Hanya Sebuah Cerita

Hanya Sebuah Cerita
Chapter 33 ~ Ngambek


__ADS_3

...



...


19:02


Malam pun tiba, tadi Ava sama sekali tidak memakan masakan Ana. Tapi, memakan semua camilan, dan mie yang diberikan Alan kemarin saat datang ke rumahnya. Dan, sekarang hanya tersisa dua mie juga dua minuman isotonic.


Jangan tanya apakah perut Ava kuat memakan semua itu. Walaupun badannya terbilang langsing, tapi gadis itu sangat sanggup untuk memakan itu semua.


Ava kini tengah memasukkan semua barang mahal yang Aras berikan padanya ke dalam kotak kardus. Termasuk juga novel yang cowok itu berikan. Bukannya ia tidak menghargai, tapi dirinya hanya mencoba untuk belajar melupakan Aras sama seperti ia melupakan rasa sakit dan trauma yang diterimanya beberapa tahun lalu. Barulah setelah selesai, gadis itu meletakkan kotak kardus tersebut di bagian bawah lemari.


Rasa sakit dan trauma apa yang di alami, Ava? Ah, itu ada bagiannya tersendiri nanti.


Tadi, saat pulang sekolah juga Ava dan Alan ingin pergi jalan-jalan sebentar untuk merayakan hari ini. Karena hari ini secara tidak langsung gadis itu  menyatakan perasaan yang sama pada Alan. Singkatnya, perasaan Alan terbalaskan. Tapi tidak jadi karena cowok itu lupa kalau hari ini ada janji bersama teman SMP nya.


Gadis itu duduk di depan meja riasnya. Memasukkan make up yang biasa ia pakai saat ada acara bersama Aras ke dalam wadah seperti dompet khusus make up kemudian meletakkannya ke dalam laci sebelah kiri.


Kini, di mejanya hanya ada alat dan make up yang memang untuk anak remaja pada umumnya. Ava bangkit menuju laci di samping bad kasur dan mengambil sesuatu di dalamnya. Gadis itu duduk bersila di atas kasur. Mengambil kunci motor yang selalu ia letakkan di bawah bantal. Karena katanya agar tidak hilang dan lupa.


Ava memakai gelang dengan tulisan inisial, 'A & A'. Itu gelang yang ia beli di mal saat bersama Alan. Sebenarnya itu adalah inisial nama dirinya dan cowok itu. Tapi, Ava tidak memberitahu Alan. Ia membalikkan sisi belakang kepingan besi yang sudah di rapikan tersebut. Di sana sudah ada dua nama pahatan yang sengaja gadis itu tulis. Dan, hanya dirinya lah yang tahu.


Flashback On


Kini, Ava dan Alan ada di tempat pembelian gelang. Di sana bisa membuat atau memesan sesuai kemauan. Berbagai macam model dan berbagai macam jenis. Harganya juga sangat pas untuk kantong anak remaja.


Saat Alan tidak sadar dan pergi melihat model gelang-gelang yang lain. Ava membisikkan sesuatu pada penjaga perempuan yang kerjaannya khusus melayani customer.


Gadis itu mengambil gelang berwarna hitam dengan kepingan besinya masih polosan dan belum dipahat sama sekali.


"Mbak, tolong pahat inisial, 'A&A' yaa. Terus di belakangnya sekalian di tulis nama, 'Alan & Ava'. Itu pacar saya yang lagi milih-milih gelang. Tapi, jangan kasih tahu dia, ya, Mbak," pintanya sambil menunjuk ke arah seorang cowok yang tengah mencoba beberapa gelang dengan model yang berbeda.


Penjaga perempuan itu mengangguk sambil tersenyum. "Wah, pacarnya manis banget sih, Dek. Pasti beruntung dapetin dia, mau aja nganter ke mal. Padahal biasanyakan cowok paling malas kalau disuruh nganter, karena katanya kelamaan,"


Ava tersenyum malu. Ia merasa sangat bangga saat apa yang dimilikinya di puji orang lain. "Jangan keras-keras, Mbak. Nanti pacar saya dengar. Yang bagus loh ngukirnya."


Perempuan itu mengangguk kemudian segera melaksanakan tugasnya ntuk melayani pembeli.


Setelah selesai Alan langsung kekasir untuk membayar benda yang mereka beli.


Kedua remaja tersebut kembali ke perjalanan mencari gantungan kunci dengan lambang Kohoha.


"Apa yang lo ukir di sana?" tanya Alan keppo. Tak biasanya cowok itu ingin tahu sesuatu. Bukan tanpa sebab, tapi karena tadi ia sempat melihat sang gadis berbisik-bisik dengan perempuan di toko gelang itu.


Yang ditanyai menggeleng cepat. "Bukan apa-apa kok! Ya, tadi, 'kan, gue udah bilang sama lo nulisnya apa."


Cowok di samping Ava hanya mengangguk mengiyakan. Entah selalu ke dinginan atau bagaimana, kedua tangan Alan selalu ditenggelamkan ke dalam saku. Di manapun dan kapanpun itu. Selalu saja seperti itu. Wajahnya juga datar-datar aja, dan tidak memperlihatkan ekspresi berlebihan seperti yang selalu Ava lakukan. Wajah Alan terlihat tenang dan santai.


Flashback Off


Ava tersenyum mengingat kejadian itu. Bisa malu kalau sampai Alan mengetauinya. Jadi, ia pastikan Alan tidak akan tahu hal itu.


Gadis itu memasang gantungan kunci lambang Konoha tersebut ke kunci motornya. Dan, menggoyang-goyangkannya sambil tersenyum lebar. Sepertinya, ia sudah gila?


"Ke kamar Agnes aja deh. Bosan." Beranjak ke kamar sang sahabat.


Kamar Agnes tepat berada di sisi kanan kamar Ava dengan pintu warna hijau. Sedangkan kamar Ana tepat berada di sisi kiri dengan pintu warna hitam agak ke abu-abu an.


Tanpa mengetuk pintu lebih dulu, Ava langsung masuk ke dalam kamar Agnes yang membuat sang pemilik kamar terkejut.


"Ketuk pintu dulu, bisa? Gue sampai kaget tahu!"


Jika kamar Ava dominan warna biru. Di kamar Agnes lebih dominan warna hijau muda dan tua. Di tambah dengan stiker dinding pepohonan dan bunga lily. Maklum lah, ini, 'kan, kamarnya anak kalem. Ratusan polaroid gambar idol kesukaannya di gantungkan di lampu tumbler warna hijau yang tertempel di dinding.


Ada rak kayu yang tertempel di dinding berisi ratusan novel seperti Ava. Di pojok kiri samping meja rias ada lima lightstik Boy Band terkenal asal Korea Selatan di antaranya ada BTS, NCT DREAM, EXO, RED VELVET, dan TWICE. Ada juga album dan lain-lain yang berhubungan dengan idol kesukaannya.


"Hayo! Lo nonton apaan sampai kaget gitu? Nonton gituan yah? Iish, nggak ngajak-ngajak!" tuduh Ava. Pikirannya mulai ngawur kemana-mana.


"Eeh, enggak, ya! Gue ngga kkayak lo yang sukanya kalau nggak ada orang nonton gituan sambil pakai earphone supaya nggak ada yang tahu! Giliran di tanya, jawabannya lagi dengerin musik, iya, 'kan?"


Sang gadis yang di cerca hanya mencengis kikuk. "Hehe. Ya, wajar kali kalau untuk anak remaja. Rasa ke ingin tahuan itu pasti ada. Awalnya sih coba-coba, eh malah suka!"

__ADS_1


"Dasar! Ini tuh gue lagi nonton film, 'Bad Genius'. Terus pas adegan tegang-tegangnya gitu. Yaa makanya gue kaget saat lo tiba-tiba masuk tanpa ketuk dulu,"


Gadis di samping Agnes jadi penasaran. Sebagus apa sih filmnya. "Bad Genius?"


Agnes mengangguk. "Iya, itu film Thailand yang lagi viral saking kerennya. Gue yang gini-gini aja liatnya langsung kek ngerasa insecure banget,"


"Mana? Gue mau liat dong! Ulang dari awal!"


Agnes mendengus kesal. "Yah! Ngulangnya mah jauh banget, Ava! Ini aja durasinya dua jam lebih,"


Sang gadis merengek. Menggelendot lengan Agnes. "Yaah! Ayo dong, Nes! Ana mana? Sekalian nonton juga!"


Dengan sangat terpaksa Agnes menuruti permintaan Ava. "Yaudah, iya!"


"Ana! Lo ngapain?! Kita nonton film bareng yuk! Keren nih film nya!" teriak Ava sampai bisa memekankan telinga siapa saja yang mendengarnya.


Agnes yang mendengar itu langsung menutup telinga kemudian menabok wajah gadis di sampingnya. "Lo ngomong ke kencengan!"


Ana masuk ke dalam kamar Agnes dengan raut wajah kesal. "Ava! Gue nggak budek kali! Lo teriak kenceng banget!" Ikut duduk di sisi Agnes yang lainnya.


"Yaudah, kita nonton dari awal yah." Agnes kembali memutar film nya dari awal.


Mereka bertiga menonton bersama, tanpa ada camilan tentunya. Masih ada mie yang di beli Agnes kemarin. Tapi, kalau makan mie terus mereka bosan, dan kalau keluar pun mager.


Hp Agnes bergetar dan mengeluarkan suara, 'Beb'. Gadis itu memberikan laptop nya pada Ava. Mengambil hp nya untuk melihat siapa yang mengirimkan pesan.


Iqbal


Nes, gue mau ngegame dulu nggak papa, 'kan?


^^^Agnes^^^


^^^Iya, nggak papa. Ini gue juga lagi nonton film sama Ana dan Ava^^^


Iqbal


Oh, yaudah kalau gitu. Tapi, lo udah makan? Kalau belum gue deliv apa gitu ke rumah, lo?


^^^Agnes^^^


Iqbal


Beneran nggak papa nih? Gue nggak ngerasa di repotin kok


^^^Agnes^^^


^^^Iya, nggak papa Iqbal^^^


Iqbal.


Yaudah kalau gitu. See you and good night.


Agnes cekikikan sendiri membaca pesan terakhir dari Iqbal. Cowok itu selalu saja perhatian padanya. Meskipun hubungan mereka belum diresmikan, tapi itu sudah membuat hati Agnes berbunga-bunga.


"Lo kenapa, Nes senyum-senyum nggak jelas gitu?" tanya Ava yang memberikan tatapan penuh selidik pada sahabatnya.


"Tadi Iqbal ijin mau ngegame bentar. Terus dia nanya ke gue udah makan apa belum? Kalau belum, dia mau deliv- in gue sesuatu. Yaa karena gue udah makan, jadinya gue tolak. Ngucapin good night juga dia nya," jelas Agnes panjang lebar.


Jujur, setelah Ava mendengar cerita dari sang sahabat Ava iri pada Agnes. Karena Iqbal sangat perhatian dan menghargai Agnes walaupun Ava tahu kalau keduanya belum menjalin sebuah hubungan.


Jangankan di chat seperti itu, Alan saja sejak pulang dari sekolah tidak mengirimkan pesan sama sekali kepadanya.


"Kalau lo gimana, Na? Justin juga gitu?" tanya Ava yang mulai penasaran.


Ana mengangguk. "Yaah kurang lebih kayak gitu juga sih ..."


Agnes yang mungkin tahu apa yang tengah Ava pikir dan rasakan bertanya, "Kenapa? Lo ngga pernah di gituin kak Aras atau pun Alan?"


Pertanyaan Agnes yang seperti itu membuat Ava semakin tidak enak hati. Gadis itu semakin merasa iri.


"Iya, emang nggak pernah. Nasib gue apes banget dah, dapet yang gitu?" tutur Ava sok paling teraniaya.


Agnes sontak menabok mulut gadis itu yang sama sekali tidak di saring. "Dijaga kalau ngomong!"

__ADS_1


"Aah! Udah ah! Gue mau ke kamar aja. Film nya nggak seru!" Gadis itu lantas keluar dari kamar Agnes dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Meratapi nasibnya.


"Ck! Dia pake acara ngambek segala lagi?" cerca Ana yang mulai pusing dengan tingkah Ava.


"Yaa wajar lah dia gitu. Ini gue aja mau chat Alan, dan mau ngode-ngode dia,"


Kening Ana mengkerut. "Ngode?"


"Iya, kalau nggak gue siapa lagi coba yang ngodein Alan selama ini? Yaa, 'kan, lo juga tahu Alan gimana sebenarnya. Dan, kalau Ava sih ngga mungkin untuk ngode. Dia kan jenis orang yang gengsinya gede. Jadi, mana mau dia chat duluan."


***


Alan yang kini sedang mengerjakam tugas PKWU terpaksa menghentikan kegiatannya karena hp nya yang di atas meja belajar berdering.


"Agnes?" gumamnya pelan.


Cowok itu menggeser tombol hijau. "Halo?"


"Lan, Ava ngambek tuh katanya dia pengen di perhatiin. Dia iri sama gue dan Ana,"


"Terus, gue harus gimana?"


"Yaa, kayak perhatian layaknya orang pacaran gitu. Lo makin kesini makin nggak peka aja deh, Lan!"


"Gue sama Ava kan belum jadian,"


Di sebrang sana bisa Alan dengar kalau Agnes menghela nafas.


"Yaa, walaupun nggak pacaran, coba lah untuk menyenangkan hati dia. Lo mau Ava kabur lagi ke kak Aras?"


***


Tut


Tut


Tut


Setelah Agnes mengatakan itu sambungan langsung terputus dari sana. Tentu saja Alan tidak mau kalau sampai Ava kembali ke pelukan Aras.


Cowok itu tersenyum. Dirinya punya ide cemerlang agar gadisnya tidak badmood lagi. Dengan cepat, Alan langsung mengetik kan sesuatu di layar hp nya.


***


Ava menghentak-hentak kan kakinya. Bahkan, Alan sampai sekarang tidak mengirim pesan apa pun pada nya. Ingin rasanya ia mengirimkan pesan tapi dirinya tidak punya nomor Alan, karena sudah di hapus. Sesuai dengan peraturan yang cowok itu buat.


Ting


Tong


"Ava! Bukain pintunya!" teriak Ana yang mendengar bel pintu berbunyi.


Dengan langkah yang tidak sabaran, gadis itu membuka pintu seraya menunjukkan wajah sangat cemberut dan sangat tidak ikhlas. Setengah hati ia melakukan hal itu.


Saat ia membuka pintu, ternyata sudah ada orang yang berdiri membelakanginya dengan topi warna hitam yang bertengger manis di atas kepala dan tangan kanan membawa sekantung plastik besar warna putih susu.


"Ada apa yaa, Mas?" tanya Ava yang masih berdiri di ambang pintu.


...***...


...Haha. Penasaran, yah?...


...Kira-kira siapa yang dateng nih?...


...Tunggu kisah mereka selanjut nya, yah!...


...***...


...Ditulis tanggal 15 Juni 2020...


...Dipublish tanggal 12 Maret 2021...


...***...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak untuk menghargai karya Author, supaya Authornya juga senang dan semangat nulisnya. Nanti kalau kalian nemu ada yang copas cerita Aku atau apa tolong banget kasih tahu Aku, ya! Tapi ngasih tahunya jangan komen, langsung aja chat Aku. Thank you and happy reading....


__ADS_2