
Ada yang nungguin?
Nggak yaa 😭 Uhh sedihh
Tapi gapapa, haruss tetap semangat yaa nulisnya
Okee lanjutt.... Happy readingg yaaa 😁
.
.
.
"Astaghfirullah ya Allah maaff Yana gak sengaja Yah ehh Om ehh mas... Hmm maksudnya Dokter"
Yana mendekati Rey dengan panik bahkan sampai membuatnya tergagap lupa dengan siapa pria ini.
Karena kondisi tubuhnya yang sulit bergerak dalam balutan mukenah ditambah permukaan kasur yang lembut membuat Yana oleng dalam usahanya berjalan menggunakan lututnya untuk mendekati Rey.
Deg!
Tubuh kecilnya itu sudah berlabuh dalam dekapan kekar Rey. Jika saja Rey tidak sigap, mungkin sekarang Yana sudah berakhir mengenaskan di lantai dalam keadaan tengkurap.
Membantu Yana membenahi posisinya. Rey kemudian menggosok tengkuknya yang tiba-tiba terasa gatal.
Yana kini sudah duduk kembali dengan suasana hati yang sangat canggung dan malu.
"E-em saya udah buatkan kamu susu dan sarapan, ayo sarapan dulu"
Astaga! Kenapa jadi gagap gini sih ngomongnya. Rey membatin.
"Ohh iya, Yana mau mandi dulu"
Jawabnya gugup tapi masih terdengar lancar.
"Oke, saya keluar dulu. Permisi"
Rey pun buru-buru keluar dari kamar mereka. Kamar mereka? Sejak kapan ia berpikir itu adalah kamar mereka.
Setelah Rey keluar, Yana mengusap kasar wajahnya.
"Dih gak tau dari bangett sih aku, udah numpang, bangun siang, disiapin sarapan lagi. Ini kalau Mamanya Dokter Rey tau bisa di coret aku jadi menantu?"
Tanpa sadar Yana bergumam seperti itu layaknya sudah menerima sepenuhnya dengan status istri yang ia sandang sekarang.
Mandi dan bersiap secepat mungkin, Yana pun keluar dari kamar dengan keadaan rambut yang masih setengah basah.
Begitu keluar, ia dapati Rey tengah duduk di meja makan sambil membaca sebuah buku di tangan kirinya dan menyesap kopi panas, terbukti dari asap yang masih mengepul di tangan kanannya.
Yana berjalan pelan mendekat dan duduk di hadapan Rey. Sungguh ia benar-benar merasa tidak enak.
"Bisa makan ini kan? Saya gak tau kamu suka apa dan gak suka apa, jadi selain nasi goreng saya juga sediain roti dan buah"
Jelasnya sesudah Yana duduk di depannya, mereka duduk di tempat dan posisi yang sama seperti semalam.
Melihat Yana hanya terdiam, Rey kembali bertanya.
"Kenapa? Gak ada yang bisa kamu makan? Kamu mau makan apa? Biar saya carikan, ohh iya ini susu hamil kamu, maaf udah dingin, soalnya saya udah buat ini sejak tadi"
Rey sudah berdiri meletakkan gelas berisi susu ke arah Yana.
"Saya bisa kok makan nasi goreng, cuma gak bisa yang manis-manis atau asam kayak yoghurt gitu semenjak hamil"
Yana mengatakan itu begitu pelan. Tapi suasana yang sunyi membuat Rey bisa mendengar itu dengan baik.
__ADS_1
"Syukurlah, ayo silahkan makan kalau begitu, semoga suka ya"
Kata Rey seraya duduk kembali dan tersenyum manis.
Setelah Yana selesai mengisi makanan ke piringnya, barulah giliran Rey yang mengisi piringnya. Yana memperhatikan itu.
"Dokter belum sarapan?"
Tanyanya dengan menatap heran.
"Belum, saya nunggu kamu biar kita bisa makan bersama"
Jawabnya lembut tak lupa sambil tersenyum juga.
Aduhh... Baik banget sih. Yana kan jadi makin merasa tidak enak dan bersalah.
Mereka makan dalam diam, hanya ada sahutan suara dentuman sendok yang bertabrakan dengan piring kaca mereka.
Mencuri-curi pandang ke arah Rey di depannya. Yana seperti ingin bicara tapi ragu-ragu.
"Hmm Dok"
Serunya pelan. Rey mengalihkan pandangannya menuju Yana.
"Iya?"
"E-ee maaf ya"
Ucapnya memelas.
"Untuk?"
Rey bertanya bersama dahinya yang mengerut heran.
"Dokter jadi repot karena Yana, tadi Yana ngerasa capek banget jadi langsung ketiduran lagi, setelah ini biar Yana yang masak dan ngerjain yang lainnya"
"Ta-tapi Yana belajar dulu, soalnya Yana gak tau masak"
Tambahnya dengan nada takut-takut. Mendengar itu Rey terkekeh gemas.
"Saya gak merasa repot, lagi pula kamu sekarang tanggung jawab saya. Kamu gak perlu melakukan apapun, cukup istirahat dan fokus dengan kesehatan kamu dan kandungan kamu"
Jelas Rey dengan lembut.
Yana mengigit bibir bawahnya dan bingung ingin menjawab apalagi. Kenapa sih di depan Rey lidahnya ini terasa sulit sekali untuk bicara.
"Ayo dimakan lagi"
Ajak Rey.
Merekapun kembali makan dalam hening. Setelah itu Yana menawarkan diri untuk membereskan piring kotor, meski Rey sempat menolak tapi Yana berhasil meyakinkan dengan memaksa dirinya sendiri dan memastikan dia tidak akan kelelahan hanya karna mencuci 2 piring dan 2 gelas kotor.
Selagi Yana mencuci piring, Rey bersantai di sofa dengan memainkan ponsel di tangannya. Rey masih memiliki jatah libur dan cuti setelah pernikahan.
"Hm Dok"
Rey mendongak ke belakang.
"Udah selesai?"
Yana mengangguk mengiyakan.
"Ayo duduk, jangan berdiri disitu dong"
Rey lalu menarik tangan Yana untuk ikut duduk di sofa dan Rey sendiri menggeser duduknya untuk sedikit memberi jarak.
__ADS_1
"Yana mau izin pergi nanti siang"
"Mau kemana?"
Tanya Rey perhatian. Yana menoleh, kemudian Rey dengan cepat meluruskan kalimatnya.
"Ehh saya gak bermaksud melarang atau apa. Cuma saya hanya khawatir aja, lagian kandungan kamu katanya cukup lemah kan, jadi harus banyak istirahat. Jadi kamu mau kemana memangnya?"
"Cek kandungan"
"Ohh ada pemeriksaan hari ini?"
Yana mengangguk.
"Kenapa gak bilang, biar saya antar ya?"
Hah? Yana menaikkan kedua alisnya.
"Ee-emm Yana rencananya mau pergi dengan kak Luna"
"Iya gapapa biar saya antar, saya juga masih libur"
Yana hanya terdiam.
"Boleh kan saya antar kamu?"
"Oh? I-iya boleh asal gak merepotkan Dokter aja"
Ya ampun. Sekalinya bisa ngomong kenapa malah gagap gini sih. Kalau kayak gini mending diam aja deh.
"Oh iya Yan"
Hm? Yana menoleh ingin tau.
"Eeee apa boleh kamu mengganti panggilan kamu ke saya. Kayaknya lucu aja kalau istri manggil suaminya dengan panggilan Dokter"
Tanya Rey dengan hati-hati. Takut istrinya itu merasa tidak enak dengan ungkapannya.
"Tapi kalau gak terbiasa juga gapapa, saya gak maksa, hanya menyarankan"
Lalu dengan cepat Yana menyambar ucapan Rey.
"Memangnya mau dipanggil apa?"
.
.
.
Apa ajalahhh yang penting haruss so sweettt.... Iya gak guyss 😂😂😂
Kira-kira Rey sama Yana bakal saling jatuh cinta gak yaa dalam pernikahan mereka 😁
Untuk kisah Luna dan Juan nanti dulu yaa
Aku lagi seneng nyeritain Rey dan Yana soalnya hehe
Alhamdulillah 3 hari ini aku bisa konsisten untuk up 2 bab per hari
Enjoy ya sama ceritanyaaa
Jangan lupa like, komen, vote dengan koin, dan rating bintang 5 nya yaa setelah membacaa
Sekarang authorr mau bobo duluu 😴😴😴
__ADS_1
Makasihhh 😘😘😘😘