
Haiii guyss happy reading yaaa
Mari masuk ke kehidupan pernikahan Rey dan Yana yang masih malu-malu hihi
.
.
.
Flashback Off
Melihat pemandangan yang hanya membuat hatinya panas seperti ini membuat Vera mendelik tidak suka dan beranjak dari duduknya, kemudian pergi tanpa pamit dengan hentakan kaki yang cukup keras. Suasana haru yang sedang melingkupi ruang tengah rumah Yana itu membuat tidak ada yang menyadari kelakuan Vera. Lagi pula kalau gak suka kenapa datang ya kan.
Di samping itu. Yana dan Rey sekarang sudah bertukar sungkem dengan mertua masing-masing. Yana yang sedang menunduk mencium tangan Mia, Mamanya Rey terhenyak sebentar saat Mia menahannya lalu memeluknya disana ia mengatakan hal yang membuat suduh hati Yana sedikit menghangat.
"Maafin Mama ya... Mulai sekarang kamu adalah putri Mama juga dan anak ini adalah cucu Mama, Mama janji dia akan mendapat kasih sayang yang penuh dari neneknya"
Ujar Mia dengan ceria dan memberi penekanan pada kata "penuh" untuk meyakinkan Yana bahwa dia benar-benar akan menyayangi anak wanita yang telah menjadi menantunya ini.
Bibir Yana pun tertarik haru. Ini kali pertamanya tersenyum hari ini. Meski pernikahan ini tidak ia terima sepenuhnya, tapi menerima kasih sayang baru seperti ini terlebih untuk anak yang ia hasilkan dari perbuatan haramnya jujur membuatnya terharu.
"Udah jangan nangis, meskipun ini bukan pernikahan impian kamu dan Rey. Tapi percayalah pasti ada hikmah dan kebahagiaan yang tersembunyi ke depannya. Allah gak akan biarin putri Mama terus terpuruk, iya kan?"
Sungguh, Mia mengatakan itu begitu lembut sambil tangannya menyeka aliran air mata yang di pipi Yana.
"Makasih Ma"
Kata Yana dengan suara serak, itu juga kali pertamanya bersuara hari ini.
Tak jauh dari sana Rey melihat pemandangan itu dengan tersenyum, menyadari Rey menatapnya, Mia membalas senyuman itu.
Rey mengisyaratkan "Makasih" tanpa suara dari bibirnya. Mia mengerti itu dan langsung menaikkan kedua jempolnya.
Rangkaian acara hari ini sangat berjalan baik dan lancar. Sore harinya Rey dan yang lainnya membantu mengangkut semua keperluan Yana. Rey memutuskan sebelum hari pernikahannya untuk membawa Yana ke apartemen miliknya sendiri setelah menikah dengan alasan tidak ingin merepotkan siapapun dan lebih mandiri. Tentu Mia adalah pihak yang paling tidak setuju, dia tidak ingin berjauhan dengan putra angkat semata wayangnya ini.
"Kamu udah gak sayang sama Mama yaa, walaupun Mama gak lahirin kamu. Tapi Mama sayang kamu lahir dan batin"
__ADS_1
Mia merengek layaknya anak kecil setelah Rey memberi tahukan niatnya untuk tinggal di apartemen miliknya.
Baru akan meraup udara untuk berbicara, Mia kembali mengeluarkan suaranya.
"Mama gak akan ganggu kamu sama Yana kok, gak akan ikut campur lagi, gak akan cengeng lagi, asal kamu jangan tinggalin Mama"
Astaga. Asal kalian tau aja, apartemen nya ini sangat dekat dengan rumah mereka. Jalan kaki 5 menit saja sampai.
Dan akhirnya dengan segala usaha dan bujuk rayu Rey dibantu Papanya, Bardolf akhirnya bisa membuat Mia bungkam meski terus membuat Mia mencebikkan bibirnya kesal setiap membahas itu.
"Jaga anak saya baik-baik Rey, dan Terima Kasih banyak"
Pesan Edi pada Rey sebelum ia akan memasuki mobilnya. Jelas sekali kalimat itu mengandung banyak ungkapan uraian Terima Kasih yang besar dan tidak bisa diungkapkan oleh Edi.
"Iya, kami berangkat Yah"
Rey berjalan ke arah pintu mobil penumpang menunggu Yana yang sedang berpelukan perpisahan dengan Lia dan Luna. Setelah selesai Yana mencium tangan Edi dan tak lupa memeluknya juga. Ia pun berjalan mendekati mobil Rey, dengan sigap ia membukakan Yana pintu, kemudian dia sendiri berjalan memutar ke arah kursi kemudi.
"Assalamu'alaikum"
Salamnya sebelum menginjak gas dan menoleh ke arah jendela Yana yang masih terbuka. Mobil mulai berjalan pelan, Yana memandang Luna yang juga balik menatapnya. Ia tersenyum setelah Luna membuat gerakan untuk menarik bibir (maksudnya tersenyum) dengan kedua tangannya kepada Yana.
Mereka akhirnya sampai.
"Ayo"
Itu adalah percakapan pertama mereka setelah menikah. Rey mengajak Yana keluar setelah menghentikan mobilnya. Yana tidak menjawab, tapi ia menuruti itu. Kemudian kakinya melangkah menuju bagasi dan membukanya.
"Kamu bawa ini aja, sisanya biar saya"
Rey dengan cepat menyusul dan mencegat Yana saat gadis itu akan membawa dua koper besar miliknya kemudian Rey menyerahkan satu koper Yana yang lebih kecil.
Yana masih tidak menjawab, tapi dia pun tidak menolak.
Mengikuti langkah Rey dari belakang dengan kepala yang lebih sering menunduk.
"Assalamu'alaikum"
__ADS_1
Ucap Rey begitu memasuki apartemen miliknya. Atau milik mereka lebih tepatnya?.
"Mari"
Ajaknya lagi menyadari Yana yang hanya berdiri di ambang pintu dengan mata yang bergerilya ke seluruh ruangan.
Apartemen itu memang kecil, tidak banyak sekat maupun barang, tapi di tata sangat rapi dan minimalis. Melihatnya saja sudah terasa sangat nyaman, apalagi di tempati.
Yana masuk dengan ragu-ragu, kembali mengikuti langkah Rey yang ternyata masuk ke salah satu ruangan, dan itu adalah kamar.
Waduh. Kamar? Kenapa pikiran Yana jadi absurd gini sih.
Masuk kesana, Yana menyoroti ranjang yang cukup besar dengan dua bantal dan dua guling disana. Jujur ia tidak mau tidur seranjang dengan Rey.
"Disini hanya ada satu lemari, tapi saya sudah beli satu lagi yang kecil untuk saya, biar kamu bisa pakai lemari utama disini, karna baju saya juga tidak banyak. Silahkan gunakan kamar ini senyaman kamu, ini milik kamu. Saya akan tidur di tempat lain, tapi lemari saya titip di kamar ini juga ya, karna gak tau mau disimpan dimana"
Yana memandang ke bawah, lidahnya kelu dan pikirannya pun kosong untuk sekedar menyahuti Rey.
"Yasudah kamu beres-beres aja dan istirahat, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk bilang ke saya, saya keluar dulu"
Rey pun akhirnya keluar setelah mengambil pakaian dari lemari miliknya disana, kebisuan gadis itu cukup membuat Rey mengerti bahwa Yana merasa tidak nyaman dengan kebersamaan mereka saat ini.
Setelah pintu ditutup rapat dari luar, akhirnya Yana mendudukan dirinya di tepi ranjang. Tangannya tergerak untuk menyentuh perutnya yang masih rata itu.
"Maafin Mama nak, Mama benar-benar orang yang gak berguna"
Katanya sambil meneteskan air mata.
.
.
.
Stay dulu guyss setelah ini ada satu part lagi tentang mereka.
Juan sama Luna kita pending dulu, fokus sama pengantin baru dulu wkwk
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dengan koin dan rating bintang limanya ya setelah membacaa. Makasihhhh 😘😘😘