Hanya Sebuah Cerita

Hanya Sebuah Cerita
Chapter 21 ~ Restaurant Di Tengah Taman


__ADS_3

...



...


07:12


Ava, Ana, dan Agnes masih tidur di kamar Ava, karena semalam ketiga gadis perawan itu begadang untuk menonton Anine Movie rekomendasi dari Ana dan nontonnya itu tentu di laptop Ava.


Di antaranya adalah Kimi no Nawa, Koe no Katachi, Kotonoha no Niwa, Toki Wo Kakeru Shoujo, Tenki no Ko, Kimi no Suizou wo Tabetai, Byousoku 5 Centimeters, Shigatsu wa Kimi no Uso, Steins;Gate: Fuka Ryouiki no Déjà vu, dan Hotarubi no Mori e.


Alhasil kamar Ava penuh dengan sampah-sampah minuman, camilan, dan mie cup yang kuah nya masih ada sedikit, tak lupa pula ada remahan-remahan kerupuk dan lain-lain.


Ava merubah posisinya menjadi duduk, mencoba mengumpulkan nyawa satu persatu. Dilihatnya samar-samar Agnes tidur di lantai depan tempat tidur hanya beralaskan selimut, sedangkan Ana tidur di bawah samping tempat tidur sambil memeluk guling.


Mungkin mereka berdua menggelinding ke bawah, buktinya hanya Ava yang ada di atas, ataukah mungkin Ava yang mendorong mereka hingga sampai ke bawah, itu bisa jadi karena Ava kalau tidur tidak bisa diam, tentu saja gadis itu menguasai bad kasur karena dia lah pemiliknya.


Setelah kesadarannya terkumpul sempurna, Ava membersihkan area mata dari kotoran yang masih menempel. Mengambil ikat rambut di laci lalu mencepol rambutnya ke atas.


Ava membangunkan Agnes dan Ana secara bergantian dengan cara menggoyang-goyangkan tubuh mereka. Tapi hal itu justru membuat kedua sahabatnya semakin tidak mau bangun.


Ava berkacak pinggang. "Kebo banget sih lo pada?!"


Detik berikutnya Ava menjektikkan jarinya karena mendapat ide yang sangat bagus, buru-buru Ava ke kamar mandi dan keluar membawa seember air.


Ava menyiramkan setengah pada Agnes dan setengah lagi pada Ana.


"Aaaaaaaasssssshhhhhh banjir bandang!!"


"Aaaaaaaaaa hujan badai!!"


Teriak Ana dan Agnes secara bersamaan, kedua gadis itu akhirnya bangun tapi dengan keadaan yang basah kuyub dan dengan mulut yang megap-megap seperti ikan yang membutuhkan air. Itu tak menjadi masalah, karena jadwal mereka setiap hari libur adalah bersih-bersih.


Tawa yang Ava tahan langsung pecah di sana. Gadis itu sangat suka melihat penderitaan orang lain, apalagi jika orang itu adalah sahabatnya.


"Iish Ava! Lo mah gitu, lagi enak-enak tidur juga!" cerca Ana yang kini memajukan bibirnya beberapa senti.


"Eeh, lagian anak perawan nggak baik bangun siang, nanti jodohnya di ambil orang, rezekinya di patok ayam!"


"Jodoh kita, 'kan, udah ada. Gue sama Iqbal, Ana sama Justin, dan lo tinggal pilih deh mau sama Alan atau kak Aras!" Agnes menatap Ava kesal, "... terus juga kalah rezeki, tiap bulan masing-masing dari kita mah di transfer tiga puluh juta, Ava!" lanjut Agnes.


Ava memutar bola matanya malas. "Aah udah lah! Ayo bersih-bersih, mandi, makan setelah itu kalian boleh deh tidur lagi!"


Mau tidak mau karena sudah basah kuyub, kedua sahabatnya bangkit. Mereka bertiga mulai membersihkan kamar dan seisi rumah.


Agnes kebagian beres beres-beres dan merapikan, Ava menyapu dan mengepel, sedangkan Ana memasak dan mencuci karpet yang basah tadi.


***


Ava kini ada di ruang tamu tengah menonton film Resident Evil: The Final Chapter di laptopnya. Di temani dengan keripik singkong dan secangkir teh hangat.


Sungguh perpaduan yang sangat nikmat bukan.


Ana dan Agnes kembali tidur, katanya mau berhibernasi seharian penuh, tapi Ava tak yakin dengah hal itu.


Ting


Ting


Ada pesan masuk, Ava mengambil hp di meja lalu melihat siapa yang mengirimkan pesan.


Ternyata pesan itu dari Aras, cowo impiannya dari dulu.


Aras


Lo ada waktu nggak?

__ADS_1


^^^Ava^^^


^^^Ada sih sedikit, kenapa emangnya?^^^


Ava sendiri terkekeh membaca pesan yang ia kirim. Karena jujur dirinya sangat mempunyai banyak sekali waktu. Sekali-kali sok jual mahal, 'kan, nggak papa yah.


Aras


Gue mau ajak lo jalan. Lo mau nggak? Kalau lo mau, nanti jam 08:30 gue jemput


Ava menatap jam dinding nya. "20 menit lagi."


^^^Ava^^^


^^^Iya Kak, gue mau^^^


Aras


Yaudah, pokoknya lo dandan yang cantik, harus maksimal dan jangan bikin malu gue


Ava terdiam membaca pesan Aras. Tapi detik betikutnya gadis itu menyunggingkan sebuah senyuman yang terlihat sangat manis.


***


Ava kini sudah siap di depan rumah menunggu Aras, rambutnya di cepol atas, memakai mustard turtleneck shirt, sling bag warna hitam, dan baggy plaid pans di padukan dengan white converse, terlihat sangat cocok dengan tubuh mungil Ava.


Make up nya pun terbilang cukup natural, mata Ava sedikit sembab karena menangis semalam, di tambah juga kantung mata yang agak menghitam. Jadi lah Ava memakai concealer sedikit lebih banyak dari biasanya.


Tin


Tin


Mobil Aras sudah ada di depan rumah. Ava membuka lalu menutup gerbangnya.


Di lihat nya Aras yang sudah sangat keren, cowok itu memakai T-shirt abu-abu, celana jeans hitam, jaket boomber hitam, dan di padukan dengan sneakers hitam berpolet putih, tidak lupa pula sebuah topi yang menghiasi kepala Aras.


Ava dan Aras saling pandang dan saling membalas senyuman Aras membukakan pintu mobil untuk Ava dan dengan senang hati gadis cantik itu menerimanya.


"Thank you." ucap Ava menahan degup jantungnya yang sudah meronta-ronta.


Cowok itu mengitari mobil lalu masuk, setelah itu menjalan kan mobilnya ke tujuan yang sudah di pilih Aras.


Di sisi lain ada Ana dan Agnes yang kini tengah memegang sebuah kertas. Setelah selesai dengan sangat malas Ana membuang kertas itu ke sembarang arah, dan berakhir menonton tv.


For you


Hai kalian para budakku yang tercinta, tidurlah dengan nyenyak, berhibernasilah selama-lamanya dan jangan pernah bangun, karena diriku telah pergi bersama sang, 'Pangeran tampan'.


Itulah pesan yang Ava sempat tulis di kertas itu sebelum dirinya pergi bersama Aras.


Ana dan Agnes pun juga sudah tahu siapa yang di maksud Ava dengan sang, 'Pangeran tampan'.


***


Mata Ava berbinar saat Aras membawanya ke sebuah restaurant yang letaknya ada di tengah-tengah hamparan taman bunga.


Di depan restaurant itu pun ada air mancur berbentuk lumba-lumba yang saling berhadapan. Dan saat menyemburkan air yang terlihat adalah bentuk love, sungguh sangat romantis bukan.


Di bagian paling tengah pun juga ada sepasang ayunan berwarna putih yang di sekelilingnya di tumbuhi bunga lavender.


Keduanya duduk di depan kolam ikan koi, yang di samping kolam itu terdapat bunga sakura berwarna putih.


...



...

__ADS_1


Ava menatap sekelilingnya, tapi tak ada orang disana kecuali mereka berdua.


Ava menatap Aras yang kini tengah tersenyum. "Kok, di sini nggak ada orang?"


Aras terkekeh. "Iya, karena tempat ini udah gue sewa untuk untuk kita berdua,"


Karena pernyataan Aras itu Ava semakin melebarkan senyuman. Bibir dan pipi gadis itu saja sampai pegal karena sedari tadi tidak berhenti tersenyum.


Pelayan perempuan datang menghampiri keduanya, sambil membawa note kecil dan juga buku menu.


Aras memberikan buku menu itu kepada sang pelayan. "Saya mau pesan semua makanan yang terenak di sini,"


"Okay. Minumnya?"


Ava mengangkat tangannya dengan cepat. "Saya jus alpukat sedikit gula banyak susunya tapi jangan terlalu manis,"


"Saya orange jus aja."


Pelayan itu mengangguk dan langsung pergi.


"Kayaknya, lo suka banget sama jus alpukat?" lanjut aras


Ava mengangguk pelan. "Iya, udah dari kecil suka sama yang serba alpukat, dan akhirnya jadi kebiasaan,"


Aras menopang dagu sambil menatap Ava. "Lo suka sama tempatnya?"


Ava mengangguk dengan semangat seperti anak kecil. "Iya suka banget! Makasih juga udah mesenin tempatnya,"


Lagi dan lagi Aras terkekeh. Ava sempat berpikir bahwa cowok itu tidak bisa tertawa atau tersenyum, karena dari tadi yang dilakukan hanya terkekeh saja.


"Nggak masalah kali, lagian uang gue juga nggak bakal habis, ini bukan apa-apa malahan. Gue bisa nyewa yang lebih mahal lagi dari ini,"


Ava hanya bisa tersenyum kaku mendengar pernyataan Aras yang menurutnya sedikit tabu.


Tak lama pesanan mereka datang, Ava menatap satu persatu makanan yang ada di meja. Tak ada makanan yang berbau pedas sama sekali, padahal Ava sangat suka makanan pedas.


...



...


"Mau bilang, tapi kok segan gitu?" batin Ava ragu untuk memesan lagi.


"Kak, nggak ada yang pedas nih?"


Aras yang tengah memakan cumi krispi mendongak menatap Ava. "Nggak ada, lagian nggak baik makan pedas pagi-pagi. Di tambah juga nanti kita jadi keringetan terus bau. Kalau pakai parfum juga nanti baunya malah jadi nggak enak dan menyengat, karena parfum juga nggak akan nutupin bau badan. Selain itu kita juga harus jalan seharian nanti." jelas Aras kembali memakan cumi krispi miliknya.


"Masa gitu sih?" pikir Ava dalam hati.


Pada akhirnya gadis cantik itu hanya mengangguk mengiyakan. Tak apa lah tak ada yang pedas. Toh Ava masih bisa makan yang lain, contohnya saat ini gadis itu tengah memakan sup ikan salmon.


Keduanya memakan dengan tenang. Ava juga menjaga tata cara makannya, agar tidak seperti kemarin yang Ava makan sosis sangat belepotan dan cepat.


...***...


...Yang udah nonton Anime di atas tunjuk tangan hayo!...


...Haha, akhirnya selesai juga part ini, jadi ini partnya Aku tulis lagi karena part yang sebelumnya nggak sengaja kehapus. Jadi part ini sama sebelumnya itu beda banget, nggak semuanya sih, yang Aku inget di part sebelumnya Aku tulis lagi di sini, awokawokawok....


...***...


...Ditulis tanggal 14 Mei 2020...


...Dipublish tanggal 21 Februari 2021...


...***...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak untuk menghargai karya Author, supaya Authornya juga senang dan semangat nulisnya. Nanti kalau kalian nemu ada yang copas cerita Aku atau apa tolong banget kasih tahu Aku, ya! Tapi ngasih tahunya jangan komen, langsung aja chat Aku. Thank you and happy reading....


__ADS_2