Hati Lunara

Hati Lunara
BAB 29


__ADS_3

Allah begitu menyayangi kamu melalui ujian ini Luna…


.


.


.


Rey membelalakkan matanya mendapati Luna yang berdiri dengan wajah frustasi dan sisa – sisa air mata di pipinya tengah berdiri di ujung tepian rooftop


“Lu-Luna” Rey tergagap takut memanggil Luna dengan hati – hati sambil merentangkan sebelah tangannya dan mendekat langkah demi langkah kecil


Mendengar Namanya disebut, perhatian Luna pun teralihkan pada sumber suara, yaitu Rey.


“Nggak! Stop! Kalau kamu kesini aku bakal langsung lompat” Kata Luna mengancam.


Rey yang mendengar itu seketika menghentikan langkahnya tanpa menurunkan lengannya yang masih ingin meraih Luna.


“Oke. Oke” Rey mencoba menghadapi situasi tersebut dengan tenang, ia tampak menarik dalam nafasnya yang sebenarnya terasa berat sekarang.


“Luna.. tenang. Istighfar. Ingat bahwa ini salah, yakinlah semua masalah itu ada jalan keluarnya. Dan yang jelas bukan dengan cara ini. Sekarang pegang tangan saya, kamu turun dulu… Apapun masalahnya saya akan bantu kamu, saya janji” Kata Rey mencoba membujuk Luna dengan tangannya yang masih terulur


Luna terdiam sebentar mendengarnya, namun tak ingin terkecoh ia Kembali menahan pergerakan Rey dengan suara lantang


“Aku bilang stop!” Teriak Luna


“Saya mohon sama kamu. Jangan begini, Istighfarr Luna… Saya tau kamu juga gak mau begini. Kita cari solusinya sama – sama. Percaya sama saya” Rey tegas meyakinkan.

__ADS_1


Luna tampak berseringai miring disusul kepalanya yang menunduk putus asa


“Bantu? Kamu gak tau apapun dan kamu juga gak akan bisa bantu apapun. Dan dimana Allah? Saya bersujud berdo’a memohon setiap saat. Tapi jalan keluar itu gak pernah ada. Saya hanya selalu ada di titik terberat, dihujam sama penderitaan yang gak pernah berhenti. Saya capek…” Tangis Luna mulai pecah dan terdengar sangat pilu di telinga Rey. Hati lelaki itu entah kenapa terasa sakit melihat Luna seperti ini


Di suasana hening dan hembusan angin malam yang dingin itu, Rey memandang penuh iba pada Luna yang terisak pilu hingga akhirnya wanita yang tengah rapuh itu kembali bersuara


“Dunia ini gak adil… gak ada keadilan di dunia ini. Dan saya gak punya jalan keluar apapun” Sambungnya dengan suara yang sudah serak


Rey kemudian menjawab dengan tenang


“Hidup itu adalah bagaimana cara kamu menanggapinya Luna. Jika kamu hanya memandang pada penderitaan… ketidakadilan.. maka hanya itu yang akan kamu dapat. Berhusnudzon lah… Percayalah Luna, masalah besar yang kamu hadapi adalah pertanda bahwa kamu orang yang dipilih Allah sebagai sosok kuat yang mampu untuk menghadapinya. Allah begitu menyayangi kamu melalui ujian ini ke kamu Luna…” Begitulah pencerahan bijak Rey


Melihat Luna yang balas memandang dirinya juga. Rey melanjutkan perkataannya


“Saya yakin ada sesuatu yang begitu indah sedang menanti kamu di masa depan. Percaya sama saya, Allah pasti sudah menyiapkannya. Tugas kamu sekarang hanya perlu lebih bersabar lagi… sedikit lagi. Saya udah bilang, kita akan cari solusinya bersama – sama… bersama – sama Luna…” Rey Kembali menegaskan dengan yakin akan membantu


Gadis malang itu tampak mulai luluh dengan gelagatnya yang sedang bingung dan berpikir. Melihat itu, Rey coba memanfaatkan situasi dengan lebih mendekat untuk menarik Luna, ia tampak mengecek saku jas nya dan mengeluarkan sebuah coklat.


“Oke oke. Tenang, kamu lihat ini dulu” Kata Rey panik sambil menunjukkan coklat yang ada di tangan kirinya.


“Ini dari Om Edi, Ayah kamu… Dia menitipkan ini ke saya tadi. Saya gak tau apa yang terjadi antara kalian, tapi saya yakin rasa sayangnya ke kamu gak pernah berubah” Mendengar nama sang Ayah disebut Luna menoleh. Luna melihat ke arah Rey dan coklat itu secara bergantian. Entah apa yang sedang Luna pikirkan, tapi Luna masih terdiam dengan tetap menatap Rey. Lelaki itupun, tampak beberapa kali tersenyum mengangguk meyakinkan Luna untuk turun.


Beberapa saat kemudian, Luna yang masih menatap Rey mulai tersenyum tipis meski air matanya masih sesekali menetes. Melihat hal tersebut, Rey kaget dan merasa sangat lega. Ia tersenyum senang sampai seluruh giginya terlihat karena dengan cara berbohong soal coklat itu ia akhirnya bisa membujuk Luna. Memang benar Rey tidak tahu – menahu dengan hubungan Luna dan ayahnya. Namun ketegangan yang ia rasakan di ruangan Luna tadi pagi antara Ayah dan anak tersebut cukup membuat Rey paham bahwa mereka sedang tidak baik – baik saja.


Selanjutnya, Rey pun dengan pasti memberanikan langkahnya mendekat ke Luna yang belum juga turun, gadis itu juga tidak menghentikannya membuat Rey semakin percaya diri.


“Ini” Kata Rey menyerahkan coklat itu setelah ia berada tepat di depan Luna.

__ADS_1


Karna posisinya yang berada di tepi Gedung membuat posisi Luna lebih tinggi dan menunduk untuk melihat Rey yang di depannya. Masih sambil tersenyum haru, Luna meraih coklat dari tangan Rey


“Bener ini dari Ayah?” Kata Luna pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari sebungkus coklat yang ia pegang.


Rey mengangguk yakin dengan senyum juga di bibirnya. “Bener, tadi beliau yang menitipkan ini langsung ke saya untuk kamu”


Luna memandang coklat itu dengan diam hingga akhirnya ia perlahan membuka bungkusnya. Sebelum memakannya, Luna memandang Rey dan berkata


“Makasih.. karna udah peduli” ia jeda sebentar lalu Kembali bicara “Kalau cinta Ayah sudah sebatas coklat hangat ini, maka akan saya terima” Ucapnya sambil bergetar lalu langsung melahap coklat kecil itu dengan cepat.


“Sekarang ayo turun” Rey mengulurkan lengannya lagi. Syukurnya Luna mengangguk dan meraih uluran tangan Rey. Namun tanpa di duga, Luna kehilangan keseimbangannya dan terpeleset hingga jatuh.


.


.


.


Duhhh Author nulis ini penuh emosi bangett, ikut sedih, deg – degan, dan terharu juga


Meskipun ini adegan dan ceritanya bikin sendiri entah kenapa setiap nulis cerita itu author ngerasa ada disitu sebagai tokoh yang memerankan juga wkwk


Ikut nyesek ikut nangiss


Aneh tapi nyata, kira – kira author lain pada gini juga gak ya? Hahahah


Buat yang mau tau kelanjutannya pantengin terus yaa reader

__ADS_1


Dan makasih buat semua yang udah bacaa


Lope lope sekebon dari author muaachhh


__ADS_2