
...
...
Ava tengah bersiap-siap di kamarnya, sedangkan Alan ada di bawah ditemani Ana. Sebenarnya tadi ada Agnes, tapi Agnes nya pergi membeli mie instan untuk dijadikan teman begadang. Saat Ava pergi bersama Aras maka Ava harus berdandan semaksimal dan se-stylish mungkin. Berbeda dengan Aras jika pergi bersama Alan, ia akan berdandan sesuka dan senatural mungkin. Toh, Alan bukan siapa-siapa Ava, jadi ia santai saja.
Di sisi lain Alan ingin bertanya kepada Ana, cowok itu tidak tahu semua tentang Ava, ia hanya tahu sifat, perilaku juga horoskopnya saja karena Ava pernah bilang padanya saat gadis itu menggambarkan kepiting untuknya. Sebenarnya ia gengsi untuk bertanya dan ingin tahu, tapi setidaknya dengan bertanya dan mencari informasi, Alan sedikit tahu tentang Ava, contohnya seperti saat ini.
Alan meminum jus jeruk yang dibuatkan Ana tadi, setelah itu berfikir sebentar apa yang akan ia tanyakan kepada gadis di depannya yang tengah sibuk memakan cookies coklat.
...
...
...
...
"Ana, makanan kesukaannya Ava, apa?"
"Semua makanan yang berbau pedas. Tapi, yang paling dia suka itu makan sate ayam sama bakso, "
"Minuman?"
"Lo tentu tahu dia suka minum apa ..." Alan mengangguk mengerti.
"Warna sama hewan favorit?"
"Penyuka semua yang berbau warna biru, paling nggak suka warna pink dan pecinta kucing, "
"Hobi, kesukaan, dan tanggal ulang tahunnya?"
"Baca novel, beli novel, koleksi novel teenfiction, suka anime dan drama china bertema sekolah, tanggal lahirnya 15 Januari 2004, "
"Tua an dia enam bulan dong sama, gue?" pikirnya dalam hati.
Saat Alan ingin bertanya lagi, tiba-tiba Ava datang. "Lagi ngomongin apaan, sih?"
Jadi cowok itu langsung diam, kemudian beralih menatap ke arah Ava yang sudah berdiri di depannya, dengan tatapan yang menurutnya sangat menjengkelkan.
Alan menatap Ava dari atas sampai bawah, rambutnya dicurly, jumpsuit wanita basic warna abu-abu, dipadukan dengan T-shirt putih lengan pendek, sling bag hitam, juga sneakers putih, sehingga menimbulkan mix and match yang sangat cocok.
Sangat sadar bahwa cowo di depan menatapnya begitu intens, Ava membalas dengan tatapan sinis. "Ngapain lo liat-liat, gue?"
Gadis itu langsung salah tingkah, tidak di pungkiri Alan suka dandanan Ava yang natural, daripada dandanan terlalu mewah dan ribet saat bersama Aras. "Nggak usah ge'er jadi, satwa!"
"Dih!" sinis Ava langsung jalan duluan dan meninggalkan Alan yang masih duduk.
Alan meminum jus nya sedikit, lalu berdiri pergi menyusul sang gadis. Tapi sebelum itu, Ana membisikkan sesuatu yang Alan harus tau dan sangat penting. "Ava itu alergi sama yang berbau udang, pokoknya semuanya. Jadi, lo jauhin dah makanan yang mengandung udang."
Alan hanya diam dan menjaukan dirinya dari Ana.
__ADS_1
"Alan cepetan, mulai panas nih!" teriak Ava dari luar. gadis itu sepertinya tidak sabaran, dan benar-benar tidak ikhlas jalan dengannya.
"Thanks, Na." tutur Alan sambil berjalan keluar. Cowok itu memakai helm lalu menaiki motornya yang terparkir di depan garasi rumah Ava.
Ana kembali ke kamar nya melanjutkan Anime Movie yang belum selesai.
Ava naik di boncengan Alan. "Helm lo mana?" tanya Alan saat melihat Ava di kaca spion tidak memakai helm.
Gadis galak itu mendekatkan kepalanya ke arah Alan. "Lah, lo ngga bawain helm buat, gue?"
Alan sontak menolehkan kepalanya ke arah Ava. Jantung Alan berdebar kencang saat mata Alan bertemu mata Ava, nafas Alan langsung tercekat, tapi dirinya bisa merasakan deru nafas hangat gadis itu. Kenapa Ava suka sekali membuat jantung Alan berdetak tidak karuan. "Kenapa Ava masih bisa nafas? Kok gue nggak bisa?" pikirnya dalam hati.
"Astaga, Alan! Kok lo dari dekat manis banget, yah?" gumam Ava dalam hati sambil terus menatap manik mata Alan.
"Kan, lo punya helm yang gue kasih, lo pakai aja yang itu." ucapan Alan seketika langsung membuyarkan lamunan Ava tentang dirinya.
Gadis itu lantas dengan segera menjauhkan kepalanya dari hadapan Alan, turun dari motor dengan raut wajah yang sangat kesal, lalu pergi mengambil helm di kamarnya. "Dasar manusia nggak peka! Udah ogeb! Nggak ada ahlak pula!"
Sedangkan Alan sendiri sudah bisa bernafas dengan lega, karena tadi ia benar-benar menahan nafas karena saking gugupnya.
Dari naik ke atas tangga sampai turun tangga, Ava terus menghentak-hentakkan kakinya. Gadis itu kembali naik ke boncengan Alan sambil memakai helm dengan cepat. Cowok itu tersenyum sambil mengulum bibirmya, saat melihat wajah kesal Ava dari kaca spion. Daripada mood Ava semakin jelek, jadi Alan langsung menjalankan motornya.
Sang gadis menengok ke kanan dan kiri jalan, banyak pasangan kekasih yang berjalan jalan di hari minggu yang cerah ini. Sayangnya Ava dan Alan bukan pasangan kekasih. Gadis itu beralih menatap Alan lewat kaca spion. "Alan, kita mau kemana?"
"Nanti juga lo tahu. Pegangan yang kencang, gue mau ngebut." Cowok berwajah manis itu lantas menambah kecepatan motornya, Ava sontak memegang hoodie yang Alan pakai. Sedangkan yang hoodiemya dipegang tersenyum kegirangan dibalik kaca helm.
***
Alan memberhentikan motornya di depan salah satu toko buku terkenal di Jakarta pusat. Kedua orang itu tanpa sadar membuka helm secara bersamaan, menoleh ke toko buku itu juga secara bersamaan.
Ava merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. "Kok ke sini, Lan? Ngapain?"
"Dih! Ngambek dia? Lo kali, yang gue kubur hidup-hidup!" Menyusul cowok menyebalkan itu.
***
Alan hanya diam duduk di kursi sambil bermain game, membiarkan Ava mencari dan memilih buku sesuka hatinya.
...
...
"Iish! di sini banyak banget novelnya! Bagus-bagus semua lagi!" Gadis itu kemudian mengambil beberapa buku yang ia sukai. Kebanyakan Ava mengambil buku berdasarkan penulis dan ceritanya yang sangat terkenal di kalangan anak remaja.
Setelah lama sekali berkeliling, gadis itu berhasil membawa sepuluh buku terkenal terbitan dari apk orange, tumpukan buku itu hampir menutupi penglihatan mata Ava, tapi untungnya ia kuat membawanya.
Ava menyusul Alan ke tempat cowok itu duduk tadi, Ava berdecak sebal ingin sekali membunuh cowok itu sekarang juga. Bagaimana tidak sebal, jika Alan saja sibuk bermain game, sambil di temani gadis-gadis genit yang masih di bawah umur berada tepat belakangnya tengah mengintip Alan bermain game. Sambil senyum-senyum sendiri pula.
Dengan langkah tidak sabaran Ava menyusul Alan. Menggebrakkan semua buku di meja tepat di depan cowok itu.
Alan dan gadis-gadis di belakangnya sontak terkejut dengan kedatangan Ava yang tiba-tiba menggeberak meja dengan buku.
"Lo ngapain, Va?" tanya Alan dengan polosnya. Sedangkan gadis-gadis di belakang Alan saling berbisik-bisik, dan mungkin membicarakan tentang Ava.
"Gila yaa! Lo enak-enak aja di sini main game, di temenin sama cewek-cewek genit di bawah umur?"
__ADS_1
Di belakang Alan gadis perawan nan masih di bawah umur itu langsung tercekat menganga tidak percaya akan apa yang Ava ucapkan tadi.
Alan masih tidak mengerti apa yang di maksud Ava. "Cewek-cewek genit di bawah umur apaan, sih?"
Untuk kedua kalinya gadis perawan di belakang Alan kembali terkejut.
Ava memutar bola matanya malas, menunjuk arah belakang Alan dengan dagunya. Sesuai petunjuk yang Ava berikan cowok manis itu lantas menoleh ke belakang.
Dan, betapa terkejutnya Alan saat mendapati ada tujuh gadis berdiri di belakangnya. "Astagfirullah!" Alan langsung berdiri di samping Ava dan menjauh dari tujuh gadis asing itu.
Ava menatap Alan seolah meminta penjelasan.
"Kalian sejak kapan berdiri di situ?" tanya Alan datar dengan wajah datar juga.
Ke tujuh gadis itu hanya tersenyum antara malu dan kaku. "Sejak Kakak di tinggal pacarnya nyari buku. Kita nggak berani nyusul jadinya kita liatin Kakak dari belakang ..." jelas salah satu yang gadis berambut pendek.
"Dia bukan pacar, gue!" balas Alan dan Ava bersamaan. Mereka berdua saling menatap, tapi detik berikutnya keduanya kembali menatap ke tujuh gadis itu.
"Lain kali jangan ngintip orang sembarangan, itu nggak baik,"
Ke tujuh gadis itu mengangguk pelan setelah dinasehati Alan. "Iya, Kak. Soalnya Kakak nya manis banget sih, bikin gemes gitu!" seru gadis yang rambutnya dicepol atas.
Tapi Alan hanya diam tidak menjawab perkataan gadis itu. "Udah sana kalian pergi,"
Ke tujuh gadis itu langsung berjalan pergi meninggalkan Ava dan Alan.
Tapi, sebelum mereka benar-benar pergi dari sana, ke tujuh gadis itu berbalik dan serentak mengejek. "Kok Kakak mau sih jalan sama Kakak cantik yang galak kayak gitu?" Mereka bertujuh langsung pada kabur lari tunggang langgang.
Ava sontak bersiap-siap mengejar dan meninju anak itu satu persatu. Tapi, sayangnya gadis-gadis remaja itu pada kabur duluan, dan Ava juga tidak mau membuat keributan di tempat umum.
Alan beralih menatap Ava. "Mana buku yang lo mau beli?"
Dengan semangat yang lebih membara dari sebelumnya, Ava menunjuk tumpukan buku di meja dengan dagunya. "Tuh!"
Alan melihat ke arah meja. Cowok manis itu serasa ingin meninggoy di tempat. Mengatur nafas lalu berkata, "Ini namanya lo menguras uang, gue. Pilih salah satu aja yang paling lo suka di antara buku-buku itu,"
Raut wajah Ava langsung berubah masam. "Cuma satu doang? Yaah, percuma lo ngajak gue kesini kalau belinya cuma satu?"
"Udah gue pilihin yang bagus-bagus tuh! Semua aja kenapa sih? Karena gue suka semuanya, Alan ..."
"Lo pelit amat, Lan! Tadi lo yang maksa ngajak gue jalan! Eh, belinya cuma satu doang?"
Alan terus mendengarkan ocehan kekesalan gadis di depannya. "Cu-ma-sa-tu." Mengeja setiap kata dan mempertegas ucapannya.
"Kalau sama kak Aras gue boleh pilih apa dan sebanyak yang gue mau. Tapi, kalau sama lo kok cuma satu doang? Ck, payah!" Dengan tidak sadarnya Ava meremehkan dan menghina Alan. Bahkan di depan cowok itu sendiri.
...***...
...Kalau kalian punya pacar atau gebetan yang sifatnya kayak Ava gitu, kira-kira bakal kalian apain? Jawab di kolom komenta, yah!...
...Yang jadi cenayang dadakan mulai muncul, nih?...
...***...
...Ditulis tanggal 20 Mei 2020...
...Dipublish tanggal 25 Februari 2021...
__ADS_1
...***...
...Jangan lupa tinggalkan jejak untuk menghargai karya Author, supaya Authornya juga senang dan semangat nulisnya. Nanti kalau kalian nemu ada yang copas cerita Aku atau apa tolong banget kasih tahu Aku, ya! Tapi ngasih tahunya jangan komen, langsung aja chat Aku. Thank you and happy reading....