Duda Tampan Haus Belaian

Duda Tampan Haus Belaian
tak sengaja bersentuhan.


__ADS_3

sesaat kemudian azka tampak memicingkan senyumannya. dia mendekati dwi dan menatap tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. saat ini dwi yang hanya mengenakan tangtop berwarna putih dan celana pendek atas lutut berwarna hitam. "tubuhnya begitu menggoda, sayang kalau di lewatkan." gumam azka dengan senyum nakalnya.


dwi yang mendengar ucapan azka seketika langsung membuka matanya, lalu beranjak dari tempat tidurnya.


"kenapa bangun?" tanya azka yang pura-pura polos.


"tidurlah di ranjang." ucap dwi. "kalau bisa jangan pernah bangun lagi." sentaknya. dia pun masuk ke kamar mandi, dan membanting pintunya dengan keras.


"lalu kamu akan tidur dimana?" tanyanya.


"aku bisa tidur di closed." teriak dwi dari dalam kamar mandi dengan geramnya.


azka tertawa. dia pun merebahkan tubuhnya lalu memejamkan kedua matanya hingga terlelap.


dwi keluar dari kamar mandi, lalu menoleh kearah azka. "apa dia sudah tidur atau dia hanya pura-pura?" dwi mendekati azka lalu mengangkat tangannya dan menggibas-gibaskan untuk mengecek apa azka benar-benar sudah tidur. "ternyata dia memang benar-benar sudah tidur." batinnya. seketika dwi kembali memicingkan senyumannya.


dwi mengambil beberapa kecantikan di meja riasnya, lalu duduk di samping azka yang tampak sudah tertidur pulas. dwi pun mendandani wajah azka dengan alat makeup nya. pertama-tama dwi membedaki wajah azka, lalu kemudian memberikan sentuhan blush-on di pipinya. dan terakhir dia memakaikan lipstik berwarna merah lekat di bibirnya.


"oke good, kamu terlihat sangat cantik. selamat menikmati tidurmu." gumam dwi yang terlihat cekikikan melihat wajah azka yang terlihat begitu aneh. tak lupa dwi pun mengambil potonya lewat camera handphone. "rasain! memang enak aku kerjain." desisnya lalu beranjak dari tempat tidur. dwi pun menggelar tikar lalu kemudian tidur di lantai.


keesokan harinya. dwi bangun lebih dulu, lalu membersihkan badannya, setelah itu dia pergi ke dapur untuk menemui ibunya.


"ibu lagi masak apa?" tanya dwi.


"biasa, ibu sedang memasak rendang kesukaan adik-adik kamu." jawab bu patma.


"apa ibu ingin ku bantu?"


"tidak usah. kamu hanya akan mengacaukan rasa masakan ibu."


"aku ingin belajar memasak bu."


"tumben! kemarin-kemarin kamu kemana aja? ibu suruh belajar kamu selalu menolaknya." ucap bu patma. "akh ibu tahu, pasti suami kamu tidak mau memakan masakanmu kan? karena rasanya yang tidak enak." cemooh bu patma.


"jadi intinya ibu mau bantuin aku gak?"


"saat ini ibu lagi sibuk. dan sebentar lagi juga ibu akan pergi ke warteg. suamimu itu kan orang kaya, kenapa kamu tidak memintanya untuk mendaftarkan mu kursus memasak saja." ucap bu patma.


"tidak bisa bu."

__ADS_1


"kenapa tidak bisa?"


"azka itu orangnya pelit." jawab dwi.


"pelit? ah masa sih? semalam aja dia ngasih ibu uang untuk belanja. azka juga memberi uang kepada adik-adikmu untuk jajan."


"azka pasti sedang cari muka nih sama ibu." tandasnya.


"cari muka gimana, orang nak azka itu terlihat tulus." imbuh bu patma.


mendengar ibunya yang terus-menerus memuji azka, dwi pun hendak pergi.


"kamu mau kemana?"


"ke kamar! bosen dengarin ocehan ibu yang terus memuji azka." keluh dwi lalu kembali ke kamarnya.


perlahan dwi membuka pintu kamar dan menoleh kearah ranjang. disana tampak azka sedang bangun dan menggeliatkan badannya. dwi pun tersenyum tipis.


azka menoleh kepada dwi yang sedang berdiri di depan pintu. "ngapain cengengesan di situ? belum pernah lihat orang ganteng baru bangun tidur ya?"


"cikh..." umpat dwi.


dwi tampak tertawa cekikikan. azka keluar lalu menghampiri dwi. "apa yang sudah kamu lakukan pada wajahku?" geram azka dengan sorot mata yang merah menyala.


"wajahmu terlihat sedikit kusut. makanya aku mendandani wajahmu agar terlihat bersinar." ucap dwi tanpa rasa bersalah.


azka terlihat mencengkram kuat handuk microfiber yang ada di tangannya. dia merasa sangat marah.


"kenapa reaksimu seperti itu?" tanyanya yang lagi-lagi tanpa rasa bersalah. "jangan terlalu berlebihan. kamu tinggal mandi dan cuci bersih makeup yang ada di wajahmu, nanti juga hilang." lanjut dwi.


"kamu yang sudah membuat wajahku seperti ini, jadi kamu juga yang harus membersihkannya." geram azka. dia pun mendekati dwi lalu menekuk lehernya kemudian menempelkan wajahnya ke wajah dwi. azka ingin agar makeup itu menempel juga di wajah dwi.


"azka lepasin." teriaknya.


"tidak! kamu harus membersihkannya." ucap azka. dia terus menggesek-gesek wajahnya di wajah dwi, hingga tanpa sadar bibir mereka kini bersentuhan. azka langsung menghentikan aksinya dan menatap lekat wajah dwi yang juga sedang menatapnya. tidak ada jarak diantara mereka, bahkan hidung mancung keduanya pun bersentuhan.


"ibu memanggil kakak dan kak azka untuk makan." ucap ica yang baru saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sehingga membuat dwi dan azka terkejut dan salah tingkah.


"i-iya dek. bentar lagi kakak nyusul." ucap dwi salah tingkah seraya mengusap-usap tengkuknya.

__ADS_1


ica langsung keluar. dwi juga hendak keluar namun azka menarik tangannya. "hekh mau kemana? urusan kita belum selesai." hardik azka.


"urusin dulu tu mukamu." cetus dwi sembari menepis tangan azka lalu keluar.


dimeja makan. azka memperhatikan bu patma yang sedang melayani suami dan adik-adik dwi dengan sangat baik. bu patma pun menoleh kepada azka dan dwi yang tampak diam-diaman.


"dwi kamu tidak layani suami kamu?" tanya bu patma.


"maksud ibu?"


"kenapa kamu tidak mengambilkan nasi beserta lauknya?"


"untuk apa? dia punya tangan, dia kan bisa mengambilnya sendiri." ketusnya.


plak. bu patma langsung memukul punggungnya.


"aww, sakit bu." pekik dwi.


"dwi azka itu suamimu, kamu tidak boleh bicara seperti itu kepadanya. kamu harus menghormatinya." ujar pak mukti menasehati putri sulungnya.


azka tersenyum menyeringai.


"azka apa dwi biasa bersikap seperti ini kepadamu? beri tahu ibu, maka ibu akan memukulnya." ucap bu patma.


mendengar ucapan bu patma, azka tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengerjai dwi. "iya bu. dwi bahkan enggan untuk membuatkan sarapan untukku." ucap azka.


"issh kamu ini!" sentak bu patma seraya kembali memukul dwi.


"jangan dengarkan omongannya dia bu, azka berbohong! justru dia yang tidak mau memakan masakan buatanku." ujar dwi membela diri.


"azka apa itu benar?" tanya bu patma.


"iya bu. itu karena makanan dwi rasanya tidak enak." ucap azka yang terlihat blak-blakan.


"kamu dengar? bukan salah azka kalau dia tidak mau memakan makanan buatanmu." bu patma malah membela azka.


"berarti bukan salahku juga dong bu, kalau aku enggan membuatkannya sarapan." ujar dwi tak mau kalah.


sementara pak mukti tampak memijit-mijit keningnya. dia tidak habis pikir kenapa anak dan istrinya selalu membuat keributan di sela-sela makan. sementara ica dan dio malah terlihat cekikikan melihat sikap ibu dan kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2