🥰🥰*...


Maaf jika kurang puas dengan alur ceritanya🙏😊 maklum saya hanya author amatiran yang mencoba ingin mengembangkan bakat saya di dunia per-novelan. karena sejak kecil saya sangat suka menulis, jadi mohon dukungan dari semuanya🙏 semoga bakat saya ini semakin berkembang😁🙏

__ADS_1


Jangan lupa like and coment sebanyak-banyaknya.


Jangan lupa juga list favorit, vote dan kirim bunga sebanyak-banyaknya biar othor makin semangat untuk up ya. Terima kasih semuanya😘😍🥰🥰🥰🥰


__ADS_2