
dwi mencari keberadaan ica di sekitar mall, namun dia tidak dapat menemukannya. "ica kamu dimana?" dwi tampak meneteskan air matanya. saat hampir putus asa tiba-tiba satpam menghampirinya.
"mbak yang tadi bikin keributan disini kan? ngapain balik lagi?" tegur satpam.
"adek saya hilang pak, tolong bantu saya untuk menemukannya." lirih dwi.
satpam itu tertegun. "tadi ada seorang anak kecil yang sedang mencari kakaknya."
"siapa namanya pak?" dwi antusias.
"ica. ya, namanya ica." jawabnya.
"dia adek saya pak. sekarang dimana dia?"
"tadi seorang laki-laki datang, lalu membawanya pergi."
"laki-laki? siapa dia?"
"maaf mbak, saya lupa menanyakannya. tapi dia kenal sama mbak makanya saya memberikan adek mbak padanya." ujar satpam.
"apa saya bisa melihat cctv, agar saya bisa mengetahui siapa orangnya?" tanya dwi.
"bisa mbak. mari ikut saya."
"riko." tutur dwi saat melihat wajahnya dari balik cctv.
"apa mbak mengenalnya?"
"iya pak, saya mengenal orang ini. sekarang dia membawa adik saya kemana?" tanyanya.
"tadi saya sudah memintanya untuk mengantar anak kecil itu pulang kerumahnya."
"terima kasih pak, atas infonya." dengan tergesa-gesa dwi lantas segera pergi untuk mencari keberadaan ica. dia memberhentikan taksi lalu menumpanginya menuju apartemen. "semoga riko benar-benar mau mengantarkan ica pulang." batin dwi yang tampak gelisah.
namun sesampainya di apartemen dwi tidak menemukan keberadaan ica disana. dia pun meraih ponsel dari tas kecil lalu mencoba menghubungi nomer telpon riko.
"ada apa?" tanya riko dari balik sambungan telepon.
"dimana ica? kenapa kamu tidak segera membawanya ke apartemen?" tanya dwi bernada sinis.
"kamu tahu dari mana kalau ica lagi sama aku?" tanyanya.
"itu gak penting! sekarang tolong antarkan ica sekarang juga ke apartemen." ucap dwi lewat sambungan teleponnya yang terdengar sangat ketus.
"maaf, aku sedang sibuk. kalau kamu mau, kamu bisa menjemputnya kesini." ujar riko.
"ya sudah sharelok tempatnya, aku akan segera kesana." ucap dwi, lalu menutup sambungan teleponnya.
"loh kok kak riko bilang sama kak dwi kalau kakak sedang sibuk?" tanya ica yang tidak sengaja mendengar percakapannya.
__ADS_1
"kakak sengaja membohongi kakakmu, biar dia mau datang kesini." jawab riko.
"apa kak riko tidak mau mengantarku pulang?" tanyanya.
"kakak pasti akan mengantarmu pulang, tapi setelah kak dwi datang kesini." jawabnya. "apa kamu lapar?" lanjutnya.
ica mengangguk.
riko memanggil asisten rumah tangga untuk membawa ica ke meja makan dan menyiapkan makanan kesukaannya. tak lama kemudian bel rumahnya berbunyi lantas dengan cepat riko membukanya. dia yakin kalau yang datang pasti dwi, dan dugaannya pun ternyata tak meleset.
"dimana adikku?" dwi langsung menodongnya dengan pertanyaan tersebut.
"ica ada di dalam." jawab riko.
dwi pun menerobos masuk menabrak tubuh riko yang berdiri tegap menghalangi jalannya. "ica..." panggilnya seraya celingak-celinguk mencari keberadaan ica.
"aku akan mengantarmu menemui adikmu. tapi sebelum itu, ijinkan aku untuk bicara beberapa kata denganmu."
"jangan berbasa-basi denganku, katakan saja apa yang ingin kamu katakan." ujar dwi.
"aku minta maaf." tuturnya. seketika dwi langsung menatapnya. "aku sadar, kalau cinta memang tidak bisa di paksakan." lanjut riko.
"baguslah kalau kamu memang sudah menyadarinya." jawab dwi masih bernada sedikit ketus.
"apa kamu mau membantuku agar aku bisa menjadi orang yang lebih baik?" tanya riko.
"karena aku yakin, kamu adalah wanita yang bisa membuatku berubah."
"akan ku pikirkan nanti! sekarang dimana adikku? aku ingin membawanya pulang."
riko membawa dwi menemui ica. disana ica tampak lahap menikmati makanannya, hingga ica tidak sadar dengan kehadiran kakaknya.
"ica..."
ica menoleh, lalu menghampiri dwi dan memeluknya. "kakak. kenapa kakak tinggalin ica, ica takut sekali." ucap ica yang terlihat meneteskan air matanya di pelukan dwi.
"maafin kakak ca. kakak memang ceroboh, kakak bukan kakak yang baik buat kamu. hiks...hiks...hiks..." dwi pun menangis terlebih saat dia mengingat kembali akan apa yang tadi dia lihat antara azka dan viona yang tampak sedang berpelukan.
"kakak jangan menangis, maafkan ica karena sudah membuat kakak khawatir."
"tidak ica tidak salah, kakak yang salah."
"apa kak azka menyakiti kakak?" tanya ica.
deg. dwi langsung terdiam seribu bahasa mendengar pertanyaan dari gadis polos yang masih berusia tujuh tahun itu.
riko mendekati ica. "kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya riko seraya memegangi kedua pundak ica.
"tadi aku lihat-..."
__ADS_1
"ica. kita harus pulang sekarang." dwi memotong ucapannya.
sekilas riko pun menoleh kepadanya kemudian melemparkan pandangannya.
"kita pulang dulu, terima kasih karena sudah mau menjaga adikku." ucap dwi.
"aku akan mengantar kalian pulang." ujar riko.
"tidak perlu!" ucap dwi.
"aku sudah berjanji pada ica, kalau aku akan mengantarnya pulang. bukan begitu kan ica?" tanya riko yang sekilas menoleh kearah ica.
"iya." ica mengangguk.
"tadi aku memintamu untuk segera mengantar ica ke apartemen, tapi kamu malah memintaku untuk datang kesini. jadi sekarang kamu tidak perlu repot-repot mengantar kita." tolak dwi.
"ica apa kamu ingin pulang sekarang?" tanya riko.
"iya kak." jawab ica sembari menganggukkan kepalanya.
"kalau gitu, mari kita pulang sekarang." riko menuntun pergelangan tangan ica agar mau mengikutinya. dwi tampak mengerutkan keningnya.
sesampainya di parkiran mobil, riko meminta ica untuk segera masuk. dia menoleh kearah dwi yang sedari tadi mengekorinya namun tampak terlihat bengong.
"kenapa masih berdiri disitu? ayo masuk." pinta riko seraya membukakan pintu mobil depan. dwi pun masuk, karena ica sudah terlebih dahulu memasuki mobil riko.
"apa kamu benar-benar akan mengantar kita pulang?" tanya dwi yang sedikit curiga.
riko tersenyum kecil mendengar pertanyaan dari dwi. "aku tahu, kalau orang sepertiku akan sulit membuatmu percaya." ucap riko lalu menyalakan mesin mobil dan menancap gas.
dalam perjalanannya, dwi tampak sesekali menoleh kearah riko dan menatapnya dengan tajam. dia tidak percaya kalau riko memang sudah benar-benar berubah. saat melewati pertigaan riko mengambil arah yang berlawanan dengan arah menuju apartemen azka, sehingga membuat dwi lagi-lagi berpikiran buruk kepadanya.
"kenapa kita lewat sini?" tanya dwi.
"aku ingin mengajak kalian untuk bersenang-senang dulu." ujar riko.
deg. seketika dwi teringat kalau riko pernah mengatakan hal yang sama saat riko pernah menyekapnya.
"apa kamu sudah gila?" sentak dwi. "sekarang hentikan mobilnya."
"ada apa denganmu? aku hanya ingin mengajak adikmu bersenang-senang kenapa reaksimu berlebihan?"
"ica itu masih kecil, jangan berbuat macam-macam kepadanya. atau aku tidak akan segan-segan untuk-..."
cekit. tiba-tiba riko mengerem mendadak mobilnya saat hampir menabrak kucing yang melintas di jalan.
"hampir saja." gumam riko seraya membasuh mukanya secara kasar. dia pun kembali melanjutkan perjalanannya hingga sampai di sebuah pasar malam, dan segera memarkirkan mobilnya.
"pasar malam?" dwi sedikit heran kenapa riko membawa dia dan adiknya kesana.
__ADS_1